
Pemandangan yang tidak asing ketika mata nya terpejam. Setelah pertarungan antara dunia kultivasi dengan kawasan anomalia telah selesai. Hanya ada kegelapan yang terlihat di sekeliling nya. Tiada siapa pun di tempat itu kecuali diri nya. Tubuh yang terluka sangat parah, terdapat begitu banyak luka di sekujur tubuh nya. Tidak heran jika pakaian putih martabat nya kini berubah memerah. Dengan rasa sakit yang amat luar biasa. ia mencoba mengangkat kepala nya yang di sanding dengan beberapa tetesan darah yang keluar dari kepala nya.
“Uhukkk.. Uhukkk...” tangan nya bergerak dan menyentuh dada bidang nya. “Sa-Sakit sekali dada ku” ia merintih sembari berusaha bangun dari duduk nya.
Pakaian nya kotor. Rambut panjang nya kini berderai tidak beraturan. Dengan menahan rasa sakit yang amat luar biasa, ia berdiri sembari mengamati pemandangan hitam di sekeliling nya. Apa ini yang di sebut dengan dunia kematian? Benar-benar gelap. Entah sudah berapa lama ia berdiri di sana. Tiba-tiba sesosok bayangan hitam terlihat tidak jauh dari nya.
“Bagaimana? Apa kondisi mu jauh lebih baik, Hong Li”
Ia terkejut, setelah mendengar suara yang tidak asing menanyakan kondisi nya. Hong Li membuka lebar-lebar mata nya, menelusuri sekitar nya. Ia mencoba mencari sosok yang tengah mengajak nya bicara. “Tunjukan diri mu di hadapan ku” seru nya dengan lantang. Namun tangan nya masih berada di perut nya.
“Euhhh? Apa kamu tidak bisa mengenali ku, Hong Li?”
Hong Li terdiam sejenak, kerutan di kening nya telah terlihat sangat jelas. “...Apa yang kau inginkan dari ku. Keluarkan aku dari tempat ini, A-Aku harus membantu yang lain di medan pertempuran” baru saja selesai dengan ucapan nya. Ia kembali membungkukkan tubuh nya. Ia terbatuk dengan darah yang keluar dari mulut nya.
“Membantu?” ia tertawa terbahak-bahak, seolah ucapan Hong Li hanya sebuah lelucon yang pantas di tertawakan. “Lihat lah diri mu Hong Li. Kondisi mu terlihat sangat menyedihkan”
“Kamu... Tunjukan pada ku siapa diri mu”
*SHINGG* Hong Li mengeluarkan pedang nya, kemudian menodongkan nya lurus ke arah bayangan hitam yang berada tidak jauh dari nya.
“Ingin bertarung? Hahaha.. Jangan bercanda, luka mu masih terbuka. Jika kamu terlalu banyak gerak, akan terjadi pendarahan. Dan kamu akan kehilangan begitu banyak darah”
“Kenapa.. Kenapa kamu melakukan ini pada ku” Hong Li menurunkan pedang nya. Tatapan nya tak lepas dari sosok bayangan di depan nya.
“Jadi ini lah alasan mengapa Jing Ge mengatakan hal seperti itu pada ku”
__ADS_1
“Mn. Sungguh? Memang nya apa yang telah dia katakan pada mu?” perlahan sosok bayangan tersebut mulai membentuk tubuh nya. Berawal dari kaki yang tertutup pakaian panjang nya, yang kemudian di ikuti bagian lain nya hingga sampai ke atas kepala nya. “Aku jadi penasaran, bisakah kamu memberi tahu ku, Hong Li?” begitu wujud nya telah terlihat jelas oleh mata.
Dari kejauhan Hong Li dapat melihat wajah nya yang licik sedang menyeringai ke arah nya “Aku tahu kalau itu diri mu, Longfei”
Sepasang tatapan buas lurus menatap ke arah diri nya di kejauhan. Begitu Hong Li tahu bahwa lelaki di depan nya ini adalah sosok yang sangat ia kenal. Perasaan nya kini telah tercampur aduk. Dada nya terasa begitu perih setelah mengetahui dewa yang telah berkhianat dan kini berdiri di pihak lawan adalah teman masa kecil nya sendiri. ( Longfei )
“Uhukkk. Uhukkk” Hong Li kembali ambruk, lutut nya terjatuh hingga menyentuh tanah di bawah nya. ‘A-Apa yang telah terjadi dengan tubuh ku’ ia bergumam pelan sembari memeluk perut nya sendiri dengan tangan kanan nya.
Longfei menggeser manik mata nya. Melihat ke arah lelaki yang terbaring di tanah tidak jauh dari nya. “Dugaan ku selama ini ternyata benar” ia tersenyum, kemudian berjalan menghampiri Hong Li di depan nya. “Manusia adalah makhluk yang lemah”
Ia berjalan hingga dirinya berdiri tepat di hadapan lelaki itu. “Bukankah tadi kamu bertanya, mengapa aku melakukan ini pada mu” Longfei menekuk lutut nya, kemudian berlutut di depan Hong Li. Tangan nya bergerak, menyentuh dagu lelaki itu kemudian mengangkat nya sedikit ke atas.
“Manusia-manusia hina seperti kalian, sudah mati dan tidak akan pernah kembali”
“Dunia mu bukan lagi di dunia kultivasi, Hong Li” tangan nya terluka dari wajah Hong Li, kemudian ia beranjak dan berdiri di hadapan nya. “Kemarilah, Hong Li” ia mengulurkan tangan nya pada lelaki yang masih terduduk meringkuk di depan nya. “Tidak akan ku biarkan kau tenggelam di dalam kegelapan. Setelah ini, akan ku perlihatkan pada mu seperti apa hidup di atas kekekalan”
“Tidak Longfei. Aku menolak nya” ia menepis tangan Longfei yang terulur untuk nya.
Longfei tersenyum mendengar ucapan Hong Li. “Memang nya, apa yang bisa kamu lakukan dengan tubuh mu yang terluka seperti ini Hong Li?”
“Kalau begitu, tinggalkan aku l!”
“....” Longfei terdiam, sikap kejam yang selama ini ia keluarkan tidak akan mampu melukai Hong Li. Karna ia sendiri tahu, bahwa ucapan nya yang seperti itu tidak akan membuat Hong Li tertarik akan kehidupan yang kekal.
“Menurut mu, kamu ini apa?” Hong Li menengadah kepala nya, melihat ke arah lelaki yang posisi nya lebih tinggi dari nya.
__ADS_1
Sementara itu, Longfei hanya bisa terdiam. Mulut terbungkam dan tidak terbuka sedikit pun. “....”
“Merencanakan pertarungan ini, dan membuat kematian sebagai akhiran nya. Apa yang sedang kamu pikirkan? Apa kamu pikir kehidupan orang lain itu sebuah permainan? Permainan untuk kalian para dewa di langit?”
“...”
“Tidak kah kamu berpikir tuan muda Fei” Hong Li menjeda ucapan nya, bersamaan dengan Longfei yang tengah menunjukkan ekspresi terkejut di wajah nya. “Kehidupan orang lain bukanlah sebuah permainan yang pantas di mainkan oleh dewa roda reinkarnasi, dan immortal seperti kalian”
“....”
Hong Li menurunkan kepala nya, ia tak kuasa terus menatap sahabat nya sebagai lawan di kehidupan nya. “Jika itu mau mu, perlakukan aku lebih kejam, lebih kejam lebih baik. karna aku tidak akan bisa hidup dengan mengenal mu sebagai teman hidup ku" tangan nya terkepal sangat kuat di atas pangkuan nya.
“Maafkan aku Hong Li”
“Euhhh?” Hong Li terkejut, spontan kepala nya mendongak ke atas. Wajah nya langsung di suguhi wajah lelaki yang tengah bersama dengan nya sejak tadi.
Longfei mengangkat tangan nya, kemudian meletakan nya di atas kepala lelaki di hadapan nya. “Maaf, Maaf telah merenggut kehidupan mu, Hong Li” perlahan, tangan yang menyentuh kepala Hong Li, mengeluarkan sebuah cahaya hitam yang ia salurkan ke dalam tubuh lelaki itu. “Kembalilah ke dunia mu Hong Li. Ku berikan immortal kehidupan 1000 tahun pada mu. Kekal lah, dan temukan si kupu-kupu merah ( dewa immortal kematian ) di dunia mu”
Begitu ia selesai, Longfei menarik kembali tangan nya. Kedua pasang mata nya, tidak lepas dari wajah lelaki yang terdiam di hadapan nya. “Kamu tidak perlu memaafkan ku. Aku sudah mengembalikan kehidupan semua orang ke sedia kala. Aku pergi” kata terakhir yang ia ucapkan terdengar sebelum ia menghilang bagai bayang hitam di tengah kegelapan.
*BRUK*
Entah sudah yang ke berapa kali tubuh nya ambruk namun tetap ia paksakan terbangun. Dan kini tubuh nya benar-benar ambruk dan tidak bergerak sama sekali. Terbaring seorang diri di tengah kegelapan dunia. Ia meringkuk menahan sakit di tubuh nya, sampai ia lupa apa yang di katakan Longfei sebelum ia pergi meninggalkan diri nya. Terbang bersama bayangan di tengah kegelapan nya.
“Kembali lah Longfei. Aku menunggu mu kembali seperti teman ku. bukan seperti dewa yang menyamar sebagai teman di kehidupan ku"
__ADS_1