
...
...Sultan...
Aku awalnya hanya berjalan menyusuri koridor sekolahku bersama sahabatku, Lucas...kami berjalan sambil mengobrol dan bercanda gurau dengan asik...Hingga aku terlewat sesuatu yang seketika membuat jantungku berdetak kencang...Aku berhenti dan melihat sekitarku...
"Sul...lo kenapa...? mendadak berhenti gini...muka lo juga memerah begitu lagi..."
Lucas menatap ku yang mendadak terdiam...
"Ah...ngak ada...hanya...ada sesuatu yg ingin kubicarakan denganmu...tapi nanti aja...ayolah..."
Aku mulai berjalan kembali namun Lucas masih tetap diam sambil memeriksa saku celananya...
"Oh...ok...eh...Sultan tunggu dulu..."
"Kenapa..."
Aku berhenti lagi dan menoleh ke arah Lucas...
"Keknya uang gua ketinggalan deh di tas gua...ah kebetulan ini kelas gua...tunggu ya...gua ambil uang gua dulu..."
Lucas sudah hampir memasuki pintu kelasnya tapi aku mencegatnya...Aku sadar kalau ternyata Fatimah sedang berada di kelas itu...Aku belum siap untuk bertemu dengannya...Jadi aku mengarang alasan ke Lucas...
"Udah nanti aja...pake uang gua aja dulu...ayolah...gua udah laper ini..."
Tanpa persetujuan dari Lucas, aku main tarik tangan Lucas mengikutiku...
"Hah...!! lo laper...? emang badan tiang kayak lo bisa laperan...ah...aduh...tuanku...santai dong...maen tarik aja...gua bukan mobil - mobilan...lo kenapa sih Sultan semenjak lewat koridor gedung A glagat lo mulai berubah...lo abis dirasuki arwah tangga gedung A ya..."
Ni orang...nyari naas aja ya...ngatain gua badan tiang lagi...
"Arwah tangga MBAHmu...!!! Gua jelasin ya tapi lo dengerin pake hati lo..."
Aku sudah melepaskan tangan Lucas dan Lucas pun sudah dapat mengikuti kecepatan jalanku...
"Pake hati...? berbagi perasaan...? idih...ogah gua...dasar pangeran sesat...maho lo...maap...gua masih cowok normal...gua gak tertarik sama cowok kayak lo..."
Fix ni orang lagi mencoba membuatku kesal...
"LO NGOCEH APA SIH BAMBANK...!!! Amit - amit gua maho sama lo, amit - amit gua suka sama cowok...lo...lama - lama gua santet juga dah..."
Lucas merangkul tangan kirinya ke bahuku sambil menggodaku yang sudah mulai kesal...
"Hahaha...santai tuanku...aku paham kok apa yang kamu maksud...kamu mau aku menggunakan kemampuanku dalam membaca pikiran orang, untuk membaca pikiranmu kan...? "
"Iya...huh...tuan...? aku bukan tuanmu..."
Aku tersenyum sinis ke arah sahabatku namun sebenarnya aku merasa geli dengan banyolannya Lucas...
"Et...secara teknis kamu itu tetaplah Pangeran Mahkota Kerajaan Riak bukan...?! dan aku adalah pengawal tingkat 3A, yaitu pengawal pribadi Pangeran Mahkota...jadi...intinya...kamu tuanku dan aku adalah pengawal sekaligus pelayan pribadimu..."
Oke...Aku mulai kesal...aku paling benci kalau Lucas sudah ngomong begitu dan aku tau sebenarnya Lucas paham kalau aku ngak suka dipanggil dengan gelar kerajaanku, atau panggilan terhormat lainnya oleh dia...Karena kesal, reflek saja aku memukul perutnya Lucas dengan punggung tanganku...Tidak keras sih, tapi cukup untuk mengalihkan ocehan Lucas dari mengejekku ke perutnya yang sakit karena kupukul...
"Aw...sakit tau..."
Lucas reflek memegang perutnya...
"Lo manggil gua sekali lagi dengan panggilan terlarang semacam itu...ni pukulan tangan gua nih...bakal mendarat ke muka lo lagi dah Cas...lo tau kan gua paling benci lo panggil gua kek gitu..."
"Iya iya...maap...aku kan cuman bercanda...kok kamu jadi galak gitu deh ke aku...yaudah deh...kembali ke intinya aja...apa yang mau kamu diskusiin sama aku..."
Aku melihat ke arah Lucas...Aku emang gak bisa marah lama - lama sama sahabatku yang satu ini jadinya aku sudah kalem lagi...
__ADS_1
"Nanti aja ya Cas...kita beli makanan dulu, mumpung udah sampe kantin...sok, pilih...kamu mau makan apa...aku traktir..."
Aku berjalan di belakang Lucas karena kantin kebetulan sedang ramai...
"Eh...jangan gitu Sul...nanti gua balikin duit lu..."
Aku menyodorkan uang 20 ribu ke arah Lucas...Lucas mengambil uang itu dariku dan menatap mataku...
"Udah ngak apa - apa...kamu kayak lagi ngutang ke orang lain aja...kalau kamu menganggap ku sebagai sahabatmu, terima saja uangku ini...anggap saja sebagai biaya permintaan maafku karna udah begitu emosional hari ini..."
Aku berjalan meninggalkan Lucas yang masih melongo menatapku...
Aku membeli seporsi lontong sayur, sebungkus kue madu, dan segelas teh tawar hangat...Sementara Lucas membeli seporsi gado - gado beserta 2 buah gorengan dan segelas es kopi susu...
Kami bertemu kembali dan makan di satu meja...
"Es...? Jam segini...?"
Aku menatap sahabatku dan tersenyum geli...
"Hehehe...iya...lagi pengen...sesekali ngak papa kan...oiya, Sultan...ini kembalian uangmu..."
Aku menatap ke arah uang yang disodorkan oleh Lucas lalu menatap ke arah Lucas...Ni orang rada keras kepala juga ya...
"Really Cas...? nanti aja deh...ayo kita makan dulu...bentar...tolong jagain dulu ya, aku mau cuci tangan...lo jangan makan dulu...tangan lo penuh dengan kuman...jangan lo pake untuk makan..."
"Iya Sultan...tenang aja...aku udah ketularan higenitasmu kok...cepetan ya..."
"Ok..."
Aku bangkit lalu menuju tempat cuci tangan...Aku mencuci tanganku dengan bersih lalu mengeringkan tanganku dengan saputanganku...
Baru saja aku mau balik ke tempat Lucas, aku secara tidak sengaja melihat...ehem...wanita yang diam - diam kusukai...Fatimah Az-Zahra Asyura...Mendadak aku langsung salah tingkah...Dengan muka yang mulai memerah aku mempercepat langkahku menuju tempat Lucas...Lucas kaget karena aku mendadak duduk di sebelahnya Lucas...
Ia kubuat jadi risih karena kemunculanku yang mendadak...
"Lu...Lucas...aku...aku...aku malu...aku belum siap..."
Aku meringkukkan badanku condong ke arah Lucas...
"Lliihhh...apa - apaan sih kamu ini...jaga jarak....nanti kita bisa dikira gay tau dasar dodol...awas...aku mau cuci tangan dulu..."
Dia mendorong badanku menjauhinya...Aku sadar lalu aku pindah bangku ke depan Lucas...Sementara Lucas pergi untuk mencuci tangannya...
Lucas sudah kembali dan aku mulai ngobrol dengannya...
"Maap yang tadi ya...eng...Lucas...sebenarnya ada satu hal yang kita lewatkan disini..."
Aku kembali berbicara setelah aku berhasil sedikit mengendalikan emosiku dan setelah Lucas selesai mencuci tangan...
"Apa itu...?"
Lucas memperhatikanku sembari mengunyah sepotong gorengan...
"Eng...kamu tau ngak...Fatimah ternyata masuk sekolah ini juga..."
"Fatimah...? hmm...dia kan pintar, peraih juara 2 umum di SMP kita dulu...yah...memungkinkan sih kalau orang sepintar Fatimah masuk sekolah favorite kek begini...hmmm...oohh...pantas aja kamu begini...salting gara - gara cewek yang kamu suka satu sekolahan lagi denganmu kan...? aku paham...aku paham..."
Lucas memperlihatkan wajah simpatik nya...Mukaku semakin memerah...
"Iya...aduh Lucas...bagaimana ini...? aku belum siap untuk bertemu dengan Fatimah...jantungku belum siap..."
Aku menutup mukaku dengan tanganku...
__ADS_1
"Hei hei...rileks kawan....calm down...semua kan baik - baik saja...nanti kita bicarakan lagi...untuk saat ini kamu santai dulu dan habiskan makananmu ya...sayang tu ntar kebuang..."
"Eh umm...oke..."
Aku mencoba mengendalikan diriku sambil memakan makananku...
Lucas mengalihkan pikiranku dengan obrolan - obrolan santai yang menyenangkan dan tidak menyangkut mengenai Fatimah sehingga aku mulai kalem kembali...
Kami sudah selesai makan, kemudian kami bangkit dan beranjak pergi dari kantin...Aku melihat jam tanganku...Waktu istirahat masih 15 menit lagi...Berhubung masih cukup banyak waktu, kami memilih untuk berjalan - jalan mengitari sekolah kami...
Kami berkeliling sambil mengobrol dan bercanda gurau...Akhirnya kami bertemu tempat duduk kosong yang berada di bawah pepohonan rindang...Kami menepi lalu duduk dan mengobrol santai disana...sampai...
"Engg..."
Lucas mendadak terdiam...
"Lo kenapa Cas...kok tiba - tiba jadi diem begitu..."
Aku menatap heran ke arah sahabatku...
"Hmm...nggak...nggak ada kok...nggak apa - apa...cuman...hmmm...kayaknya sebentar lagi giliran lo yang bakalan ngebungkam deh..."
Lucas masih menatap ke arah belakangku...
"Maksudmu??"
Aku jadi tambah bingung dengan jawabannya Lucas...
"Putar kepalamu dan liat siapa yang datang..."
Lucas menunjuk ke arah belakangku...
"Eng?...eeehhhh..."
Aku kaget dan mendadak mematung melihat 3 orang yang sedang berjalan mendekati kami...Dia adalah Fatimah dan 2 orang temannya yang lain...
"Hei Fatimah...halo...apa kabar...? lama tak jumpa..."
Lucas sialan...dia malah sengaja memanggil Fatimah lagi...
"Eh...Lucas...waahh...kamu masuk kesini juga ya ternyata...selamat ya...hihi...aku senang bisa melihatmu lagi disini...eh kamu lagi sendirian nih? boleh kami ikutan duduk gak...? oiya kenalin ini teman sekelasku, namanya Sekar dan yang ini Mila..."
Fatimah memperkenalkan teman barunya ke Lucas...Sementara aku memunggungi Fatimah karena aku masih malu untuk bertemu dengan Fatimah...Tapi kayaknya mereka tidak sadar dengan keberadaanku karna aku duduk dibalik pohon...
"Oh...hai Sekar, hai Mila...kenalin namaku Lucas...aku teman satu SMP dengan Fatimah...oiya Fatimah...ngomong - ngomong aku lagi nggak sendirian loh...tapi kalau kamu mau ikut nimbrung mah ya nggak apa - apa..."
Lucas menyapa teman - temannya Fatimah dengan ramah...
"Oh hai Lucas...senang bisa mengenalmu...namaku Sekar...oiya...katamu kamu lagi nggak sendirian...tapi kayaknya aku nggak liat ada orang lain bersamamu..."
Sekar membalas Lucas dengan senyuman bersahabat...
"Aku memang tidak sendirian kok...nih di depanku ada temanku...jangan ketipu sama rambutnya yang memang berwarna coklat...dia ini manusia kok bukan ranting pohon..."
Lucas menarik tanganku sehingga aku menjadi terlihat oleh Fatimah dan teman - temannya...Jantungku berdegup kencang karena malu...
Aduh Lucas sialan...Dia pake acara nyeret aku segala lagi...Aduh bagaimana ini...Fatimah...Dia sudah berada di depanku...Aku nggak mungkin kabur...Aku harus apa...Aku harus gimana...Aaaaa...
...
...
...
__ADS_1