Diana Dan Boneka Anabelle

Diana Dan Boneka Anabelle
Part 3


__ADS_3

πŸ₯€Diana dan boneka Annabelle πŸ₯€


"Aaaaaa,"


( Teriak Diana Katika melihat hantu anak kecil itu)


Dengan cepat hantu anak kecil itu menghilang.


" Eh mana tuh hantu?"


( Gumgam Diana)


Dengan sekuat tenaga dan iman dia mulai berjalan menaiki anak tangga yang sudah tua dan kotor itu.


Diana melihat anak kecil itu berlari ke dalam kamarnya dulu


" Eh itu kan kamar aku waktu kecil"


( Ucap Diana sambil mengikuti anak kecil itu)


Skipp kamar


" Ngak berubah yah kamarnya,tapi udh kotor"


( Gumgam Diana)


Saat hendak masuk lebih kedalam,Diana melihat seorang anak kecil sedang membuka kado persis seperti nya.


" Apa aku masuk ke massa lalu?"


( Ucap Diana bertanya tanya)


Tiba tiba pintu kamar terbuka dan terlihat seorang pria tampan sedang membawa kado besar.


" Ayah"


( Gumgam Diana sambil menangis)


" Hay tuan putri"


( Ucap ayah Diana)


" Eh ayah "


( Ucap Diana yang berumur 5 tahun itu)


" Lagi ngapain tuan putri?"


( Tanya ayahnya Diana)


" Lagi buka kado"


( Ucap Diana)


" Oh ayah punya sesuatu loh buat kamu"


( Ucap ayahnya Diana)


" Apa yah?"


( Tanya Diana)


" Surprise"


( Ucap ayahnya Diana sambil memberikan sebuah kado ulang tahun.)


" Wah mksih yah,"


( Ucap Diana senang)


" Cium dlu dong"


( Ucapanya dengan cemberut)


" Heheheh iyh"


( Ucap Diana cengesan)


"Cup"


( Satu ciuman kecil mendarat di pipi ayahnya)


" Mksih tuan putri"


( Ucap ayahnya)


" Ana buka Sekarang yh"


( Ucap Diana,yah ana adalah panggilan kecilnya)


" Eh ngk boleh sekarang dong"


( Ucap ayahnya)


" Lah kapan yh?"


( Tanya Diana)


" Saat kamu umur 17 thn"


( Ucap ayahnya)


" Lama bnget yh, terus kado ini mau di simpan di mana?"


( Tanya Diana lagi)


" Ikut ayah"


( Ucap nya sambil menarik Diana ke lemari pakaian)


" Lah ngapain ke lemari pakaian aku yh?"


( Tanya diana)


" Anak ayah cerewet juga yh"


( Ucap ayahnya cengesan)


" Ah ayah bisa saja"


( Ucap Diana cemberut)


" Heheh mukanya Jangan gitu dong,kan tambah lucu"


( Goda ayahnya)


" Ih ayah,tapi ngapain kita kesini yh"


( Tnya Diana serius)


Ayahnya pun membuka lemari pakaian dan memindahkan pakaian diana.di sana terdapat sebuah pintu rahasia.


" Pintu rahasia?"


( Ucap.diana)


" Iyh ini pintu rahasia di dalam nya ada kamar kecil buat kamu."


( Ucap ayahnya Diana)


" Ih keren yah"


( Ucap Diana sambil tersenyum)


Dengan cepat mereka berdua pun masuk ayahnya Diana menaruh kado ulang tahun itu ke dalam sebuah peti kaca.


" Diana sayang kamu janji yh,kado ini umur 16 thn baru di buka"


( Ucap ayahnya)


" Okey yah Diana janji,tapi kalau Diana lupa gimana."


( Ucap Diana)


" Tenang ayah akan ingatkan"


( Ucap ayahnya sambil tersenyum.)


" Okey yah"


( Ucap Diana sambil tersenyum manis ke arah ayahnya.)


Seketika Diana merasa sakit di kepala nya hawah di dalam kamar itu seketika berubah.


Angin kencang datang tiba tiba membuat Diana berputar dan jatuh dalam sebuah lingkaran hitam.


" Aaaaaaa"


( Teriak Diana)


" Huh cuman mimpi"


( Ucap Diana sambil memegang kepalanya)


" Hiks hiks hiks hiks, aku baru inget yah mksih udh ingetin aku."


( Tangis Diana)


" Gue harus ke rumah lama itu"


( Gumam Diana sambil pergi ke kamar mandi)


Setelah selesai memakai baju seragam nya Diana turun ke bawah untuk sarapan.


" Hey semalam kau kemana hah?"


( Tanya ibunya Diana)


" A a anu Bu"


( Ucap Diana gugup)


" Dia lari dari gudang mih"


( Sambung Dian yang baru datang)


Plakkk


" Dasar anak tidak berguna"


( Bentak ibunya)


" Hiks hiks hiks "


( Tangis Diana pecah)


" Ngk usah ngeluarin air mata buaya"


( Sambung Dian)


" Pergi kamu, jangan harap kamu sarapan dan dapat uang jajan."

__ADS_1


( Ucap ibunya)


" Tapi Bu,Diana lapar"


( Ucap Diana cegukan)


" Yah bodoh amat,Luh mati kan lebih bagus"


( Ucap ibunya sinis)


" Ibu kenapa sih, ibu itu slalu saja pilih kasih sama aku dan Kaka, kenapa Bu kenap"


( Teriak Diana)


Plakkk


" Beraninya kau membentak ku hah?"


( Teriak ibunya)


" Kenpa Bu? Emangnya aku bukan anak ibu hingga sebenci itulah ibu padaku"


( Bentak Diana lagi)


" Eh adik laknat Luh itu seharusnya mati bukan ayah"


( Ucap Dian sinis)


" Kalian berdua sama saja"


( Ucap Diana sambil pergi dari rumah yang seperti neraka itu.)


Skipp sekolah


Di sana dia hanya duduk diam di taman belakang sekolah.sekolaj sebesar itu tidak ada yang mau berteman dengannya,jika ada mereka pasti akan di buly.


" Arkhhhhhhhh cukup Diana udh cukup loh jadi lemah, Luh harus berubah"


( Teriak Diana sekencang mungkin)


" Woy cewe miskin ngapain loh di sini?"


( Tanya Rafa)


Diana tak berkutik sedikit pun


" Di tanyain malah diam"


( Geram Rafa)


Diana masih saja tak berkutik


" Woy miskin Luh kenapa hah?"


( Teriak Rafa yang sudah sangat emosi)


"Ngk ppa"


(Ucap Diana datar)


" Gila dingin banget"


( Gumgam Rafa)


" Luh ada masalah?"


( Tanya Rafa sambil duduk di samping Diana)


" Bukan urusan loh"


( Ucap Diana datar)


" Klau dari dekat nih anak cantik juga yh"


( Ucap rafal


" Apa.luh bilang?"


( Tanya Diana)


" Eh itu kelinci cantik banget"


( Ucap Rafa salah tingkah)


" Oh"


( Ucap Diana datar)


" Oh doang"


( Ucap Rafa)


"Mmm"


( Balas Diana)


" Dasar Cewek miskin"


( Bentak Rafa yang geram dengan cara bicara, karena semua cewek di sekolah ini hanya Diana yang dingin dan cuek kepada nya.)


" Diana sih miskin, sih murahan, ngk tau malu,cupu, gila, sinting,ngak cantik, ******, ngk berguna,. mendingan Luh mati aja deh."


( Ucap.diana meniru perkataan Rafa)


" Luh mau bilang kek gitu kan,gue udah hafal"


( Ucap Diana datar)


Seketika Rafa terdiam dengan ucapan Diana.


( Ucap Diana sambil mengeluarkan pisau lipat nya)


Seketika Rafa tidak berkedip.


" Nih gue ajarin"


Diana pun mensayat tangan mulus nya mengunah kan pisau lipat darah segar mengalir keluar dari tangan nya yang mulus itu.


" Eh miskin loh ngapain hah?"


( Ucap Rafa panik)


" Kok Luh cemas, bukanya kalian suka kan nyakitin orang."


( Ucap Diana sambil terus mensayat tangan nya)


" Stop diana"


( Ucap Rafa makin ketakutan)


" Eh baru kali ini gue denger Luh mangil nama gue"


( Ucap Diana sedatar mungkin)


Rafa hanya diam.tapi dia sangat panik.


" Ingat yah Rafa stop ketemu sama gue,dan jangan pernah muncul di hadapan gue"


( Ucap Diana sambil pergi dari hadapan Rafa)


Tidak tau mengapa perkataan Diana sangat menusuk di hati nya


" Apa gue sekejam itu"


( Gumgam Rafa sambil melihat punggung Diana yang sudah menjauh.)


Di sisi lain seorang wanita cantik sedang dalam perjalanan menuju ke sekolah.


🍁 Perkenalan 🍁


Hay gue Rahel,gue anak terkaya ke 1 di dunia dan yah Kalian pasti bertanya kenapa gue sekolah di Indonesia, padahal gue lahir di Jerman. Alasnya karena gue mau bertemu teman massa kecil gue dlu.yang sering gue pangil ana.


Rahel memiliki kulit putih bersih bibir pink alami bulu mata lentik dan ginsul yang menambah aura kecantikan nya.


" Masih lama ngk sih"


( Tanya Rahel)


" Udah deket kok non"


( Ucap supirnya)


" Yaudh deh"


( Ucap Rahel sambil memutar bola matanya malas)


Setelah perjalanan yang sedikit jauh akhirnya Rahel sampai juga di SMA angkasa sekolah itu adalah punya Rahel.


" Ana pasti sekolah di sini?"


( Gumgam Rahel sambil turun dari mobil)


Seketika semua bodigar nya berbaris untuk mengantar Rahel.


( Biasa anak sultan πŸ˜…)


" Eh stopp"


( Ucap rahel sambil memandang tajam ke arah para bodigar nya)


" Iyh kenapa nona"


( Tanya salah satu bodigar Rahel)


" Kalian semua mau ngapain hah?"


( Tanya Rahel)


" Kami di sruh tuan untuk slalu menjaga nona rahel."


( Ucapnya)


" Ihh ngak mau ngk suka gelay".


( Ucap Rahel)


" Tapi ini perintah nona"


( Ucapanya lagi)


" Dedi lebay banget sih"


( Gumgam Rahel)


" Ayok nona kami antarkan ke ruangan kepala sekolah"


( Ucapanya lagi)


" Ngk usah, sekarang kalian semua beserta bumi dan isinya,pulang sekarang"


( Teriak Rahel)

__ADS_1


" Tapi kan nona"


( Ucap mereka semua)


" Klau kalian ngk nurutin perkataan aku,aku akan keluarkan air mata aku di depan dedi."


( Ancam Rahel sambil tersenyum miring ke arah mereka semua.)


" Jangan nona bisa gawat urusannya"


( Ucap bodigar itu)


Yah air mata Rahel sangat jarang keluar jika keluar maka orang itu akan menjadi gelandangan selamnya.


" Yaudh hus sana"


( Ucap Rahel mengusir mereka)


Dengan berat hati mereka semua pergi .


" Dan satu lagi nanti pulang sekolah,bawah motor kesayangan gue ke sini"


( Ucap Rahel sambil menunjuk ke arah mereka semua.)


" Siap nona"


( Ucp mereka menunduk)


Rahel dengan gaya badgril nya berjalan menulusuri koridor sekolah.


" Cantik banget"


( Ucap salah satu siswa)


" Mak anak mantu mu datang,"


( Ucap seorang lagi)


" Wih gayanya kayak anak sultan"


( Ucap wanita lain)


" Eh semoga ngak ada yah kenal sama gue"


( Gumgam Rahel)


Rahel kembali berjalan menebarkan pesonanya dengan kacamata hitam melekat di hidung mancung nya itu.


🌷 Ruangan kepala sekolah 🌷


"Lah kok di kunci pintunya."


(Gumgam Rahel)


Bukanya mengetuk pintu, Rahel malah berjalan mundur dan mulai menghitung.


1


2


3...


Brukkk


" Astaghfirullah ayam ayam"


( Teriak ibu kepala sekolah)


" Assalamualaikum ibu cantik tapi masih kecantikan aku."


( Ucap rahel.cengesan)


Ibu kepala sekolah sudah tua klau Rahel anak pemilik sekolah ini dan Rahel adalah keponakan nya.


" Rahel"


( Ucap ibu kepala sekolah sambil menjewer telinga Rahel)


" Ampun Bu"


( Ucap rahel)


" Lihat pintu nya rusak,kenapa ngk ketuk hah?"


( Teriak ibu kepala sekolah)


"Mager Bu"


( Ucap.rahel.santai)


" Astga untuk keponakan klau ngk ibu rabies"


( Ucap ibu kepala sekolah gemes melihat tingkah Rahel.)


" Ih jangan ibu aja"


( Ucap Rahel cekikan)


" Hah? Mendingan kamu ke kelas aja,dan yah kamu masuk di kelas XI IPA 1"


( Ucap kepala sekolah)


" Asiyapp Bu bos"


( Ucap Rahel sambil melangkah keluar tidak lupa dia menendang pintu sedikit biar estetik.


" Rahelllllll"


( Teriak ibu kepala sekolah)


Rahel berjalan di koridor sekolah tidak sengaja dia melihat seorang wanita cantik sedang duduk di bangku taman bawah pohon.


" Apa ini yang di namakan kuntilanak Indonesia?"


( Ucap Rahel sumringah)


Dengan gaya santuy nya dia berjalan mendekati wanita cantik itu.


" Hay bleh duduk ngak?"


( Tanya Rahel)


" Bleh"


( Ucap Diana datar)


" Eh kok Luh datar banget?"


( Tanya Rahel polos)


" Klau Luh datang cuman mau ngebully gue, mendingan buly aja sekarang"


( Bentak Diana)


" Ih emangnya Luh salah apa sama gue?"


( Tanya Rahel heran)


Diana pun berbalik dan melihat seorang wanita cantik dengan senyuman manis sedang menatapnya.


" Gue ngk pernah lihat loh"


( Ucap Diana)


" Kan gue anak baru"


( Ucap Rahel sambil tersenyum manis)


Seketika hati Diana merasa adem melihat senyuman Rahel.)


" Bdw nama Luh siapa?"


( Tanya Diana)


" Gue Rahel"


( Ucap Rahel sambil menjulurkan tangannya)


" Oh "


( Ucap Diana)


" Klau Luh namanya siapa?"


( Tanya Rahel)


" Gue diana"


( Ucap Diana)


" Deg"


" Akhirnya ketemu juga"


( Gumgam Rahel)


" Luh kenapa"


( Tanya Diana heran)


" Ngk ppa kok"


( Ucap rahel sambil tersenyum manis)


Saat sedang berbincang-bincang, Rahel tidak sengaja melihat tangan Diana.


" Eh tangan Luh kenapa?"


( Tanya Rahel panik)


" Gue jatuh tadi"


( Ucap Diana berbohong)


" Luh pikir gue bodoh apa?Luh sayat sendiri kan pake Pisau lipat."


( Tanya Rahel mengintrogasi)


Seketika Diana terdiam,


" Yuk ke UKS"


( Ucap Rahel sambil menarik tangan Diana ke UKS)


β€’


β€’


β€’


β€’

__ADS_1


β€’


Cukup panjang πŸ™‚


__ADS_2