Diamond Heart

Diamond Heart
Episode 6 : Dua Idiot, Para Gadis, dan Ke-absurd-an yang Hqq...


__ADS_3

...


...Sultan...


"Lucas sialan...lo cari naas sama gua ya..."


Aku berbisik amat pelan kepada Lucas...


Aku kesal pada Lucas, padahal ia tau kalau aku malu untuk bertemu dengan Fatimah tapi dia malah dengan sengaja menarikku agar terlihat oleh Fatimah dan teman - temannya...Ni orang kayaknya minta mati deh...


"Good luck..."


Lucas tersenyum jahil ke arahku...


"GOOD LUCK KEPALAMU...!!!"


Kataku dalam hati...Aku menendang kaki Lucas dengan geram...Akibatnya Lucas jadi meringis kesakitan...


"E...ehh...Su...Sultan...Kamu disini juga...?"


Fatimah terlihat canggung ketika melihatku...


"Ehem...yosh...ha...halo Fatimah...apa kabar...? senang bisa bertemu denganmu lagi..."


Aku terpaksa memasang wajah ceriaku dan bertingkah seolah - olah nggak ada apa - apa...Padahal sebenarnya jantungku sudah seperti mau meledak...


"Eh...iya...aku baik - baik saja...aku juga senang bisa bertemu denganmu lagi...eh...anu...i...ini...perkenalkan temanku..."


Belum selesai Fatimah berbicara, aku sudah buru - buru memotong...


"Umm...halo Sekar, halo Mila...senang bisa mengenal kalian...perkenalkan namaku Sultan, aku teman satu SMP juga dengan Fatimah..."


Sial sial sial...aku jadi canggung jadi salting...


"Oh halo Sultan...aku Mila...salam kenal..."


Mila menyodorkan tangannya ke arahku


"Iya Sultan, aku Sekar...salam kenal...semoga kita bisa jadi teman..."


Sekar ikut menyodorkan tangan ke arahku...


Tapi aku menolak untuk bersalaman dengan Mila dan Sekar...


"Hmm...salam kenal...ya aku juga berharap kita bisa berteman...cuman maaf banget ya...aku tidak bisa balas menyalami tangan kalian...maaf bukan mahrom...aku tidak terbiasa untuk bersentuhan dengan wanita yang bukan mahromku..."


Tanganku memberikan isyarat meminta maaf sementara aku memasang senyum ramahku...


"Oh...i...iya...nggak papa kok Sultan..."


Ok...sekarang Sekar dan Mila yang malah kubuat canggung...


"Ey...Fatimah, Mila, Sekar...ayo duduk...nggak apa - apa kok...kami nggak berkeberatan kok..."


Lucas memanggil Fatimah dan teman - temannya...


"Oh...i...iya...silahkan..."


Aku bangkit dan pindah tempat duduk ke samping Lucas...Aku menyilakan Fatimah dan teman - temannya untuk duduk...


"Maaf ya Sultan, Lucas...kami ganggu ya..."

__ADS_1


Fatimah dan teman - temannya duduk di depan aku dan Lucas...


Ugghh...Fatimah malah tersenyum manis lagi...Aku serasa meleleh melihat senyumannya Fatimah yang begitu manis dan membuat jantungku serasa mau copot...Aku memalingkan wajahku dari para gadis dan menghadap ke arah Lucas...Aku sadar mukaku sudah memerah bagaikan tomat...Aku salting parah...


"Engg...Sultan...kamu kenapa? kok wajahmu memerah dan gelagatmu jadi aneh..."


Sekar bertanya padaku...


Lucas tau aku udah malu banget...dia merangkul ku dan membantuku untuk berbohong karena berhubung dia juga sudah tau kalau aku punya sindrom pinokio, aku tidak bisa berbohong...


"Hehe...temanku yang satu ini memang rada pemalu kalau baru ketemu sama teman perempuan baru...lagipula kan tadi dia juga udah bilang kalau dia tidak terbiasa untuk bersentuhan dengan perempuan...hal ini menandakan dia itu ingin menjaga jarak dari perempuan...dia memang rada canggung kalau bertemu teman perempuan baru, jadi harap maklum ya..."


Lucas setengah tertawa sambil merangkul ku...Sebenarnya aku tidak senang dengan jawaban Lucas, tapi aku juga tidak bisa berbuat apa - apa...


"Oh...begitu toh...yaudah nggak apa - apa kok Sultan...santai aja..."


Sekar dan Mila menatapku yang sedang dirangkul oleh Lucas dengan tatapan yang aneh seperti mengira bahwa aku dan Lucas ini pasangan gay...Sementara Fatimah...hmmm...Dia keliatan santai aja sih, soalnya Fatimah sudah tau betapa dekatnya hubungan persahabatan ku dengan Lucas...


Dan benar saja tebakanku, aku melihat respon Lucas yang bisa membaca pikiran orang lain...Lucas memasang tampang tidak enak kepada kedua gadis itu lalu balik menatapku...Aku lalu mulai bicara kembali setelah kurasa aku sudah cukup berani untuk bersuara...


"Hehe...Sekar, Mila...kalian gak perlu bingung dengan kami berdua...tenang saja...kami sama sekali bukan pasangan gay kok...kami berdua sama - sama cowok normal yang suka sama cewek...yaahh...memang kalau aku pribadi aku punya komitmen untuk tidak pacaran sampai nikah, tapi kalau Lucas sendiri, dia saat ini sudah punya pacar, seorang gadis kelas X SMK jurusan akuntansi...hubungan kami ini sebagai sahabat dekat yang sudah sangat dekat, dan hubungan persahabatanku dengan Lucas sudah terjalin sejak lama...kira - kira sejak umur kami 2 tahunan, kami sudah bersahabat...jadi, yah tidak heran kalau kami bisa sedekat ini...kami sudah seperti saudara tapi beda orangtua...ya kan Lucas..."


Aku menjauh dari rangkulan Lucas lalu menyikutnya...


"Oh...iya...tentu saja...lagipula mana mungkin aku tertarik dengan cowok biadab kayak dia yang kelakuannya minta ampun jahilnya..."


Lucas menimpali dengan senyum santai...


"Iya itu benar...eee? tunggu dulu...cowok biadab...? MAKSUDMU...!!!"


Aku sadar dengan ejekan terselubung dari Lucas kepadaku...Dasar bocah kurang ajar...


Aku mengeluarkan suara ngegasku yang khas dan tentunya diiringi dengan ekspresi sewotku yang kalau kata orang cukup lucu...Hal ini kutunjukkan karena aku sedang bersama sahabatku...Kalau di depan Lucas, aku gak bisa jaim sama sekali...Mau menunjukkan ekspresi bodoh sekalipun, atau melakukan tindakan konyol yang gila, aku berani - berani aja melakukannya...


Fatimah mulai berbicara setelah ia berhenti tertawa...


"Hihihi...Sultan...Lucas...ada - ada aja kelakuan kalian...masih sama seperti ketika SMP...selalu menjadi pusat kehebohan karena kelakuan kalian yang kocak, jail, jenaka, dan gak kenal tempat..."


"Oh iya dong...namanya juga sahabat...sahabat kalau berjaim - jaim ria untuk apa...ya kan Lucas...?"


Aku mulai mengumpulkan beberapa kuntum bunga yang jatuh di meja tempat kami duduk...Niat jahilku mulai timbul...


"Hemmm..."


Lucas mengangguk yakin mengiyakan pertanyaan dan pernyataan dariku...Aku sedikit mendekat ke arah Lucas...


"Imah...kamu inget gak apa julukan kami...?"


Keberanianku untuk mengobrol dengan Fatimah sudah mulai kembali...Sekarang giliranku yang berkata dengan santai sambil menjahili sahabatku...


Aku menyematkan beberapa kuntum bunga yang gugur di atas meja tempat duduk kami ke sekeliling rambut Lucas...Lucas diem saja ketika menerima kejahilan dariku yang memang rese abis...Sementara Fatimah dan teman - temannya kembali menahan tawa ketika melihat ekspresi Lucas yang meski kesal tapi pasrah saja ketika kujahili...


"Pfffttt...julukan...ngg..."


Fatimah mencoba menahan tawa dan mencoba menjawab pertanyaanku...Namun Lucas buru - buru menimpali dengan nada kesal...


"Dua Idiot, Imah...masa kamu lupa..."


Lucas mencoba menjawab Fatimah dengan sehalus mungkin sambil menahan kesal...


"Oiya...Dua Idiot si pembuat kehebohan...eee...Lucas..."

__ADS_1


Fatimah sadar dengan gelagat Lucas yang mulai geram dengan kelakuanku...


"HEEEHHH...!!!, Sultan rese...!! mau kamu apain kepalaku hah...! kamu kira kepalaku ini pot bunga apa...!!"


Tadaa...Benar kan akhirnya Lucas mulai geram dan seketika langsung ngegas ke arahku yang memang lagi menjahilinya..


"Hahaha...santai Cas...liat tu...kamu jadi cantik kan..."


Aku membuka aplikasi kamera di hpku dan menghidupkan kamera depan lalu menyodorkannya ke arah Lucas...


"Cantik darimana dodol...!!! kalau kamu nempelinnya rapi mending lah...ini kamu nempelinnya acak - acakan...kamu mau buat aku jadi apa..."


"Hmmm...berantakan ya...yaudah sini kurapihin..."


Dengan tampang sok polos aku mengambil beberapa kuntum bunga, tapi Lucas menolak...


"Nggak perlu...Aku ini cowok bukan cewek tau..."


Sekali lagi Lucas ngegas sewot...Aku menertawakan kekesalan sahabatku padaku yang diikuti oleh tawa dari para gadis karena melihat kelakuanku dan kelakuan Lucas...


Setelah itu kami lanjut mengobrol asik sampai jam istirahat selesai...Begitu bel tanda istirahat telah usai, kami bubar meninggalkan tempat mengobrol kami...


Para gadis terlebih dahulu memisahkan diri dari aku dan Lucas...Mereka menuju gedung A, yaitu gedung khusus kelas X jurusan IPS, mereka memilih melewati koridor sekolah sementara aku dan Lucas memilih untuk berjalan melintasi lapangan sekolah...


Di pertengahan antara gedung kelasku dan gedung kelas Lucas, sebelum kami berpencar, aku melakukan sedikit drama bodoh dengan Lucas...


Lucas geli dengan drama yang kumainkan dan ia nampaknya rada geram...Sayangnya, karena geram, Lucas malah melemparkan sepatunya ke arahku...Dan itu adalah kesalahan besar baginya, karena...Aku adalah orang yang jahilnya minta ampun...dan...Tau sendiri apa yang akan kulakukan...


"Muahahahaha...dasar bodoh, kejar aku kalau mau sepatumu kembali..."


Aku memungut sepatu Lucas lalu lari menghindari Lucas...


"HEH SIALAN...!!! Kembaliian sepatu gua...!!!"


Lucas berteriak ke arahku lalu dengan kaki sebelah hanya memakai kaus kaki, ia mengejar ku...


Aku lari sampai ke dekat kelasku lalu kutinggalkan sepatunya Lucas di dekat tangga...Lucas berhasil menyusul ku, aku diam dan menyapanya dengan tampang sok polos, Lucas mendekatiku lalu menarik bajuku dan berkata dengan geram dan dengan nafas yang ngos - ngosan karena kelasku kan di lantai 2...


"Sepatu gua mana, biadab...!?!"


Aku menahan tawa menikmati ekspresi kesal Lucas padaku...


"Woho...santai...beginikah caramu memperlakukan tuanmu, pengawalku yang tampan..."


Aku menggoda Lucas dan itu malah membuatnya semakin kesal...


"Kamu bukan tuanku...seperti yang kamu bilang, aku bukan pengawalmu, tapi aku adalah sahabatmu...dan kamu adalah sahabatku yang paling rese...sekarang, kemana sepatuku? cepatlah, aku mau kembali ke kelas..."


Hahaha...Aku memang jahat...Aku menikmati ekspresi Lucas yang semakin merasa tidak sabaran...


"Tuh...ambil aja sendiri..."


Dengan entengnya aku menunjuk ke arah sepatunya yang ku letakkan di samping tangga...


Dia mengambil sepatunya dan memasangnya dengan geram...Setelah itu ia menuruni tangga menuju kelasnya...Aku tersenyum melihat ia yang berjalan kembali ke kelasnya sambil menggerutu...


Kuakui sih ini kekanak - kanakan...Tapi seperti yang kukatakan tadi kalau kami sudah bergabung, kami memang tidak pernah bisa jaim dan kami bisa saling jahil menjahili atau saling ledek meledek tanpa kenal tempat...


Dan kami meski sering kesal - kesal sendiri, kami tak pernah mendendam satu sama lain...Malahan persahabatan kami semakin hari semakin kuat hanya gara - gara perbuatan kecil yang terkadang ternilai konyol seperti ini...


...

__ADS_1


...


...


__ADS_2