Diamond Heart

Diamond Heart
Episode 2 : Menyambut Pagi yang Baru


__ADS_3

...


...Sultan...


Kriinnggg...Kkrrriiinnnggg...


Hari menjelang waktu Shubuh...Alarm berbunyi membangunkan...Ha? Alarm? Aku kan ngak nyetel alarm? pikirku...Aku mencari - cari hpku lalu mengeceknya...Yap...Benar saja...Suara alarm brisik ini bukan berasal dari hpku...


Aku bangkit dari kasurku dan menghidupkan lampu kamarku, kemudian aku kembali ke kasurku, aku duduk di atas kasurku...Aku menatap ke arah sahabatku yang masih tertidur pulas di kasur di sebelahku...Aku menggerutu jengkel...Sepertinya suara brisik ini berasal dari hpnya...Dengan gemas kuambil bantalku dan kulempar tepat ke mukanya...Ia kaget dan langsung terbangun...


"Bangun dodol...!!"


Bantal yang kulempar tepat mengenai kepalanya...(buukkk!!)


"Bwah...ada apa? ada apa ini..."


Ia glagapan karena kaget...aku menahan tawa melihat ekspresinya...tapi kemudian aku mencoba untuk kembali tegas...


"Ada apa ada apa...pake nanya lagi lu...matiin noh alarm biadab lo...berisik tau...kamu kan tau aku ngak pernah pake alarm untuk bangun dari tidurku..."


Aku mengambil novelku dan duduk menyandar di sisi kasurku yang nempel ke tembok sambil mulai membaca...


"Huuhh...elu suka banget sih gangguin kedamaian tidur gua...mana lagi hp gua nih..."


Dia menggerutu padaku dan mencari - cari hpnya...Setelah menemukannya Lucas langsung mematikan alarmnya...Ia menaruh kembali hpnya di samping bantalnya kemudian dia mengambil ancang - ancang...sepertinya dia mau kembali tidur...


"Heh...yang gangguin kedamaian tidur elu itu alarm lu sendiri...bukan gua...eehhh...!! elu mau ngapain...heh...!! bangun...udah mau subuh juga, masih aja mau tidur...bangun gak lu...kalau ngak ni buku lagi ni yang melayang ke pundak lu..."


Ia bangun terduduk kesal menatapku...rambutnya acak - acakan, mukanya terlihat kusut...yah...aku paham...dia memang kurang tidur malam ini...sahabatku maafkan aku ya, gara - gara aku yang mendadak menjerit dan menangis dalam tidurku, malammu bersamaku kali ini kubuat tidak damai...


Melihat dia yang masih menggerutu kesal dan sayup - sayup mengantuk, aku menyunggingkan senyuman kecilku kepadanya...Senyuman yang dipercaya oleh banyak orang dapat meluluhkan hati orang lain termasuk orang dewasa dan sesama jenis... (yah...aku ngak tau kebenarannya ya...itu kan pendapat orang)


Ia melihatku sekilas, kemudian ia memalingkan pandangannya...Ia bangkit dan menuju kamar mandi sambil ngedumel gak jelas...Aku tertawa geli melihat gelagatnya yang menurutku lucu...


Setelah dia masuk ke kamar mandi, aku teringat kembali dengan memoriku...Aku menghela nafas panjang...yah...dia memang sudah banyak kususahkan selama ini...aku sudah sering menyeretnya dalam kesedihan, membuat dia merasa cemas, takut, dan turut menangis karena kondisiku yang sangat memprihatinkan dulu...


Sahabatku, maafkan aku karena selama ini aku sudah menyusahkanmu...maafkan aku telah menjadi sahabatmu yang egois...begitu pikirku...aku hampir menangis lagi...air mataku sudah hampir jatuh namun mendadak aku disadarkan oleh seseorang yang tiba - tiba menarik dan merangkul tubuhku...


Lucas, sahabatku, dia lah yang merangkulku...ia menarikku ke dalam dekapannya lalu menenangkanku...rupanya ia tau kalau aku mulai bersedih dan ia bergegas keluar kamar mandi untuk menenangkanku...


"Sultan...berhentilah menyalahkan dirimu sendiri...kamu tidak pernah menyusahkanku kok...kalaupun aku pernah berkata demikian itu hanyalah candaan belaka...Sultan ketahuilah, kamu adalah sahabat terbaikku, sahabat tertangguhku, sahabat yang selalu mengingatkanku dan mengajariku makna kehidupan yang sebenarnya, kamu juga sahabat yang selalu menghadirkan senyuman dan tawaku...maka jangan pernah merasa dirimu menyusahkanku ya..."


Lucas memelukku dan membisikkan kalimat yg membuatku terenyuh...aku sempat menangis sebentar, tapi kemudian aku mengusap air mataku dan melepaskan dekapan Lucas perlahan...


"Terima kasih banyak Lucas...tapi kenapa kamu tau aku sedang bersedih..."


Aku menatapnya yang kembali berdiri...kepala, tangan, dan kakinya basah dan lembab...ternyata dia habis berwudhu...


"Kamu lupa Sultan...aku kan bisa membaca pikiran orang...hati dan pikiranmu dari tadi terbaca olehku..."


Dia berkaca sambil merapihkan rambutnya lalu dia nyengir ke arahku...Ah...iya, aku memang lupa kalau dia memang dianugrahi kemampuan membaca pikiran orang...sialan...aku merasa terekspose olehnya...

__ADS_1


"Dasar kurang asem...awas aja lu...gua tutup lagi dah kemampuan lu..."


Aku mencoba menjahilinya dengan cara aku mengambil ancang - ancang pola kunci seolah - olah aku ingin menutup kemampuannya (aku ngak tau kenapa ini bisa terjadi, tapi aku bisa mengunci dan membuka kemampuan Lucas dan Yusi)...Lucas mulai gelagapan...


"Et...ntar dulu bos...jangan main kunci aja...mending kita ngobrol bareng sambil ngopi yuk..."


Dia membalasku dengan cengiran setengah bercanda setengah panik...tawaku akhirnya lepas...aku tertawa melihat tingkahnya...


"Elu aja gih yg ngopi di pos jaga sono...gua mah ngak ngopi subuh - subuh begini..."


Aku membalasnya lalu meninggalkannya untuk mengambil wudhu siap - siap sholat subuh...


Begitu aku selesai mengambil wudhu, tepat azan berkumandang...saat aku keluar kamar mandi aku melihat sejadah sudah di bentangkan oleh Lucas sementara dia duduk bersantai di kursi belajarku sambil diam mendengarkan azan...


Azan sudah berhenti kemudian kami mengambil saf...awalnya aku meminta Lucas untuk menjadi imam, namun Lucas menolak dengan alasan mengajinya tidak terlalu bagus...Akhirnya aku yang memimpin Sholat Subuhnya...


Setelah selesai sholat, aku mengaji bareng dengan Lucas sekaligus mengajari Lucas mengaji...Sebenarnya sih mengajinya Lucas sudah bagus, sudah banyak yang benar cara membacanya, hanya saja memang dia rada kurang lancar...


Kami begitu khusyuk mengaji, sampai tidak sadar hari sudah menunjukkan jam 6 pagi, kami harus bersiap - siap untuk berangkat ke sekolah...ini adalah tahun ajar baru...kami tidak boleh terlambat ke sekolah kami yang masuknya jam 7.30...


Lucas pamit kembali ke kamarnya untuk bersiap - siap berangkat ke sekolah, akupun juga begitu...Begitu Lucas meninggalkan kamarku, aku mengunci pintu lalu masuk ke kamar mandi untuk mandi, setelah itu aku membereskan kamar dan barang - barangku...


Jam 06.20, Lucas kembali mengetuk pintu kamarku, memanggilku untuk mengajak berangkat bareng...kebetulan aku satu sekolah lagi dengannya...


Tok...tok...tok...(suara pintu diketuk)


"Sultan, ayo...kita udah mau berangkat nih...kita belom sarapan loh...nanti kita bisa terlambat ke sekolah..."


Ia memanggilku dari luar pintu kamarku...


Aku mengambil hpku kemudian keluar dari kamarku lalu mengunci pintu kamarku...


"Ayo kita turun sarapan...eehhh..."


Begitu aku berbalik badan setelah mengunci pintu kamarku, aku disambut oleh tatapan cemas 3 orang pengawalku...yah...sebenarnya aku ini merupakan seorang pangeran, putra mahkota dari suatu kerajaan melayu...dan sebenarnya pengawalku yang melihatku saat ini bukan cuman 3 orang, melainkan 4 orang...Lucas, sebenarnya adalah pengawal pribadiku juga, bahkan pengawal pribadi inti atau di kerajaan kami mengenal kedudukan Lucas sebagai pengawal tingkat 3A...Tapi, berhubung Lucas sudah menjadi sahabatku jauh sebelum ia memutuskan untuk mengikuti akademi pengawal untuk menjadi pengawal pribadiku, hubunganku dengan Lucas sudah sangat dekat sehingga aku tidak mau sahabatku memanggilku dengan gelar kehormatanku...


"Yang Mulia, Pangeran Sultan, apakah anda tidak apa - apa...tadi malam kami mendengar suara gaduh dari kamar anda"


Pengawal 1 mulai berbicara


"Iya Tuan...kami takut ada apa - apa dengan Tuan..."


Pengawal 2 ikut menimpali...


"Tuan kalau butuh apa - apa ngak usah ragu Tuan...kami siap melayani Tuan sepenuh hati kami..."


Ya ampun...pengawal 3 malah membungkukkan badannya memberi hormat padaku yang diikuti oleh 3 orang yang lain termasuk sahabatku yang nyebelin ini...ini nih yang suka buat aku canggung...


"Eeh...anu...saya tidak apa - apa kok..."


Aku rada kewalahan menangani mereka sampai Lucas membentangkan tangan kanannya di depanku seolah ingin melindungiku...

__ADS_1


"Pangeran Mahkota tidak apa - apa kok...ia hanya mengigau saja tadi malam...abang - abang sekalian tidak usah takut...saya kan ada di kamar Pangeran tadi malam...dan saya bisa pastikan, Pangeran baik - baik saja kok...sekarang permisi...Pangeran dan saya mau berangkat ke sekolah..."


Suara Lucas tegas untuk menenangkan bawahannya, yaitu pengawal tingkat 3B meskipun ia lebih muda daripada 3 orang pengawalku yang lain...


"Saya tidak apa - apa kok...kalian tidak perlu cemas...maaf ya, saya pamit dulu...terima kasih sudah mengkhawatirkan saya..."


Aku berjalan meninggalkan para pengawalku dan mulai menuruni tangga ke lantai bawah...


Kami berjalan menuju ruang makan kerajaan...di atas meja makan kerajaan, makanan sudah terhidang...orangtuaku, yaitu Sang Raja dan Sang Ratu beserta 3 orang adikku dan beberapa orang pengawal kepercayaan keluargaku sudah mengambil tempat duduk di meja itu...


"Selamat pagi ayah, ibu, dan semuanya..."


Aku mengambil tempat duduk di depan orangtuaku dan kuseret Lucas untuk ikut duduk di sampingku...


"Halo nak, selamat pagi...bagaimana kabarmu pagi ini...apakah kamu baik - baik saja...? soalnya tadi malam kami mendengar suara gaduh dari kamarmu...kami khawatir ada apa - apa denganmu..."


Ibuku menyapaku dengan lembut...


"Ibu...ayah...tenang saja...Sultan tidak apa - apa kok...lagipula tadi malam ada Lucas yang menenangkan Sultan kok, jadi ibu dan ayah tak perlu risau..."


Aku mengambil sarapanku sesuai dengan takaran perutku...Lucas juga sama meski dia nampak canggung di depan orangtuaku...


"Ah...Lucas Putra Purnama Salih...terima kasih banyak ya nak...sekali lagi kamu menunjukkan ke loyalitasanmu kepada Sultan..."


Ayahku menampakkan wajah bahagia dan berterima kasih pada Lucas...Lucas semakin canggung...


"Eh...ngg...Yang Mulia Raja...tidak apa - apa kok...itu hanya kebetulan saja Sultan meminta Lucas untuk menginap di kamarnya...eh...ma...maaf...Yang Mulia maksud saya Pangeran Sultan..."


Lucas menjawab ayahku dengan canggung dan kaku - kaku...


"Hehe...Lucas...kamu tak perlu kaku padaku...kamu sudah kami anggap bagian dari keluarga kami...kamu sudah dari dulu bersahabat dengan Sultan, bukan...kamu boleh kok memperlakukan Sultan selayaknya sahabatmu..."


Ayahku tersenyum pada kami...


"Hmm...baik Yang Mulia..."


Lucas membalas ayahku sambil tersenyum kaku...


"Hmm...manis ya sahabatku...Pangeran ya...mamam tu Pangeran...sejak kapan lu gua ijinin manggil gelar gua..."


Aku mencubit pelan Lucas dengan gemas...sambil berbisik pelan ke arah Lucas...


"Heh sakit...enak aja maen cubit cubit...lu kata badan gua squishy apa..."


Dia balik memukul kakiku pelan...


"Kalian ini ya..."


Ibuku tertawa melihat gelagat aku dan Lucas...


Sesudah makan, kami beberes kemudian kami pamit dengan orangtua kami masing - masing...Setelah berpamitan, aku dan Lucas setengah berlari menuju tempat kami memarkirkan sepeda kami...Kami berangkat menggunakan sepeda ke sekolah kami...Pengawal tingkat 5 membukakan gerbang untuk kami...Salah satu pengawal sempat menawariku untuk diantar dengan mobil, tapi aku menolak...

__ADS_1


Meskipun aku orang berada, aku tak suka bermewah - mewahan...lebih enak bagiku untuk dapat bersepeda bareng dengan sahabatku ketimbang diantar dengan mobil...Gerbang Istana dibuka...sepedaku dan sepeda Lucas melesat keluar pekarangan istana...kami mengayuh sepeda beriringan sambil bercanda riang...15 menit bersepeda, akhirnya tepat 30 menit sebelum sekolah masuk kami sudah sampai di pekarangan sekolah kami...


SMA 1 Ujung Tombak...halo sekolah, disini lah salah satu tempat kelak akan terukir berbagai kenangan bagiku, Lucas dan si "Dia"


__ADS_2