Di hamili pacarku

Di hamili pacarku
Part 11


__ADS_3

Setelah berjalan beberapa waktu dan lumayan jauh dengan luas nya perkebunan salak ini akhir nya terlihat sebuah gubuk atau seperti saung di sanah.


" Nah itu kal, kita ke saung yang ada di sanah, kakek ada di situ." Ucap rita.


" Neng Rita, apa benar kakek masih hidup.. ihh saya jadi merinding kan kakek ahmad ituh sudah meninggal, sudah tiga tahun yang lalu lagih beliau meninggal dunia nya." Ucap mang asep.


" Yaudah kalo kalian berdua masih kurang percaya, kita lihat saja dan bukti kan." Ucap rita yang berjalan terlebih dahulu dari mang asep dan haikal menuju saung ituh.


" Assalamualaikum, kakek?" Ucap Rita yang terlebih dahulu masuk.


" Kal, sinih liat itu kakek kamu atau bukan? kaya nya kakek sedang tidur deh." Ucap Rita.


" Astaghfirullah, ini mang asep gak salah lihat kalo itu tuan Ahmad?" Ucap mang asep terkejut sambil mengucek ngucek kedua mata nya dengan tangannya.


" Kakek?" Ucap haikal yang sama terkejutnya ketika melihatnya kakek.


Haikal langsung memeluk kakek ahmad, ia menangis.


" Kek, maaf kan Haikal selama ini Haikal tidak tau kalo kakek masih hidup dan menderita disinih." Ucap haikal memeluk kakek ahmad sambil menangis sesenggu kan yang membuat kakek terganggu dan terbangun dari tidur nya.


" Haikal? Kok kamu kesini, bagaimana kalo papa kamu tau nak." Ucap kakek Ahmad.


" Biar kan saja papa tau kek, papa sangat keterlaluan." Ucap haikal terlihat dari sorot mata nya ia menyimpan amarah.


" Kakek kenapa bisa seperti ini kek? apa benar yang di katakan Rita kalo ini semua perbuatan papa." Ucap haikal


" Kek ayok kita pergi dari sini, Haikal akan bawa kakek ke rumah sakit biar luka di tubuh kakek di obati dulu, tega sekali papa aku berjanji akan memenjarakan nya." Ucap haikal terlihat kilat amarah di kedua bola matanya.


Kakek Ahmad hanya diam saja karna tubuh nya sangat lemah juga gemetaran.


" Terimakasih nak rita." Ucap kakek Ahmad lalu ia menghembuskan nafas nya dan menutup kedua matanya.

__ADS_1


Terlihat Rita hanya mengangguk lalu terkejut melihat kakek Ahmad yang tertidur kembali.


" Kakek, kek bangun kek, jangan tinggalin haikal lagi. haikal sudah menemukan kakek, Haikal mohon kakek jangan pergi lagih hiks hiks." Ucap haikal.


" Haikal, sebaiknya cepat bawa kakek Ahmad ke rumah sakit karna kondisi nya sangat lemah." Ucap rita karna tak akan ada selesai nya jika menangis lebih baik segera di tangani untuk memeriksa kan kakek ke rumah sakit.


" Mang asep, bantu aku buat lepaskan rantai itu dan bawa kakek keluar dari sinih." Ucap haikal.


Haikal dan mang asep melepaskan rantai di kaki kakek Ahmad mereka membawa gergaji besi karna sebelum nya Rita sudah bilang dan menyuruh untuk membawa alat, lalu mereka berdua memapah kakek ahmad untuk keluar dari gubuk ituh sedang kan rita memegang senter.


Akhirnya perjalanan mereka selamat tanpa kendala dan mereka ber empat sudah memasuki mobil.


" Mang asep, kita ke rumah sakit dulu saja cari rumah sakit terdekat dari sini." Ucap haikal.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang karna mang asep tidak berani membawa mobil dengan kecepatan tinggi.


Selama dalam perjalanan mereka semua merasa resah karna kakek tidak bangun bangun juga.


Setelah sampai di rumah sakit, kakek Ahmad langsung di bawa ke UGD untuk segera di tangani dan di periksa.


" Suster.. suster tolong kakek saya, periksa tubuhnya secara menyeluruh." ucap haikal.


Semua perawat yang ada di UGD langsung menghambur untuk membantu kakek ahmad turun dari mobil di pindahkan ke kursi roda rumah sakit lalu di baringkan nya di brankar rumah sakit di ruangan UGD.


Haikal merasa lega, syukur lah kakek ahmad sadar dan mau membuka matanya saat di periksa walaupun terlihat sangat lemah sekali.


Terlihat seorang perawat menghampiri mereka bertiga.


" Keluarga nya kakek ahmad, mana yang bernama Haikal?" Tanya perawat tersebut setelah menghampiri mereka bertiga.


" Iya, saya sendiri Haikal cucu dari kakek ahmad sus, bagaimana keadaan kakek saya?." Ucap haikal dan bertanya.

__ADS_1


" Kondisi kakek anda sangat lemah, Kakek anda ingin berbicara dengan anda berdua saja di dalam katanya, silahkan pak." Ucap perawat tersebut.


" Baik terimakasih sus." Jawab haikal, ia berjalan menghampiri kakek nya sedangkan rita dan mang asep menunggunya.


" Kakek?" Ucap haikal ketika sudah berada di hadapan kakek Ahmad, terlihat seluruh tubuh kakek Ahmad sangat memprihatinkan dengan seluruh badan yang tidak mengenakan pakain terlihat banyak luka.


" Kek maaf kan papa ya, kenapa kakek bisa seperti ini cerita sama Haikal kek bila perlu haikal laporkan papa ke polisi." Ucap haikal yang membuat kakek Ahmad terpana.


" Haikal jaga diri kamu baik baik ya."


" Kakek sudah mewariskan semua harta yang kakek miliki pada mu nak, jangan sampai papa kamu mengambil nya, di semua surat sudah tertulis kamu pemiliknya." Ucap kakek.


" Kek, haikal tidak peduli dengan harta itu ataupun warisan yang kakek miliki, Haikal mau kakek sembuh dan sehat seperti dulu lagi menemani haikal, Haikal sangat terpuruk dan terpukul dengan kepergian kakek." Ucap haikal yang menetes kan air matanya.


" Kakek kenapa bisa seperti ini? bicara kek sama haikal apa benar yang rita katakan kalo kakek di sekap oleh papa." Tanya haikal.


" Kakek tidak apa apa haikal, papa kamu ingin menguasai perusahaan kakek dan karna harta kakek, papa kamu hingga berbuat hal seperti ini pada kakek." Ucap kakek ahmad dengan nafas tersengal sengal dan lemah.


" Tega sekali papa." Ucap haikal mengepalkan salah satu tangan nya.


" Sudah nak, keburukan jangan di balas biarkan saja, ini pesan kakek kalo semua harta kakek sudah berpindah nama kamu itu artinya akan menjadi milik kamu semuanya, papa kamu ataupun ibu kamu tidak kebagian sedikit pun." Ucap Kakek sambil terbata ucapan nya.


" Ka,, kakek!!" Ucap haikal panik yang tiba tiba kakek memejamkan matanya dan menghembuskan nafas nya.


" Dokter, dokter, suster tolong kakek saya kenapa." Ucap haikal berteriak hingga mang asep dan Rita menghampiri Haikal.


Dua orang dokter langsung menangani kakek ahmad dan dibantu oleh dua orang perawat juga.


Tetapi mereka semua menggelengkan kepala nya.


" Seperti nya kakek anda sudah tidak ada, Maaf kami semua sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi yang maha kuasa berkehendak lain." Ucap salah satu dokter tersebut.

__ADS_1


" Apaa!! Gak mungkin dok gak mungkin, mungkin dokter salah, periksa kembali dokter saya mohon. barusan kakek berbicara dengan saya." Ucap haikal yang syok karna baru saja ia ber bicara dengan kakek nya.


__ADS_2