Diana Dan Boneka Anabelle

Diana Dan Boneka Anabelle
Part 15


__ADS_3

Next lagi yhπŸ™ƒ


πŸ₯€ Diana dan boneka Annabelle πŸ₯€


Tiba tiba seseorang datang dan..


"Woy"


(Ucap seorang wanita.)


"Rahel,"


(Ucap Diana yang terkejut.)


"Kasihan terkejut yah!"


(Ucap Rahel cengesan.)


"Ngk kok"


(Ucap Diana santai)


"Bdw kemarin Luh ke mana?"


(Tanya Rahel mengintrogasi.)


"Ada urusan penting."


(Ucap Diana)


"Oh yah dan Luh apain para siswa siswi di kantin?"


(Tanya Rahel lagi)


"Gue kasih pelajaran aja."


(Ucap Diana)


"Luh tau ngk hampir mereka itu mati,sih Rafa aja Luh tikam tau ngk"


(Ucap rahel sedikit membentak.)


"Luh Kenapa marahin gue, mereka pantas dapatin itu,dan yah bagus klau mereka sekalian mati."


(Ucap Diana sambil tersenyum miring.)


Plakkk


Rahel langsung menampar pipi mulus Diana, membuat Diana melotot ke arah nya.


"Luh nampar sahabat Luh sendiri ha?"


(Ucap Diana dengan emosi)


"Sahabat gue ngk kek gini."


(Ucap.rahel)


"Kenapa apa Luh juga iri sama gue,"


(Bentak Diana)


"Iri Luh ngaca siapa yang iri sma loh."


(Ucap Rahel yang sudah kebawah emosi)


"Ckk dasar Luh sama aja kek mereka."


(Ucap Diana)


"Gue ngerasa Luh bukan Diana."


(Ucap Rahel)


"Terserah"


(Ucap Diana malas.)


"Pokonya Luh harus minta maaf!"


(Bentak Rahel)


"Ngk mau, mereka yang salah kok gue yang minta maaf."


(Ucap Diana membela dirinya.)


"Luh sadar ngk sih?"


(Tanya Rahel)


"Ngk gue lagi pingsan,udah tau sadar pake nanya lagi"


(Ucap Diana sinis)


"Arkhhhhhhhh"


(Teriak Rahel yang sudah emosi)


"Kenapa? Mau ngajak berantem?"


(Ucap Diana sambil tersenyum miring.)


"Okeh maju loh"


(Ucap Rahel yang sudah bersiap.)


"Okey kita lihat siapa yang lebih kuat?"


(Ucap Diana sambil mengepalkan tangannya.)


Perkelahian pun di mulai kedua wanita yang memiliki kekuatan sama tidak ada yang terkalahkan itu tidak mau saling menyerah.


"Kok gue ngerasa Diana kuat banget yh?"


(Gumgam Rahel)


Sedangkan Diana tidak sedikit pun merasa kan lelah.


"Stop gue ngk kuat"


(Ucap Rahel yang kewalahan.)


"Dasar lemah."


(Ucap Diana sambil pergi dari hadapan Rahel.)


"Diana kok berubah?"


(Ucap Rahel yang binggung dengan sifat Diana.)


Di sisi lain seorang pria sedang tersenyum manis ke arah Diana dan Rahel yang sedang bermusuhan.


"Arkhhhhhhhh"


(Teriak Diana sambil memegang kepalanya yang sakit.)


Tiba tiba sesuatu keluar dari tubuhnya,


"Gimana rencna nya?"


(Tanya diana)


"Rencana kita berhasil,pria itu udh melihat apa yang kita lakukan tadi."


(Ucap Annabelle.)


"Makasih yah"


(Ucap Diana)


"Kita kan sahbat"


(Ucap Annabelle)

__ADS_1


Diana pun pergi ke kelas karena sebentar lagi pelajaran akan di mulai, entah kenapa kini Indra ke enam Diana Sudah sangat aktif.


"Baik anak-anak ada yang tau rumus ini?"


(Tanya bapak Doni guru fisika)


Seketika semua nya terdiam,tiba tiba Diana dengan cepat mengangkat tangannya.


"Yah Diana apa.kamu bisa?"


(Tanya pak.doni)


"Bisa kok pak"


(Ucap Diana sambil tersenyum manis.)


"Gila sih Diana sok pintar"


"Iyh padahal ngk pernah dapat juara."


"Kita lihat aja kemampuan nya."


"Sokl pintar"


(Begitulah ucapan mereka semua.)


Dengan cepat Diana menjawab semua soal di depan dia bahkan menulis contoh rumus itu yang sama persis di buku pak Doni.


"Udah pak"


(Ucap Diana sambil duduk kembali)


"Jawabannya benar semua"


(Ucap pak Doni)


Sedangkan yang lain beserta Rahel masih menganga melihat kepintaran Diana.


Jam istirahat pun telah tiba.


Rahel langsung ke kantin Tampa mengajak Diana,itu membuat Diana sangat sedih,tapi ini demi kebaikan Rahel juga.


Diana pun pergi ke taman belakang.di sana dia duduk sendiri di temani hembusan angin,


"Hmmm hmmm hmmm lalalal"


(Nyanyi Diana)


Seketika Diana melihat seorang kakek tua sedang menatap Diana dari jauh,


"Tuh kakek Ngapain natap gue kek gitu?"


(Gumgam Diana)


Sedangkan kakek itu tidak berpindah dari tempatnya.


Tampa di sadari kakek tua itu mendekati Diana.


"Kamu memiliki boneka Annabelle?"


(Tanya kakek itu)


Seketika Diana menatap tajam ke arah kakek tua itu.


"Ngk"


(Ucap Diana sinis)


"Jika kau mempunyai boneka itu,kau harus berhati-hati karena yang memiliki boneka itu harus kehilangan banyak nyawa"


(Ucap kakek tua itu yang langsung menghilang.)


"Apa mksdnya?"


(Ucap Diana.)


Diana pun kembali duduk lalu membuka makanan yang dia buat tadi pagi,


"Hemm kakek tadi bicara apa yah?"


"Tolong"


(Ucap seseorang)


"Suara apa itu?"


(Gumgam Diana)


Tiba tiba Diana melihat seorang pria sedang merayap di dinding sekolah dengan wajah yang pucat.


"Huh Diana Luh harus santai, jangan sampai hantu di sekolah ini tau klau Luh punya Indra ke enam."


(Ucap Diana sambil kembali fokus ke makanannya.)


"Arkhhhhhhhh bantu aku"


(Ucap pria itu.)


Sedangkan Diana tak menggubris nya.


Seketika perlahan lahan suara pria itu menghilang,


"Akhirnya pergi juga tuh hantu"


(Ucap Diana yang berbalik ke belakang.)


Tapi saat Diana Hendak kembali berbalik seketika pria itu berhadapan dengan wajah nya.


Bahkan wajah mereka sangat dekat membuat Diana hampir pingsan tapi di tahan olehnya.


"Diana Luh harus tahan, jangan sampai hantu ini tau,klau Luh bisa lihat dia "


(Ucap Diana dalam hatinya.)


"Huh di sini kok panas banget sih"


(Ucap Diana sambil berpura pura tidak melihat hantu itu.)


"Apa dia tak melihat ku?"


(Ucap hantu pria itu.)


"Akhirnya percaya juga"


(Gumgam Diana)


Tampa di undang tiba tiba Annabelle datang dan menyapa Diana.


"Hay ana"


(Ucap Annabelle sambil duduk di samping Diana.)


"Sialan"


(Umpat Diana dalam hatinya.)


"Jadi kamu bisa lihat hantu?"


(Tanya hantu pria itu.)


"Ngk"


(Ucap Diana malas)


"Lah kok bisa jawab aku?"


(Tanya pria itu.)


"Angin yang jawab"


(Ucap Diana datar.)


"Luh harus bantuin gue"

__ADS_1


(Ucap pria itu.)


"Hah gue ada urusan lain"


(Ucap Diana)


"Pliss gue sebenernya masih hidup,"


(Ucap hantu pria itu.)


"Ngk nanya"


( Ucap Diana sambil cekikikan.)


"Huh, serius tau."


(Ucap hantu pria itu)


"Yaudah gue harus ngapain?"


(Tanya Diana)


"Gue udh bilang kan, sebenarnya gue masih hidup,gue koma."


(Ucap pria itu.)


"Terus"


(Tanya Diana)


"Luh harus bantu cariin orang yang udah nabrak gue."


(Ucap pria itu.)


"Buat?"


(Tanya Diana bego)


"Supaya arwah gue bisa kembali ke tubuh gue."


(Ucap pria itu agak kesel.)


"Oh yaudah ntr gue bantuin."


(Ucap Diana sambil meminum minuman nya.)


"Bdw nama Luh siapa?"


(Tanya pria itu.)


"Gue Diana"


(Ucap Diana sambil menatap tajam ke arah pria itu.)


"Oh Hay gue Daniel,"


(Ucap pria itu.)


"Oh Daniel"


(Ucap Diana sambil pergi ke kelas karena jam pelajaran masuk akan di mulai.)


"Gue jadi kacang"


(Ucap Annabelle sambil pergi menyusul Diana.)


"Diana,hmm nama yang manis"


(Ucap Daniel sambil menghilang.)


Di sisi lain di rumah yang megah seorng pria tampan sedang tidur di kamarnya yang megah itu,


"Den Rafa ayok makan dlu"


(Ucap bibinya)


"Rafa ngk laper bi"


(Ucap Rafa malas)


"Nanti Aden tambah sakit"


(Ucap bibinya)


"Rafa ngk ppa kok bi"


(Ucap Rafa sambil memejamkan matanya.)


"Dasar keras kepala."


(Ucap seorang wanita.)


"Eh Luh Ngapain ke sini hah?"


(Tanya Rafa)


"Jengukin loh"


(Ucap Rahel)


"Gue ngak perlu"


(Ucap Rafa)


"Kalau bukan Luh itu spupu gue,udh gue buang Luh ke lautan api sana."


(Ucap rahel sambil menyuapi bubur ke Rafa.)


"Dasar spupu luknat"


(Gumgam Rafa)


"Gue ngk laknat,Luh yang laknat."


(Ucap Rahel sinis)


"Luh bisa denger kata hati gue?"


(Tanya Rafa)


"Iyh gue denger"


(Ucap Rahel sambil terus menyuapi makanan ke mulut Rafa.)


"Uhuk uhuk"


(Batik Rafa)


"Luh Kenapa?"


(Tanya rahel panik)


"Lu yang bener"


(tanya Rafa)


"Becanda kale, makanya klau dengerin jangan pake perasaan."


(Ucap Rahel sambil memberikan obat yang langsung di minum oleh rafa.)


Di tempat lain Diana sibuk mondar-mandir mencari Rahel,


"Eh indah,lihat Rahel ngk?"


(Tany Diana)


"Tadi dia izin katanya mau pulang ada keluarga yang sakittt."


(Ucap Indah)


"Thnks"


(Ucap Diana sambil mengambil tasnya untuk pulang.)

__ADS_1


"Gue harus selalu jagain Rahel"


(Ucap Diana sambil pergi dengan taxi)


__ADS_2