Di hamili pacarku

Di hamili pacarku
Part 23


__ADS_3

" Bagaimana dokter?" Tanya bagas setelah rita selesai di periksa.


" Maaf sebelumnya, anda berdua masih sekolah?" Tanya bidan tersebut. Karna bagas membawa rita ke bidan rumah han saja.


" Emmm i iya." Jawab bagas gugup dan malu jika benar rita hamil.


" Ini siapanya ya?" Tanya bidan tersebut pada bagas sambil menunjuk rita.


" Saya temannya, saya mengantar kan nya saja apa benar atau tidak kalo ia hamil." Ucap bagas sambil melirik rita, tetapi rita membuang muka nya saat mendengar bagas berbicara kalo ia temannya, padahal kan ia kekasih nya pikir rita.


" Benar, kalo teman anda hamil, untuk lebih lanjutnya periksakan ke dokter kandungan ya jika ingin tahu janin nya sudah berapa minggu." Ucap bidan tersebut, yang membuat bagas terkejut ternyata benar apa yang rita ucapkan kalo ia hamil.


"Ooo jadi benar ya dok kalo rita hamil, yaudah dok terimakasih ya saya pamit dulu." Ucap bagas lalu memegang lengan Rita mengajak nya pergi.


" Iya sama sama, di jaga baik baik ya kandungan nya, karna usia ibunya masih sangat muda." Ucap bidan tersebut.


Lalu bagas dan rita hanya tersenyum mengangguk kan kepala nya lalu ia pergi dari rumah bidan tersebut.


" Mau kemana?" Tanya Rita di tengah tengah perjalanan karna setelah dari bidan tadi bagas tidak bicara satu katapun kepada rita.


" Mengantar kan mu pulang." Jawab bagas.


Lalu rita tak banyak bicara lagi, ia sangat mengerti bagas kalo terjadi sesuatu tidak berbicara terlebih dahulu, tetapi nanti jika sudah mood nya kembali ia akan mengajak nya berbicara.


******


Malam harinya rita berada di dalam kamar nya, terdengar suara notifikasi di ponselnya berbunyi, rasa penasaran membuat rita membuka ponselnya. Yang pertama ia lihat adalah dari bagas, dan masih banyak lagi pesan dari andin temannya.


[ Rita, aku belum mau menikah biarkan aku menamatkan sekolah dulu yang tinggal 4 bulan lagi. Aku gak mau mengecewakan ibu ku dengan mendadak harus menikah karna kamu hamil.]


[ Bila perlu gugur kan saja kandungan itu, aku menemukan banyak cara untuk menggugurkan kandungan, aku akan cari kan kamu nanas muda atau jamu penggugur kandungan dan minuman bersoda soda kata nya semua itu bisa menggugurkan janin.]


Isi pesan dari bagas membuat rita emosi. Selama ini ia baru tau sifat aslinya bagas seperti ini, Namun sekarang wibawa nya sebagai seorang lelaki di mata rita berangsur hilang, ia bukan lelaki yang bertanggung jawab dan tidak memiliki hati nurani hingga ingin membunuh anak nya sendiri, seharus nya jika siap melakukan harus siap juga dengan konsekuensi nya.

__ADS_1


[ Seharusnya kamu malu mengirim pesan seperti ini terhadap ku gas, Jika dengan cara itu kamu bertanggung jawab menyuruh aku menggugurkan nya, sampai kapan pun aku gak mau menggugurkan anak ini. Seharusnya kamu malu, ini anak kamu gas, darah daging kamu, kenapa kamu tega ingin membunuhnya.] Balas rita.


Tak lama kemudian bagas langsung membalas nya terlihat bahwa ia sedang mengetik.


[ Ta, bukan nya aku ingin membunuh nya, berilah aku waktu. Aku ingin melanjutkan sekolah dulu sampai lulus lagian cuma 4 bulan lagi kok, setidak nya jika aku tamatan SMA aku akan bekerja di pabrik.] Isi pesan dari bagas.


[ Gas, apa kamu gak mikirin aku dan anak ini hah? 4 bulan itu lama gas lama bagaimana jika anak ini keburu lahir dan ia lahir tanpa seorang ayah, apa kamu tega?] Balasan pesan Rita.


Lalu rita langsung mematikan ponsel nya, ia tidak mengerti dengan apa yang di pikirkan bagas karna itu tidak sejalan dengan apa yang ada di pikiran rita.


Keesokan hari nya rita pergi sekolah seperti biasa nya.


Belum juga masuk kelas, di tangga sekolah nya rita sudah bertemu Andin.


" Hay Rita." Ucap andin dengan happy.


" Hay din, ngapain lo pagi pagi udah jadi penjaga tangga sekolah aja." Ucap Rita.


" Bau bau kabar gak baik nih, soalnya muka lo kusut amat." Ucap andin lagi.


" Bagas nyuruh gue gugurin kandungan ini." Sahut Rita.


" Whattt!! Serius san lo." Ucap Andin terkejut.


" Heem ya begitulah dia semalem bilang belum siap menikah dan mengecewakan orang tua nya, mau ngelanjutin dulu sekolah nya." Ucap rita.


" Gila ya si bagas, berani berbuat gak mau tanggung jawab tuh orang malahan mau bunuh darah daging nya sendiri." ucap Andin.


" Makanya din, gue juga bingung mesti gimana." Ucap Rita dengan lesu.


" Ayok ta, masuk kelas dulu. Nanti biar di pikirin lagi tentang si bagas ini."


Lalu mereka berdua berjalan beriringan menuju kelas nya.

__ADS_1


" Din lo tau, gue di suruh makan nanas muda oleh bagas." Ucap Rita pada andin ketika berjalan bersama sepulang sekolah.


" Ihh mending lo jangan macem macem deh ta, menggugurkan kandungan itu taruhan nya nyawa loh." Ucap Andin.


" Gue juga di suruh bagas din." Ucap Rita.


" Lo polos banget sih, udah jangan di turutin dasar tuh lelaki gak bertanggung jawab banget." Sahut Andin, karna andin juga sebenarnya tidak tahu menahu hal tentang mengugurkan kandungan, yang ia ingin kan rita putus sekolah.


" Ehh din, jangan kasih tau nadia dulu ya kalo gue hamil." Ucap Rita.


" Beres pokonya ma." Jawab andin sambil tersenyum.


" Ternyata bagas jemput gue tuh." Ucap rita yang sedang berjalan keluar gerbang sekolah ia melihat bagas sedang menunggu nya di pinggir jalan dan duduk di atas motornya.


" Aduh aduhh di jemput pangeran ya bumil ini." ucap Andin sambil bercanda dan cengengesan.


" Sutttt, berisik tau lo, bumal bumil bagaimana kalo ada yang dengar." ucap Rita.


" Ehehe, maaf tapi perasaan suara gue kecil deh." ucap andin meminta maaf menyatukan kedua telapak tangan nya.


" Udah ah, gue duluan ya." ucap Rita.


" Iya ta, hati hati dan jangan mau kalo di cekok oleh si bagas ya inget itu." ucap Andin memperingati.


" Iyaa Andin sayang, byeeee duluan ya." ucap rita berlalu setelah melambaikan tangan nya dulu pada andin.


" Kok gak bilang jemput aku gas." ucap Rita setelah berada di hadapan bagas.


" Bagaimana mau bilang, ponsel kamu aja gak aktif ta. Jangan di duluin emosi coba jadi orang tuh dengar dulu maksud aku dan penjelasan aku tentang semalem." Ucap bagas.


" Maksud apa lagi gas dan penjelasan apa lagi? Tentang kamu yang mau bunuh anak kamu sendiri itu maksudnya gas?" Ucap Rita.


" Tuh kan, kamu itu emosi terus. Bisa gak sih bicara baik baik jangan pake emosi dulu." Ucap bagas.

__ADS_1


__ADS_2