
Deuz memapah gadis kecilnya ke meja makan dan menyuapinya dengan telaten,sedangkan adik keduanya sedang berada di dalam ruang baca dengan mata merah.
"duduk di sana,renungkan pertanyaanku,lalu jawab dengan jelas....." Zeus menunjuk di meja belajar milik Zeyna,dan Lily penuh ketakutan melangkah kesana dengan pikiran tak karuan,sedangkan Zeus menarik dasinya kasar dan duduk di sofa tak jauh dari sana.
"sikapmu bikin aku sungguh sesak nafas dan otakku panas Andrea.....,,ada apa denganmu?" Lily alias Andrea menunduk sesaat lalu mengangkat wajah melihat sekitar lalu mulai bicara.
"aku hanya berusaha menjalankan peranku sampai Zeyna sembuh......,,"
Zeus semakin merengut lalu menatap mata Andrea yang berniat menunduk tapi seketika Pria itu mendekat lalu mengangkat dagu adik sepupunya agar menatap mata tajam warisan dari sang ayah.
"aku kehilangan kesabaran jika bicaramu semakin memutar-mutar.....!" Andrea menautkan jemarinya di atas meja lalu menatap kornea mata milik pria beraroma laut ini.
"aku tidak lupa kesalahanku 5 tahun lalu,dan aku di sini untuk menebusnya.....,,pasokan oksigen di otak Zeyna hampir habis hingga sampai saat ini ingatannya sebagian hilang....,,aku di sini sekarang bukan sebagai kakak sepupu nya yang dulu mencelakainya.....tapi aku adalah pengasuhnya....," Mata keduanya terlihat nanar dan Zeus masih ingat dengan jelas kecelakaan di perahu 5 tahun silam,,keduanya sedang berlayar bersama seluruh keluarga d kapal,dan saat sore hari Zeyna,yang masih anak-anak mengikuti Andrea dan Anabella naik perahu yang di Kendarai Zeus.tanpa sengaja Zeus mengecup pipi Andrea yang terkejut hingga berbalik berniat berlari ke sisi perahu,.malah tak sengaja menyenggol Zeyna yang terjatuh ke dalam air laut.tragedi itu membuat keluarga Leon shock saat dokter mendiagnosa Zeyna mengalami lemah mental dan sebagian ingatannya hilang hingga saat ini.Zeyna di rawat beberapa tahun di Italia,tapi itu tak berdampak baik karna anak itu mengurung diri dan di manjakan berlebihan hingga sangat bandel.
" itu salahku Andrea.....,jika saja aku tidak menciummu...."
"stop Zeus.....aku sudah katakan alasannya,dan sebenarnya aku belum siap jika Zeyna mengetahui akulah yang membuat hidupnya sekelam ini.....,aku belum siap jika dia membenciku..." Andrea menjadi sedikit penyendiri sejak kecelakaan itu.
"ke meja makanlah....,mungkin Zeyna akan mencarimu jika berlama-lama di sini....,padahal kita begitu dekat sejak dulu,sekarang kau sudah begini dewasa dan cantik" Zeus mengusap puncak kepala gadis bermata indah itu,Andrea seketika menunduk sembunyikan pipinya merona dan bergegas pergi.Zeus berdiri di sana dengan menatap tangannya yang tadi mengusap puncak kepala Andrea,lalu berbisik pelan sendiri.
__ADS_1
"dulu....kau sangat suka meminta pelukanku...,aku merindukanmu...." Zeus berbisik sambil menghirup aroma shampo sandlewood dari rambut Andrea tadi.dan pria itu menatap tas milik gadis itu lalu memeriksa sesuatu di sana.foto-foto mereka sejak kecil masih di simpan dengan rapi di dalam dompet rupanya.
Setelah menyelipkan anak rambut halus di balik telinga Zeyna,Deuz mengecup pipi gadis itu lalu duduk di tepi tempat tidur melihat suasana kamar milik adiknya yang telah tertidur setelah makan siang dan di suntik vitamin oleh Dion yang tiba beberapa menit yang lalu,tapi pergi lagi bersama bibi kecilnya Lea.Andrea juga sudah pamit untuk pulang,dengan raut wajah merah,entah apa yang terjadi pada gadis Calon dokter itu.
"apa aku boleh masuk?" Itu suara adiknya yang sudah selesai makan siang dan sudah segar setelah mandi,Deuz hanya mengangguk hingga adiknya duduk di sisi pembaringan adik mereka yang terlihat tidur begitu nyeyak sambil memeluk lengan kakak sulungnya.
" aku akan menjaga Zeyna,pergilah di kantor......,tadi HRD membutuhkan tanda tanganmu....aku juga tak ingin kemanapun hari ini" Zeus menawarkan diri mengingat kakaknya harus ke kantor,saat pria itu akan beranjak dan menarik lengannya,Zeyna kembali terjaga dan mengerang sambil mencari lengan Deuz yang melirik adik keduanya lalu menunjuk lengannya di peluk erat-erat.
" lihatlah.......,dia tetap seperti ini jika sudah mimpi buruk...."
" aku iri padamu kak....." Zeus bicara ketus sambil memainkan helai rambut Zeyna.
"aku oksigen....dan kau adalah air hidup untukku he he....,ada seseorang mencarimu tuh"dalam hal ini Zeus selalu mau menjadi pemimpin yang keras untuk Perusahaan dan bisa di andalkan jika Deuz begini malas ke kantor.
"Zeyna masih lemah,kumohon bantu aku ya....jika saja dia bisa pulih dengan cepat,aku akan duduk seharian di kantor tampa membebanimu...."
Deuz menjelaskan dengan wajah getir,Zeus meraih hp dan menelfon menejernya untuk membawa berkas-berkas di rumah hari itu juga.sedangkan Andrea sibuk dengan kuliahnya,tapi tidak fokus,tatapan Zeus masih saja penuh intimidasi dan menakutkan baginya.
Saat matahari sebentar lagi akan terbenam,Deuz baru menyelesaikan pekerjaannya dan menutup laptop.saat menoleh ke kasur,Zeyna sedang duduk menatapnya dengan wajah polos bikin gemas.
__ADS_1
"sudah bangun?"gadis itu hanya mengangguk lalu kembali rebah bersandar di pundak kakak keduanya yang masih mendengkur.selesai memeriksa berkas tadi,pria pendengkur itu terlihat lelah dan naik di sisi pembaringan big size,tidak peduli Deuz melotot memberi isyarat jangan menganggu tidur adik mereka tapi Pria bermata hazel keemasan itu melototi kakaknya yang bermata lebih tajam kebiru biruan langsung meredup paham bahwa adiknya hanya ingin tenang untuk istirahat sejenak.
"mengapa aku memiliki adik laki-laki yang begini memalukan,mendengkur pula.....aiisshh...." Deuz bergegas meraih tangan Zeyna untuk bangun saat itu pula Zeus terjaga dan menahan lengan kiri adiknya.
"aku masih ingin di temani tidur....." Pakkk!!,,bunyi buku di pukul tepat di punggung Zeus membuat pria tampan itu dan pura-pura meringis.
"akan ku adukan pada mommy,.....Zey....temani aku tidur sebentar,kamu tidak mau kan Starla di sini?" Zeyna tidak menyukai Starla,dan wanita itu sedang berada di lantai satu sejak siang tadi,bersama Damar dan Sera,keduanya sedang membahas pekerjaan Leon secara online.
"ini sudah jam 3,bukankah....hari ini kita akan mengajak Zey jalan-jalan.....?" Deuz ingin sesekali berkemah bersama kedua adiknya,namun saat ini Zeyna malah droup dan hanya bisa mengajaknya naik mobil berkeliling,tapi Zeus tak ingin kemanapun.
"kapan lagi kakak menjagaku tidur?,nanti saat aku nikah.....dan.....di atur oleh istriku.....,mungkin aku tidak akan bisa lagi semanis ini memelukmu....." Zeus pura-pura memeluk kakak sulungnya yang merasa risih dan berusaha melepaskan diri,saat itu pula Zeyna ikut memeluknya lalu merajuk.
"uuummnn aku lapar ....mau di suapin...." Deuz merasakan tubuhnya bagai di kerumuni tawon saat kedua adiknya bergelayut meminta perhatian.
"Zeyna jangan nakal.....,aku akan ke bawah mengambil makan malam dan menyapa Paman dan bibi,okey..."
"hee heee heee....kakakku emang paling baik...ya kan Zey..." Zeus terkekeh sambil mendorong si sulung segera ke lantai bawah mengambil makanan sekalian memberitahu pada Starla jika Deuz masih tidur.
"Selamat Sore Deuz.....," Deuz hanya mengangguk pada sapaan Starla,pandangannya lebih tertuju pada paman Damar dan bibi Sera yang di sapa dengan kode keluarga mereka.
__ADS_1
"halloo oksigen keluarga...." Damar menyapa Deuz yang tertawa kearah dapur.