
Zeus duduk di kursi dan bersandar di sana sambil melirik 2 foto wajah yang terlihat jelas di layar labtopnya,2 wanita karir yang berbeda profesi itu sedang di jodohkan untuk dirinya,sedangkan kakaknya Deuz duduk di sofa menatap keluar jendela sambil menelfon seseorang,bukan lain adalah Zeyna yang mengakhiri panggilan minta di jemput.
"Daddy dan Mommy bukannya mengurus pernikahanmu,malah mengurus aku.....hufh" Zeus berbicara ketus.
Zeus berdiri lalu ikut duduk di samping kakaknya yang mulai membuka kotak makan siang titipan sang ibunda Karna seharian ini kedua putra kesayangannya itu sedang melakukan rapat tahunan di perusahaan pusat,sang ibu tak ingin anak-anaknya lapar dan memesan makanan online.
"siapa yang harus aku nikahi?,aku bukan playboy sepertimu yang meresahkan keluarga"
"playboy?,mereka saja yang selalu datang menyerahkan diri,,,,,kak Deuz,mungkin Daddy dan Mommy hanya menunggu pengakuanmu,mereka tentu tau,tapi aku........,apa yang aku tidak tahu dari apapun yang kakak lakukan"
Zeus meraih piring nasi yang baru di isi lauk oleh kakaknya yang selalu mengalah pada sang adik dan kembali mengambil piring yang baru untuk mengambil isi kotak makanan yang di atas meja depan mereka,lalu menimpali dengan senyuman sinis.
"apa yang kamu tahu?"
"aku tidak akan tinggal diam jika kakak menyakitinya,dan nikahi dia jika memang kakak tidak ingin hal lain terjadi"
"dia masih sekolah"
"lalu mengapa kulitnya selalu memar?"
"hanya pelajaran kecil jika dia melawan keinginanku"
"jangan tunggu mommy memarahimu"
"aku tidak akan mundur jika mommy marah,tapi yang aku takutkan jika dia yang tidak paham siapa aku untuknya"
"di matanya kita berdua kakaknya,tapi kakak sulungku ini sungguh predator"
"sejak kapan kamu menyadarinya?"
"sejak Libur musim panas tahun lalu,tapi aku mohon kakak jangan membuat dia kecewa"
"aku yang kecewa sekarang,karna dia tidak pernah sadar....dan paham"
"maka nikahi dia"
"kamu yang saat ini harus memikirkan hal itu...."
"mengapa aku kak?,bukannya kakak adalah pewaris perusahaan Kakek dan...."
"aku tidak tertarik akan hal itu,mkanya kamu yang saat ini memiliki meja dan kursi itu"
__ADS_1
"dan kakak adalah tangan Tuhan di balik perusahaan ini"
"jangan berlebihan,kau tahu jika aku sangat menyayangimu kan"
"dengan cara menjadikan adikmu ini capek di balik meja ini"
"ayolah...kapan lagi kita bisa makan siang berdua tanpa si pengacau....habiskan makan siangmu"
Zeus mengunyah makanan siangnya di awasi mata teduh kakaknya yang memang suka mendikte sejak ia kecil,Deuz sangat pemilih soal makanan,namun sang ibu telah menyiapkan menu kesukaannya hingga suara sepatu di depan pintu menganggu keseriusan keduanya menikmati menu penutup yaitu sekotak puding.
"maaf menganggu....,seseorang sedang menunggu di depan"
"jika itu keluarga kami,persilakan dia masuk"
sebelum sekretaris itu undur diri,tamu yang ia maksud sudah serobot masuk dengan raut wajah kesalnya duduk di kursi kerja Zeus yang saat itu tidak di tempatin karna kedua orang rupawan itu sedang santap siang di sofa tamu.itu sosok Zeyna yang dari awal tak setuju jika di jemput sopir dari sekolah,gadis itu ingin bermain bersama teman-temannya dulu tapi atas perintah si sulung,terpaksa gadis itu nurut.
"jika wajahmu terus seperti itu,aku tidak keberatan mengirimu hari ini juga ke Italia"
itu sapaan Zeus saat melihat Zeyna melangkah masuk dengan menyeret-nyeret kakinya hingga menimbulkan suara berisik di lantai dan wajahnya di tekuk menunjukkan sikap protesnya pada Deuz yang dari awal sibuk mengaduk kopi panas di pojok ruangan tak peduli seribet apa otak gadis kecil itu.
" sudah makan?,kalau belum biar di pesanin" sekali lagi Zeus bicara namun Zeyna hanya diam dan maju membenamkan kepalanya di atas bantal sofa dan berakhir dengan suara tangisan,Deuz menghela nafas lalu melangkah gontai ke seberang meja sambil meniup kepulan asap di cangkir kopinya tak peduli adiknya Zeus panik merangkul dan membujuk si mungil dari rengekannya itu.
"hey.....,apa yang terjadi?aku hanya bercanda bilang mengirimmu ke Italia,kemarilah"
"kak Zeus....,aku ingin ikut teman-temanku ke perkebunan....tapi sopir brengsek itu memaksaku pulang,asal kau tau.....itu sungguh memalukan...."
"lalu.....apakah kita perlu memecat sopir itu Zey?"
"hummn boleh,bila perlu pecat semua bodyguard di rumah,biar aku seperti teman yang lain ke sekolah naik bus atau naik motor juga boleh" Zeus terkekeh menyeka airmata adiknya yang pandai mengadu ini,dan Deuz hanya menjawab sinis memprovokasi keadaan.
"jika itu terjadi,maka kamu bukan lagi adik kami"
"sungguh?" kata-kata Deuz membuat pertanyaan memelas dari bibir mungil itu yang menunggu jawaban dari kakak keduanya yang menjawab dengan hati-hati tapi hatinya geram pada kakak sulungnya.
"ya,keluarga kita tidak bisa semena-mena memutus rantai makanan orang lain hanya karna masalah ini Zeyna sayang,masa sopirmu di pecat karna sikap egois seseorang"
Deuz tersenyum sinis mendengar sindiran adik keduanya itu,lalu berdiri mendekati Zeyna yang membuang muka tak ingin menatap si sulung yang malah menarik tangan dan mengajak berdiri.
"kemarilah dan lihat di bawah sana.....,lihat ibu-ibu itu yang sedang berjualan di tengah taman......" mata sembab Zeyna terpaksa mencari sosok yang di tunjuk Deuz dari kaca ruangan lantai 22 itu ke arah sosok manusia yang duduk menjajakan makanan di taman perusahaan.saat ini Zeyna di paksa berdiri di balik kaca besar ruangan kerja kakaknya yang berdiri di belakang tubuhnya dan berjongkok bersandar di bahu kiri Zeyna yang menunduk tidak mengerti.
"lihat wanita tua itu,dia bekerja menafkahi anak dan suaminya karna sikap-sikap seperti dirimulah ini.....yang memberhentikan seseorang mencari nafkah tanpa memikirkan alasan orang lain bekerja demi sesuap nasi"
__ADS_1
Zeus yang memandangi keduanya yang tersenyum lembut melangkah kearah pintubl keluar tak ingin lagi mencampuri urusan kakak sulungnya,Zeus melirik jam yang masih tersisa setengah jam untuk istirahat,ia melangkah ke arah lift dan berpapasan dengan sosok wanita cantik yang menunduk hormat saat tahu siapa yang akan menggunakan lift biasa,bukan lift khusus bagi para atasan di perusahaan ini.
"selamat siang tuan....silakan"
"siang,jika ini jam untuk less Zeyna....kamu undur lagi nanti...,"
"oh ia baik Tuan"tanpa banyak bertanya wanita itu patuh dan akan keluar dari lift tadi di cegat oleh kata-kata kakak dari murid kecilnya.
"bagaimana jika kamu temani aku saja ke bawah....ada yang aku mau tanyakan juga"
Zeus bicara sambil menekan tombol untuk turun ke lobby kantor,sosok wanita itu tak lain adalah ibu guru les privat adiknya.dan wanita itu hanya mengangguk hormat mengikuti sang bos tampan dalam jarak 10 langkah ke belakang agar tidak ketahuan bahwa jantungnya nyaris meledak karna deg deggan saat berpapasan langsung dengan anak kedua dari Tuan besar Leonel Napoleon yang saat ini telah menyerahkan jabatan kepada Zeus selaku Direktur di perusahaan cabang Swiss,di mana keluarga terpandang dari Italia itu memilih menetap di Negara yang terkenal indah dan damai dalam sejarah sampai saat ini.para karyawan dan staff terkejut akan kehadiran tuan muda kedua Zeus yang turun ke lobby di saat sedang berlangsungnya sebuah syuting iklan produk terbaru hasil karya kakaknya Deuz yang tak ingin menduduki kursi Direktur dan hanya ingin di lab kecuali saat seperti ini baru ia muncul di perusahaan memberikan rapat umum tadi pagi. Lily berusaha bersikap tenang saat Zeus mengajaknya duduk di sebuah meja ruang tamu umum yang terbuka namun juga mewah di pandang mata,pemilik perusahaan ini adalah fotografer dan bangsawan ternama dunia tentu ia tidak pernah melupakan memberikan kesan seniman dan kenyamanan pada siapapun,memiliki putra-putra tampan pula,sungguh di ibaratkan titisan Dewa Yunani saat melihat raut wajah tampan Zeus yang bersandar santai menatap Lily yang kikuk,
" Andrealilian lee......itukan namamu dulu?,sekarang adikku selalu menyebutmu Bu lilyku...."
Zeus bicara lembut sambil menopang pipi sebelah kanannya dan tak lupa menatap penuh keseriusan pada sosok ibu guru cantik yang sesungguhnya terkejut mengapa anak kedua tuan Leon itu bisa mengingat namanya padahal beberapa tahun sudah tak bertemu.
Mata yang keemasan dan rambutnya yang rapi terlihat kharisma seorang Direktur kejam tertanam dalam diri Zeus.
Zeus jika di kantor❤️🥰
Andrealilian Lee guru privat Zeyna.
Si sulung Deuz jika di kantor💖
"aku sudah sekolah tadi,kenapa di kantor juga kak Deuz menggurui aku?"
itu jawaban Zeyna saat Deuz begitu serius menjelaskan tentang perumpamaan ibu di taman tadi,dan si pria sangat geram sampai melonggarkan dasinya melangkah mundur dari depan kaca,berbalik sambil bicara lembut tapi tegas sambil mengusap pipi lembut Zeyna yang sibuk menyantap makan siangnya.
"sekalian saja kamu tidak sekolah di luar dan less privat full time di rumah saja ya....."
"tidak....jangan,aku sudah memiliki teman dan aku tidak ingin kehilangan mereka"
"tapi kamu sangat bandel,ini sangat meresahkan...."
"baiklah aku akan menurut dari sekarang kak......maafkan aku"
__ADS_1
"kalau tidak kumaafkan,gimana?"
Deuz bicara sambil menegakkan tubuhnya kearah jendela kaca,memunggungi Zeyna yang beranjak berdiri mendekat lalu berjinjit pelan bertepatan dengan Deuz berpaling dari jendela untuk melihat gadis itu di samping dan...Cup !! Zeyna sedikit lompat ke arah pipi Kakaknya yang tak sengaja berpaling ke arah gadis kecil itu malah bibirnya yang mendapat kecupan,lalu tanpa beban ia melangkah dengan santai ke arah balik lemari besar di mana ada pintu rahasia di sana yang mengarah ke kamar pribadi kedua orangtuanya dulu saat masih menjabat jadi Direktur. sedangkan Deuz masih terpaku memegang bibirnya lalu tersenyum merona.tidak meyadari ada sosok lain yang sedang duduk mengawasi mereka dari kursi kebesarannya.