
...ketika aku dan dinda duduk tiba tiba dari arah depan seperti ada yang menatapku dan dinda otomatis aku langsung melihat kearah atas karna posisiku yang duduk dan orang yang melihatku berdiri dan mataku langsung menangkap mata indah yang tengah memandangku sama sama terkejut sepersekian detik kulepaskan pandanganku terhadapnya huff natanya indah....
tiba tiba dia mengatakan hal yang tak terduka yang membuat aku salah tingkah ahhh malunya untung ada dinda disebelahku.
POV: kudekati kursi yang kutempati setelah aku berbicang bincang dengan hendro sahabatku yang saat ini sedang bertugas betapa kagetnya aku ada dua orang sudah menempati kursiku kulihat mereka yang sama sama menunduk entah tertidur atau melihat kaki kursi dibawah aku tak tau, saat kulihat kearah salah satu tiba tiba dia mendongak dan kulihat matanya deg hatiku rasanya ada sesuatu tapi entah itu dan tiba tiba dia memutus pandangan yang mengakibatkan kesadaranku kembali. sempat berfikir apakah ini cinta pertama hahaah lucu batinku. dan setelah itu aku langsung mengataan pada mereka bahwa itu kursiku kulihat wajah wanita itu memerah ah lucu sekali hahaha.
__ADS_1
POV ica: setelah dia mengatakan itu kursinya tiba tiba dinda membalas dengan entengnya
"silahkan duduk kita numpang disini tidak apa apakan soalnya yang lain sudah penuh kan masnya sendirian"
huff din kita sudah diusir ini batinku malu tentu karna aku sudah tersihir pada matanya rasanya duduk didekatnya sudah gak sanggup.
__ADS_1
...Pov ica: hatiku dagdigdug saat dia menjulurkan tangan kepadaku untung saja dinda langsung menyahutinya. setelah aku bisa bernafas lega tiba tiba dia menanyakan namaku hahah rasanya berbunga bunga sekali. tapi sekali lagi dinda yang menjawab...
"oh temenku ini namanya ica mas" dan akhirnya mereka berbicara berdua karna aku tau dinda orangnya sangat mudah berkomunikasi dengan orang dia tidak kesulitan sama sekali dan aku disana sebagai penonton dan sesekali menimpali jika dinda meminta persetujuanku.
pov autor: obrolan itu berlanjut sampai mendekati stasiun terahkir pemberhentian kereta lokal yang mereka naiki, sesekali ica dan geral saling pandang entah disengaja atau tidak keduanya terlihat seperti pasangan muda mudi yang sedang malu malu dalam hal percintaan. keduanya akan saling tersenyum jika ketahuan melihat satu sama lain. stasiun pemberhentian terakhir sudah mulai dekat sehingga mereka harus bersiap siap untuk keluar dari kereta api. ica dan dinda berpamitan untuk turun yang dijawab anggukan kepala oleh geral dengan menyisakan getaran aneh yang tersisa antara geral dan ica.
__ADS_1
........
huffff sudah bab 5 aja nih dari pertemun geral dengan ica tidak ada ynag istimewa bukan hahaha iya hany menyisahkan keistimewaan semu belaka karna entah mereka akan bertemu atau tidak aku juga pusing membuat alur ini banyak angan dan asa bisa bantu coment untuk kelanjutan ceritnya