Di Nikahi Gus

Di Nikahi Gus
part 12.


__ADS_3

"BANDUNG."


"Di rumah fatin."


" pukul 19:00 wib."


"abi tau gak putri mu sampei sedih loh..ya karna abi gk pernah jenguk-jenguk fatin di pesantren, sampe dia bilang apa abi gk sayang sama fatin, kata umi bicara sambil mengaduk-ngaduk adonan kue bolu."


"bukan begitu lohh miii.. abi kan banyak banget pekerjaan di malang, abi juga inget terus sama putri abi, makanya semua pekerjaan yang di malang abi beresin semua nya,jadi abi gk perlu lagi ke malang-malang kalau darurat saja abi kesana, balas abi zein."


"padahal deket malang sama semarang apa susahnya coba jenguk sebentar anak nya dia kan putri kita satu-satunya, balas umi fadlah."


"abi bener-bener sibuk mi, abi juga sempat pernag mau jenguk fatin tapi dari perusahaan tiba-tiba nelpon katanya ada darurat terpaksa abi puter balik mi, ya udah deh besok kita jenguk fatin kita izin 3 hari, balas abi."


"ngapain harus izin 3 hari,? tanya umi."


"kita jalan-jalan tanda permintaan maaf karna baru di jenguk sama abi, blas abi."


"boleh, balas umi sambil tersenyum manis."


"ningning..ningnong..ningnong.. tiba-tiba suara bel rumah berbunyi."


"ada tamu mi, sahut abi."


"iya sebentar umi bukain dulu, balas umi dan saat membuka pintu terpangpanglah keluarga gus arif dan itu membuat umi fatin bingung dan heran pasalnya orang yang ada di hadapannya tidaklah dia kenal."


"assalamualaikum... kata gus arif."


"wa alaikumsalam..bengong beberapa saat..astagfirullah..maaf-maaf silahkan masuk." kata umi fatin mempersilahkan masuk."


"iya makasih, kata umahnya gus arif sambil tersenyum dan menyalaminya."


"siapa mi,? tanya abi tiba-tiba datang dari dalam dan melihat, buya abdullah pun kaget dan langsung buru-buru menghampiri untuk bersaliman, setelah bersaliman abi zein pun langsung duduk di kursi kosong."


"sebuah kebahagian bagi saya bisa bertemu secara langsung dengan jenengan, dan ada maksud tujuan apa buya ke rumah saya malam-malam begini,? tanya abi zein,"


"saya kesini bersama istri dan putra, sodara, to the poin saja maksud ingin meminang putri jenengan yang bernama fatin untuk putra kami yang bernama muhamad arif jalalaen, dan ini adalah putraku arif, kata buya abdullah sambil menepuk" pundak gus arif."


"abi zein dan umi fatin pun kaget mendengar perkataan buya abdullah, pasalnya ulama besar datang ke rumahnya untuk meminang putrinya abi zein untuk putra nya."


"maaf sebelum nya nak arif, tau putri saya dari mana,? dan tau alamat rumah saya dari siapa,? apa nak arif sudah tau putri saya,?


dan baru 1 thun setengah dia di pesantren, tanya abi zein."


"gus arif pun tersenyum dan menjawab, saya pertama melihat dengan fatin di restoran sate yang dekat dengan pesantren teman saya, saya melihat fatin yang sedang duduk mengobrol bersama perempuan tidak tau siapa dan tidak lama saya pun duduk, ohk.. ternyata dia adalah uminya fatin, dan kebetulan juga saya mendengar ternyata fatin sedang mondok di pesantren teman saya yang bernama gus sholeh, saat itulah saya mulai ada rasa cinta, kalau soal alamat saya meminta dari gus sholeh, balas gis arif."


"abi zein pun memanggut-manggut kan kepala lalu terdiam sebentar dan berkata " karna ini sangat mendadak saya dan istri saya akan berbicara ber dua kalau begitu sebetar saya di tinggal dulu, kata abi zein dan langsung di ikuti oleh umah fadlah, mereka pun berbicara berdua di dapur."


"menurut abi gimana,? ohk..iya abi kok tau dia siapa,? keputusan semua ada di abi,ummah ikut aja , sahut ummah yang langsung bicara."

__ADS_1


"abi juga bingung satu sisi abi tidak enak menolak lamaran dari buya hamzah dan ini adalah kesempatan emas gk akan lagi ada ke sempatan ke dua, dan di sisi lain apakah putri kita akan menerima lamaran ini,? kata abi zein lalu terdiam sebentar, dan langsung mengajak ummah ke ruang keluarga."


"ayok di makan maaf ya seaadanya, kata ummh fadlah yang tiba-tiba datang dan langsung duduk kembali di tempat tadi sambil tersenyum."


"iya makasih balas ummah nya gus arif sambil tersenyum pula." dan pembicaraan pun kembali serius."


"khmmm.. jadi gini nak arif sebelumnya saya minta dua sarat, kalau nak arif sanggup dengan dua sarat ini saya sebagai kepala keluarga akan menerima lamaran dari nak arif, dan jikalau sebaliknya,maaf saya tidak bisa menerimanya."


"apa sarat-saratnya,? tanya gus arif."


"pertama saya tidak ingin ada lamaran kalau bisa saya ingin menikahkan saja sekarang, yang ke dua nak arif harus merahasiakan nya pada putri daya fatin sebelum dia keluar dari pondok nak arif harus merahasiakan pernikahan ini pada siapapun, gimana apakah nak fatin sanggup,? kata abi zaein."


"gus arif pun terdiam sebentar lalu melihat ke dua orang tua nya, sedangkan ke dua orang tua nya gus arif mengguk sambil tersenyum sebagai tanda setuju gus arif pun ikut tersenyum walau pun dalam dirinya di landa gugup."


"bismillahirohmannirrohim.. sambil menghembuskan nafas pelan, ingsya allah saya akan memenuhi syarat yang di berikan pak zaein, balas gus arif."


"alhamdulillah... kalau begitu saya akan mempersiapkan semua kebutuhan untuk ijab kobul nanti, balas abi zaein."


"baik silahkan monggo, sahut buya abdullah."


"abi zaein menyuruh semua bawahan nya untuk mempersiapkan semua kebutuhan untuk ijab kobul dan mengundang aparat setempat, hal itu butuh lama semua nya sudah beres dan sudah hadir."


"بسم الله الرحمن الحيم"



"مقدمهةاجاب"


اوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فازا لمتقؤن: أزوجك عئ' ماامر الله تعل به من امساك بمعروف اوتسره باحسان:"


"صيغة ايجاب"


"أنكحتك وزوجتك مخطوبتك بنتي فتين على المهر ١٠٠ درحم حالا."


"Artinya: “Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, puteriku fatin dengan mahar 1000 dirham dibayar tunai.” kata abi zein."


"قَبِلْتُ نِكَاحَهَا وَتَزْوِيْجَهَا عَلَى الْمَهْرِ الْمَذْكُوْرِ وَرَضِيْتُ بِهِ وَاللهُ وَلِيُّ التَّوْفِيْقِ."


"Artinya: “Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah.” balas gus arif dengan lantang dan tegas."


"gimana saksi sah.. Sahut penghulu."


"sahhhh...kata saksi dua yaitu buya abdullah dan paman nya fatin,langsung di ikuti oleh semua yang hadir." dan di lanjutkan doa bersama sebagai tanda rasa syukur pada yang maha kuasa karna telah memberi kelancaran ijab kobul tanpa ada hambatan apapun, setelah selesai dengan ijab kobul semua di persilahkan untuk makan bersama walau pun seadanya saja karna serba dadakan."


"nak arif.! Panggil abi zein."


"iya pak ada apa,? Balas gus arif sambil duduk menghadap abi zein."


"sekarang kamu sudah menjadi menantu abi jadi panggil saja abi seperti fatin memanggil saya abi." kata abi zein."

__ADS_1


"baik a..abi, balas gus arif."


"sekarang abi sudah melepaskan tanggung jawab fatin pada mu nak, abi titip putri abi satu-satunya jaga dan lindungi dia dengan sebaik-baiknya, bimbing dia ke jalan yang di ridhoi yang maha kuasa, dan jangan pernah kamu sakiti dia apalagi menduakan nya abi tidak akan segan mengambil putri abi darimu , jikalau suatu saat nanti kamu sudah tidak sanggup untuk menjaganya maka kembalikan dia pada kami dengan baik-baik sebagai mana kamu meminta putri abi dengan baik-baik, dan jangan lupa dengan janji mu nak arif, kata abi zein dengan tangis penuh haru."


"baik ingsya allah saya akan menjaga,membimbing,merawatnya dengan baik dan tidak akan pernah menyakitinya apalagi menduakan nya bi, balas gus arif."


"semua yang mendengarkan perkataan abi zein dan gus arif pun ikut bersedih karna sangat haru mendengar perkataan abi zein yang menyerahkan putri sematawayang nya, tak lama setelah acara sedih-sedihan keluarga gus arif dan gus arifnya juga berpamitan pulang karna sudah sangatlah malam dan acara pun selesai."


.


.


.


"di pondok."


"jam 03:00 wib."


"dessy udah jam 3 yuk kita ke ******, kata hulya."


"iya hoammm.. Bentar aku bangunin dulu si kebo, balas dessy."


"siapa yang kebo,? Tanya nara penasaran."


"ya siapa lagi kalau bukan tuh anak, balas ihah sambil nujuk ke arah fatin yang masih tertidur nyenyak."


"fat..fatin hei.. Udah jam 3 ini ayok ke buru ada pengurus, kata dessy sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya dan saat sedang menempelkan tangan nya dessy ke pipinya dia pun berubah jadi khawatir."


"lah kenapa kamu dess,? Tanya hulya yang langsung menghampiri dessy karna melihat wajahnya yang berubah khawatir."


"d..dia badan nya panas hul, balas dessy khawatir."


"coba aku cek dan langsung menempelkan tangan nya ke dahi lalu ke pipinya, astagfirullah kok panas banget gimana ini,? Kata hulya dan 5 hari pun ikut mengumpul dan mengeceknya satu-satu."


"liat aja mukanya merah gitu, sahut icha."


"ya udah kalian saja yang ke masjid aku yang jagain fatin di sini takut kenapa-napa dan nanti kalau ke ****** ambil air untuk mengompres sudah sana keburu ada pengawas, kata hulya ya hanya dia yang bisa di andalkan di kobong nya."


"iya baik lah hati-hati ya kalau ada apa-apa bilang aja, sahut icha."


"hulya pun mengangguk dessy danbyang lain pun pergi ke ****** untuk mengambil air wudhu dan sebagainya, tak lama merekapun datang lalu memberikan air kepada hulya lalu segara memakai murkahnya masing-masing dan berlalu ke masjid,sedangkan hulya buru-buru mengompres dahinya supaya panasnya turun."


.


.


.


.

__ADS_1


"jangan lupa tekan jempolnya ya dadah..."


"by:klsmpqot."


__ADS_2