Di hamili pacarku

Di hamili pacarku
Part 26


__ADS_3

Satu Minggu kemudian, hari ini rita pertama kalinya masuk PKL.


" Buk, rita berangkat dulu ya. Tuh bapak udah nungguin di depan." Ucap Rita kepada ibunya yang sedang berada di dapur, lalu ia mencium punggung tangan ibunya.


" Iyaa hati hati ya nak, belajar yang benar." Jawab bu yati.


Lalu rita pergi di antarkan oleh bapaknya, setelah sampai di tempat PKL nya ia di kenal kan oleh bapaknya pada atasan atasan nya.


" Rita bapak tinggal ya, kamu akan di bimbing oleh bu indah." Ucap pak yadi.


" Iya pak." Jawab Rita sambil mengangguk kan kepalanya.


Beberapa saat kemudian rita merasakan ada pergerakan di dalam perut nya.


" Yaampun, apa ini yang bergerak bayi ituh." Ucap rita di dalam hatinya lalu ia mengelus perutnya.


" Huhhh, membosankan sekali gak ada teman ngobrol atau ngajak bicara. Coba aja kalo aku bareng andin dan nadia." Rita bergumam.


Setelah melewati PKL yang sangat membosankan itu menurut rita, ia pulang bareng bapak nya lagi di jemput.


" Pak besok antarkan saja rita ya, jangan di jemput pulang nya." Ucap rita ketika ia sudah berada di rumah sedang makan.


" Kenapa? Kan searah lagian bapak juga pulang kerja nya bareng sama kmu sore." Ucap pak yadi sebelum menyendok kan nasi ke dalam mulutnya.


" Nggak ah pak, bapak pulang duluan saja." Jawab Rita, lalu pak Yadi hanya mengangguk kan kepalanya saja.


Keesokan harinya rita berangkat di antarkan oleh pak yadi hanya sampai depan kantor saja, tetapi setelah turun dari motor, rita bukannya masuk tetapi ia malahan keluar gerbang tempat nya PKL dan ia malah menemui bagas.


Terlihat bagas menunggunya di persebrangan jalan raya.


" Ayok gas, kita ke rumah peninggalan nenek kamu." Ucap Rita.


" Oke, kamu yakin gak akan masuk ta?" Tanya bagas.


" Ya yakin lah, kalo gak yakin mana mungkin aku minta jemput kamu." Ucap rita, lalu bagas melajukan motornya.


Setelah sampai, bagas mengajak rita masuk ke dalam rumah nenek nya karna ia berucap malu jika di depan rumah dan banyak orang yang lewat apalagi jika ketauan rita gak masuk PKL tetapi malah berada di situh.


" Gas, aku bawa bekal nasi dari ibu ku. Aku laper nih, kamu mau gak?" tanya Rita setelah duduk di dalam rumah dan ia mengeluarkan kotak nasi di dalam tas nya.


" Nggak biar kamu saja yang makan, sini aku suapin ya." Ucap bagas lalu mengambil kotak nasi yang ada di tangan rita.


" Wahh nasi uduk." Ucap Rita dengan mata berbinar.


" Nih, ayok aaaaaa." Ucap bagas menyendok kan nasi uduk itu lalu mengarahkan pada mulut rita. Ia menyuapi rita makan hingga nasi itu habis tak bersisa.


" Kenapa kamu gak mau pkl lagi, dan cuma masuk sehari doang?" Tanya bagas pada rita yang sedang meminum air putih.


" Aku gak punya temen gas, terus juga di sanah tuh pada sombong sombong gak ada yang nanya ke aku pokonya bikin bete deh." Ucap rita memanyunkan bibirnya.


" Ya kamu dong nanya duluan dan kenalan biar kenal." Ucap bagas.


" Gak mau, ihh pokonya kamu tuh gak ngerti ya gas, udah mah perut aku nih anak kamu gerak gerak terus nendang nendang kayanya dia udah aktif dan berkembang ya." Ucap Rita.


" Coba pegang." Ucap rita sambil mengarahkan tangan bagas untuk memegang perutnya.


" Ihh iya benar ta dia gerak, apa itu anak ku?" Tanya bagas seperti nya ia masih meragukan nya juga.

__ADS_1


" Kalo kamu gak percaya yauda, orang aku tuh semenjak sama kamu gak pernah melakukan nya lagi dengan siapapun." Ucap rita memanyun kan bibirnya.


" Aku minta maaf ya ta, aku akan nikahin kamu." Ucap Bagas lalu ia mengecup kening rita. Yang membuat rita tersenyum bahagia.


" Sayang, semenjak tau kamu hamil kita gak pernah melakukan nya lagi, apa kamu gak kasian sama aku?" Ucap bagas yang wajahnya berada di hadapan perut rita sesekali ia mengecup perut rita.


" Aku gak berani gas, apa kalo hamil boleh melakukan nya?" Ucap Rita dengan ragu ragu.


" Aku juga gak tau, tapi coba pegang." Ucap bagas lalu mengarahkan tangan rita pada pisangnya.


" Hmmm besar, mau yah?" Ucap rita.


" Heem mau, kangen kamu nih katanya." Ucap bagas dengan manja sambil menggerakkan tangan rita mengelus pisangnya.


" Tapi aku takut sedang hamil." Ucap rita.


" Gak akan kok, malah bagus katanya. Aku mau menjenguk dedek bayi." Ucap bagas merengek seperti anak kecil meminta permen pada ibunya.


Lalu rita mengangguk mengerti apa yang di dinginkan bagas.


Rita beralih beranjak dari duduknya, sedangkan bagas di atas kursi lalu, dan rita duduk di atas bapa bagas.


Lalu mereka melakukan nya lagi, padahal di perut rita sudah ada hasilnya.


" Ehmmm, ahhhh." Ucap bagas mend*s*h, setelah sampai di puncak kenikmatan.


" Makasih ya sayang, cup." Ucap bagas setelah ia merasa puas lalu ia mengecup bibir kecil rita.


Rita hanya mengangguk kan kepalanya saja.


" Iya tidur saja, aku akan temani kamu disinih." Jawab bagas lalu rita membaringkan tubuhnya di atas kursi panjang.


Cuppp!!


" Makasih ya sayang, kamu selalu bisa bikin aku puas dan melayang." Ucap bagas mengecup kening rita saat Rita sudah terlelap, dan ia menemani rita yang sedang tertidur sambil memainkan ponselnya.


****


" Gas ini jam berapa?" Ucap rita yang baru membuka matanya setelah beberapa jam tertidur.


" Udah sore, mau pulang sekarang? yuk aku antarkan." Jawab bagas.


Lalu rita langsung bersiap untuk segera pulang ke rumah nya karna ini sudah jam pulang PKL nya.


" Sudah pulang nak?" tanya bu yati.


" Udah buk, bapak udah pulang?" Tanya rita.


" Belum tuh, kok gak bareng bapak pulang nya ta?" Ibu yati balik bertanya.


" Kemarin sudah bilang, kalo nanti pulang rita gak bareng karna kalo rita udah selesai nunggu bapak lama belum selesai kerjanya." Ucap Rita.


" Ooo gituh ya, yaudah sanah bersih bersih dulu lalu makan ya." Ucap bu yati lalu meninggalkan rita untuk kembali ke dapur lagih.


****


Waktu terus berlalu, selama tiga hari itu rita tidak masuk PKL dan malahan ikut Bagas bermain atau diam di rumah neneknya bagas, ia membohongi ibu dan bapak nya berangkat dari rumah padahal sudah tiga hari berturut turut rita tidak masuk.

__ADS_1


Dretttt.. Dretttt...


" Bu, tolong sinih kan ponsel bapak itu siapa yang nelpon." Ucap pak yadi pada istrinya. Kebetulan hari ini pak yadi tidak masuk sekolah sedang libur.


Ponsel terus bergetar, bu yati berjalan tergopoh - gopoh mengambil ponsel tersebut di atas meja.


" Dari bu indah pak, teman bapak itu ya yang ibu pernah di ajak ke rumah nya oleh bapak." Ucap bu yati.


" Jawab bu telpon nya, tumben dia nelpon ada apa ya." Ucap pak yadi lalu setelah mengangkat telepon, ponsel tersebut langsung di berikan kepada pak yadi.


" Hallo pak yad." Ucap seseorang di seberang telepon.


" Halo.. Ada apa bu indah tumben telpon saya, saya kan sedang libur bekerja." Jawab pak Yadi di telpon.


" Ini pak, saya mau menanyakan anak bapak rita, yang bapak titip kan untuk belajar PKL disinih." Ucap bu indah menjelaskan di sebrang telpon sanah.


" Iya ada apa ya bu dengan anak saya, dia rajin kan dan mudah mempelajari nya, apa ada kesalahan dengan rita?" jawab pak yadi.


" Emmm, gini pak yad kenapa rita gak masuk ya udah tiga hari tidak masuk dan tidak ada kabar. Apa ia sakit pak?" Terdengar pertanyaan dari bu indah di seberang telepon sanah yang membuat pak yadi terkejut juga dengan bu yati yang mendengar nya sama sama kaget.


" Apa? anak saya masuk tiap hari kok bu indah dan saya selalu mengantar kan nya dari rumah ke kantor sanah." ucap pak yadi menjelaskan takutnya apa yang di katakan oleh indah tidak benar.


" Tapi pak yad, rita sudah tidak masuk selama tiga hari.. mohon maaf pak Maksud saya ini, jika ingin di lanjutkan PKL disinih jangan se enaknya." Ucap indah menjelaskan.


" Mohon maaf ya bu indah, saya tidak tau kalo anak saya ternyata sudah tidak masuk selama tiga hari. Nanti saya bicarakan dulu sama rita ya, sekali lagi mohon maaf bu." Ucap pak yadi, ia merasa malu dan sungkan.


" Baik pak, saya juga mohon maaf ya agak rewel itu semua agar rita bisa lebih baik lagi." Ucap bu indah.


Lalu telepon pun berakhir.


" Pak, masa sih rita gak masuk PKL?" Ucap bu yati yang mendengar suaminya menelpon ia langsung berbicara.


" Entahlah bu bapak juga gak tau, setau bapak, rita itu masuk terus karna kan ibu tau sendiri bapak yang mengantarkan nya setiap hari, kalo pulang nya sih dia gak mau bareng bapak." Ucap pak yadi menjelaskan.


" Atau, jangan - jangan itu alasan rita gak mau pulang bareng bapak karna sebenarnya ia tidak masuk pkl." Ucap bu yati karna pemikiran itu muncul di pikiran nya.


" Iya bisa jadi tuh bu, kita tunggu rita pulang dan kita tanyakan langsung dengan orangnya." Ucap pak yadi lalu obrolan itu selesai ia masuk kamarnya meninggalkan istrinya yang sedang di ruang tengah.


Sedangkan di lain tempat, rita sedang memadu kasih dengan bagas. Rumah peninggalan nenek nya bagas kosong tidak ada yang menempati, dan itu menjadi tempat bagas dan rita bermain.


Karna rumahnya sudah kumuh dan rumah jaman dulu, anak nya hanya satu dan sudah mempunyai rumah tidak memikirkan rumah peninggalan ibunya itu.


Drettt.. drrttt


Suara getaran ponsel rita berbunyi, yang membuat rita tersadar dan melepaskan ciuman panasnya dari bagas.


" Bapak ku nelpon gas, bagaimana?" Ucap Rita setelah ia membuka ponselnya dan melihat di layar ponselnya kalo bapak nya menelpon.


" Aduhh ada apa ya tumben bapak nelpon aku." Rita bergumam.


" Jawab saja angkat panggilan nya biar kamu tau ada apa bapak kamu nelpon ta." Ucap bagas pada akhirnya.


" Ihh enggak ah, nanti makin ribet banyak pertanyaan dari bapak, lebih baik aku diam kan saja." Ucap rita kemudian ponsel miliknya di silent.


" Aku akan pulang bentar lagi gas." Ucap rita kemudian.


" Tanggung sayang, lanjutin dulu tapi ya." Ucap bagas membujuk, lalu rita melanjutkan permainan nya kembali dengan bagas.

__ADS_1


__ADS_2