Di Antara Aku & Dia

Di Antara Aku & Dia
Hyuna Isvara Mahendra


__ADS_3

Saat di perjalanan,


Arsen masih sangat merasa kesal dengan Keenan.


"Sialan banget tuh anak" Decak Arsen.


Saat dia fokus menyetir mobil nya.


Tiba-tiba ada sebuah panggilan masuk di handphone nya.


"Tiiit... Tiiit... "


Arsen pun segera mengangkat telefon tersebut setelah tahu bahwa panggilan itu dari Dara. Ia menelfon sambil terus menyetir.


"Halo... "


"Halo Sen, Lo di mana? "


"Lagi di jalan nih, mau pulang"


"Duh... Lo kesini bentar deh"


"Kenapa emang? "


"Udah... Kesini ajah, datang ke tempat biasa"


"Oke - oke, tunggu bentar "


"Oke, cepat yah"


Arsen menutup telefon dan dengan segera pergi ke tempat biasa nya dia nongkrong bareng Dara.


...****************...


Saat Arsen sampai,


ia langsung turun dari mobil nya dengan tergesa-gesa.


Di tempat itu ada sebuah kerumunan.


"Ada apa ini!? " Sambil menerobos ke dalam kerumunan.


Saat Arsen berhasil menerobos kerumunan tersebut, ia melihat adiknya yang sedang berjongkok sambil terus menangis.


"Arsen, tolongin adik kamu! "Ucap Dara yang saat itu sedang memeluk Yuna.


" Na... Kenapa Na...? " Tanya Arsen sembari mengusap pipi adik nya.


"Na, lihat kakak Na... "


Yuna hanya terus menangis.


"Na... Jelasin sama kakak. kamu kenapa? "


"Yuna... Jelasin dong... " Sela Dara juga ingin membujuk Yuna yang masih saja terus menangis.


Yuna tidak mau bicara, ia hanya terus menangis. Dan sikap Yuna seperti inilah yang membuat Arsen seketika frustasi dan seketika meninggikan nada bicara nya. Dan sangking keras nya Arsen bertanya, Yuna pun ketakutan dan menunjuk seseorang di berada di antara kerumunan itu.

__ADS_1


"Dia kak... " Kata Yuna sambil menunjuk orang tersebut.


Arsen dan juga kerumunan yang lain langsung mengarahkan pandangan mereka pada seorang anak muda yang dari tadi bertingkah santai.


Dengan seketika Arsen pun langsung berdiri dan datang menghampiri laki-laki itu.


"Lo apain adik gue? " Ucap Arsen sambil menggulung lengan baju nya. Dari sorot mata nya, sangat tampak Arsen yang sangat marah pada laki-laki itu.


"Ngak ada, Gue ngak ngapa-ngapa in adik lo" Kata anak itu sambil perlahan melangkah mundur.


"Lo ngak tau yah, lagi berurusan dengan siapa! "


Laki-laki itu dengan seketika terlihat pucat. Ia pun langsung berbalik dan hendak melarikan diri. Dengan cepat Arsen menarik kerak baju nya dan


"Plak! " Arsen menampar nya.


Mereka berdua pun berhadapan, sedang seketika perkelahian terjadi di antara mereka berdua dan keadaan menjadi kacau.


Arsen tidak bisa mengontrol emosi nya, ia trus memukul orang itu tanpa ampun. Kerumunan orang-orang yang ada di tempat itu tidak mampu untuk memisahkan mereka berdua.


Tak henti - henti nya Arsen memukul, sampai akhirnya orang itu jatuh dan tersungkur ke tanah.


Saat Arsen hendak ingin memukul orang itu lagi, Dara dengan cepat menahan tangan nya.


"Arsen udah, Jangan berlebihan" Kata Dara sambil menahan tangan Arsen.


"Dar... "


"Shttt... Udah, Mundur... "


Dara membawa Arsen dan Yuna ke tempat duduk. Yuna masih saja terus menangis. Dan Arsen langsung saja memeluk adik nya itu.


"Udah ih, Kayak anak kecil ajah" Ucap Arsen sambil mengelus-elus kepala adik nya.


Dara berfikir.


"Ternyata di balik sifat keras Arsen, ada sifat penyayang yang tersembunyi"


Arsen terus menenangkan adik nya dan bertanya


"Emang nya yuna di apa in? "


"Hmmm... "


"Udah... Ngak usah takut, ada kakak di sini"


Yuna pun menceritakan semua nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat Yuna pulang sekolah dan sedang menunggu jemputan datang, ada seseorang yang memerhatikan. Yuna pun sudah merasa risih dan takut akan orang itu, sementara di sisi lain jemputan nya tak kunjung datang. Dari kejauhan, orang itu tampak berjalan mendekati Yuna. Lama kelamaan orang itu pun sudah berada di dekat Yuna.


"Hey dek, kamu kenapa sendirian? "


Yuna yang ketakutan hanya menggelengkan kepala nya. Dan orang itu tidak mau pergi dari tempat itu.


Sekali - kali orang itu memegang rambut Yuna, dan Yuna yang merasa makin risih pun segera berlari guna menjauh dari orang itu.

__ADS_1


Dan siapa sangka, ternyata saat Yuna lari , orang itu juga mengikuti nya dari belakang. Yuna tidak tau lagi ingin berlari kemana. Dia hanya mengingat suatu tempat yang dekat dengan sekolah nya, yaitu tempat nongkrong kakak nya.


Saat Yuna berlari, ia sempat terjatuh. Karena takut, ia terus melanjutkan untuk berlari dan ia bertemu dengan Dara.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Arsen yang mendengar cerita itu membuat emosi Arsen makin memuncak.


"Awas aja klau gue dapat lagi tuh orang" Ucap Arsen dengan sangat geram.


...****************...


Saat situasi sudah terasa tenang, Arsen pun mengajak Yuna untuk pulang.


"Yuk kita pulang, nanti Ibu' khawatir" Kata Arsen.


"" Iyah, pulang sana. Lagi pula ini udah telat banget buat balik ke rumah. " Kata Dara.


"Iya kak".


Arsen pun mengangkat guna menggendong adik nya dan membawa nya ke mobil. Saat Yuna sudah di dalam mobil. Arsen pun kembali berbicara pada Dara.


" Makasih ya"


"Ya biasa aja kali Sen"


"Iya - Iya, udah gue pulang dulu. By... "


"By... "


Arsen pun mengemudikan mobil nya dan pulang ke rumah.


...****************...


Saat sampai di rumah, ternyata Alana telah menunggu mereka berdua dari tadi.


"Ya Allah...? Mana nih anak - anak ku..."


Saat sedang risau - risau nya, Alana melihat mobil Arsen masuk ke dalam gerbang rumah.


Raut wajah senang terlihat di wajah Alana. Arsen pun memarkirkan mobil nya.


Alana pun menghampiri anak - anak nya.


"Kok kalian berdua baru pulang? " Tanya Alana khawatir.


"Udah bu', Yuna lagi cape'. Dia pengen istirahat"


Jawab Arsen dengan nada jutek.


Arsen pun membawa adik nya yang tertidur ke dalam kamar.


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2