Di Antara Aku & Dia

Di Antara Aku & Dia
Masa Lalu <3>


__ADS_3

David terdiam, dia terus berfikir . "Mungkin aku terlalu keras pada nya" Gumam David .


Dan Aleta datang ke depan kamar Arsen.


" Sen., Buka pintunya nak... " Sahut Aleta sambil mengetuk - ngetuk pintu kamar Anak nya.


"Ngapain...? " Jawab Arsen pada Ibu nya yang sedang berada di balik pintu kamar nya dengan membantah.


"Ibu' pengen bicara dengan Arsen. Tolong bukain Ibu' pintu nya yah"


"Udah bu'! Ibu' pergi ajah. Arsen lagi ngak mau di ganggu"


"Arsen... " Panggil Aleta sekali lagi.


"Udah bu'!!! Pergi ajah sana!!! " Bentak Arsen.


Dengan kecewa dan sedih, Aleta pun pergi dari depan pintu kamar anak nya itu dan kembali ke dapur untuk memasak.


...****************...


Di malam hari, semua keluarga berkumpul di ruang tengah, kecuali Arsen. Dia tidak keluar dari kamar nya sejak dari tadi sore.


Sejak sore Arsen tidak mau makan, Aleta sangat begitu mencemaskan nya.


"Sampai kapan anak itu mau kayak gitu? " Gumam Aleta di dalam hati.

__ADS_1


Aleta terus mencoba untuk mengajak Arsen untuk makan, tapi Arsen selalu menolak nya. Dia teru menerus seperti itu hingga pagi.


...****************...


****Pagi hari di kota medan****


Pagi itu matahari bersinar dengan cerah, namun kamar Arsen tetap gelap. Begitu rapat tirai-tirai jendela kamar nya di tutup, Sampai sinar matahari pun tak dapat masuk ke dalam kamar nya.


"Tok... Tok... " Suara ketukan pintu.


"Arsen... Bangun nak... Udah pagi... Yuk sarapan" Panggil Aleta dari balik pintu kamar anaknya.


Aleta terus membujuk anak nya itu terus menerus , dan sampai akhirnya...


"Ciiit..... " Pintu kamar terbuka.


"Ih... Ibu', ngak usah peluk-peluk Arsen, Arsen udah besar"


"Ibu' ngak marah bakal marah sama Arsen"


"Udah deh bu', ngak usah basa basi... "


Arsen langsung melepaskan diri nya dari pelukan Aleta dan bergegas pergi ke dapur.


Ia terus melangkah ke dapur dan membuka kulkas. Arsen tidak ingin makan di meja makan. Dia hanya mengambil beberapa cemilan yang berada di dalam kulkas dan kembali masuk ke dalam kamar nya.

__ADS_1


Semua keluarga hanya bisa bersabar melihat tingkah Arsen.


"Mau sampai kapan anak itu seperti itu, seperti kurang didikan ajah! " Ucap ayah nya yang melihat Arsen yang tampak mengabaikan kehadiran David dan Aleta.


"Udah mas, kasian juga Arsen. Kita kan ngak tahu seberapa kesal nya dia" Ucap Aleta.


"Anak begitu kok malah di belain, nanti malah ke manjaan sama kamu loh de'" Ucap David sedikit cuek pada istrinya.


Setiap hari hanya berlalu seperti itu, Arsen yang tak jarang menolak untuk di ajak makan oleh Aleta, dan David yang sebar saja melihat tingkah anak nya. Tak lupa juga, Aleta sering kali menyisihkan sepiring nasi dan lauk pauk di atas meja makan. Ia yakin bahwa pasti nanti Arsen akan keluar dengan sendiri nya untuk makan.


Dan benar saja,tebakan Aleta tidak salah. Arsen memakan makanan yang Ibu nya simpan kan di atas meja. Dan itupun Arsen akan keluar kamar hanya untuk makan jika waktu sudah menjelang tengah malam, di mana keberadaan orang 1 rumah mungkin sudah tertidur lelap. Karena keperluan Arsen juga memang hanya untuk makan, sebab di dalam setiap kamar tidur sudah tersedia kamar mandi.


Dan di saat pagi menjelang, Aleta hanya tersenyum melihat makanan yang telah di siapkan nya semalam, sudah habis di makan oleh anak nya.


...****************...


Setelah beberapa minggu,


keadaan rumah sudah mulai teratur seperti semula. Namun ada yang berubah.


Kini Arsen yang sekarang, bukanlah diri nya lagi yang seperti dulu. Diri nya yang dulu kini sudah berubah menjadi pribadi yang keras.


...****************...


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2