
"Ibu masak apa? kok wangi sekali" Tanya rita menghampiri ibunya yang sedang berada di dapur.
" Masak bolu pandan, dan bakwan." Jawab bu yati sambil memotong bolu pandan itu dan menatanya di piring.
" Tumben ibu bikin kue bolu, Dan itu di atas meja makan juga ada hidangan seperti rendang, kentang balado, ikan asam padeh, dan gulai ayam. Ibu kayak mau menjamu se RT ya?" Tanya rita kemudian ia duduk dan mengambil sepotong bolu lalu memakan nya.
" Iya ini semua buat menjamu tamu." Jawab ibu Yati.
" Tamu siapa bu, tamu bapak?" Tanya rita lagi sambil mengunyah bolu pandan itu di mulut nya.
" Bukan, Saudara ibu yang dari Bandung mau datang kesinih dua mobil penuh." Jawab bu yati, sambil memasukkan bolu ke dalam piring satunya lagi.
" Oooo, kapan emang bu?" Tanya rita.
" Sekarang malam." Jawab bu yati.
Lalu rita kembali ke kamarnya, setelah membantu ibu nya menata piring dan gelas untuk tamu. Selain itu juga membuat kan sup buah. Ia berpikir harus menyibukkan dirinya agar tidak terlalu memikirkan janin yang ada di perutnya, masalah gugur kandungan nya atau tidak biarlah ia tumbuh dan berkembang kalo kuat dan kalo tidak kuat karna tadi rita memakan nanas muda biarlah mungkin tuhan lebih menyayangi anaknya. Itulah yang ada di dalam pikiran rita.
****
Hari telah berlalu, hingga 3 bulan kemudian tetapi semenjak saat rita memakan nanas muda, ia tidak merasa kan apapun pada perutnya yang ada mual mual itu hilang dan rita sendiri melupakan kalo dirinya sedang mengandung bahkan ia melakukan aktivitas seperti biasa biasanya.
" Ta, perut lo kelihatan buncit tau tuh." Ucap andin.
" Masih sih, gue gak tau ini janin masih ada berkembang di perut gue atau udah gak ada din." Ucap rita.
" Apa lo gak ngerasain pergerakan atau hal aneh gituh yang lo rasain." Tanya andin.
" Nggak tuh, gue hanya tiga hari aja mual mual dan pusing kedepan nya gak terjadi apa apa seperti gak ada janin gituh di perut gue." Ucap rita menjelaskan.
" Masa sih ta, apa janin di perut lo udah gak ada ya? pernah periksa gak udah berapa minggu lo hamil." Tanya andin lagi yang penasaran.
__ADS_1
Rita hanya menjawab nya dengan menggelengkan kepalanya.
" Udah sih din, di bawa happy aja gak usah di pikirin bapak nya aja gak peduli tuh. Ya gue juga ngerasa gak hamil deh di bawa biasa biasa aja." Ucap Rita.
" Yaudah deh itu sih terserah lo yang penting aman aman aja." Ucap andin.
Sebenarnya andin senang mengetahui jika rita hamil karna ia ingin Rita putus sekolah dan menjadi bahan gosipan di sekolah nya karna hamil, ia tidak suka kepada rita karna rita menjadi incaran para lelaki di sekolah nya karna ia yang paling cantik, makanya andin menginginkan rita hancur.
" Tapi perut lo keliat buncit tau ta membesar, terus hmm pokonya beda lah rita orang yang lagi hamil dan nggak tuh bisa di bedain." Ucap andin memberi tahu rita karna rita seperti nya tidak sadar juga.
" Din, antar gue periksa ke dokter kandungan yuk gue penasaran nih udah berapa bulan di perut gue dan soalnya gue gak ngerasain apapun." Ucap Rita.
" Oke, yuk nanti pulang sekolah ya ke rumah gue dulu terus nanti kita ke dokter kandungan." Ucap andin.
" Oke bos." Jawab rita dengan mengangkat tangan nya ke kening tanda hormat.
Rita sudah terbiasa jika sepulang sekolah ia selalu ke rumah andin, dan pulang sekolah sekarang rencananya ia akan pergi ke dokter kandungan.
" Ibu bisa lihat di layar monitor itu, bayi nya sangat kecil dan ibu harus memakan makanan yang bergizi dan sangat rentan hamil di usia muda seperti ini apalagi usia ibu belum menginjak 17 tahun ke atas, di jaga baik baik ya dan makan makanan yang sehat, kandungan ibu menginjak 4 bulan, jalan 5bulan." Ucap dokter tersebut menjelaskan panjang lebar.
" Apa sudah ada pergerakan di dalam perut nya?" Tanya dokter tersebut.
" Belum dok, bahkan saya tidak merasakan apapun." Jawab Rita sambil menggelengkan kepalanya.
" Janinnya kurang dari ukuran normal, karna ibunya masih kurang memakan makanan yang bergizi. Ibu makan nyah di jaga ya, sudah tidak ada mual kan?" Tanya dokter tersebut yang membuat rita mengangguk kan kepalanya. lalu ia berpamitan setelah selesai.
" Baik dok, terimakasih ya." Ucap andin dan Rita bersamaan.
" Lo kasih tau bagas ta, kan mau bagaimana pun dia bapak nya." Ucap andin sambil berjalan ke arah parkiran setelah selesai semuanya pemeriksaan dan menebus obat.
" Iya iya." Jawab Rita dengan malas.
__ADS_1
Setelah sampai di rumahnya, rita langsung masuk ke dalam kamar nya, ia menghubungi bagas.
[ Gas, tadi aku periksa kandungan katanya janin yang ada di perut aku usianya sudah empat bulan jalan 5 bulan.] Isi pesan rita pada bagas.
[ Iya, sabar ya dua bulan lagi aku lulus sekolah dan akan nikahin kamu.] Balas bagas.
[ Gas bagaimana jika keburu lahir anaknya, nunggu kamu lulus sekolah itu lama.] Rita.
[ Iya sabar dulu, bisa gak sih jangan neken aku terus ta.] Balas bagas yang membuat mood rita memburuk dan tidak ingin lagi membalas pesan dari bagas.
Ceklekkk..
Pintu kamar terbuka, nampak bapak yadi, bapak nya rita masuk ke dalam kamar anaknya.
" Belum tidur ta?" Tanya pak yadi yang melihat rita masih memainkan ponselnya.
" Belum pak, ada apa?" Tanya Rita sambil melirik pada bapaknya.
" Sudah siap PKL di kantor tempat kerja bapak? cuma nanti bapak di lapangan nya sedangkan kamu di dalam kantor nya." Ucap pak yadi.
" Ehmm, siap gak siap sih pak soalnya Rita hanya sendiri an gak ada teman satu kelas buat bareng dan teman ngobrol gitu kan gak ada yang kenal." jawab rita.
" Kenalan dong, lagian ta disanah itu gak ada anak pkl cuma kamu saja seorang jadi tenang saja, nanti bapak kenalin sama bu indah dia baik kok yang akan ngajarin kamu dan dia sekertaris atasan bapak." Ucap pak yadi menjelaskan.
" Hmm baik pak, tapi pertama kesanah di dampingi bapak dulu kan?" Tanya Rita.
" Iya buat perkenalan kalo kamu anak bapak, dan bawaan bapak, nanti bapak ke kantor dulu sebelum ke pabrik nya ya." Ucap pak yadi sambil mengelus kepala rita sampai ke rambut panjangnya.
Rita hanya mengangguk kan kepalanya saja.
" Yaudah kamu tidur ya udah malem, tuh rara dan riri sudah pada tidur." Ucap pak yadi yang di balas anggukan oleh rita, lalu ia meninggal kan kamar ketiga anaknya.
__ADS_1