DIANTARA GURUN DAN SAMUDERA

DIANTARA GURUN DAN SAMUDERA
6. Raja Samudera


__ADS_3

Ini tentang Zeus dan Deuz,adik kakak yang unggul dalam perusahaan dan keluarga tapi dalam hal perasaan pribadi,keduanya bermasalah.si sulung jenius yang mencintai seorang adik kecilnya di rumah,dan sosok lulusan angkatan laut Amerika serikat si adik kedua tak kalah tampan dan patuh tapi playboy.


"kenakan pakian yang lebih sopan lagi sebelum aku benar-benar memecatmu starla.....,tak ada gunanya kamu berpenampilan kurang bahan seperti ini di depanku"


Zeus bicara tegas menusuk hati seorang wanita seksi yang awalnya masuk mengantarkan berkas sekaligus ingin menggoda pria tampan ini yang pagi-pagi telah datang di perusahaan Babelion milik kakaknya selaku Direktur di sana,sedangkan yang punya perusahaan malah bermalas malasan di rumah setelah semalaman begadang di dalam laboratoriumnya tidak lain adalah Kakak sulungnya Deuz, pagi ini sedang di adakan pemilihan Menejer baru di perusahaan,agar Zeus fokus di kantor cabang milik ayahnya tapi sang kakek malah menyerahkan posisi Menejer pada Starla secara cuma-cuma,dan wanita itu kini berdiri dengan wajah merah Padam karna malu,Zeus tak suka dress merah muda yang sesungguhnya bisa menggoda pria pria normal menurutnya,namun penghuni di dalam celana si tampan malah tetap pada posisinya,otak pria itu lebih memikirkan sosok wanita yang tadi pagi menyiapkan sarapan di rumah,bukan lain adalah sosok sepupunya sendiri,tapi tak ingin terlihat sebagai keluarga entah di dasari alasan apa,gadis itu tak selincah kembarannya si sulung Anabella,namanya Andrealilian berbanding terbalik yang tamboy dan bersikap diam khusus pada dirinya sejak kembali dari new york,saat tiba di Swiss semua kini memanggilnya Lily,sedangkan Zeus sejak kecil menyapanya Andrea.


"benar aku harus keluar sekarang?...."itu suara Starla memecah kesunyian ruang kantor Zeus yang melirik sinis lalu berbicara parau.


"apakah aku perlu menelfon pihak keamanan agar menyeretmu keluar dari perusahaan kakakku ini Starla?" tak peduli segelintir airmata telah menetes di kedua pipi gadis cerdas itu yang berbalik akan keluar,namun sebelum benar-benar menghilag di balik pintu,ia berbicara dengan suara bergetar.


"jika bukan karna Kakek Napoleon,akupun tidak ingin di hina seperti ini!!!" Zeus memutar bola matanya malas,mengiringi suara tangisan gadis itu berjalan cepat kembali ke ruangannya dengan persaan terluka dan juga bingung karna isi lemarinya tadi pagi di apertemen bukan pakian miliknya,entah siapa yang telah berani mengganti isi lemarinya dengan busana-busana menyolok dan seksi seperti ini,karna takut terlambat,Starla terpaksa memakai gaun yang menurutnya masih lumayan enak di pandang,tapi rupanya malah mengacaukan hari pertamanya jadi Menejer.dirinya tidak lupa bahwa kakak beradik itu memiliki riwayat pernah hidup di Medan perang,atas didikan kakeknya yang merupakan bangsawan ternama Yunani yang menetap di Italia,tapi bukan berarti mereka bersikap keras juga pada wanita lemah bukan?,itulah isi hati Starla yang di paksa ayah tirinya masuk dalam keluarga Napoleon,kini harapannya jauh dari ekspetasi.


🤭🤭🤭🤭


Di sebuah ruangan kedap suara,Andrea dan kakak kembarannya Anabella sedang berdebat.


"jangan pernah salahkan aku ya ana jika suatu saat nanti terjadi masalah besar,hari ini aku telah memperingatkan kamu....." Andrea bicara tenang pada kakak kembarnya yang ia pergoki tadi pagi keluar dari apertemen milik Menejer baru di perusahaan Babelion,perusahaan yang saat ini sedang naik daun sebagai industri ramah lingkungan memproduksi obat-obatan herbal dan juga kosmetik terbaik.


"udahlah Andrea.....jangan pura-pura baik-baik saja,aku lakukan hal ini karna menyayangimu...." Sang kakak bicara tegas sambil menatap sang adik yang terpaku sesaat lalu tersenyum tak terbaca.


"jika itu benar,hentikan semua ulahmu......,ini berpengaruh pada mental Zeyna.....,aku tak ingin penelitianku juga berpengaruh...."


"lalu bagaimana dengan perasaanmu?" Sosok cantik jelita dan manis dari sisi feminim Ana yang merangkul adiknya yang tertunduk lesu lalu meraih gagang pintu studio pribadi kakaknya itu.


"lupakan pembicaraan ini,aku harus ke rumah Mommy Caca,sudah saatnya aku memantau sekolah Zeyna...."


"Hellow Andrea....kau ini bukan pengasuh Zeyna,,ataupun gurunya....,kau kini adalah calon dokter....cukup kau cek kondisi mentalnya saja,lagipula Zeyna sudah sembuh kan,apa yang kau risaukan?"

__ADS_1


"ya aku tahu....tapi mommy Caca dan Daddy Leon memintaku secara khusus tetap mendampingi Zeyna hingga mereka kembali"


Andrea tak perlu memberitahu juga jika Zeus ikut meminta tolong padanya untuk terus memantau adik bungsu mereka itu.


"aku pergi dulu.....jangan lupa makan siangmu sudah aku siapkan....,Mimi dan pipi tadi menelfonku tidak kembali makan siang,mereka hari ini sedang dalam perjalanan ke Milan...."


"aduuhhh seperti biasa....aku yang di tinggal sendirian di rumah!"


"jemput kak Chris....biar tak sepi..."


"okey...."


"renungkan apa yang aku ingatkan tadi ya kak...."


Andrea alias Lily itu pergi dari sana meninggalkan kakaknya yang duduk terhenyak di sofa merenungi teguran sang adik atas perbuatannya menyelinap ke apertemen sebelah hanya untuk menukar isi lemari Starla.


Anabella berguman sendirian di studio nya lalu meraih hp menelfon kakak sulungnya yang tadinya meminta di jemput.


🥰🥰🥰


Deuz melirik jam lalu segera beranjak dari tempat tidur ke kamar mandi,saat itupula hpnya berdering,ternyata orangtuanya yang menelfon.


"ya hallo Dad....."


"sudah ku tebak kalau sekarang kamu baru bangun!!,,ini sudah jam makan siang!"


"aku tak ingin bertengkar dengan Daddy yang sedang bulan madu di Dubai,jangan memulai....." seperti biasa Leon dan putra sulungnya selalu berdebat,Caca yang sedang mengecek laporan dari Sera langsung meraih hp di tangan suaminya.

__ADS_1


"hallo my son.....my dear...ini mommy.....,cepat mandi dan segera ke perusahaan Papamu....."


"hhhhh....ya aku tahu ini suara mommy bukan my bee Zeynaku...." Deuz mengerutu sambil tersenyum menggoda ibunya yang memekik tak peduli Leon menutup telinganya di iringi kekehan,


"ada masalah apa lagi di perusahaan mom?,ada paman Damar.....,atau telfon Zeus saja...."


"astaga....,paman Damarmu sedang di Milan saat ini dalam perjalanan bisnis bersama papi David.....,adikmu kini sedang menggantikan kamu di perusahaan Babelion milikmu!!"


"ohh ia aku lupa mom.....,lalu siapa yang mengurusi perusahaan milik Zeus di New York ya?" Deuz bertanya mengingat adiknya memiliki sebuah perusahaan di new York,di usia muda adiknya adalah pemilik kapal pesiar terbesar di dunia,Royal Zeus Caribbean internasional.


Caca tahu jika Putra sulungnya saat ini sedang menggoda mereka sebagai orangtua cukup bersikap tegas dan juga apa adanya saja.


"mommy....apakah masih mendengarku?,jangan terlalu sibuk pacaran melulu...!"


" Diam anak nakal....!!,Kami bukan sedang pacaran,mommy pusing setelah melihat pabrik minyak kamu di sini,,aduuhhh kenapa hobby kalian membuatku pusing naakk....,,,sekarang pikirkan gimana caranya agar Babelion kau handle sendirian.....dan adikmu mengurusi perusahaan Daddy dan perusahaannya juga...."


"aku belum bisa Mom.....,penelitianku belum selesai....."


"ya sudah mandilah....,"


"aku ingin mandi bersama Zeyna....,gimana donk mom?"


"Deuuuuuzzzzzz.....!!!!!!,,mommy akan menelfon bi Mel saat ini juga agar memantaumu..."


"ha ha ha...bercanda mommy.....,Zeyna saat ini sedang sekolah online di ruang baca....,sudah ya,nenek sihir dari sebelah sudah datang...lebih sadis dia jika marah....." Deuz menutup pembicaraan lalu kembali melirik layar komputernya,di sana terlihat jelas dalam pantauan cctv bahwa adiknya itu sedang serius mengikuti sekolah online,dan di balik sekat pemisah ruang belajar dan buku-buku ada sepupunya Andrea dan bibi kecilnya Lea yang baru tiba sedang meletakkan nampan berisi makan siang di atas meja bundar.Deuz lalu melirik keluar jendela saat mendengar deru mobil yang ia kenal,bukan lain adiknya kembali dari tempat kerja dengan raut lesu,tentu saja Deuz tak ingin menunggu Omelan,ia cepat-cepat masuk kamar mandi dan menguncinya dari dalam.


Caca memijit keningnya di awasi Leon,kini dirinya sangat pusing.saat tiba di Dubai dengan misi mencari kakak iparnya Luis,malah keduanya mendapati sebuah buku harian kak Luis dan juga berkas-berkas yang telah memindahkan kepemilikan perusahaan minyaknya pada putra mereka Deuz sejak 6 bulan lalu,dan dua hari mereka sebagai orangtua sangat kaget melihat pabrik minyak yang tersembunyi dari publik terletak jauh di tengah gurun Sahara atas nama anak mereka yang sulung.bukan hanya itu saja,ada kejutan lain lagi......

__ADS_1


__ADS_2