
...
...Sultan...
Teng...teng...teng...
Bel tanda masuk di sekolah kami telah berbunyi...Para siswa di sekolah mulai sibuk untuk mempersiapkan perlengkapan upacara bendera terutama bagian penyelenggara upacara...Satu per satu siswa dan guru mulai berkumpul di lapangan dengan memakai atribut upacara dan mulai berkumpul sesuai dengan kelas, tingkatan, dan jurusan mereka masing - masing...
Aku dan Lucas yang awalnya duduk - duduk di sekitaran lingungan sekolah kami, segera bangkit...Berhubung kami masih siswa baru, kami belum dapat pembagian kelas dan ruangan kelas kami, jadinya kami, para siswa baru disuruh untuk meletakkan tas kami di bangku panjang yang disediakan di sepanjang koridor dekat lapangan upacara sekolah kami...
"Eh Cas...bel udah bunyi tuh...ayo kita ke lapangan lagi...upacara...btw kamu bawa kan topinya?"
Aku memegang bahu Lucas...
"Bawa kok tenang aja...ini dia...yok...tas kita tinggalin disini aja..."
Ia mengambil topinya dari dalam tasnya dan menutup kembali tasnya lalu menyandarkan tasnya di dekat tasku...
"Oiya...aku penasaran, apakah cuma aku, kamu, Widya, Nopal, dan Rizman saja kah yang lulus ke sekolah ini dari SMP kita?"
Aku bertanya sembari berjalan ke arah lapangan beriringan dengan Lucas...
"Hmm...kalau setahuku kita ber 15 yang lulus kemari...eh...Sultan...bukankah kamu jurusan IPA...IPA kelas X disana, bukan disini...ini kelas X IPS..."
Aku awalnya gak sadar, sampe diingetin oleh Lucas...
"Oiya ya...maap keceplosan...yaudah nanti aja kita ngobrol lagi..."
"Ok sip Sultan...aman..."
Ia memberikan kode setuju...
Aku lupa, kami memang satu sekolah, tapi kami beda jurusan...Sesuai yang dibilang Lucas tadi, aku jurusan IPA dan Lucas jurusan IPS...Maklum lah ya aku lupa, soalnya aku memang sudah sering sekali sekelas dengannya sejak SD dan itupun kebanyakan secara kebetulan...Ini adalah pertama kalinya dan awal dari kami pisah jurusan setelah setidaknya 4 tahun berturut - turut selalu sekelas dan satu sekolahan...
Aku menuju barisanku dan tak lama kemudian upacara bendera mulai dilaksanakan....Kami mengikuti upacara dengan hikmat...Setelah selesai upacara, guru - guru, siswa - siswa senior, dan para penyelenggara upacara membubarkan diri dan kembali ke tempat mereka masing - masing...Hanya tersisa kami para siswa baru dan beberapa orang guru...
Kami mengambil tas kami dulu sebelum pengarahan dan pembagian kelas mulai dibacakan oleh seorang guru...Kami semua mendengarkan pengarahan itu dengan seksama sampai tiba saat pembacaan pembagian kelas...
Jurusan IPS mendapat 7 kelas dan jurusan IPA mendapat 8 kelas...Siswa - siswa yang disebutkan namanya oleh guru kami, bangkit satu persatu dan membentuk barisan baru...Aku mendengarkan dengan seksama hingga terdengar namaku, nama Lucas, dan nama beberapa orang temanku terpanggil...Cuman, berhubung aku dan Lucas sama - sama saat itu kurang fokus dan tidak mendengarkan dengan baik, karena kami sibuk mengobrol dengan teman sekelas kami yang baru, kami kelewatan beberapa nama teman kami...Salah satunya adalah nama seseorang yang spesial bagiku...
Begitu nama anak terakhir dibacakan, kami diminta berbaris sebentar di lapangan sesuai dengan urutan kelas kami...sebelum akhirnya kami dibubarkan dan kami menuju kelas kami masing - masing sesuai dengan yang sudah ditentukan oleh guru kami...
Aku mendapat kelas X IPA 2 yang ruangannya berada di lantai 2 gedung B, sebelah barat lapangan upacara...Sementara Lucas mendapat kelas di X IPS 5 yang ruangannya berada di lantai 1 gedung A, sebelah selatan lapangan upacara...
Sebelum berpisah dengan Lucas, aku melambaikan tanganku kepadanya yang dibalas olehnya dengan lambaian tangan juga...Kemudian aku naik ke lantai 2 gedung B tempat kelasku berada, tepatnya di sebelah kiri dari tangga dan berada dekat dengan tangga...Bila lurus lagi setelah belok kiri dari tangga, bakalan mentok ke lokal X IPA 1 yang berada di pojokan...
Aku mengambil tempat duduk, seperti biasa, aku memilih barisan tengah posisi paling belakang...Yah...Ini cuman kebiasaan aja ya, karena dulu ketika SMP, aku selalu jadi ketua kelas...Dan untuk memastikan anggota kelasku aman dan tertib, aku selalu memperhatikan dan mengawasi anggota kelasku dari bagian belakang kelas...
Semua teman sekelas baruku juga turut memasuki ruangan kelas dan memilih bangku yang mereka inginkan...Ketika aku sedang duduk - duduk sambil membaca sebuah buku, ada seseorang yang mendatangi dan menyapaku...
"Hai...Sultan...apa kabar? inget aku ngak, Fauzan, kita teman satu SMP...wah...aku ngak tau kalau kita sekelas...hehe...padahal dulu waktu SMP aku ngak pernah sekelas denganmu..."
Aku menatap teman SMPku, Fauzan...Walau kami tidak pernah sekelas, dia satu organisasi basket denganku dulu...
"Oh...hai Fauzan...Alhamdulillah aku baik...bagaimana denganmu? iya...aku inget kamu kok...kamu kan dulu satu tim basket denganku...waahh...kamu tambah jangkung ya...masih rajin ngebasket?"
__ADS_1
Aku menutup bukuku dan membalas obrolan Fauzan dengan ramah...
"Hmm...Alhamdulillah aku sehat kok dan aku juga masih cukup sering main basket cuman ya...akhir - akhir ini aku sedang sibuk aja, jadi gak sempat ngebasket gitu...oiya...btw ngapain kamu duduk di belakang...bukankah kamu pemegang juara satu umum di sekolahan kita dulu ya..."
Dia duduk dan mengambil bangku barisan sebelah kananku, dua bangku di depanku...
"Pfftt...memangnya kalau juara satu tu harus duduk di depan gitu? Dari dulu aku emang duduk paling belakang kok...udah biasa..."
Aku tertawa kecil mendengar pertanyaannya...
"Kamu serius Sul...wah...jarang - jarang loh kutu buku jenius kayak kamu tu mau duduk di barisan paling belakang...biasanya yang sejenis kayak kamu tu maunya duduk paling depan..."
Fauzan memasang tampang tidak percaya...
"Hehehe...memangnya muka jahil kayak aku ini pantes kamu bilang muka kutu buku...lagipula aku ni udah terbiasa duduk di belakang, soalnya kan dari dulu aku ketua kelas terus...aku duduk di belakang guna memantau dan memastikan anggota kelasku aman, tertib, dan ngak meribut..."
Aku membalas dengan enteng pertanyaan Fauzan sambil tersenyum...
"Oh begitu...eh...btw Sultan...kamu tau bukan saingan nilaimu dulu, Fatimah Az-Zahra Asyura, yang pernah merebut juara satu umum dari mj sebanyak dua kali itu loh, yang dari kelas IXB, teman sekelasku waktu kelas VIIID..."
Aku tidak tahu kenapa, namun begitu nama wanita itu disebutkan aku menjadi tegang dan antusiasku meningkat...
"Iya kenapa?...ada apa emangnya dengan si Imah?"
Aku bertanya dengan rasa penasaran kepada Fauzan...
"Hmmm...kamu beneran ngak tau Sul? Dia masuk sekolah yang sama loh dengan kita...wah...ini bakal gawat ni...dua orang pemegang juara satu dan juara dua umum di SMPN 1 Ujung Tombak sama - sama masuk satu sekolah yang sama lagi...Engg...Sultan...kamu kenapa?"
Begitu mendengar kabar bahwa Fatimah ternyata satu sekolah lagi denganku, hatiku mendadak deg - degan...Tidak bisa kupungkiri, mukaku menjadi sedikit memerah...
Sial...aku menjadi salah tingkah...
"Bentar...jangan - jangan kamh suka sama Fatimah ya, Sultan..."
Fauzan menatapku dengan tatapan yang tajam namun jahil...
"Eh...ngg...nggak kok...nggak..."
Aku mencoba menyanggah, tapi sayang, karena aku punya sindrom pinokio, warna mataku yang seharusnya berwarna coklat cerah akan berubah menjadi warna hitam pekat ketika aku berbohong...Dan saat ini, mataku tidak mau bekerja sama denganku...
"Pffttt...kamu sadar ngak Sultan...warna matamu menghitam loh...kamu pasti sedang berbohong kan..."
Aku semakin panik mendengar jawabannya yang menyadari perubahan warna mataku...Aku kemudian mendekatinya...
"Iya iya...ku akui, aku memang menyukai Fatimah.. tapi tolong dong...tolong jaga rahasiaku...kumohon..."
Aku menutup mulut Fauzan dan membuat gerakan isyarat...
"Hmm...bagaimana ya..."
Ah sial, dia malah mengerjaiku...
"Fauzan..."
Aku bersuara dgn rada ngegas karena kesal dipermainkan oleh temanku...
__ADS_1
"Hehe...iya iya...ampun Sultan...aku becanda...aku gak akan kasih tau siapapun kok...aku janji...eh...eh...ibu...ibu guru datang tuh..."
Konsentrasiku terpecah, aku memperhatikan seorang guru yang sedang melangkah menuju kelas kami...Aku kembali ke tempat dudukku...
Dari tempat dudukku, Fauzan menoleh ke belakang ke arahku...Aku mengambil kesempatan menatap lekat mata Fauzan untuk memastikan dia jujur atau bohong, dia tulus atau main - main...
Selain aku gak bisa berbohong, aku dikaruniai kemampuan untuk membaca kejujuran dan ketulusan orang...Semua itu terlihat di mataku...Kalau orang mencoba berbohong padaku, aku bisa melihat warna matanya berubah menjadi hitam dan itu hanya aku saja yang bisa melihatnya...
Nah...saat ini warna mata Fauzan tidak menghitam...Ok...aku bisa setidaknya mempercayai Fauzan untuk saat ini...Setelah itu pandanganku beralih dari Fauzan ke guru baru kami...
Guru kami memulai kelas...Beliau memperkenalkan dan menjelaskan terlebih dahulu mengenai dirinya, peraturan - peraturan di kelas, peraturan - peraturan di sekolahan, dan peraturan - peraturan pribadinya di kelas...Ternyata beliaulah wali kelas kami...
Setelah panjang lebar, guru kami memperkenalkan dirinya, bergantian dengan kami yang saling bergiliran memperkenalkan diri kami...hingga tiba ke giliranku...
Aku memperkenalkan diriku dengan hormat...Ketika aku bilang bahwa diriku adalah pangeran pewaris tahta kerajaan Riak, mendadak seisi kelas langsung membisu dan menatap lekat ke arahku...Aku menjadi canggung...
"Eh...anu...kalian tidak perlu menatap saya dengan tatapan seperti itu...saya datang kemari untuk belajar bukan untuk pamer tahta...disini kedudukan kita semua setingkat, sama - sama pelajar, begitu pula dengan saya...jadi saya mohon kepada teman - teman tolong jangan memanggil saya dengan gelar atau panggilan kehormatan kerajaan seperti Tuan, Yang Mulia, Pangeran Riak, dll...teman - teman cukup memanggil saya dengan nama saya saja, Sultan...engg...Sultan itu nama loh ya...bukan gelar..."
Aku menjelaskan kepada mereka dengan canggung dan rada panik...Tapi ternyata disambut baik oleh teman - teman baruku...Mereka menyetujui permintaanku...
Sesudah perkenalan, guru kami bercerita beberapa kisah, hingga tiba pergantian jam pelajaran...Kami melakukan hal sama dengan yang kami lakukan tadi, perkenalan dan bercerita, hingga tibalah jam istirahat...
Aku turun dari gedungku berencana mau menjelajah sekolah baruku...Ketika aku sudah mau sampai lantai satu, kudapati Lucas sudah menungguku di bawah tangga gedung kelasku...Dia menyapaku lalu merangkulkan tangannya di bahuku...
"Gimana Bosque...lancar gak hari pertama sekolahnya, asik - asik gak temen sekelasmu..."
Kami berjalan sambil mengobrol...
"Yah...lumayanlah...lumayan enak...lumayan asik...elo sendiri gimana?...eh...btw aku sekelas loh dengan Fauzan...lo kenal kan dengan Fauzan, anak tim basket itu..."
"Kelas gua mah santuy Sul...oiya...Fauzan kan?...aku kenal kok dengannya...dia itu kan selain basket juga anggota PMR, sama denganku..."
"Eh?...Beneran?...hehe...kok aku baru tau ya kalau Fauzan itu anggota PMR juga...eee..."
Aku terlalu asik mengobrol dengan Lucas sampai aku tidak sadar bahwa aku telah melewati seseorang yang kukenal...aroma tubuhnya nya begitu khas bagiku...aku mendadak langsung menoleh ke belakang...
"Kenapa Sultan..."
Lucas ikut - ikutan menoleh ke belakang...
"Eee...ada suatu hal yang lepas dari pengawasan kita..."
"Hah...apa itu Sultan?"
Lucas nampak semakin penasaran...
"Seseorang yang mengingatkanku dengan suatu hal dan suatu perasaan..."
Aku membalasnya dengan tatapan rada sayu...
....
....
....
__ADS_1