
"kamu udah selesai?"
" udah"
"dimana?"
"hah aku?"
"ya iya"
" masih difakultas"
"oke"
...ngeselin banget jadi orang gak pakek salam gak pakek basa basi tiba tiba saja menanyakan keberadaan ,setelah itu kulanjutkan aktifitasku dengan membeli jajan dikantin ya hitung-hitung nostalgia masa kuliah aktif dulu, dan aku bertemu dengan bintang disana teman satu angkatanku jadilah kami ngobrol berdua.......
"ica sini"
"lo tang kamu disini juga, habis ngapain? aku sebenarnya bingung kenapa dia disini setahuku bintang sudah lulus
"ngak ada mapir kau dari kemaren jalan- jalan nostalgia masa kuliah aktif dulu"
"sendirian?"
"sama temen, ini aku lagi nunggu"
" oh"
" kamu sendiri sendiri?"
"iya, aku pesen minum dulu ya"
"mau pesen apa aku juga belum pesen sekalian biar aku aja" kulirik mejanya memang kosong.
__ADS_1
"em, aku es jeruk nipis aja"
"oke, gak pernah berubah ya dari dulu sukanya es jeruk nipis" katanya sambil berjalan ke arah penjual es.
...tak berselang lama akhirnya Bintan datang lagi dengan membawa dua es dan satu lagi cemilan gorengan diatas piring....
"makasih berapa tang?"
"udah gak usah itung-itung latian menafkahi kamu" kujawab dengan gelengan dna senyuman
...kami ngobrol hampir setengah jam dikantin karna kami sudah cocok dari dulu obrolan ini mengalir begitu saja. sebenarnya bintang adalah salah satu teman yang pernah dekat denganku walaupun tanpa kata pacaran kami dulu bisa dibilang deka. hubungan kami berhenti karna aku yang menjauh darinya karna dia mengungkapkan perasaannya padaku, ya kalian masih ingat kan prinsipku untuk tidak pacaran itulah alasanku menjauhinya dia tidan memintaku serius malah memintaku menjadi pacarnya padahal dulu aku pernah menyampaikan padanganku tentang pacaran dan dia ternyata tidak meresapinya....
...obrolan kami berhenti karna ada telfon di handphone ku, dan tertera nama mas gerlad. ada apa diam menelfonku dan kuangkat telfonnya....
"kamu dimana?"
"wa'alikum salam" jawabku menyindir
"kamu dimana?"
"aku didepan fakutas"
"lah ngapain?" tanyaku dengan bingung
"jemput kamu cepetan kesini? atau ngak aku nyamperin kamu, kamu dimana?"
"hah aku dikantin kamu bisa lewat jalan belakang fakutasku"
"tut..tut..tut"
...kulihat handphone ku dengan bingung dia langsung mematikan panggilan nya aku jadi bingung dengan orang ini, sbenarnya mau apa dia. tak berselang lama ada orang yang tiba tiba memegang pundakku....
"loh, kamu disini beneran?" kataku
__ADS_1
"iya, pulang sekarang?"
"hah?"
tiba tiba saja dia menarikku.
"tang aku pulang duluan ya"
...aku tergesah gesah mengikuti langkahnya yang lebar maklum saja aku termasuk makhluk minions beda dengan laki- laki raksasa yang sedang menarikku. aku dipaksa naik kedalam mobilnya karna aku malas berdebat kuikuti saja dia jika dia macam-macam padaku aku sudah mempersiapkan semprotan alkohol untuk menyemprot matanya....
"kenapa nyeret nyeret sih?ngomong baik baik kan bisa, lagian mau pulang jam segini mana ada kereta" kataku ketus
"tadi siapanya kamu? pacar?"
"ditanya apa jawabnya apa?" jawabku, kelakuannya dari pagi memang aneh baru juga ketemu ketiga kali dia sok sok an seperti pasanganku saja, padahal jika dihitung dia kan orang asing.
"hufff. tinggal ikutin aku aja susah amat, lagian gak usah naik kereta aku anterin kamu, sekalian aku juga mau pulang. dia menarik nafas seperti sednag meredakan amarahnya.
"ya, kan bisa tanya dulu sama aku. kamu mau ikut pulang bareng gak sama aku" kataku sambil menirulan gaya bicaranya yang sok cool itu.
"ya" jawabnya singkat padat dan jelas
"huff dasar laki laki pemaksa, semaunya sendiri, mirip jelangkung" celotehku dengan kesal
" iya " jawabannya yang pendek semakin menyulut emosiku. tapi karna aku waras akhirnya kudiamkan saja sambil melihat jalan.
...Tak berselang lama tiba tiba dia membuka pembicaraan....
"mau makan dulu atau gimana?"
"enggak usah langsung pulang aja" jawabku
...sebenarnya aku lapar karna memang tujuanku kekantin tadi adalah jajan untuk mengganjal perutku tapi untuk mengatakan iya pada tawarannya aku takut, takut dia berbuat jahat seperti yang di film-film mecampurkan obat pada makanan ku huff mengerikan. tapi sialnya takdir tidak semulus itu untuk menutupi kelaparanku tanda alam pada perutku berbunyi....
__ADS_1