
🥀Diana dan boneka Annabelle 🥀
Tringgggggg
Bunyi loker Diana yang berdering dari tadi,tapi sih empu belum juga membuka matanya.
Tiba tiba pintu kamar Diana terbuka.
Byurrrrr
Seketika Diana terbangun karena kedinginan.
"Hey kebo bangun,buatin sarapan gue "
( Ucap Dian)
"i Iyah kak"
( Ucap Diana)
"Cepetan mau gue makan Luh hidup hidup.."
( Bentak dian)
"Iyah kak"
( Ucap Diana sambil pergi ke dapur dengan keadaan basah.)
"Dasar adik ngk tau diri,"
( Ucap Dian)
Saat Dian hendak keluar dari kamar Diana,dia Melihat sebuah boneka berada di ranjang Diana.
"Boneka apan nih?"
( Gumgam Dian)
Saat Dian menegang boneka itu, seketika bola mata boneka itu berkedip.
"Diann"
( Ucap Annabelle)
"Aaaaaa, boneka hantu."
( Ucap Dian sambil keluar dari kamar Diana.)
🌷Dapur🌷
Dian lari tergesa-gesa menuju ke meja makan.
"Huh, Untung ngak di kejar."
( Ucap Dian)
"Kaka kenapa?"
( Tanya Diana yang sedang membuat nasi goreng dan telur.)
"Ngk usah sok tau, mendingan cepat siapin sarapan gue."
( Ucap Dian sinis)
"Padahal semalam dia meluk aku, Sekarang kok berubah?"
( Ucap Diana dalam hatinya.)
Sarapan pun telah siap diana langsung menyajikan makanan di atas meja.
" Lama banget tau ngk sih"
( Bentak dian)
Saat Diana Hendak duduk sarapan bersama Dian, dengan cepat Dian membentaknya.
"Hey,mau ngapain hah?"
( Ucap Dian)
"Mau sarapan kak"
( Ucap Diana menunduk.)
"Dih,gue ogah sarapan Ama Luh."
( Bentak dian)
"Tapi kak, sarapan Hanya itu aja."
( Ucap Diana sedih)
"Bodoh amat, emangnya gue pikirin."
( Ucap Dian sambil menghabiskan semua makanan tanpa meninggalkan sedikit pun untuk Diana.)
Diana pun pergi ke kamarnya.padahal dia sangat lapar.
"Diana Luh harus kuat"
( Ucap Diana menyemangati dirinya sendiri.)
"Dianaa"
( Ucap Annabelle)
"Suara apa itu?"
( Gumgam Diana)
"Ah, mungkin perasaan gue aja,"
( Ucap Diana)
Diana pun langsung mandi dan memakai baju Sekolah nya.
Dengan langkah lemas Diana turun ke bawah untuk ke sekolah,tapi tatapan nya tertuju pada seorang perempuan sedang memasak.
"Kau siapa?"
( Tanya Diana)
"Kaka"
( Ucap Diana lagi)
"Maaf atas kelakuan Kaka yah dek,nih ayok sarapan dulu."
( Ucap Dian)
Dengan penuh haru Diana memakan masakan kakanya.
"Makasih yah kak,"
( Ucap Diana sambil memeluk kakaknya.)
"Iyh,sana berangkat duluan."
( Ucap Dian)
"Lah nanti Kaka gimana,?"
( Tanya diana)
" Kaka ada perlu sedikit"
( Ucap Dian yang tak pernah lepas dengan senyuman nya .)
"Yaudh aku dluan yh kak,"
( Ucap Diana sambil mencium punggung tangan kakanya)
"Iyh eh dek tunggu,"
( Teriak Dian menghentikan langkah Diana.)
"Kenapa.kak?"
( Tnya Diana heran)
"Bawah boneka Annabelle ini"
( Ucap Diana sambil tersenyum.)
"Ko Kaka tau namanya?"
( Tanya Diana heran.)
"Kan ada gelanggang nya,"
( Jawab Dian)
"Oh iyh,tapi buat apa bawah kak?"
( Tanya Diana lagi)
"Isi aja di tas,boneka ini dapat melindungi mu."
( Ucap Dian)
"Yaudh mksih kak,"
( Ucap Diana sambil berlari keluar dengan senyuman.)
Baru kali ini Diana keluar rumah dengan senyuman manis nya.
Sudah bertahun-tahun dia tidak pernah tersenyum semanis itu.
.
🌺Skipp sekolah 🌺
Diana datang dengan senyuman manis nya.
Dengan langkah bahagia Diana pergi ke kelas di sana dia melihat Rahel sedang menunggu dirinya.
"Eh,Luh tumben datang dengan wajah bahagia.ada apa nih?"
( Tanya Rahel mengintrogasi)
"Gue di buatin sarapan sama kak Dian"
( Ucap Diana berbisik)
"What? Ngk salah tuh."
( Ucap Rahel)
"Ih jangan keras keras,"
( Ucap Diana sambil mengekap mulut Rahel.)
"Heheh Luh sih,"
( Ucap Rahel sambil melepaskan tangan Diana dari Mulut nya.)
"Gue seneng banget,"
( Ucap Diana sendu)
"Gue lebih senang ana,Luh akhirnya bisa tersenyum juga."
( Ucap Rahel dalam hatinya.)
Pelajaran pun di mulai saat sedang belajar tidak sengaja Diana melihat seorang wanita dengan baju seragam SMA sedang melewati kelasnya dengan wajah pucat.
"Pak"
( Teriak Diana)
"Iyh kenapa Diana?"
( Tanya pak Han)
"Saya permisi ke toilet yah"
( Ucap Diana)
"Iyh silahkan"
( Ucap pak Han)
"Rahel gue ke toilet dlu yh,"
( Bisik Diana)
"Lapor ke pak RT sana"
( Jawab Rahel sambil menahan tawanya.)
Diana pun mengikuti arah wanita itu pergi,dan sampai lah mereka ke sebuah gudang belakang yang sangat gelap dan kotor.
Diana pun merasa sedikit ngeri,jadi dia mengeluarkan boneka Annabelle dari dalam tasnya.
Krekkkk
Seketika pintu gudang itu terbuka.
"Kok bisa kebuka sendiri?"
( Ucap Diana heran)
Dengan langkah pelan dia mulai masuk ke dalam gudang itu.
"Permisi ada orang disini?"
( Teriak diana pelan)
"Hiks hiks hiks hiks"
__ADS_1
( Tangis wanita itu yang sedang menghadap ke sebuah tembok gudang yang di sana terdapat sebuah lukisan.)
"Ngapain wanita itu? menangis menghadap lukisan tua itu."
( Gumgam Diana)
Dengan pelan Diana menghampiri wanita itu.
Seketika boneka Annabelle tersenyum kepada wanita itu.
"Hay kau kenapa?"
( Tanya Diana)
Seketika wanita itu berbalik dan terlihat sebuah muka yang pucat,rambut acak-acakan,dan seragam sekolah yang sudah kusut.
"Kau kenapa hah?"
( Tanya Diana panik)
"Hey,kau bisa melihat ku?"
( Tanya wanita itu)
"Apa maksud mu,aku bisa kok melihat mu, emangnya kamu udah mati apa?"
( Tanya Diana sambil menahan tawanya.)
"Iyh aku mati di sekolah ini,"
( Ucap hantu wanita itu tampa berdosa)
"Deg"Jangan becanda deh"
( Ucap Diana yang sudah mulai merinding.)
"Aku tak berbohong."
( Ucap hantu itu)
"Apa? J a a adi kau seorang arwah."
( Ucap Diana sambil mundur)
"Iyah,plis bantu aku nangkap mereka."
( Ucap hantu itu.)
"T a a Pi apa yang harus aku perbuat?"
( Tanya Diana)
"Datang lah ke sekolah pada malam hari,dan kau akan temukan semua jawabannya."
( Ucap hantu itu)
"B a aiklah tapi siapa nama mu?"
( Tanya Diana)
" Eh iyh,nama ku Lia "
( Ucap hantu Lia)
"Hay lia.aku Diana,aku akan bantu kamu"
( Ucap Diana)
Lia pun langsung memeluk Diana karena mereka senang.
"Ya Allah copot Sudah jantung ku."
( Gumgam Diana)
"Eh maaf Lia kesenangan soalnya."
( Ucap hantu itu)
"Eh ngk ppa tapi kok kamu harus lavender yah?"
( Ucap Diana)
"Kau akan segera tau Diana"
( Ucap Lia )
" Eh iyh aku akan cari tau"
( Ucap Diana sambil tersenyum)
Seketika tatapan Lia tertuju kepada boneka Annabelle yang di pegang Diana.
"Jaga baik-baik boneka Annabelle ini Din,di bisa menjaga mu."
( Ucap Lia sambil menghilang)
"Lah kok hilang"
( Ucap Diana)
"Kan dia arwah"
( Ucap Annabelle kecoplosan)
"Eh,siapa yang gomong yah tadi?"
( Ucap Diana)
"Ah mungkin halusinasi gue aja"
( Ucap Diana sambil pergi dari gudang itu)
Saat Diana melangkah keluar, Annabelle melambaikan tangannya kepada Lia.sedangkan Lia hanya membalas dengan senyuman manisnya.
Sebelum kembali ke kelas Dengan cepat Diana
Memasukkan boneka Annabelle ke dalam tasnya.
"Permisi pak,maaf saya lama"
( Ucap Diana)
"Iyh baiklah silahkan duduk kembali."
( Ucap pak Han)
Diana pun mengangguk dan duduk kembali ke kursinya.
"Luh lama banget dh?"
( Ucap Rahel berbisik)
"Iyh gue BAB tadi"
( Ucap Diana berbohong)
"Ih jorok"
"Whahahah"
( Tawa Diana kecil melihat tingkah Rahel.)
Tringgggggg
Bel istirahat pun telah berbunyi kini semua siswa siswi pergi ke kantin untuk memberi makan cacing cacing di dalam perut mereka.
"Hey Diana,ke kantin yuk?"
( Ajak Rahel)
"Gue ngk ada duit"
( Ucap Diana sedih)
"Duit,Luh pikir sahabat Luh ini kere apa?"
( Ucap Rahel sinis)
"Ngk Kek gitu Rahel,gue ngak mau ngerepotin Luh."
( Ucap Diana sendu)
"Ih ngk repotin kok,apa Luh mau tuh kantin gue beli sekalian terus Taruh di dalam kelas."
( Ucap Rahel serius)
"Whahahah ampun anak sultan."
( Ucap Diana sambil cekikikan)
"Yaudah ayok"
( Ucap Rahel sambil menarik tangan Diana)
Skipp kantin
"Bi inem. saya pesen semua makanan,"
( Ucap Rahel berteriak)
"Baik non"
( Ucap bi inem)
"Luh gila yah,makanan sebanyak itu emangnya Luh bisa habisin..?"
( Tanya Diana tak percaya)
"Badan gue emang kurus,tapi kalau soal makan Jangan di tanya"
( Ucap Rahel sambil tersenyum sombong.)
"Ngk takut Luh diare?"
( Ucap Diana)
"Ngk dong"
( Ucap Rahel mantap)
Diana pun hanya pasrah kepada sahabatnya yang satu ini.
Makanan pun telah datang dengan cepat Diana dan Rahel menghabiskan semua makanan itu.
"Gue udh ngk kuat"
( Ucap Diana tanda menyerah)
Sedangkan rahel masih terus memakan semua makanan itu.
Pretttt
Pretttt
"Rahel Luh lentik apa?"
( Bisik Diana)
"Eh Din gue ke toilet bentar"
( Ucap Rahel sambil lari ke dalam toilet.)
"Whahahhaha nah gue bilang juga apa"
( Ucap Diana sambil tertawa terbahak-bahak.)
"Gara gara mereka kita di skorsing"
(Ucap alin sambil meramas tangan nya.)
"Iyh untungnya kita udh bujuk pak Han, untuk ngk skorsing kita."
( Ucap Dian)
"Emang harus di kasih pelajaran"
( Sambung Andin)
Seketika mereka bertiga melihat Diana yang sedang tertawa.
"Hey girls sih miskin itu sok cantik yah?"
( Ucap alin)
"Iyh kita kasih pelajaran aja biar kapok,"
( Ucap Andin)
"Gimana kalau"
( Ucap Dian sambil berbisik ke telinga kedua sahabatnya itu.)
"Rencana yang bagus,"
( ucap alin)
"Let's go"
( Ucap Dian dan Andin)
🌷 Rencana squad girls di mulai🌷
Rencana pertama mereka pergi ke WC di mana Rahel berada.
"Girls udh tau kan rencna nya?"
( Ucap Dian)
"Udh dong"
__ADS_1
( Ucap.mereka kompak)
Dengan cepat mereka Memborgol pintu WC Rahel.
"Andin,Luh sekarang buang obat bius itu kedalam."
( Ucap Dian dan alin)
"Okey"
(Ucap andin)
Seperti sesuai rencana Andin membuang obat bius yang seperti sebuah asap.
"Lah kok berasap?"
( Gumgam Rahel yang hendak keluar)
"Kok pintunya ngk bisa di buka?"
( Ucap Rahel lagi)
"Tolongg"
"Tolongg bukain"
" To l o Ng"
( Ucap Rahel dan seketika semuanya gelap.)
"Whahahah rencna pertama selesai"
( Ucap alin)
"Dian gitu loh"
( Ucap Dian membanggakan diri nya.)
"Yaudh ayok ke rencna ke dua"
( Ucap Andin)
"Let's go"
( Ucap alin dan Dian)
Alin pergi ke kantin di mana Diana berada,di sana dia mulai menjalankan permainan nya.
"Eh ank miskin,Dian mangil loh"
( Ucap alin malas)
"Di mana kak?"
( Tanya Diana)
"Di belakang sekolah"
( Ucap alin)
"Makasih kak?"
( Ucap Diana sambil pergi ke belakang sekolah)
Saat melewati koridor sekolah Diana mendengar sebuah bisikan.
"Jangan kesana Din"
(Ucap suara itu)
"Siapa?"
( Teriak Diana)
"Ini aku Din"
( Ucap suara itu dari belakang Diana)
"Lia?"
( Ucap djanay)
"Jangan kesana Din, mereka mau buat jahat sama kamu"
( Ucap Lia)
"Apa? Kami serius?"
( Tanya Diana)
"Aku ngk bohong Din,pliss jangan kesana, mendingan kamu tolongin sahabat kamu"
( Ucap Lia)
"Hah,Rahel kenapa?"
( Tanya Diana)
"Mendingan kamu ke toilet aja sekarang."
( Ucap Lia sambil menghilang)
"Gue harus ke toilet Sekarang juga,"
( Gumgam Diana)
"Skipp toilet"
"Rahel Luh di mana"
( Teriak Diana)
Diana pun mengecek semua toilet siswi tapi tak menemukan Rahel.tinggal satu toilet yang belum dia cek.
"Kok keras yah pintunya.?"
( Ucap Diana sambil berusaha membuka pintu toilet itu.)
Satu dua tiga
Brukkk
Entah kekuatan dari mana Diana bisa mendobrak pintu toilet itu.
"Aneh?"
( Ucap Diana)
Sedangkan seorang anak kecil sedang tersenyum manis ke arah Diana.
Dengan cepat Diana masuk ke dalam toilet dan menemukan Rahel sedang pingsan.
"Yah ampun Rahel Luh kenapa?"
( Ucap Diana sambil mengangkat tubuh Rahel keluar dari toilet.)
"Tolonggg"
( Teriak Diana )
Saat itu Rafa sedang lewat dan mendengarkan suara minta tolong dari dalam.
Dengan cepat dia masuk ke dalam toilet wanita itu.
"Eh Rahel Kenapa?"
( Tanya Rafa)
"Dia pingsan,plis angkat dia yah "
( Ucap Diana memohon)
"Yaudh"
( Ucap Rafa sambil mengangkat tubuh Rahel ke UKS.)
"Skipp UKS"
Setelah beberapa menit Rahel pun bangun.
"Hey Rahel Luh ngk ppa kan?"
( Tanya Diana)
"Ngk ppa ko Din,gue cmn pusing doang"
( Ucap Rahel sambil memegang kepalanya.)
"Bdw siapa yang bawah gue kesini?"
( Tanya Rahel)
"Itu anu"
( Ucap Diana gugup)
"Siapa Din"
( Tanya Rahel heran)
"Rafa yang bawah Luh ke sini,"
( Ucap Diana dengan pelan)
"What? Amit amit gue di bantuin sama sih cwok hati batu."
( Ucap Rahel)
"Udahlah yang penting Luh selamat."
( Ucap Diana menenangkan sahabat itu.)
Saat Diana melihat ke arah jendela dia melihat Lia sedang tersenyum kepada nya
"Makasih"
( Ucap Diana)
Sedangkan Lia membalas dengan senyuman manis ke arah Diana.
"Masama"
( Ucap Rahel sambil ketiduran.)
"Dih siapa juga yang bilang mksih ke elu,"
( Ucap Diana pelan).
Di sisi lain di belakang sekolah,tiga wanita sedang emosi karena menunggu Diana.
"Eh alin,mana sih Diana"
( Tanya dian)
"Kok dia belum datang sih?"
( Ucap alin)
"Apa dia tau rencna kita?"
( Tanya Andin)
"Arkhhhhhhhh sial,"
( Teriak mereka bertiga)
Bel pulang pun telah tiba kini Diana mengantarkan Rahel ke dalam mobil nya.
"Luh ngk ikut din?"
( Ajal Rahel)
"Ngk usah Luh dluan aja"
( Ucap Diana sambil tersenyum manis)
Rahel pun hanya mengangguk dan menyuruh supir pribadi nya untuk pergi ke rumah.
Diana pulang tapi di pertengahan jalan di bertemu dengan Dian.
"Hey adik Lucknat, kenapa ngk datang tadi?"
( Tanya Dian sinis)
"Hmm kak,mksih yah sarapan tadi pagi"
( Ucap Diana sambil tersenyum manis)
"Eh sarapan apa?"
( Tanya Dian sinis)
"Sarapan yang Kaka buat tadi pagi"
( Ucap Diana menjelaskan)
"Whahahah kerasukan jin apa gue sampai buat sarapan buat loh,"
( Ucap Dian sinis)
"Tapi Kaka yang buatin"
( Ucap Diana heran)
"Dih ogah,waktu gue makan sarapan yang Luh buat,sat itu juga gue langsung pergi ke sekolah."
( Ucap Dian sambil menaiki mobilnya.)
"Apa?"jadi tadi siapa?"
__ADS_1
(Ucap Diana dalam hatinya)