
kruet kruet" mungkin seperti itu bunyi perutku.
...Tiba -tiba saja dia membelokan mobilnya ke tempat makan dan kulihat tulisannya warung selera rakyat...
"loh kok kesini?"
"perutkamu minta diisi, jangan takut aku tau pikiranmu. aku bukan laki laki seperti itu" katanya sambil keluar dari mobil
...Pikiranku semakin tak karuan bingung mau turun takut tapi gak turun malu nanti sepanjang perjalan takut perutku akan berbunyi terus. akhirnya kuputuskan turun mengikutinya....
...sampai dimeja tempat makan, aku dan dia memesan makanan. dan setelah kulihat harga dan jenis makanan mataku langsung melotot, "hah mana ada warung selera rakyat tapi harga selera pejabat" batinku...
"cepat pilih"
"iya sebentar" sebenarnya aku sudah menentukan pilihan tapi harganya meruntuhkan jatah makan semingguku.
"cepet itu mbaknya udah nunggu"
"cah kangkung aja deh" kataku menentukan pilihan dengan menu yang harganya dibawah makanan pejabat
" itu aja? dari tadi mikir apa kalau cumak satu yang dipilih"
" yaudah terserah kamu, aku ikut aja" kesal tentu itu yang aku rasakan sedari tadi rasanya sedang ada ujian mental.
"hemm, yaudah mbak aku pesen ...." betapa kagetnya aku dia memesan 5 menu sekaligus siapa yang akan memakannya batinku, tapi ada sisi positifnya makanan yang aku incar dia juga memesannya.
__ADS_1
"kamu kenapa dari tadi cemberut terus"
"aku kesel sama diriku sendiri bisa bisanya dari tadi nurutin kamu" jawabku
...obrolan itu terpotong ketika makanan sudah tiba, sudah berjejer lima jenis makanan didepanku dengan dua piring nasi dan dua gelas jus jeruk, nikmat mana yang engkau dustakan, dan acara makanpun kami lanjutkan. dan benar saja makanan yang dipesan tidak kami habiskan karna kekeyangan, huff mubazir sekali batinku....
...Setelah melanjutkan perjalanan kami sudah tida di kotaku dan kini tinggal mengarahkan dia menuju rumah sederhanaku...
"berapa menit dari sini kerumahmu"
"dari rumahku sekitar tiga puluh menit dari sini, kita tinggal ngikutin jalan besar ini nanti kalau ketemu per empatan ke empat belok kiri"
"okeh"
"makasih makanannya, tapi kalau bisa pesennya secukupnya aja kan gak enak kalau kayak tadi jatohnya mubazir makanan" kataku mencoba menasehati
"hah, maksudku bukan kita, ya kale mau makan lagi sama kamu"
"emangnya kenapa? gak mau makan sama aku lagi"
"bukan itu maksudku, emb kan kita baru ketemu tiga kali, kan siapa tau gak ketemu lagi kan jadi kan gak bisa makan bareng" kataku bingung mau menjawabnya
"ya tinggal ketemuan trus makan bareng aja kan bisa gak usah dibuat repot"
"yayaya" jawabku
__ADS_1
...setelah pembicaraan itu kita jadi sama sama diam karna tidak ada lagi yang memulai pembicaraan sampai akhirnya kami tiba didekat perempatan keempat....
"perempatan yang ini belok kiri kan?"
"iya"
"masih marah?"
"marah kenapa?" aku bingung marah disebelah mananya karena hari ini banyak kejadian yang membuat darahku naik sampek keubun-ubun
"ya, yang tadi"
"oh, udah enggak" jawabku untuk pempersingkat pembahasan marah ini
" ini masih teruskan?"
"iya habis ini ada Pom bensin kita di kanan jalan rumahku di depan Pom bensinny"
"oke"
...Tak berselang lama kami sudah tiba didepan gang rumahku, ya rumahku memang di gang tapi mobil bisa masuk karna halamanku luas jadi tidak repot untuk masuk. setelah mobil berhenti kutawari dia untuk mampir....
"mampir dulu yuk" kataku
"iya tapi tunggu dulu, tolong bantuin bawa barang barang dibelakang"
__ADS_1
.......
lanjut episode selanjutnya ya