
" Baik baik bagaimana lagi gas? Aku gak setuju sama sekali jika harus menggugurkan nya, lihat lah gas dalam perut aku ini darah daging kamu." Ucap Rita sambil membawa tangan besar bagas untuk mengelus perut nya yang masih rata.
" Ta, ayok naik jangan berbicara di sinih. Nanti kita bicara kan di tempat yang nyaman dan tidak banyak orang berlalu lalang seperti ini." Ucap bagas.
Lalu rita pun menuruti nya naik ke atas motor sedang kan bagas langsung melajukan motornya ke tempat yang tidak di lewati banyak orang.
" Kita mau kemana gas?" Tanya rita.
" Ke rumah peninggalan nenek ku ya." Jawab bagas sambil menyetir motor nya.
Tanpa menjawab lagi, artinya rita menyetujui nya.
Setelah sampai di rumah almarhum nenek nya bagas mereka berdua duduk di bangku kayu depan rumah ituh.
" Aku udah bawa nanas muda untuk kamu." Ucap bagas tiba tiba yang membawa kantong keresek di depan motor nya.
" Jadi kamu mau tetep dan kekeh buat aku gugurin kandungan ini." Ucap rita.
" Sadar gas, sadar ini anak kamu darah daging kamu masa kamu tega sih." sambung rita lagi dengan meninggikan suara nya.
" Mau masuk ke dalam gak?" Tanya bagas yang di jawab gelengan kepala oleh Rita.
" Disinih aja." Jawab Rita.
" Ta, aku belum siap." Ucap bagas.
" Lalu, kenapa kamu melakukan nya jika kamu tidak siap dengan konsekuensi dari apa yang kamu lakukan itu gas." Jawab Rita.
" Ta, aku pasti nikahin kamu tolong ngerti aku tunggu aku 4 bulan lagi sampai aku lulus sekolah." Ucap bagas.
" Oke!! Aku kecewa sama kamu gas. Sinih biar nanas muda itu aku makan." Ucap Rita.
Lalu rita menarik kantong keresek yang ada di tangan bagas dan ia membuka nya, lalu ia memakan nanas muda tersebut hingga habis yang membuat bagas tersenyum.
" Puas kamu gas?" Tanya rita setelah nanas muda yang ada di tangan nya itu habis.
" Kalo terjadi sesuatu sama aku, awas aja kamu orang pertama yang aku tuduh." Ucap rita lagi dengan marah.
" Iyaa, maaf pin aku ya ta. Aku janji kok gak akan ninggalin kamu." Ucap bagas.
" Yaudah antar aku pulang ke rumah andin." Ucap rita, tanpa menjawab bagas langsung mengantar kan rita.
__ADS_1
Selama dalam perjalanan tidak ada pembicaraan di antara mereka karna rita masih kesal dengan bagas.
****
Saat sampai di rumah andin, rita langsung turun dari motor dan meninggalkan bagas tanpa sepatah kata pun.
" Ta.." Ucap bagas, tetapi rita tidak menengok nya sama sekali ia berjalan masuk ke rumah andin tanpa memperdulikan bagas.
" Ehh Rita, kok gak ngabarin sih kalo mau ke rumah gue." Ucap andin yang sedang duduk sambil makan.
" Ya karna gue tau lo pasti ada di rumah." Sahut rita.
" Nih, mau makan gak.. Ayok bareng gue." Ucap Andin.
" Nggak ah, gue gak mood." jawab Rita.
" Kenapa lagi sih lo, bukan nya barusan habis ketemu sama pangeran kamu ya." Ucap andin sambil mencolek dagu Rita.
" Ishh apa sih din, gak lucu tau." Ucap rita.
" Yaudah kenapa, lo cerita lah kan gue selalu siap menjadi pendengar lo." Ucap andin.
" Tadi tuh kan gue di bawa bagas ke rumah peninggalan nenek nya, dan gue di suruh memakan nanas muda ituh apa yang kemarin dia bilang." ucap rita.
" Heem." Jawab Rita sambil mengangguk kan kepalanya.
" Terus apa yang terjadi sama lo? apa ada yang sakit bagian perut lo atau gimana." Tanya andin
Sedangkan rita hanya menjawab nya dengan menggeleng kan kepalanya saja.
" Yaampun rita, yang gue tau tuh kalo mencoba menggugurkan kandungan perut lo tuh bakalan sakit kalo nggak ya keluar darah gitu dari jalan nya lahir." Ucap andin menjelaskan apa yang ia tau.
" Tapi gue gak kenapa napa din, nih bukti nya gue baik baik aja kan gak ada tuh rasa sakit di perut atau apalah ituh." Ucap Rita.
" Apa mungkin janin lo kuat ya?" Ucap Rita sambil berpikir.
" Entahlah, gue tuh tadinya memakan itu di depan bagas biar dia merasa puas." Ucap rita.
" Semoga aja, setelah lo memakan nanas muda itu lo gapapa ta." Ucap andin.
" Ya semoga aja din." Jawab rita.
__ADS_1
Lalu rita dan andin terbiasa mengobrol banyak hal di dalam kamarnya Andin.
" Din, gue pulang dulu ya udah sore nih takut keburu magrib di jalan." Ucap Rita setelah ia banyak bercerita kepada andin, rita memang seterbuka itu tentang kehidupan nya pada andin tetapi di belakang rita, andin menjerumuskan rita dan ingin rita hancur.
" Lo pulang sendiri ta?" Tanya andin.
" Heem sendiri lah, sama siapa lagi coba." Jawab Rita sambil menggendong tas sekolah nya.
" Kan biasanya di jemput sama bagas." Sahut Andin.
" Nggak lah, lo tau sendiri juga gue tadi lagi perang dingin sama bagas." Jawab Rita.
" Yaudah gue anterin deh yuk, kasian lo pulang sendiri dan mumpung gue pengen jalan jalan sore nih terus tuh motor nganggur." Ucap andin.
" Kalo lo yang mau, yaudah yuk."
" Bentar ya, gue siap siap dulu." Ucap andin lalu ia beranjak dari atas tempat tidurnya.
Setelah selesai, lalu rita di antar pulang ke rumahnya oleh Andin.
" Din, lo gak pernah main lagi sama pacar lo itu, yang siapa sih namanya gue lupa lagi soalnya gak pernah denger lo cerita lagi soal pacar lo." Ucap rita di tengah tengah perjalanan nya.
" Oh si dani, gue udah putus sama dia." Jawab andin.
" Kenapa putus, pantesan lo gak pernah cerita cerita lagi soal dia." Sahut rita.
" Ogah ah gue sama dia kagak ada duit nya tapi minta jatah mulu, mending cari lagih gue yang tajir, tampan, bermobil dan pokonya lebih dari si Dani lah." Ucap Andin.
" Dasar yah lo, mandang duit." Ucap rita menepuk bahu andin.
" Ooo iya dong, ada duit abang di sayang kalo kagak ada duit abang di tendang." Jawab andin sambil tertawa terbahak.
" Mau sampe ke rumah lo, apa di gang aja ta?" Tanya Andin.
" Ke rumah aja, biar emak gue tau kalo gue abis dari rumah lo din." Jawab rita.
" Okee, lo hati hati ya ta abis makan nanas muda takut nya lo kenapa napa." Ucap Andin.
" Siapp andin sayanggg." Jawab rita sambil menggoda Andin.
" Ishh jijik gue denger nya ta." ucap andin lalu ia tertawa.
__ADS_1
Dan mereka berdua tertawa bersama.