
Bakso yang mereka pesan telah di sajikan di hadapan nya.
Tanpa menunggu bagas, rita langsung melahap nya dengan rakus, bagas yang melihat nya hanya menggeleng geleng kan kepalanya saja melihat rita seperti ituh.
" Mau minum nya apa sayang? teh manis atau jeruk." Tanya bagas pada rita yang sedang pokus memakan baksonya.
" Aku air putih saja gas." Jawab rita tanpa melihat ke arah bagas.
" Oke sebentar ya aku kesanah dulu." Lalu bagas meninggal kan rita untuk membeli minuman dulu yang ada di kedai bakso itu, ia meninggal kan bakso nya yang belum habis.
Sekembalinya bagas, ia melihat rita sedang bermain ponsel.
Ia terkejut setelah berada di hadapan rita.
" Cepat sekali kamu memakan bakso." Ucap Bagas setelah berada di hadapan rita.
Bagas menengok mangkuk bakso milik nya, ia terkejut karna sudah habis.
" Kamu nya aja yang lama beli minumnya." Sahut Rita.
" Udah mana sinih minum nya aku kepedesan tau." Ucap Rita lagi.
" Bakso punya aku kemana? kamu habiskan ta" Tanya bagas.
" Aku kira kamu udah selesai makan nya dan gak habis, makanya aku habiskan." Ucap rita tanpa bersalah.
" Oh yaudah gapapa." Ucap bagas hanya bisa pasrah dan justru ia senang kalo rita banyak makan.
" Pulang sekarang, atau nunggu sebentar lagi?" tanya bagas pada rita.
" Bentar lagi dong sayang, perut aku masih begah masa mau jalan lagi aja." jawab Rita.
" Hmm oke." Ucap bagas pada akhirnya, sebenar nya ia sedikit kecewa karena masih menginginkan bakso nya malahan di habiskan oleh rita tapi jika membelinya lagi uang nya sudah habis dan pasti rita akan ikut memesan nya lagi juga. Bukan nya bagas pelit, justru ia senang jika rita lahap makan nya tapi uang bagas hanya pas pasan.
Tak lama kemudian akhirnya rita mengajak untuk pergi dari kedai bakso itu, ia mengajak ke kebun teh tempat pertama kali ia di ajak bagas jalan jalan.
Bagas tidak banyak bicara, ia hanya mengangguk tanda setuju saja mengikuti apa yang di mau kekasih nya itu.
" Huekkkkk.." Di tengah tengah perjalanan rita merasakan mual dan perutnya seperti di ubek ubek.
" Kamu kenapa?" Tanya bagas yang sedang menyetir motor di depan.
" Aku mual gas, bisa berhenti dulu sebentar." Kata rita.
__ADS_1
Bagas langsung menghentikan motornya di pinggir jalan.
" Kamu makan bakso terlalu banyak kali sayang." Ucap Bagas.
" Huekkk,, huekkkk.." Rita turun dari motor dan berlari menjauh, ia memuntahkan semua bakso yang tadi ia makan.
" Apa kamu masuk angin?" Tanya bagas berada di belakang rita.
" Gak tau gas." Ucap Rita dengan lemah.
Lalu bagas memijit pundak rita.
" Yaudah kita pulang saja ya, jangan jadi ke kebun teh nya.. kamu istirahat saja di rumah." Ucap bagas.
Rita hanya mengangguk patuh apa kata bagas.
Lalu bagas mengantarkan rita untuk pulang ke rumah nya.
" Aku gak mau kamu sakit, langsung istirahat ya di rumah." Ucap bagas setelah rita turun dari motor nya.
Setelah sampai rumah, rita langsung berlari ke kamar mandi karna ia merasakan mual kembali.
" Huekkk.. Huekkkk." Rita kembali mual tetapi dalam isi perutnya tadi di jalan sudah keluar semua, ia hanya mengeluarkan cairan kuning saja dari mulut nya.
" Kamu kenapa nak?" Tanya ibu yati, menghampiri anaknya yang sedang mual mual di kamar mandi.
" Kamu masuk angin kali ta, cepat ganti baju sekolah setelah itu biar ibu kerok." Ucap bu yati, karna rita sudah terbiasa di kerok jika ia sakit.
Rita langsung mengganti pakaian nya lalu ia menghampiri ibunya untuk di kerok.
" Bu kepala rita pusing sekali, tadi rita udh muntah pas di jalan mengeluarkan isi bakso yang tadi rita makan." Ucap rita pada ibunya mengeluh tentang apa yang dia rasakan.
" Benar kayak nya kamu masuk angin nak, cepat biar ibu kerokin kamu, lalu habis itu minum tolak angin ya." Rita hanya patuh dan mengangguk saja apa kata ibunya.
" Tapi kok tidak merah ya, kalo masuk angin kan kamu kalo di kerok suka merah merah." Ucap ibu yati di sela sela kerokan nya.
" Tidak tau bu, semoga aja sesudah di kerok sama ibu langsung sembuh kan rita terbiasa seperti itu." Ucap rita.
Setelah selesai di kerok nya dan minum tolak angin rita langsung tidur beristirahat di dalam kamarnya.
*****
" Rita.." Panggil ibu Yati pada anak nya.
__ADS_1
" Rita bangunn nak, sudah malam ini, ayok makan dulu." Ucap ibu nya.
Rita yang terganggu tidur nya oleh suara ibunya langsung bangun.
" Emang ini jam berapa bu?" tanya rita.
" Ini jam 8 malam, kamu gak mau makan?" tanya ibu Yati.
" krubukkkk.. krubukkkk." Suara perut rita berbunyi meminta segera di isi.
" Nahh kan pasti kamu laper." Ucap ibu yati yang mendengar nya.
Rita segera beranjak dari tidurnya keluar kamar untuk makan.
Pada saat sudah sampai di meja makan, ia melihat lauknya hanya ada ikan asin sambal dan tempe goreng, Entah kenapa rita tidak selera untuk memakan makanan itu.
Rita membayang kan memakan mie instan kuah dengan satu butir telor mata sapi dan irisan cabe rawit yang banyak di atasnya.
" Bu, rita mau makan sama mie instan saja." Ucap Rita kemudian pada ibunya.
" Emang kenapa dengan makanan yang ada di meja makan itu?" Tanya ibu yati.
" Rita pengen yang berkuah kuah dan seger seger gitu bu, terus pedas." jawab rita sambil membayangkan nya.
" Tapi di rumah gak ada persediaan mie instan, harus beli dulu." Ucap bu yati.
" Yaudah Rita beli dulu ke warung." jawab rita.
" Gak usah, biar ibu saja yang membelikan nyah." Ucap bu yati ia berlalu pergi ke dalam kamarnya mungkin bu yati mengambil uang.
" Buk, mie instan rasa soto ya." Ucap rita setelah melihat ibu yati keluar dari kamar nya.
" Iya." Jawab bu yati lalu pergi berlalu ke luar rumahnya.
" Makasih ya bu udah di beliin." Ucap rita sekembali nya bu yati dari warung.
Lalu rita memasak mie tersebut dengan mengiris cabe rawit yang banyak.
" Rita? Untuk apa cabe sebanyak itu kamu potong potong." Ucap bu yati yang melihat rita sedang memotong cabe.
" Buat mie." Jawab rita tanpa bersalah.
" Itu akan pedas, nanti kamu sakit perut dan ujungnya tidak akan habis kamu makan mie ituh." Ucap bu yati.
__ADS_1
" Pasti habis kok bu, kan rita yang pengen." sahut Rita.
Tanpa mendebat lagi bu yati membiarkan rita dan meninggalkan rita yang sedang berada di dapur.