
"kenalin namaku kevin aku mahasiswa di unej juga"
"saya ica"
karna aku terlalu pasif dalam obrolan akhirnya aku mencoba membuka obrolan.
"kamu semester berapa dan fakultasnya apa?"
"weits tanyanya satu satu dong kayak popcron diam diam setelah matang langsung membludak. hahahaha tawanya. ku mainkan alisku dalam hatiku berkata gak lucu dan gak nyambung.
" aku semestet 8, fakultas kedokteran kalau kamu"
"aku semster 9 berati kamu adik tingkatku cumak beda tingkatan kamu dokter aku yang mendidik dokter waktu sma" hahaha aku tak habis fikir dengan jawaban anehku sudah tertular virus dinda.
" oh kakak tingakat tapi lebih pantes jadi detingku (adek tingkat)" dia berbicara sambil mengoda dengan menarik turunkan alisnya.
__ADS_1
...pembicaraan kami pun berlanjut sampai dia yang harus berhenti di stasiun 3. perkenalan singkat dengan kevin membuat perjalanan yang biasanya ku isi dengan tidur tapi kali ini malah mengasikkan, gak cuma itu kami juga bertukar media sosial agar jarak dan waktu bisa sinkron dengan hati yang berdetak katanya, lucu sekali kan kelakuan kevin Sebelas dua belas dengan dengan dinda jadi aku nyambung nyambung saja meski bedanya dia suka gombal untungnya aku kebal gombalannya....
...setelah kepergian kevin suasana menjadi tenang dan tiba tiba ibu ibu yang awalnya duduk disebelahku pindah kedepanku bekas bangku kevin dan memberitahuku jika ada laki laki yang sedang menatapku dari tadi diujung kursi gerbong, dan kuberanika untuk melihat sehingga tatapan kita bertemu. tak lama setelah itu aku sadar dari keterkejutanku dan memberikan senyuman yang menurutku senyum termanisku yang kupersembahkan untuk laki laki yang sedang menatap tajam kepadaku....
...Pov geraldi: aku duduk manis dikereta lokal yang akan mengantarkanku pulang kerumah. aku rindu kasurku setelah seharian bekerja, saat aku melihat kedepan disebelah kanan betapa kagetnya aku wanita itu juga naik kereta yang sama lagi, namun kebahagian itu hilang ketika aku melihat dia bersama laki laki didepannya dan mereka ngobrol dengan akrabnya, kesal rasanya melihat hal itu. kuamati mereka berdua dan akhirnya di stasiun ketiga laki laki itu pergi, tak lama kemudian dia menatapku dengan wajah kagetnya yang lucu dan setelahnya dia tertawa hahaha hatiku rasanya menhanggat kekesalan yang sepanjang jalan kurasakan tadi rasanya lenyap. dan kuberanikan menghampirinya....
"berhenti digerbong mana"
"eh, emb digerobong dua kamu digerbong berapa kataku"(dia terlihat terkejut sekaligus gupup karna aku bertanya dan menghampirinya)
"digerbong satu, bisa geseran dikit aku duduk sini boleh? sepi disana"
...aku bisa berada disampingnya. dan setelah itu kupancing obrolan dengan bertanya soal temannya....
" dinda tidak ikut?"
__ADS_1
" engak" pendek sekali jawabnya tapi tak apa laki laki harus berusaha bukan.
" oh, kenapa kok ngak ikut"
" masih ada urusan"
......POV ica: bertemu dengan dia dan duduk seperti ini membuat jantungku ingin melompat dari tempatnya, dan dia mulai membuka obrolan dengan bertanya mengenai dinda, karna kegugupanku kujawab dengan jawaban pendek terkesan dingin memang tapi entahlah mulutku rasanya ingin dikunci saja, dari sekian obrolanku bersama dia yang tidak membicarakan dinda hanya satu dia meminta alamat media sosialku yang bisa dihubungi tentu saja dengan punya dinda juga, dan kuberikan padanya. ......
"aku permisi mau turun dulu yan mas gerald (aku bersiap untuk turun, karna stasiun dua sudah dekat)
"oh iya ada yang bisa dibantu"
"tidak, terimakasih. mari mas mari bu".
...huff akhirnya aku sudah sampai dan kuarahkan kakiku ke rumah singgah sementara motor tercintaku. setelah semua beres diperjalanan pulang rasanya cukup melegakan hari ini sudah tercapi satu progres tugas akhirku dan dirumah masih ada yang harus aku selesaikan malam ini yaps pekerjaan malamku membuka les dirumah, ahh aku rindu kasurku. kupercepat jalan motor bututku....
__ADS_1
.....
lanjut bab selanjutnya