
" Assalamu'alaikum, Bu." ucap Rita ketika menginjak kan kaki nya masuk ke dalam rumah.
" Waalaikumsalam, kamu kemana aja?" Pak yadi dan bu yati datang bersamaan dari dalam rumah dan langsung menanyakan tentang hal tadi yang menelepon melaporkan jika rita tidak masuk sudah tiga hari.
" Mmm, aku, aku baru pulang PKL kan, bu." Jawab rita sambil melangkah kan kaki nya ingin masuk ke dalam kamar nya.
" Jangan bohong sama ibu dan bapak!" Mendengar itu rita langsung menghentikan langkah nya yang sudah berada di pintu masuk kamar.
" Aku gak bohong!" Ucap rita dengan suara yang tak kalah tinggi juga.
" Tadi, bu indah nelpon bapak kata nya kamu gak masuk masuk pkl tanpa izin. Kamu kemana? di rumah berangkat tapi tidak nyampe sanah." Pak Yadi menjelaskan.
Tanpa menjawab rita langsung masuk ke kamar nya dan menutup pintu kamar nya dengan kencang karna ia sudah ketahuan dan bingung untuk beralasan apalagi.
" Sudah pak, biarkan saja dulu Rita. Mungkin ia baru pulang dan capek." Bu yati berucap sambil memegang pergelangan tangan suami nya.
Tak lama kemudian.
Ceklekkk...
Pintu kamar Rita terbuka, Rita berjalan keluar rumah dengan capat dan membawa tas gendong sekolah nya.
" Rita, mau kemana kamu?" Pak yadi langsung menghampiri rita dan mencekal lengan rita karna melihat rita yang akan pergi keluar rumah.
" Lepaskan pak! Aku mau pergi." Jawab rita sambil berusaha melepas kan cengkraman di pergelangan tangannya nya dari tangan ayah nya.
" Jawab dulu, kemana aja selama ini kamu gak masuk, bapak malu ta, bu indah nelpon nanyain kamu dan lebih parahnya gak masuk selama tiga hari!" Ucap pak yadi dengan lantang.
Setelah rita berhasil melepaskan cengkraman di pergelangan tangan bapak nya, ia langsung lari dan berjalan dengan cepat keluar dari halaman rumah nya.
" Rita? Ta!"
" Sudah pak, biarkan saja dulu. Tenang kan hati bapak, Rita orang nya emang keras dan gak akan mempan jika di keras in juga." Ucap istri nya menenangkan.
Lalu bu yati masuk ke kamar ketiga anak nya. Sedangkan pak yadi hanya duduk terdiam seperti memikirkan sesuatu.
" Pak, pak Rita membawa baju nya." Ucap bu yati ketika keluar dari kamar rita.
" APA!" Pak Yadi terkejut dengan apa yang di ucapkan istri nya
" Iya pak, karna lemari nya kosong sebagian, kan ibu yang suka beresin." Bu yati terlihat sangat panik, sedangkan suami nya hanya diam saja.
" Pak, bagaimana ini?" Tanya lagi bu yati karna tidak mendapatkan sahutan dari suami nya.
__ADS_1
" Biarkan dulu, nanti kita cari rita bersama." Ucap pak yadi.
Di lain tempat, Rita kembali menemui bagas.
" Gas, aku pergi dari rumah." Ucap rita setelah bagas mengajak nya lagi ke rumah neneknya.
" Mmm, terus kamu mau nginep dimana? aku gak bisa nemenin kamu disinih." Jawab bagas, yang juga bingung jika ia menemani rita disini, ia takut orang tuanya rita mencari nya dan juga menyalahkan nya.
" Iya, aku ngerti gas. Yaudah aku mau ke rumah andin aja, kan orang tua andin jarang ada di rumah." Sahut rita yang mengerti dengan raut wajah bagas.
" Yaudah kalo gitu, mending kamu hubungin dulu andin sebelum aku antar ke rumahnya."
" Okee." Lalu rita mengotak atik ponselnya menghubungi Andin.
" Gimana?" Tanya bagas saat melihat rita selesai dengan ponselnya.
" Andin lagi PKL juga kan, terus nanti kalo aku disanah dianya nggak ada gimana?" Tanya Rita.
" Yaudah, setiap pagi aku jemput kamu kok dan nanti sore aku antarkan lagi kamu ke rumah andin."
" Mau sampai kapan sih ta, pasti ibu dan bapak kamu nyariin." Sambung lagi bagas.
" Entahlah, mungkin tiga hari aja gas. Nanti aku pulang lagian aku juga gak enak lah kalo terus menerus ikut tidur di rumah andin." Jawab Rita.
" Baiklah, tapi inget ya jangan lama lama kasian orang tua kamu." Bagas memperingati.
" Kita makan dulu ya, sebelum ke rumah andin pasti kamu lapar." Ucap Bagas.
" Kamu mau makan apa?" sambung bagas lagi sedangkan Rita masih mengotak ngatik ponselnya.
" Terserah." Jawab Rita yang tetap pokus pada ponselnya.
" Kebiasaan deh, Gak ada makanan yang namanya terserah, Rita sayang." Ucap bagas yang pandangan nya tak lepas dari rita.
" Iya aku tau, maksud aku ya apa aja gas."
" Bakso?"
Rita menjawab dengan menggeleng kan kepalanya tetapi masih pokus melihat hpnya.
" Nasi padang?"
rita menggeleng kan lagi kepalanya.
__ADS_1
" Mie ayam, nasi goreng?
bagas sudah menawarkan berbagai makanan yang biasanya ia dan rita makan tetapi rita hanya menggeleng kan terus kepalanya tanda tidak.
" Sini hpnya!" Ucap bagas sambil merebut ponsel yang sedang ada di tangan rita.
" Ishh kenapa sih, aku lagi WhatsApp pan sama Andin." Sahut Rita yang kesal.
" Kamu dari tadi aku nawarin makanan geleng geleng terus, katanya terserah. Jadi aku ambil dulu ponsel mu." Ucap bagas.
" Yaudah iyaiya aku minta maaf, kita makan mie ayam bakso aja." Ucap rita pada akhirnya.
" Kenapa gak dari tadi sih, heran deh sama makhluk yang bernama perempuan, kalo gak terserah ya gimana mood nya dia." Bagas berbicara sambil mengomel.
" Namanya juga perempuan, kan perempuan selalu benar." Jawab rita dengan enteng dan tanpa bersalah.
" Iyaiyaa deh, aku aja ya yang selalu salah." Bagas akhirnya mengalah.
Akhirnya Mereka berdua pergi untuk mengisi perutnya dengan menaiki motor Bagas, setelah selesai makan ia bagas langsung mengantar kan rita ke rumah Andin.
" Makasih ya, besok jemput aku lagi." Ucap rita sambil tersenyum dan menyodorkan helm pada bagas.
" Siap tuan putri." Jawab bagas dengan tersenyum bahagia.
" Yaudah aku masuk dulu, ya. Kamu hati hati dan langsung pulang jangan main." Rita berkata sambil memperingati bagas.
Setelah berpamitan ia langsung masuk ke rumah Andin, baru sampai halaman rumahnya yang luas sudah terlihat andin menunggu nya di teras rumah.
" Assalamualaikum, Andin." Ucap rita ketika ia sudah berada di hadapan andin.
" Waalaikumsalam, hahaha tumben lo." Jawab andin dengan ketawa.
" Orang tua lo, ada? Gue gak enak nginep disini."
" Gak ada kok, pulang besok mereka karna ada urusan kerjaan. Lagian gapapa kan orang tua gue udah kenal sama lo dan pernah ketemu." Jawab Andin.
" Hmm iya udah, nanti besok pagi gue juga di jemput bagas lagi."
" Okee, gue juga kan gak ada di rumah besok pasti lo ngerasa gak enak kan apalagi ortu gue pulang besok."
" Nah, tuh lo ngerti hehe." Jawab rita sambil cengengesan.
" Yaudah yuk masuk."
__ADS_1
Lalu rita mengikuti Andin masuk ke dalam rumahnya.
Bersambung...