Dewa Importal Kematian

Dewa Importal Kematian
Mayat yang tertidur, kini telah membuka mata nya.


__ADS_3

Hong Li kembali menutup mata nya. Membiarkan tubuh nya yang rapuh beristirahat sejenak, tempat dimana ia tidak akan pernah melihat cahaya terang. Kini ia berada di dalam ambang kematian, kepala nya tidak dapat mengingat hal apa yang terjadi sewaktu ia masih berada di tengah medan pertarungan. Harapan untuk kembali hidup tak lagi menjadi sebuah harapan yang utuh; kenyataan yang telah menghancurkan segala nya, berawal dari sesosok teman dalam hidup nya, hingga akhirnya dia lah orang yang telah merenggut kehidupan semua orang.


Sementara itu, disisi lain dunia. Daun-daun gugur berderai. Menutupi beberapa sisi tanah di bawah nya. Sedangkan langit, banyak awan yang berkerumun. Abu cerah warna nya. Awan gelap telah selesai mengirimkan deras nya hujan, menyisakan air-air yang turun secara perlahan.  Disisi barat, sebuah kerajaan besar berdiri tegak. Di dalam nya, terlihat beberapa orang tengah berkumpul di dalam kamar nya. 5 orang berdiri mengelilingi sebuah ranjang. 1 orang di antara nya, duduk di lantai, melipat kedua tangan nya sebagai tumpuan kepala nya. Menunggu 1 orang lain nya yang tengah terbaring di atas ranjang nya.


Setelah beberapa lama menunggu, 4 orang  pergi meninggalkan kamar itu. Sebelum pergi salah seorang di antara nya, mencoba mengajak lelaki yang tengah duduk di lantai bersebelahan dengan ranjang. “Chyou sudahlah, waktu nya makan siang”


Lelaki yang terduduk itu menolak, ia berkata bahwa ia ingin menemani lelaki yang masih terbaring di atas ranjang nya. Mendengar tolakan tersebut, sang kaisar hanya terdiam seraya meninggalkan putra nya sendiri menemani lelaki yang tengah terbaring di atas ranjang nya.


Sebuah raga terbaring di depan nya, tubuh nya dingin, seperti biasa, Hong Li sangat damai saat ia tertidur. Berbeda dengan lelaki yang sedang menunggu nya untuk terbangun. Ia tampak gelisah. Mata nya tidak lepas dari sosok yang terbaring di depan nya. Berangan-angan agar angin kehidupan membuat nya kembali siuman. Karna sudah 2 tahun ia terbaring tidak bergerak di atas ranjang nya.


Ketika Chyou Chen menyadari bahwa ia pernah melihat hal serupa seperti ini. Ia bangun, dan berpindah, ia duduk pinggiran ranjang. Tangan nya menggenggam salah satu tangan lelaki di depan nya. Tangan nya terasa begitu dingin, tidak ada kehangatan yang mengalir di tangan. Hal seperti ini, akhirnya ia lakukan untuk kedua kali nya; pertama ia lakukan pada seorang lelaki yang masa hidup nya tinggal sebentar lagi. Tubuh nya dingin. Tatapan nya sayu sebelum ia akan tertidur. Namun, setelah ia tertidur, tubuh nya tidak bergerak, dan hanya bernafas.


Sama seperti saat ini. Di raga yang sama, namun berbeda kepemilikan. Akan tetapi, kekhawatiran tetap ia rasakan seolah kematian akan merenggut jiwa pemilik raga ini untuk yang kedua kali nya.


“Apa kamu tidak lelah, hanya terbaring dan tidur di atas ranjang seperti ini?” suara nya tercekak, tak mampu melanjutkan kata-kata. Chyou Chen menggenggam tangan nya dengan erat. Menyalurkan energi spiritual nya melalui tangan yang ia genggam.


“Maafkan aku, Hong Li. Aku terlalu lemah untuk menyelamatkan mu di medan perang saat itu” suara nya semakin serak. Begitu mata nya melihat sekilas, wajah lelaki yang terbaring di depan nya ini terus terbayang wajah sosok teman yang pernah menempati raga ini, namun telah tiada beberapa tahun yang lalu.

__ADS_1


Di saat berikut nya, Chyou Chen  berhenti menyalurkan energi spiritual nya. Menatap lelaki itu sejenak. Dan mulai membelai rambut indah nya dengan lembut. "Sampai kapan kamu akan menutup mata mu seperti ini, Hong Li” ia menarik kembali tangan nya. Kemudian menjatuhkan kepala nya tepat di sebelah telinga lelaki itu. Rambut panjang nya berderai, menyembunyikan sisi wajah nya yang sedang menangis pilu.


“Ku mohon buka mata mu Hong Li. Setelah ini, aku berjanji akan menjadi kuat dan akan menjaga mu di setiap saat. Tak kan ku biarkan siapa pun melukai mu lagi”


Suara serak kini mengisi pendengaran. Meski tangisan nya terdengar hingga keluar dari kamar, sang kaisar tetap tidak mengizinkan siapa pun masuk ke dalam kamar putra nya.  Sampai beberapa saat ia menangis dalam posisi yang seperti itu. Sebuah sentuhan lembut menyentuh di atas punggung nya.


“Chyou Chen, sudahlah. Tidak perlu menangis. Aku disini”


Suara lembut nya terdengar sampai ke telinga pemilik nama. Ia terkejut dan terbangun dari posisi nya. Mata nya terbuka lebar, tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Lelaki yang sudah tertidur bertahun-tahun di atas ranjang nya, kini terbangun dengan tatapan lembut lurus ke arah diri nya.


“Maaf, aku sudah merepotkan mu tuan muda Chen” tatapan nya sayu, suara nya bagai seorang yang baru saja bangun dari tidur nya.


“Beristirahat lah Hong Li. Tubuh mu masih belum kembali seperti semula. T-Tetaplah berada di sini, aku akan ambilkan obat dan makanan untuk mu” ia mengalihkan pandangan nya, menyeka wajah nya yang basah dengan salah satu tangan nya. Kemudian bangun dari duduk nya.


Tangan nya dengan cepat, menggenggam pergelangan tangan lelaki itu. “Jika anda tidak keberatan, maukah kamu menemaniku sebentar saja. Ku mohon jangan tinggalkan aku sendirian” kepala nya sedikit tertunduk. Membuat lawan bicara nya terdiam kebingungan.


Ia kembali terduduk, bergantian yang kini dirinyalah yang menggenggam tangan lelaki di depan nya. “Hong Li? Kamu baik-baik saja?”

__ADS_1


“Ya, kurasa begitu” perlahan kepala nya kembali terangkat. Kini mata nya berkontak langsung dengan wajah lelaki yang terus menunjukkan ekspresi cemas pada nya.


“Jadi, Sudah berapa lama aku terbaring di sini?” meski kepala nya sudah terangkat. Setelah bertanya, Hong Li kembali memalingkan pandangan nya.


Chyou Chen pun menjawab. “Sekitar 2 tahun lebih setelah perang itu berakhir”


“Perang?” Hong Li terkejut dan kembali menatap lelaki di depan nya.


“Sudah lupakan saja. Di lain waktu aku akan menceritakan semua nya pada mu”


Mendengar ucapan yang asing untuk lelaki berdarah dingin seperti Chyou Chen mengatakan hal seperti itu, membuat Hong Li tersenyum dan sedikit tertawa. "Apa yang telah terjadi pada mu tuan muda Chen, tidak biasanya kamu akan mengatakan hal seperti itu"


Chyou Chen memalingkan pandangan nya, sembari berkata. "Kenapa kamu tertawa? apa yang lucu dengan ucapan ku?"


"Hehehe tidak ada. maaf-maaf"


"Apa menurut mu sikap ku aneh?" Chyou Chen sedikit menoleh kan kembali pandangan nya ke arah lelaki di sebelah nya.

__ADS_1


Hong Li tersenyum dan mengangguk pelan. “Sedikit. tapi itu bukan masalah untuk ku. Terima kasih tuan muda Chen"


__ADS_2