Dewa Importal Kematian

Dewa Importal Kematian
Hutan River Of Death


__ADS_3

Suara kicauan burung terdengar bersahut-sahutan di udara. Pagi yang cerah kini telah datang di kemudian hari. Terlihat seorang lelaki bernama Chyou Chen tengah sibuk menyiapkan sebuah pedang yang akan ia bawa pergi bersama dengan nya. Tak lupa ia juga pergi menemui sang kaisar untuk berpamitan sebelum ia akan pergi meninggalkan kuil kediaman Chen. Saat ia tengah berpamitan dengan sang kaisar, sang kaisar terlihat sangat cemas. Seolah dia enggan akan kepergian nya. Akan tetapi, hal itu tetap tidak membuat lelaki bernama Chyou Chen ini membatalkan kepergian nya. Karna mau bagaimana pun, ia harus mencari tahu siapa sebenar sosok di balik iblis pemenggal kepala di hutan itu. Chyou Chen pergi dengan mengenakan pakaian yang biasa ia kenakan saat berlatih pedang. Tak hanya itu, ia juga mengenakan jubah kumuh yang berwarna gelap untuk menutupi surai serta wajah nya dari pandangan penduduk kota kediaman Chen.


Perjalanan dari kuil menuju ke pintu gerbang hutan river of death terasa sangat melelahkan. Chyou Chen berjalan lebih jauh memasuki hutan tersebut, hingga dirinya menemukan sebuah pohon besar di dekat aliran sungai yang berwarna semerah darah. Karna tubuhnya sudah merasa kelelahan. Ia memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah pohon itu.


Setelah beberapa saat kemudian. Chyou Chen kembali melanjutkan perjalanan nya untuk menelusuri hutan river of death ini. Selama perjalanan, Chyou Chen hanya terdiam. Tiada hal yang membuat diri nya ini membuka suara nya. Sampai ia tiba di suatu tempat yang cukup membuat lelaki bernama Chyou Chen ini terdiam tak berkutik. Jauh di dalam hutan ini terdapat sebuah tempat dengan pemandangan yang cukup mengerikan. Bahkan di sana juga di liputi oleh udara pekat yang sangat berbahaya.


“Apa yang telah terjadi dengan tempat ini?” Chyou Chen mulai bertanya tanya pada dirinya sendiri.


Tanah yang tandus serta beberapa pepohonan yang sudah mati benar-benar membuat lelaki bernama Chyou Chen ini sangat kebingungan. Entah setelah beberapa ia melamun, tiba-tiba sentuhan lembut terasa menyentuh salah satu bahu nya,  hingga membuat dirinya sadar dari lamunan nya. Chyou Chen yang mendapat sentuhan tersebut pun sedikit terkejut. Secara antusias ia juga menolehkan kepala nya, ke arah sosok lelaki yang berdiri tepat di dekat nya.


“Tuan? Apa yang sedang anda lakukan di tempat seperti ini?” tanya lelaki itu saat melihat respons spontan lelaki di depan nya.


Chyou Chen hanya terdiam dengan mulut yang terus terbungkam. Pandangan nya juga tak lepas dari wajah lelaki yang tengah bertanya pada nya saat ini. “....”


Melihat lelaki itu menatap nya dengan mulut yang terbungkam. Tiada kata-kata yang keluar dari mulutnya. Kening nya berkerut sedikit membuat lelaki ini kebingungan. Apakah kehadiran nya membuat lelaki ini ketakutan? Entah lah, reaksi Chyou Chen saat ini juga membuat lelaki lawan bicaranya kebingungan. “Tuan??” di tengah keheningan ini. Lelaki bersurai gelap ini kembali menegur lelaki di depan nya.

__ADS_1


Mendengar teguran lelaki itu, kali ini membuat Chyou Chen sadar dan mengubah arah tubuh nya yang kini menjadi berhadapan oleh lelaki bersurai gelap itu. “.....”


“Ah- Maafkan saya tuan. Apa saya telah membuat anda ketakutan?” lelaki itu kembali bertanya sebelum suasana hening hampir bersatu dengan mereka untuk kedua kali nya.


Chyou Chen bergeleng pelan dan berkata “Tentu saja tidak. Saya hanya sedikit terkejut akan kehadiran anda. Karna sebelum nya saya tak pernah melihat seorang pun berhasil memasuki hutan ini jauh ke dalam nya.” Jelas Chyou Chen dengan kepala yang sedikit tertunduk pada lelaki itu. Lalu beberapa detik setelah nya ia kembali mengangkat kepala nya.


Mendengar penjelasan Chyou Chen.  Membuat lelaki ini tersenyum kecil, dan ia pun kembali bertanya. “Tuan, Apa yang anda lakukan di tempat seperti ini?”


“O-oh. Maaf, saya adalah seorang pendekar biasa yang datang dari desa kediaman Chen. Kedatangan saya ke tempat seperti ini atas izin serta perintah sang kaisar Huai Chen” jawab nya.


Chyou Chen kembali menjawab. “Saya datang kemari dengan berjalan kaki” jawab nya.


Mendengar jawaban Chyou Chen. Membuat lelaki ini sangat terkejut. “Hah!! Sungguh?”


“Ya tentu. Lalu? Bagaimana dengan anda? Bagaimana anda bisa menemukan ku di tempat seperti ini?” kali ini Chyou Chen lah yang mengajukan pertanyaannya pada lelaki itu.

__ADS_1


Lelaki itu tersenyum. Menyentuh dada nya dengan tangan nya sendiri. Lalu sedikit membungkukkan tubuh nya dan berkata. “Xiao Zhan. Saya tinggal tak jauh dari tempat ini” jawab nya.


Mendengar bahwa lelaki bernama Xiao Zhan ini tinggal tak jauh dari tempat itu membuat Chyou Chen terdiam dengan kepala yang tengah berpikir keras. Ia mencoba mengingat kota kediaman bersekte apa yang berada tak jauh dari hutan ini. “.....”


“Hehehe” melihat tingkah lelaki itu malah membuat Xiao Zhan menutup tawa kecil nya dengan menggunakan punggung tangan kanan nya. “Tak perlu mengingatnya sampai seperti itu tuan. Jika anda berkenan, maukah anda berkunjung ke tempat kami? Di sana anda juga dapat beristirahat sebelum anda kembali melanjutkan perjalanan mu” kata Xiao Zhan yang mencoba menawarkan tempat peristirahatan untuk Chyou Chen yang kelelahan.


Chyou Chen hanya mengangguk pelan mengiyakan tawaran lelaki itu. Karna kondisi tubuhnya saat ini sudah sangat kelelahan. Bahkan jika ia tetap memaksakan untuk melanjutkan perjalanan nya. Itu juga tidak akan memungkin kan. “Baiklah. Maaf, jika saya merepotkan mu”


“Tak perlu cemaskan hal itu tuanku. Lagi pula tempat kami sudah biasa menjadi tempat peristirahatan para kaisar ataupun pendekar yang mendapat misi dalam hutan ini” jelas nya.


Setelah selesai mengucapkan hal itu. Lelaki bernama Xiao Zhan ini mempersilahkan lelaki bernama Chyou Chen untuk berjalan di sebelah nya. Rindangnya pepohonan dan ngarai yang menjulang menghalangi sinar matahari pagi menembus river of death. Selama perjalanan Chyou Chen dan Xiao Zhan hanya terdiam satu sama lain. Tiada yang berani membuka pembicaraan di tengah keheningan itu. Bahkan di selang beberapa saat kemudian, mereka akhirnya tiba di sebuah pondok yang berada tepat di tengah hutan river of death. Chyou Chen yang baru saja mengetahui adanya pondok di tengah hutan river of death sedikit membuat dirinya kebingungan. Ini adalah pertama kali bagi nya mengetahui hal aneh seperti ini.


“Inilah tempat nya tuan. Maaf jika tempat ini terlalu kecil untuk mu” ucap Xiao Zhan dengan senyum ramah nya.


“Tidak, ini sudah cukup untukku” sahut Chyou Chen. Yang kemudian duduk di teras pondok tersebut.

__ADS_1


__ADS_2