
...
...Fatimah...
Hai, namaku Fatimah Az-Zahra Asyura...Aku adalah putri tunggal dari keluargaku...Ayahku bernama Rahman Asyura dan ibuku bernama Siti Aulia...
Kondisi keluargaku...hmm...rumit...Dahulu ayahku bekerja di perusahaan konstruksi...ayahku menjadi manager dari suatu proyek besar perusahaan kala itu...Saat itu, kehidupan kami sejahtera dan berkecukupan...
Ketika masih bekerja, ayahku memiliki kebiasaan buruk, ayahku suka menghambur - hamburkan uangnya untuk berjudi...Dan ia sering kalah taruhan...Ibuku sering memarahi ayahku karna hal itu tapi sayangnya teguran ibuku tidak diindahkan oleh ayahku...
Hingga suatu hari terjadi malapetaka di perusahaan ayahku...Proyek yang berada di bawah kendali ayahku mengalami kegagalan...Akibat kegagalan itu, perusahaan menjadi bangkrut, ayahku terpaksa di PHK...Sejak saat itu, kondisi keluarga kami mulai jatuh...Diperparah lagi, kebiasaan berjudi ayahku masih tetap ada meski kondisi keluarga kami mulai memburuk...Akibatnya, sisa persediaan keuangan keluarga kami habis untuk membayar uang taruhan judi ayahku...
Uang kami terus terpakai untuk membayar hutang judi ayahku hingga akhirnya kami sudah tidak memiliki biaya untuk memenuhi kebutuhan kami...Setelah benar - benar jatuh, akhirnya ayah baru mau berhenti berjudi...Ayah kemudian bekerja serabutan sebagai kuli bangunan...Karena gaji yang ia peroleh sedikit, ditambah lagi ayahku mulai terlilit hutang, akibatnya ayahku menjadi depresi...Ayahku jarang pulang ke rumah, kalaupun pulang, ayah hanya akan mengurung diri di kamar dan tidur...
Ibuku yang khawatir dengan kondisi keluarga kami akhirnya memutuskan untuk turun mencari nafkah...Sejak saat itu ibuku bekerja menjual sayuran keliling...Setiap pagi aku membantu ibuku mempersiapkan barang yang akan dijual oleh ibuku...Apabila aku sedang libur, aku akan ikut ibuku berjualan keliling...
Melihat dari kondisi keluargaku, aku merasa sedih, miris, dan iba...Aku bertekad untuk mengubah kondisi keluargaku...Aku ingin mewujudkan mimpiku dan membahagiakan kedua orangtuaku...Aku memiliki cita - cita menjadi ahli hukum, oleh karena itu aku rajin belajar dan mencari beasiswa untuk menggapai mimpiku...
Ketika aku dinyatakan lulus ke SMA terfavorit dan terbagus di daerahku, aku begitu senang...Terlebih lagi, pagi ini adalah awal dari tahun ajar baru...Ini pertama kalinya aku akan menuntut ilmu di sekolah idamanku...
Seusai aku membantu mempersiapkan dagangan ibuku, aku lekas ke kamar mandi dan mandi...Setelah itu aku memakai baju seragam SMA ku yang sudah kusetrika rapi tadi malam...Aku memakai seragam ku dengan riang sambil bercermin...Tada...Aku sudah rapi dan siap berangkat ke sekolah...Aku keluar kamar lalu aku menyantap sarapan bersama orangtuaku...
Alhamdulillah masih ada rezeki untuk makan...pikirku...Setelah makan aku bangkit dan hendak mencuci piring, tapi ibuku mencegahku....
"Anak cantik ibu mau ngapain..."
Tanganku dipegang oleh ibuku...
"Eee...mau nyuci piring bentar Bu..."
"Udah nggak apa - apa...tinggalin aja piringnya...biar ibu yang nyuci nanti...kasihan kamu nanti, bajumu bisa kusut dan basah...kan sayang kalau seragammu yang sudah rapih begini jadi berantakan..."
Aku awalnya mau berkeras mencuci tapi tanganku dipegang kuat oleh ibuku...
"Eee..beneran ni bu?"
Aku jadi ngerasa nggak enak sama ibuku...
"Nggak apa - apa sayang...ayo ambil barangmu dan berangkat lah lagi...nanti kamu telat loh..."
__ADS_1
"Baik bu..."
Aku masuk ke kamarku lalu mengambil ranselku...Aku memakai ranselku lalu memakai kaus kaki...Di teras depan rumah baru lah aku memakai sepatu...
"Nih uang jajanmu...hati - hati ya nak dan selamat bersekolah..."
Ibuku menyodorkan uang...Aku menyambut tangan ibuku...
"Eh...iya bu...terima kasih ya bu...bu, Fatimah pamit ya...Assalamuallaikum..."
Aku mengambil uang yang diberikan oleh ibuku lalu aku mencium tangan ibuku, berpamitan...
"Waalaikummussallam...hati - hati ya nak..."
Aku berjalan menjauhi rumahku sambil melambaikan tangan ke arah ibuku...
Rumahku sudah tidak terlihat lagi tapi aku masih harus terus berjalan ke persimpangan gang rumahku untuk dapat naik angkot...Setelah berjalan kaki selama 10 menit akhirnya aku sampai ke persimpangan...Aku duduk sejenak di bangku batu yang terletak diseberang persimpangan gang rumahku tepatnya di depan sebuah warung...Setelah 5 menit menunggu, akhirnya angkot pun datang...Aku menaiki angkot tersebut...Selama 15 menit aku duduk memperhatikan jalan...Tidak terasa akhirnya aku sampai di tempat tujuanku...Aku turun dari angkot dan berjalan sedikit untuk mencapai kawasan sekolahku...
Aku memperhatikan gerbang sekolahku...SMA Negeri 1 Ujung Tombak...Aku menghirup nafas dalam karena senang...Aku sempat diam sejenak kemudian aku kembali melangkahkan kaki memasuki sekolah baruku...Aku sampai 45 menit sebelum bel sekolah berbunyi...
Sembari menunggu bel sekolah berbunyi aku duduk - duduk di salah satu bangku yang tersedia di sepanjang koridor sekolah...Aku membaca buku sebentar, sampai akhirnya bel sekolahku pun berbunyi...Aku mengambil topiku, meletakkan tasku dengan rapi, lalu aku pergi ke lapangan upacara untuk ikut berbaris sebelum melaksanakan upacara bendera...
Terdengar hiruk pikuk para siswa baru mencari barisan sesuai dengan kelas yang telah ditentukan...Aku mendapat kelas X IPS 1 yang lokalnya terletak di lantai 2 gedung A yaitu sebelah selatan lapangan upacara...
Setelah pembagian kelas selesai dibacakan, kami dibubarkan dan disuruh untuk kembali ke kelas kami masing - masing...Seketika lapangan kembali dipenuhi oleh hiruk pikuk siswa yang sibuk mencari kelasnya, termasuk aku...
Aku mengambil tasku kemudian aku berjalan menuju gedung kelasku...Di tengah perjalanan aku bertemu dengan Mela, teman SD ku dan Dania, teman SMP ku...Aku berbincang sejenak dengan mereka, setelah itu kami berpencar...Mela masuk kelas X IPS 7 dan Dania masuk kelas X IPA 4...
Aku lanjut berjalan hingga sampai lah aku di gedung A...Aku menaiki tangga menuju kelasku...Aku memasuki kelasku dan mengambil bangku...Aku duduk di barisan pojok kiri paling depan...
Disini aku memang tidak sekelas dengan teman - teman SMP ku ataupun teman - teman SD ku...Tapi aku langsung dapat teman baru...Sembari menunggu guru, aku mengobrol dengan teman - teman baruku...Ada Mila, Sekar, Retno, Farhan, dan Tommy...
Kami mengobrol dengan asik sampai akhirnya guru kami pun datang...Beliau adalah wali kelas kami, Bu Ema...Kami memulai kelas dengan perkenalan, pembacaan aturan, serta pemilihan pengurus kelas...Sesuai hasil kesepakatan, aku terpilih menjadi sekretaris kelas...
Setelah itu kami semua mengobrol dan saling bertukar cerita dan pengalaman hingga jam pelajaran Bu Ema selesai...Bu Ema menyudahi kelas lalu pamit keluar meninggalkan kelas kami...
Jam pelajaran kedua masuk, kami melakukan hal yang sama seperti tadi...berkenalan, melakukan kontrak pembelajaran, pembacaan paraturan, dan sharing cerita...Begitulah sekiranya yang kami lakukan sampai bel tanda istirahat berbunyi...
Para guru keluar dan meninggalkan kelas disusul oleh para murid yang turut keluar untuk beristirahat...Aku keluar dari kelasku dan memandang murid - murid yang mulai berhamburan ke sekeliling sekolah...
__ADS_1
Aku turun ditemani oleh Mila dan Sekar...Tapi karena saking ramenya siswa yang berebut turun, aku kehilangan kedua temanku karena terus didesak oleh siswa - siswa yang lain...
Aku sampai di lantai 1 gedung kelasku...Tapi ntah apa yang kupikirkan, kepalaku terasa berat ingin melihat ke arah kiri tepatnya ke arah koridor dari gedung B...
Aku melihat seksama koridor gedung B...Dari kejauhan ku dapati pemandangan yang terasa tidak asing bagiku...Terlihat olehku dua orang laki - laki saling rangkul bahu berjalan menuju koridor gedung A...
Tu...tunggu...Pantas saja aku merasa tidak asing...2 orang laki - laki itu adalah salah satu dari 5 orang sahabatku di SMP...Mereka sama - sama tinggi, hanya saja salah satu diantara mereka berdua memiliki badan yang kurus...
Yang disebelah kiri memiliki tubuh yang tinggi ideal, rada berotot, rambutnya berwarna hitam dengan belahan rambut tepat ditengah - tengah kepalanya, memiliki warna mata coklat gelap dengan alis hitam dan cukup tebal...Tatapan matanya terlihat dingin dan kaku tapi sebenarnya dia orang yang baik, setia, dan enak diajak ngobrol...
Dia lah Lucas Putra Purnama Salih, teman ngobrol yang paling setia...Lucas adalah anak dari kepala pengawal Kerajaan Riak, Salih Ardiansyah...Lucas sendiri juga merupakan seorang pengawal kerajaan, tepatnya adalah pengawal pribadi Pangeran Mahkota Kerajaan Riak...Ia menuturkan bahwa ia sudah mengambil pelatihan akademi pengawal sejak berumur 12 tahun dan itu atas kemauannya...
Di sebelah Lucas, berjalan seorang laki - laki bertubuh tinggi kurus, rambutnya berwarna coklat tua dengan belahan rambut sebelah kiri, matanya berwarna coklat cerah dengan alis berwarna hitam kecoklatan rada tebal...Tatapan matanya tajam tapi ramah...Wajahnya bila digambarkan lebih detail lagi akan susah, soalnya dia memiliki wajah yang lebih tampan daripada Lucas...
Dia lah Sri Sultan Aliansyah Qasim...Dia adalah bintang di sekolahku dulu karena ia memiliki wajah yang tampan, hati yang lembut, dan otak yang cemerlang...Dia orang yang ceria, lugu tapi cerdik, ramah, baiknya kebangetan, pemaaf, lemah lembut, pintar, asik diajak ngobrol baik itu pembicaraan santai maupun pembicaraan serius, serta orangnya asik diajak bercanda...
Banyak wanita yang jatuh hati padanya, namun karena Sultan orang yang agamis juga, Sultan selalu menjaga diri dan jarak dari para gadis, ia menolak tegas untuk bersentuhan dengan perempuan kecuali jika itu kondisi yang sangat terpaksa...
Sebenarnya aku pun diam - diam sudah menyukai Sultan cuman aku berusaha untuk menempis perasaanku padanya...Alasan aku menyukai Sultan adalah karena keindahan hatinya yang bagaikan berlian, bagiku, ia seperti memiliki "Hati Berlian"...
Yah...namanya cinta ya...meskipun aku sudah menjadi sahabat perempuannya Sultan, tapi tetap saja aku tidak bisa membohongi perasaanku...Aku tetap deg - degan ketika berada di dekatnya...Aku sering salting jika tiba - tiba melihat Sultan...
Seperti yang terjadi saat ini...Kakiku berasa membatu, aku hanya bisa terpaku melihat Sultan dan Lucas berjalan semakin dekat dengan koridor tempat aku berdiri mematung...
Aku terpaku sejenak kemudian aku panik karena mereka semakin dekat, aku belum siap untuk bertemu dengan mereka...Aku panik lalu aku memalingkan tubuhku...Aku mencari kelas terdekat dan aku sembarang masuk saja...Jantungku berdebar - debat lantaran aku masuk tepat beberapa saat sebelum Sultan dan Lucas lewat...
Kupikir mereka tidak menyadari keberadaanku dan akan lewat begitu saja...Tapi ternyata...Sultan mendadak berhenti disusul oleh Lucas yang memandangi sahabatnya...Jantungku berdetak semakin kencang tatkala Sultan mulai menoleh ke arah belakang dan ke arah kelas yang kumasuki ini...
Tidak Sultan, Lucas...jangan kemari dulu...aku belum siap untuk bertemu dengan kalian...aku belum siap untuk bertemu denganmu, Sultan, laki - laki yang diam - diam kucintai...kumohon pergilah...pikirku dalam hati...
Tapi sesuatu tidak terduga terjadi...Lucas mendadak memalingkan tubuhnya ke arah kelas ini...Aku tegang karena takut Lucas akan mengajak Sultan untuk masuk kedalam kelas ini...
Aku deg - degan...Oh Tuhan...tidak...kumohon...jangan kemari dulu...
...
...
...
__ADS_1