DIANTARA GURUN DAN SAMUDERA

DIANTARA GURUN DAN SAMUDERA
1. HOME


__ADS_3

Hallo pembaca tersayang,sebelum lanjut membaca mohon like dan komennya ya🙏🏼🙏🏼, 💙


Dering telepon rumah mengagetkan Zeus,melirik jam sambil mengangkat panggilan adalah hal membosankan batinnya.


"hallo."


"tuan muda...,maaf saya menelfon selarut ini"


"ada apa,ya ini masih jam 3 subuh..."


"maaf tuan muda,nyonya mencari nona muda.....bisakah esok tuan menelfonnya?"


"dia bersamaku,katakan pada mommy ya pak..."


setelah mengatakan keberadaan sosok gadis yang mendengkur pulas di sampingnya,pria berusia 23 tahun itu mengusap lembut pipi gembul yang di cari-cari ibunya.


"masih saja seperti ini....dasar bocah..."


🌹🌹🌹


Beberapa notifikasi di layar labtopnya menyurutkan untuk kembali tidur, Zeus yang beranjak duduk ke tepi ranjang dan memeriksa laporan dari beberapa kepala bagian.suara dering telfon lagi membangunkan sosok babyface itu.ibunya ingin Videocall.


"siapa yang nelfon-nelfon kak.....aku ngantuuukkk...." Zeus memposisikan dirinya agar nyaman memapah adiknya yang merajuk,tanpa banyak basa-basi ia menerima panggilan ibunya dan menaruh hpnya tepat di samping,hingga ibunya melihat keharmonisan putra putrinya sesubuh ini.


"Hallo anak-anak mommy......we love your's.....,wakili mom untuk jewer telinga anak nakal itu".



Zeus&Zeyna


" love you to mommy....hhhhmmm,,,,mom...biarkan aku bobokk sekarang....aku kangen kakak....,pulang nanti silakan hukum aku..."


🥰🥰🥰


Nyonya Casandra mengeleng gemas atas kelakuan putrinya yang terbilang terlalu di manjakan suami dan putranya.


"bisakah kalau kemana-mana ijin dulu?,dan lebih parahnya kamu tidak memakai sopir,malah naik motor milik kakakmu! yang udah lama mama sembunyiin di garasi'"


"moommmmyyy sih sembunyiin motor kok d garasi,sembunyiin motor tu di kotak brangkas baru aku tidak bisa bawa kabur he he"


"awass saja kamu pulang rumah,uang jajanmu mommy potong"


"...kak,lihatlaah dan dengar sendiri sekarang...aku bukan anak Daddy dan Mommy kan....mereka selalu marah-marah,mungkin aku anak pungut yaa???iyaaa kaann????!!!...."


"ssstttt...sudah-sudaah.....tidurlah....ia ia besok kita kembali kakak akan bicara sama mommy....benar kan mommy?"


Zeus melirik lembut pada ibunya yang melotot horor,pria itu melihat Ayahnya juga di sana,tapi beliau hanya duduk bersedekap dada menatap pertengkaran istri dan putrinya yang setiap hari sudah menjadi santapan rohaninya.ooppss.....,


"hallo Dad....."


"Hallo my son.....,bagaimana kabar kakek dan Nenek?"


"sehat Dad.....,mereka masih liburan di prancis"


"oke,jaga adikmu ya.....,Zeyna sayang......jangan menyusahkan kakakmu ya...."


Tidak ada jawaban,Zeus mengangkat bahu pada kedua orangtuanya yang mengamati kelakuan putri mereka yang sudah ke dunia mimpi.orangtuanyapun menutup pembicaraan dengan memutus panggilan telfon setelah melambai pada Zeus. Sudah dua hari ia kembali dari New York,dan menetap di hotel milik keluarga,masih ada pekerjaan yang dirinya belum selesaikan hingga tidak langsung ke mension orangtuanya di yang menetap di pinggiran ibukota switzerland.saat ini keduanya berada di lantai paling atas hotel ternama di kota Bern.mungkin karna kelelahan dalam perjalanan,Zeyna begitu pulas memeluk lengan kakaknya.


Zeus terjaga dan mengamati wajah Zeyna,sudah hampir 5 tahun lamanya ia menjalankan perusahaan di New york.saat itu adiknya baru 12 tahun,karna sering sakit-sakitan adiknya tinggal bersama kakek Neneknya di itali.namun beberapa tahun terakhir,sang ayah ingin Zeyna kembali di swiss.sekolah di sana,tapi karna terbiasa di manja oleh neneknya,berbeda di hadapan kedua orangtuanya,Zeyna menjadi gadis yang menuntut perhatian lebih,dan sering berontak pada ibunya yang menurut Zeus sangatlah keras kepala.


Zeyna telah tumbuh menjadi gadis,namun kelakuannya masih saja tetap bergelayut manja pada Zeus,mengetahui kakaknya sudah kembali,ia diam-diam kabur dari rumah ke hotel.tersirat kerinduan yang sangat dalam dari pelukan lengan kecil adiknya,dengan lembut Zeus mengecup kedua pipi gembul lembut adiknya lalu ikut berbaring menunggu matahari menyapa.di sisi lain kedua orangtua mereka masih terjaga di pembaringan.


"Mommy.....kamu kenapa sedih?"


"aku sedih membayangkan Jika Zeus dan Zeyna memilih pasangan masing-masing dan menikah.....tentu kita akan kesepian seperti ini...."

__ADS_1


" ck ck ck.....kamu baru 1 malam tanpa Zeyna....sudah sesedih ini....jika dia di rumah kalian selalu bertengkar...."


"anak itu sungguh nakal sih...."


"sekarang siapa yang sedih karna merindukan kenakalannya coba?"


keduanya tersenyum lucu dan mulai membuka album keluarga.


"aku merindukan Deuz juga Dad....."


"anak itu persis dirimu.....,sibuk dengan dunianya sendiri...sesungguhnya dia berada di sisi kita"


"dan kalian selalu berdebat....sifat keras kepalanya sama seperti ayahnya ini,tapi aku tetap mencintai keras kepalamu ini"


Leon tersenyum sinis mengingat putra sulungnya yang terbilang lebih cerdas dan introvert.sedikit lagi putranya yang telah berusia 25 tahun.


"anak itu nanti pagi telah bangun lebih awal dan memilih sarapan di dalam labnya"


"biarkan saja......,ayo kita tidur....siapkan dirimu besok untuk ke Kastil.....kita harus rayakan Natal di sana bukan..."


"suruh anakmu itu pendekin rambutnya....."


"dia anak kita sayang...."


"seperti Tarzan...."


"tapi tampan kan...."


"seperti ayahnyalah...."


Suami istri itu terbilang masih muda dan selalu memiliki cara agar tetap bahagia dengan komonikasi seperti ini.


🌹🌹🌹


Jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi,apa yang di tebak sang Ayah memang benar,putra sulung mereka sedang berjalan keluar mension ke arah bangunan panjang yang terletak di balik perkebunan,di jaga ketat oleh penjaga profesional.di usia 21 tahun Deuz telah menyelesaikan sekolah Doktornya dan telah menjadi salah satu pemilik pabrik Sabun dan parfum,tentu saja masih dalam pengawasan kedua orangtuanya,namun putra sulung mereka anak mandiri dan memiliki karakter yang sulit di tebak.ia memiliki pekerjaan juga di luar rumah selayaknya pria lajang berusia 25 tahun.


"pagi,tolong siapkan sarapanku di meja makan utama saja ya,hari ini aku tidak ingin mendapat Omelan Mommy...."


"baik tuan muda,kemarin ada pesan dari tuan besar.....kalau hari ini semua keluarga harus ke rumah Alpen"


"ya ya aku tau,siapkan mobilku jam 8 aku akan menjemput Zeyna...."


"tidak perlu tuan,mungkin sekarang Nona muda sudah dalam perjalanan kemari bersama tuan muda kedua...."


"hmmnn,baiklah.Terima kasih"



Deuz🥰


Deuz tersenyum lembut pada pengasuhnya yang biasa di sapa Bibi Meli,wanita paruh baya itu sangat memperhatikan ke 3 anak dari majikannya.


"kenapa bibi Meli menatapku seperti itu?"


"maaf nak,bibi bahagia.....kalian akan kumpul lagi......"


"ya....Zeus pasti sangat suka dengan ramuanku kali ini"


Deuz lagi-lagi tersenyum lembut sambil mencium aroma bunga di dalam laboratoriumnya.


🌹🌹🌹🌹


Leon dan Caca turun dari tangga kamar dengan pandangan berbinar pada Zeus,putra kedua mereka yang memiliki karakter percaya diri dan dingin pada wanita kecuali Zeyna, mirip Ayahnya yang gila kerja.berbeda dengan


Deuz,memiliki dua sisi dari ayah dan ibunya sekaligus.ramah dan masih terlalu santai dalam hal masa depan.

__ADS_1


"selamat Datang di rumah..."


Zeus di sapa oleh sosok atletis,tampan dan berambut panjang,kakaknya kini jauh dari ketampanan rata-rata dengan ciri khasnya yang menyukai animasi dan belajar samurai,dia pecinta Jepang dan Korea.


"hallo Jendral muda,sepertinya kita harus main catur setelah tiba di rumah Alphen"


Mereka berpelukan dan seperti biasa aroma maskulin menyebar dari tubuh kakak sulungnya.


"rambutmu harus di bagi untuk Zeyna donk,,lihat dari dulu rambutnya hanya sebahu....."


"Zeyna bisa marah jika mendengarmu"


"Telingaku tidak mendengar,tapi hatiku sungguh sakit!!!"itu suara mungil milik gadis yang keduanya bicarakan,dia terlihat sangat ketus menatap Zeuz lalu melirik manyunkan bibirinya pada Deuz.


Zeus dan Deus terkejut melihat ke imutan Zeyna di pojok ruangan,gadis yang masih saja cemberut jika di goda oleh kedua kakaknya.


"kak Deuz telah membuatkan aku sampho kok"


"ia ia kak Ze hanya bercanda,kemarilah.....Eyna tidak kangen De?hmmnnn?"


Deuz mengusap puncak kepala Zeyna yang mendekat lalu memeluk kakak sulungnya sambil menengadah,hingga kedua bola mata indahnya sangat jelas meminta sesuatu lagi.


"kak De......maafkan Zeyna.....udah mengambil uang di laci di kamarmu"


Deuz akan menjawab jika hal itu tidak perlu di sampaikan dengan kata maaf,namun ibunya telah menyela dengan suara keras.


"berdiri di pojok dan katakan sekali lagi jika hal itu tidak akan terualang lagi....."


"Mom.....tidak apa-apa....uangku,uang Eyna juga....."


"Deuz,adikmu susah di atur,ayo laksanakan!"


Zeyna yang biasa di sapa Eyna,dan Deus di sapa De One(kakak pertama),lalu Zeus di sapa Ze two(kakak kedua),ketiga sapaan ini khusus dari paggilan sayang dari sosok gadis mungil itu yang tiba-tiba patuh berdiri di pojok jauh dari meja makan Sambil memilin ujung rambutnya.Leon tentu saja langsung menjadi tokoh paling baik selalu membela Zeyna.


"katakan apa yang terjadi?"


"Gini ceritanya Dad,,Mommy mengambil dompet dan kartu ATM Eyna,makanya Eyna berniat meminta uang pada kak Deus.....tapi saat masuk ke kamari kak Deus,ada mommy di balkon lagi ngobrol sama berdua,daripada di larang lagi,makanya ku ambil beberapa lembar uang di laci lalu sekalian mengambil kunci motor kak Zeus"


"Mom......ini salahmu....kenapa mengambil kartu ATM dan...."


"karna ada surat panggilan dari sekolah Zeyna...."


"itu panggilan untuk terima nilai semester Eyna mom,Eyna juara kok!"


"juara 6 dari 30 siswa di kelasmu!"


"gurunya yang salah ngasih ranking mom...."


Suara tawa di meja makan sangat riuh mendengar perdebatan konyol itu,Zeus menatap wajah kesal ibunya lalu beranjak meggandeng tangan Zeyna untuk duduk di sampingnya.


"diamlah di sisiku sekarang saatnya sarapan......,mommy tidak akan memukulmu selama ada aku"


"tapi kenapa kak Zeus ikut tertawa tadi?,aku sama kak Deus saja.....lihatlah untuk tersenyumpun tidak kan......"


Zeyna merajuk dan pindah posisi merapat di samping Deus yang menanggapinya dengan memberikan suapan nasi goreng.tentu saja Zeus jadi gemas dan menduwel pipinya dengan keras,hingga para maid terkejut mendengar raungan tangis gadis itu.


"Kak Zeus jahat......!!!!,,percuma aku ke hotel demi menjemputmu....uuuuhhh sakit!!" Leon dan Caca hanya bisa menarik nafas panjang,inilah rumah mereka,di warnai oleh suara teriakan-teriakan hangat canda tawa anak-anak yang kini telah berajak dewasa.Zeus pembuat ulah,dan Deus jadi pahlawan.



Zeyna


Selesai sarapan Zeyna lebih dulu berlari ke arah kamar untuk bersiap-siap mengikuti keluarganya ke rumah puncak.saat itulah ada langkah seseorang yang masuk lewat balkon kamarnya yang terletak paling atas di mension keluarga Leonel,seketika gadis itu sigap dan berniat mengayunkan pukulan tapi lengannya telah di cekal lebih dahulu serta bibirnya di kecup tiba-tiba.


\*\*\*\*Bersambung😉\*\*\*\*,

__ADS_1


,Silakan like dan komen demi motivasi dan inspirasi penulis✌️


__ADS_2