Di Nikahi Gus

Di Nikahi Gus
part.17


__ADS_3

"frop gus arif."


"setiap malam gus arif selalu melihat photo yang ada di walpaper hp nya betapa cantik jelita dan mempesona nya dia, gus arif sangatlah merindukannya, ya siapa lagi kalau bukan fatin istri kecilnya itu. Di setiap sepertiga malam dia selalu mendoakan supaya dia mau menerima pernikahan ini."


"pagi hari."


"pondok al-kahf."


" rif abi minta tolong buat ngisi kajian anak santri yang sudah pada gede ya, abi ada undangan di pesantren sahabat abah tidak enak kalau tidak datang, kata abah gus arif."


"iya bah jam berapa mulai ngaji nya,? Tanya gus arif."


"abah nya gus pun melihat jam yang ada di tangannya, nanti jam delapan rif sekarang baru jam tujuh, balas abah buya."


"iya bah, abah kapan berangkat ke pesantren al-hikmah nya, tanya lagi gus arif."


"liat abah sudah rapih begini pasti kapan,? Abah malah Balik bertanya pada gus arif."


"sekarang bah,? Ummi ikut ndak bah,? Tanya gus arif lagi."


"iya tuh mobilnya sudah datang, ummi gk ikut lagian ummi akhir-akhir ini sibuk ndak tau apa yang ummi sibukin, balas abah."


"iya bah arif sampei terlupakan oleh ummi, abah hati-hati di jalan, balas gus arif."


" iya nanti kalau ummi nanyain abah bilangin aja abah kemana, abah pergi dulu assalamualaikum, kata abah buya berjalan menuju teras dengan memegang tongkatnya."


" iya bah waalaikumsalam, balas gus arif sambil mengantarkan abah ke depan pintu dan melihat kepergian abah buya."

__ADS_1


"loh... Abah ke mana rif,? Tanya ummi melihat kesana kemari mencari keberadaan abah."


"abah udah berangkat barusan gak nyampem 1 menit, balas gus arif."


"loh..kenapa gk bilang sama ummah kalau abah mau berangkat gus, kata ummi sedikit kesal."


"Ada juga ummi yang ke mana,? Arif teriak-teriak manggil ummi malah arif nyuruh ke khodam ummi untuk cari ummi sampe sekarang pun khodam ummi belum juga datang cari ummi, memang nya ummi habis dari mana sih,? Tanya gus arif menjelaskan pada ummi nya."


"ohk...pieee...too..ummi ada di kebun deket pondok asrama putri lagi nanam cabe sama terong trus sekalian nyuruh santri putra untuk bersihin lahan yang kosong, kata ummi."


"iyooo... Pantesan arif cari ndak ketemu" trus lahan yang kosong tumben di bersihin memang nya untuk apa mi,? Tanya gus arif ingin tau."


"rencananya abah dan ummi mau bikin rumah, balas ummi."


"lah untuk apa mi ini rumah aja gede gak ada yang isi, nanti siapa yang mau ngisinya coba." sahut gus arif."


"kan masih lama ummi..langsung tersadar, kata gus arif yang langsung mengikuti ummi nya."


"ya biarin...udah sana tuh anak-anak santri udah pada nadzoman memangnya kamu gk mau siap-siap gitu buat ke madrasah, kata ummi."


"ya sudah arif siap-siap dulu ya ummi assalamualaikum, kata gus arif dan berlalu pergi ke kamar untuk bersiap"


"waalaikumsalam, balas ummi."


"di majlis."


"assalamualaikum warohmatullahi wabarrokatuh,kata gus arif sambil membuka kitab."

__ADS_1


"waalaikumsalam warrohmatullahi wabarrokatuh, balas semua santri serempak."


"karna buya tidak ada jadi saya yang akan menggantikan nya, sekarang kita akan membahas tentang wuşul atau ( ma'rifat) ke pada allah, apa itu ma'rifat,? Tanya gus arif pada santri-santri nya."


Shaikh Muhyiddin Ibnu Arabi ngendiko (memberi nasehat):


“La yurtajā al-wuşūl man lam yutābi’ al-Rasūl… Waman lam ya’khudh al-tharīq ‘an al-rijāl fa huwa yantaqilu min muhālin il muhālin.” H{ikam al-Shaikhul Akbar (No. 13 dan 26.)


"artinya Jawa: “Ora iso tekan martabat al-wuşūl sopone wong kang ora melu Kanjeng Nabi … Lan sopo wong kang ora mlebu dalane setunggaleng guru, mongko wong mau, dadi pindah songko kemustahilan marang kemushtahilan liyane.”


("artinya dalam bahasa Indonesia: “Tidak bisa diharapkan mendapatkan martabat al-wuşūl (ma’rifat) kepada Allah, orang yang tidak mengikuti Kanjeng Nabi … Dan siapa yang tidak mengambil jalan dari seorang guru, maka orang itu akan berpindah dari satu kemustahilan ke kemustahilan lain.”).


"Itu petikan dari Hikam Shaikh Muhyiddin Ibnu Arabi, Sahibu Fusushil Hikam. Kitabnya diberi judul Nushusul Hikam al-Akbariyah. Hikam ini disyarahi Syaikh Mula Hasan bin Musa bin ` Abdullah al-Kurdi al-Qadiri al-Shafi`i (w.1148 H.) dengan judul Sharhu Hikami al-Shaikh al-Akbar.


Yang dimaksud al-wuşūl adalah ma’rifat kepada Allah bersama Allah. Orang yang ma’rifat, menurut pensyarahnya dibedakan menjadi beberapa jenis: 1) orang yang sampai pada şafwatul yaqīn secara dhauq (kelezatan rasa dalam dzikir-ibadah) dan wujdan (rasa cinta yang mendalam kepada Alloh); 2) orang yang mengalami kefanaan di dalam Af`al-Nya Allah, dan tidak melihat perbuatan selain Af`al-nya Allah; 3) orang yang menemukannya dengan jalan Asma’-Nya Allah, dan tidak melihat nama-nama selain nama Allah … (Al-Allamah Mula Hasan bin Musa al-Kurdi, al-Qadiri, Syarah Hikam al- Shaikhil Akbar, hlm. 109).


Orang yang ma’rifat kepada Allah bersama Allah disebut mengalami mushahadah, yang merupakan satu jenis dari mukashafah. Mushahadah, adalah hilangnya penghalang-penghalang batin yang secara hakikat batinnya dapat siap menerima al-Haqq. Hakikatnya adalah penglihatan yang şahīh bil başirah, atau penglihatan yang jujur atas khairuş Şadiq (al-Haqq) di dalam gambarannya tentang al-Haqq. Sementara mukashafah untuk menyebut selain shuhud kepada Allah, sehingga bisa saja tersingkap bi’aini başiratihi atas Nur Muhammad, malaikat-malaikat, nafs, jin, dan selainnya.


Yang dimaksud wuşūl sebagai ma’rifat tadi, bukan bermakna al-bulugh wal ittişāl, bukan bermakna sampai orang itu kepada Allah dzatnya. Bukan ini. Sebab Allah suci dari sampai kepada sesuatu atau ittişāl -nya sesuatu. Maka yang dimaksud al-wuşūl sebagai ma’rifat adalah ma’rifat bil-qalbi. Adakalanya ia memperoleh, berangkat sebagai murid-salik, kemudian majdhub, berangkat dari nafs-nya, keinginannya kepada Allah, lalu memperoleh ma’rifat bi-idhnillah; dan adakalanya berangkat sebagai murad, majdhub terlebih dulu kemudian menjadi salik, lalu istiqamah dalam suluknya." sekian nanti akan di lanjut oleh buya, akhirul kalam wassalamualaikum warrohmatullahi wabarokatuh, kata gus arif lalu pergi meninggalkan majlis tanpa mendengarkan jawaban dari para santri-santri."


"gus arif pun kembali ke kamarnya berniat untuk istirahat sebentar sambil menunggu azan dhuhur, gus arif hanya berbaring di kasurnya sambil memainlan hp nya, saat sedang melihat ig gus arif melihat akun fatin yang lewat dari hp ia pun melihat-lihat dan langsung memfollow akun istri kecilnya itu tak lama ada notifikasi bahwa akun fatin juga memfollow nya kembali, gus pun terkejut tambah bahagia, apakah ini mimpi atau bukan, tampa sadar gus pun terlelap dengan senyuman yang bahagia."


.


.


"Jangan lupa tekan jempolnya ya dadah.."

__ADS_1


"By:klsmpqot."


__ADS_2