Diam Diam Menghayutkan

Diam Diam Menghayutkan
ep 6. one step closer


__ADS_3

Dari pertemuanku dengan laki laki tampan geraldi yang menyisakan getaran didada aku lanjutkan langkahku menuju tujuan utama kampus yang membuat aku harus menyelesaikan urusanku bertemu dosen pembimbing, perjalananku kutempuh dengan menaiki angkot yang berwarna kuning yang ada di sekitaran stasiun salah satu penyebab aku lebih suka menggunakan motor bututku adalah kebebasan berkendara yang mengandalkan transportasi umum yang kadang malah lebih menguras buget dan waktu. Seperti saat ini yang harusnya sudah dikampus tp harus menunggu link ini penuh untuk berjalan. Hem tapi tak apalah hidup memang butuh perjuangan.


Setibanya dikampus aku dan dinda menunggu dosen pembimbing kami, dengan keterbatasan waktuku mengejar kereta sore yang akan mengantarku pulang ke kota kelahiran. aku menunggu bertemu dengan Pak Bambi untuk bimbingan ya walaupun dosen itu selalu dikampus tapi dia memiliki jadwal yang padat merayap kadang tak jarang aku menunggunya sampai sore hari huff semoga hari ini adalah hari keberuntunganku bertemu dengannya. Kulihat dinda yang terkantuk kantuk disebelahku karna dikereta dia tidak tidur maka disini di ruang tunggu dosen dia nelakukan pembalasan tidurnya dengan menelungkupkan tangannya ke wajahnya yang kuliah mulutnya sudah membuka hahaha sangat lucu tapi kucoba tutupi dengan jaketku agar orang tidak melihat mulutnya yang menganga.


Satu jam dua jam bahkan tiga jam telah berlalu tapi Pak Bambi belum terlihat juga hingga akhirnya ada adek tingkat yang ku kenal dan kutanyakan padanya.

__ADS_1


Pada


" Mbi, liat pak bambi gak?" Tanyaku


" Eh mbak caca, ada mbak habis ngajar PP PP p PP habis ini beliau kesini tadi aku janjian habis ngajar dikelas mau minta tanda tangan himpunan. Itu mbak dinda kan mbak ? (Dibukanya jaket yang sengaja menutupi kelakuan dinda) hhahahah mbak dinda dari dulu memang kayak kebo suka ***** disemua tempat. Waktu kemaren dia bimbingan ketiduran mbak sampek pak bambi yang bangunin , eh pas bangun dia bilang bapak sudah lama disini kan makin absrut mbak dinda itu padahal dari tadi bapaknya ada didepan kita yang bimbingan."

__ADS_1


kuakhiri pembicaraanku dengan arimbi kerna kulihat pak bambi sudah datang, kubangubkan dinda dengan untuk bersiap siap menghadap pak bambi lalu selanjutkanya diriku yang menghadap pak bambi.


aku menunggu dinda dengan perasaan yang tak menentu semoga dinda mendapatkan acc dosen pembimbing pertama, dan akhirnya dia keluar dengan wajah yang berseri seri sambil melompat senang menghampiriku dengan memamerkan kertas proposal yang sudah ditanda tangani huf leganya aku, sekarang tinggal aku hiff kutarik nafas panjangku bismillah kataku kulanjutkan jalanku menuju ruangan pak bambi.


...setengah jam waktu yang kubutuhkan dalam bimbingan kali ini yang amat sangat lama sekali menurutku memang sangat lama hahaha tapi waktu yang panjang terbayar ketika aku sudah mendapatkan tanda tangan proposal dosen 1 hah rasanya lega satu proses telah selesai tinggal menuju proses selanjutnya....

__ADS_1


...karna masih ada waktu dzuhur sebentar lagi kuputuskan ke masjid fakultasku untuk mengucapkan rasa syukur untuk hari ini yang membuat hidupku lebih berwarna....


lanjut episode selanjutnya ya jangan bosan bosan


__ADS_2