
Hari terus berganti, dari hari bertemu hari. Akan tetapi, entah sejak kapan dunia kultivasi menjadi penuh sesak seperti ini. Tidak biasa nya, setiap sisi hutan, ataupun di tepi ngarai terdapat beberapa pendekar muda tengah berkumpul. Disana, para senior tengah mengajari para junior nya untuk melakukan trik serangan yang sangat luar biasa pada sang junior. Semua pendekar muda hanya berdiri tegap rapi, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Mereka hanya terfokus pada pelajaran yang tengah di ajarkan oleh para senior nya. Setiap perguruan, akan di bimbing oleh 2 senior pilihan yang telah di siapkan oleh para petinggi sekte penjuru duniawi kultivasi.
Beberapa pekan yang lalu, salah seorang dewa dari surgawi datang dan menyampaikan beberapa peraturan baru untuk para penduduk duniawi kultivasi. Mereka berkata bahwa, setiap pemuda yang telah berumur 17 tahun, wajib melaksanakan ritual penyerahan jiwa untuk para dewa penguasa kawasan anomalia. Terdengar sangat aneh bukan? Entah sejak kapan, peraturan bahwa para pemuda berusia 17 tahun wajib melakukan ritual penyerahan jiwa sangatlah tidak masuk akal.
Akan tetapi, tidak ada seorang pun yang berani menolak perintah tersebut. Meski merasa enggan. Para lelaki di duniawi rela melakukan apa pun untuk keselamatan keluarga nya. Karna... siapa pun yang rela melakukan ritual penyerahan jiwa akan mendapat 100% keselamatan pada keluarga nya. Mendengar penawaran tersebut, memang nya siapa yang akan menolak? Tentu saja ini akan menjadi kesempatan bagus untuk melindungi keluarganya. Tetapi, bisa dikatakan juga bahwa penawaran ini tidak bersifat menjebak para penduduk untuk menjadi tumbal sang dewa Anomalia.
Melainkan sebagai cara untuk membangun serangan tambahan dari para penduduk biasa. Lagi pula, siapa yang akan mengira jika penduduk biasa mampu melakukan serangan bantuan untuk membantu para pengguna kultivasi. Bagaimana jika mereka mati dalam pertarungan? Dewa berkata bahwa tidak ada manusia yang hidup dengan kekal, karena selama apa pun makhluk itu hidup. Kelak ia akan mati bersama tanah pinjakan nya.
Di bagian barat di tepi ngarai. Terlihat beberapa kelompok pendekar yang tengah terduduk tegap rapi sembari mendengarkan kedua seniornya memberi pelajaran melalui pengalaman yang pernah mereka alami sewaktu di usia muda dahulu.
“Inti emas dalam diri manusia memiliki warna yang berbeda-beda. Setiap orang tidak akan memiliki warna yang sama. Karna pada umum nya, warna inti emas manusia adalah cerminan bagaimana takdir menentukan dimana kita akan berdiri” tukas nya. “Menurut kalian, seperti apa warna yang pada umum nya dimiliki banyak orang?”
Pertanyaan tersebut kemudian di lempar kepada beberapa junior di depan nya. Suara senyap kini bertukar menjadi suara bisikan kecil yang menyatu dengan suara hembusan angin yang tertiup berlawanan arah dengan wajah mereka. Sampai beberapa saat kemudian, salah seorang di antara mereka memberanikan diri untuk menjawab. “Bagaimana dengan warna ungu?” pertanyaan nya membuat kebisingan disana kembali menghilang.
“Warna ungu? Mengapa hanya warna itu yang dapat kau sebutkan, bukankah di dunia ini terdapat begitu banyak warna?” ucap nya dengan ramah. Namun ucapan nya barusan membuat salah seorang pembimbing yang bersama dengan nya menoleh ke arah nya.
“Senior Li, Kamu menanyakan hal yang jauh di luar jangkauan mereka” lelaki ini memandang ke arah wajah Hong Li dengan raut cemas nya.
Hong Li hanya tersenyum. Kepala nya kembali menghadap lurus ke arah junior di depan nya. “Kurasa tidak senior Wu. Hal seperti ini sudah seharusnya mereka ketahui” wajah nya tersenyum lembut.
__ADS_1
Wu Yin hanya terdiam, sembari mengangguk pelan. “....”
Begitu setelah kedua seniornya terdiam satu sama lain. Lelaki yang tadi menyebutkan warna ungu, kembali memberanikan diri untuk menyampaikan pendapatnya tentang pemilik inti emas berwarna ungu. “Warna memiliki arti yang berbeda-beda. Tergantung siapa yang mengartikan nya. Ada pun warna ungu yang arti nya kebebasan dan pendirian yang kuat. Dengan kata lain, pemilik inti emas berwarna ungu memiliki sikap yang cenderung tegas dan bijaksana” ujar nya.
“Bagaimana dengan warna biru?” tanya Hong Li sembari melipat tangan kanan nya.
Lelaki itu kembali menjawab. “Warna biru memiliki arti ketenangan dan keterbatasan. Yang arti nya pemilik inti emas berwarna biru memiliki sikap yang cenderung lebih lembut dibandingkan pemilik inti emas berwarna ungu. Tidak sampai si situ, pemilik inti emas berwarna biru juga memiliki keterbatasan diri dalam melakukan banyak hal. Akan tetapi bukan berati pemilik inti emas berwarna biru itu lemah, justru kekuatan nya bisa berada di tingkat kedua dari yang tertinggi”
“Lalu? Bagaimana dengan warna kuning dan warna merah?” Hong Li kembali bertanya.
Lelaki itu pun menjawab lagi. “Warna kuning memiliki arti kepemimpinan. Walau tidak semua, namun sebagian besar pemilik tahta tertinggi memiliki inti emas berwarna kuning, ya walau di balik sikap kepemimpinan nya terselip sikap keegoisan yang cukup tinggi. Di samping itu. Ada warna merah yang memiliki arti sebuah kemarahan, kematian, dan kebencian. Karakter yang memiliki inti emas berwarna merah akan mudah sekali di tebak. Karena kepribadian yang berbeda akan lebih mudah di kenali di bandingkan pemilik warna inti emas lain nya”
“Ding Qiu yang mulia” ucap nya dengan ramah.
“Ding Qiu?” Hong Li tersenyum, menjeda di tengah ucapan nya. “Itu sangat luar biasa. Kamu mengetahui begitu banyak arti warna inti emas seseorang”
Mendengar pujian tersebut, membuat Ding Qiu tertunduk malu. Kepala nya sedikit ke bawah dan ia juga tidak berani menatap ke arah dua senior di depan nya. “....”
Sementara itu, Wu Yin yang baru saja mengetahui arti sebuah warna inti emas sedikit kebingungan. Ini adalah pertama kali bagi nya untuk mengetahui hal sepenting ini. “Senior Li, maaf jika pertanyaan ku terkesan lancang”
__ADS_1
“Tidak apa, katakan saja”
“Maaf senior Li. Jadi, apa hubungan nya warna inti emas dengan bimbingan untuk hari ini” ucap nya dengan ragu-ragu.
Hong Li tersenyum. “Tidak kah kamu mengerti apa maksud pertanyaan yang kuberikan, senior Wu”
Wu Yin hanya terdiam, mulut nya terbungkam rapat. Ia tidak dapat menjawab pertanyaan yang di ajukan untuk nya. “....”
Karna tidak mendapat respons apa pun. Hong Li akhirnya mengerti. Tidak semua paham apa yang barusan ia katakan. Dengan demikian, Hong Li pun menjelaskan apa maksud dari pertanyaan. Yang dimana semua yang ia tanyakan menyangkut usut pembelajaran mereka pada hari ini. Hong Li berkata bahwa, bagian serta posisi penyerang di tentukan dengan warna inti emas nya. Hal itu di karena kan untuk mendapat peluang yang lebih baik untuk mempertahankan duniawi kultivasi.
Tidak hanya itu, Hong Li juga menjelaskan beberapa strategi yang ia pikirkan selama ini. Yaitu dengan membagi 4 kelompok sesuatu dengan warna inti emas nya masing-masing. Ia juga menambahkan beberapa point penting untuk melakukan penyerang tanpa menggunakan energi spiritual. Karena kemungkinan besar, spiritual milik bangsa Anomalia justru jauh lebih besar dari apa yang mereka bayangkan.
Mendengar hal itu, Wu Yin akhirnya mengerti. Kini ia menyambung ke dalam pembahasan mereka dengan berkata bahwa Hong Li begitu bijak, hingga kalimat nya tidak begitu di mengerti banyak orang. Wu Yin pun akhirnya menyederhanakan kalimat tersebut dengan berkata bahwa pertanyaan ini akan di pimpin langsung oleh para dewa. Dalam barisan pertama akan di isi oleh pemilik inti emas berwarna kuning. Yang artinya memiliki jiwa kepemimpinan. Di barisan kedua, akan di isi oleh pemilik inti emas berwarna ungu. Mereka akan memaksimalkan serangan sesuai dengan keputusan kepemimpinan. Kemudian barisan ke tiga akan di isi oleh pemilik inti emas berwarna biru. Yang bertujuan untuk memberikan efek serangan secara maksimal dari jarak jauh.
Lalu, salah seorang junior pun bertanya. Lalu bagaimana dengan posisi pemilik inti emas berwarna merah. Wu Yin pun menjawab, bahwa pemilik inti emas berwarna merah sulit sekali untuk di temukan. Bahkan jika ada, itu pun berada di pihak lawan. Jika mereka bertanya, berada di posisi mana pemilik inti emas berwarna merah? Jawaban nya di belakang. Hah? Di belakang pemilik inti emas berwarna biru? Oh tentu tidak. Pemilik inti emas berwarna merah justru lebih pintar mengatur posisi nya sendiri. Mereka bisa berada di atas, di samping, atau bahkan berada di belakang musuh.
Terdengar cukup keren, namun Hong Li menjelaskan sedikit pada juniornya. Bahwa pemilik inti emas berwarna merah tidak sepenuhnya bisa di sebut kawan. Karna keberadaan nya terlihat begitu samar, dan tidak jelas. Mendengar hal itu, para junior disana akhirnya mengerti. Mereka bersorak satu sama lain. Bergembira setelah menemukan cara untuk mempertahankan gerbang duniawi kultivasi dari serangan bangsa anomalia.
Hingga akhirnya, Hong Li mendapat sebuah julukan baru. Tidak hanya di sebut sebagai seorang kaisar, pemimpin kerajaan Li. Ia juga mendapat julukan baru, yaitu sang pendekar pemilik inti emas berwarna biru dengan kuning. Yang artinya tenang namun ia juga memiliki jiwa kepemimpinan dalam jati diri nya yang lembut.
__ADS_1