
Deuz masih mematung menghadap keluar kaca tepat di ruang kerja Direktur saat seseorang masuk tanpa mengetuk pintu,tidak lain adalah sosok Ayahnya sendiri yang masuk tiba-tiba,ya Zeus memang Direktur di perusahaan ini,tapi sang Ayah masih mengawasi mereka sebagai komisaris untuk seluruh cabang dan juga pusat perusahaan Napoleon company.dan tentu saja sudah sejak lama ia mengawasi ruang gerak putra pertamanya dalam segala hal.apalagi saat ini Deuz di beri ruangan khusus di perusahaan selaku wakil Direktur Karna perusahaan ini adalah miliknya,tapi ia tak ingin pusing seperti adiknya,lucu bukan....ya itulah Deuz seperti hantu di mata karyawan dan juga orangtuanya.,dimana ia menanamkan semua hasil karya jeniusnya dari laboratorium yang tersembunyi jauh dari jangkauan dari dunia luar.
"Hai Dad......mengapa tak mengetuk?"
"ini ruangan Direktur Zeus,dan ini juga kantor Daddy.....mengapa harus mengetuk,apalagi untuk menangkap basah seseorang"
Deuz menyugar rambut yang beberapa Minggu lalu panjang tapi sudah ia potong lebih rapi atas saran mommy kesayangannya,lalu sang Daddy terhormat memberinya saran untuk mewarnai rambut hitam putra sulungnya agar orang lain tidak mengira Deuz dan Zeus adalah orang yang sama,keduanya sama-sama memiliki rambut hitam pekat seperti sosok ayah mereka,yang membedakan adalah warna mata dan karakter .tapi anak sulungnya itu tidak akan sepatuh Zeus,ia tak ingin menjadi sosok yang kecil dulu,sejak memiliki laboratorium pribadi dan mendirikan sebuah perusahaan baru di Italia,Deuz bagaikan hantu yang hadir tiba-tiba atau hilang mendadak. sampai saat ini Leon masih selalu memergoki putra pertamanya datang di ruangan adiknya,padahal putra sulungnya itu adalah seorang wakil komisaris yang letak kantornya berada di lantai 77 gedung ini,di sana ia berdampingan dengan ruangan Ayah dan juga ibunya.mereka sengaja memberikan kedudukan yang layak untuk Deuz karna tahu wataknya,tapi hal itu bukan berarti dapat mengikat perilaku kakak sulung Zeus.ia tetap saja melakukan apapun semaunya dan tak bisa di lawan,sekalipun sosok Zeus dingin dan di kenal iblis merah dalam perusahaan,namun tak satupun yang menyadari sekejam apa Deuz di balik senyum manisnya.
"Dad....aku sedang membicarakan urusan pekerjaan dengan Zeus"
"ini jam istirahat....dan di sini ruangan adikmu.....mengapa kamu selalu saja lepas kendali nak?"
"baiklah....aku akan belajar tak turun di lantai 66,tapi aku ingin tidur siang....."
Leon menatap tajam pada putranya yang malah sibuk menatap di balik lemari besar pemisah ruangan istirahat milik Zeus dimana Zeyna sedang mandi untuk berganti pakian yang telah di sediakan sekretaris pribadi pak Direktur yaitu kakak keduanya sendiri.orang yang di pikiran Zeyna saat ini telah kembali masuk ke pintu kantornya dan tentu saja terkejut saat melihat sosok tampan di balik meja kerja,setangkai bunga mawar di jas milik sosok rupawan di balik kacamata minus pria yang telah membuat ia dan kakaknya hadir di dunia ini.
" pangeran kesayangan mommy kenapa bisa ada di lantai 66 ya?,belum move on dari ruangan anda yang dulu? he he he" Zeus terkekeh memecah keheningan di antara kakak sulung dan ayahnya,bukan tak menyadari sesuatu,tapi Zeus tak ingin Zeyna tahu apa yang ayahnya harus ungkap siang ini di dalam ruangannya.
Daddy leon
"aku merindukan kalian....,setelah dua Minggu kalian bergabung di perusahaan ini,Daddy tak pernah lagi mendapati kalian di meja makan saat makan siang.....sesibuk inikah kalian boy's?"
"berhenti merayu kami dad.....lihatlah kami tidak akan tertipu,pasti Daddy akan pamit untuk pergi lagi sama mommy kan?"
itu suara ketus Zeus yang bisa menebak mengapa ayahnya sangat formal,dan Deuz menimpali dengan kekehan.
"he he Jangan bilang Daddy ingin menitipkan anak perempuan kesayangan Daddy di sini"
"dia anak perempuan Daddy satu-satunya,,jaga dia sebelum mommy yang menjewer telinga kalian jika dia menelfon mengadu atas sikap nakal kalian padanya okey!"
"hummnn apakah kami bukan anak Daddy?"Zeus bicara dengan senyum usilnya.
"Tentu saja kalian jagoan Daddy....kemarilah.....sudah lama aku ingin memeluk kalian"
Leon bicara sambil merangkul pundak kedua putranya yang ikut merangkul ayah mereka yang sedang duduk,hingga suara teriakan seseorang membuat ke 3 pria itu kaget,itu suara Zeyna yang melihat dan mendengar keharmonisan ke 3 lelaki kesayangannya dari balik pintu kamar yang terbuka.
"Aku di lupakan!!!!!!uughhhhhhh sebeeelllll......huh....!!!!"
suara ketus Zeyna tidak membuyarkan ketenangan Leon yang melepas pelukannya pada Deuz dan Zeus yang beralih melihat kearah pintu kantor di mana ibu mereka sedang berdiri dengan segelas anggur di tangan.leon selaku ayah yang adil segera masuk menyusul anak itu ke ruangan istirahat tempat tadi Zeyna mandi dan berganti pakian,lalu di ikuti Caca yang melihat tingkah manja dan cemberut putrinya.
"mommy,aku ingin ikut.....aku tau mommy dan Daddy akan ke Dubai.....lihatlah aku sudah siap-siap"
Caca mengamati busana yang di kenakan Zeyna lalu rambutnya,ia nyaris memekik saat melihat warna asli rambut gadis remaja itu,Leon segera memberi kode agar memanggil seseorang di kamar itu. bukan lain adalah Deuz,yang pada saat itu akan keluar ruangan tapi ibunya di sana berdiri dengan senyum iblis nya mencegat langkah si sulung.
"sayang......Dad dan mom mau bicara......Sekarang!"
Mommy Caca
Zeyna setelah cat rambutnya pudar.
Zeus terbelalak melihat warna rambut adiknya,dan ia tahu betul jika ini ulah sang kakak,tak ingin ikut kena amukan, ia meraih hp dan akan bergegas keluar ruangan kantornya tapi sekali lagi suara ibunya kembali terdengar.
"Zeus.....duduk di meja kerjamu dan tunggu mommy selesai dengan kakakmu!",
seseorang di balik pintu langsung menarik pintu dari luar dan memberi tanda di depan pintu itu bahwa tak bisa di ganggu.
__ADS_1
"Zeyna kemarilah......"
untuk pertama kalinya Caca memanggil putrinya dengan sebutan nama,dan tak curiga apapun gadis itu turun dari duduknya di samping jendela dalam rengkuhan ibunya ke ruangan tidur yang kedap suara.sedangkan Leon dan Deuz duduk di ruang baca dengan wajah serius,
"Dad......aku tidak akan mundur"
"dan Daddy belum bicara apapun"
Kreek bunyi pintu kamar tidur di buka dan ibunya memberi kode agar suaminya keluar ke ruangan kantor temani Zeus yang pura-pura melihat bingkai foto keluarga.padahal ia menguping tadi,
"katakan sebatas apa kau melakukannya?!!"
suara bentakan sang ibu pada Deuz membuat Raut iblis Zeus yang di depan meja terjingkat ingin kabur,tapi ayahnya di sana dengan senyum lebih menyeramkan. dan pria dewasa yang masih saja rupawan itu menelfon seseorang,lalu berbisik pada Zeus untuk tak kemana-mana sampai ibunya selesai bicara.
"kalian harus mendapatkan pelajaran....."
Deuz menunduk sesaat lalu menatap mata hazel ibunya yang sama persis yang ia warisi,dan tentu saja ibunya yang mungil itu nyaris melupakan kemarahannya saat melihat mata menggoda itu adalah senjata paling membuatnya susah marah pada si sulung.
"katakan nak,apa perlu mommy jelaskan pada Dad bahwa paha dan beberapa bagian tubuh Zeyna memar.....hingga rambutnya yang keluarga Napoleon sembunyikan dari publik kamu beri sampo untuk di lunturkan cat hitamnya...."
"aku hanya mengecup dan memberinya pelajaran jika membantah,tidak sejauh yang....."
"yang tetap saja telah melukai perasaan mom.....ada apa denganmu?"
"mom.....dengarkan dulu penjelasanku..."
"ya ayo katakan!, Dad pernah memberitahu mom bahwa kamu selalu kembali darimanapun pasti paling cepat masuk ke kamar Zeyna.....atau mencari Zeyna."
"mom....."
"asal kau tahu,,sejak kamu dan adikmu sibuk kerja,serta sibuk dengan dunia kalian sendiri,Zeyna adalah satu-satunya yang bisa menghibur mom....sekalipun faktanya dia bukan adik kandungmu dan Zeus tapi tidak pantas kamu melukainya,Jangan katakan jika kamu yang melakukannya!,jangan katakan jika adikmu tadi benar menyebut kamu pelakunya....."
"stop,why?"
Deuz telah siap di tampar,atau dapat bogem dari ibunya yang hebat bela diri,tapi malah kebisuan dan wanita itu menjatuhkan gelas yang tadi selalu dalam genggamannya,bunyi gelas jatuh membuat Daddy dan Zeus sama-sama berdiri dari sofa ingin masuk tapi suara ketukan dan sapaan seseorang di pintu depan membuat keduanya urungkan niat ke ruangan pribadi keluarga.
"mom...."
Suara Deuz bergetar mendekati wanita yang amat ia hormati dan sayangi,ibunya itu menyilangkan tangan sambil berdiri di sisi meja dan rak-rak buku hasil karyanya dengan tubuh bergetar.di mana putranya di sana berlutut memeluk dan menengadah padanya memohon ampun.
" Mommy.......I love your girl,mom......and these are real facts"
"sungguh?" Caca mengusap puncak kepala putranya yang kini telah dewasa dan sangat mencintai anak gadis yang amat dirinya dan sang suami sayangi.
"ya itu faktanya......"
"okey....,dengar nak....mom tahu dari 2 tahun terakhir sejak kamu Kembali dari Medan perang,mom tahu,tapi jangan sampai seperti...." Caca ingin mengatakan bahwa Deuz jangan sampai seperti ayahnya dulu,namun semua telah terjadi,sedih dan juga bahagia karna putranya bicara jujur serta memohon ampun sekalipun Caca tahu kini putra sulungnya adalah sosok penerus dan telah berusia matang untuk menikah.
"lain kali jangan seperti pencuri di rumah sendiri dan....jangan manfaatkan kepolosan Zeyna....dia masih kecil sayang...."
" karna Zeyna masih kecil mom,makanya aku diam-diam memberikan perhatian dengan caraku sendiri"
"dan sekarang kamu sadar caramu itu telah membuat mom sedih....,kami tahu bahwa kasih sayang kamu pada Zeyna berbeda dengan cara adikmu Zeuz,cara kamu dulu membujuk Papi Luis,sampai pengorbananmu menetap di Turki demi ingin Zeyna harus bersamamu"
"lalu kenapa mommy marah?"
"dia putri kesayangan mommy,Jangan berlaku bejat,,kau tahu itu anak brengsek!!!!"
"tunggu.....Jangan berpikir terlalu jauh...."
"jangan berbohong pada orang tua!!"
__ADS_1
"sungguh Deuz belum menidurinya kok mom....hanya mengecup dan memeluknya sampai pagi...."
"belum menidurinya?!!!!,jadi sudah ada niat?!!"
"uughhhhhhh......mom....sakit,aku bukan anak kecil please mom....ini kantor"
"sini kamu.....aku harus memberimu pelajaran....!!"
David dan putranya yang baru tiba terlonjak kaget,mendengar suara menggelegar Caca yang membuka pintu kamar tidur di mana Zeyna di sana sedang nonton dan menatap polos pada ibunya yang menjewer telinga kakaknya ke kamar mandi.
"mommy? Kak Deuz??"
"Bebe help me..."
"kak Deuz mau mommy apakan?"
"mommy akan membunuhnya karna sudah menodaimu!!!"
"menodaiku?"
"lihatlah Zeyna saja bingung mom,Bebe tolong jelaskan pada mommy......"
"mommy....kak Deuz selalu menjaga aku setiap kali mom dan Dad pergi...."
"dengan cara?" Caca masih memegang telinga Deuz yang pasrah,sedangkan Zeyna menjawab dengan polos.
"dengan cara menemani aku tidur,belajar dan memelukku setiap ada mimpi buruk.....kak Deuz bilang jika memberi tanda pada tubuhku agar tak ada iblis atau setan yang ganggu mimpi buruk aku mom....."
"what???!"
"Bebe.....jangan bicarakan rahasia kita berdua,i love you"
Deuz sengaja menggoda ibunya itu dan alis ibunya semakin menukik mendengar Sapaan penuh cinta dari putra kandungnya untuk Zeyna,membuat Caca semakin keras menarik kuping Deus masuk kamar mandi yang juga kedap suara.hingga membuat Zeyna lari ke luar kamar tidur ke arah pintu ruang baca di mana kakaknya Zeus dan ayahnya sedang santai berbincang bersama Paman David dan juga seseorang yang bukan lain adalah kakak sepupunya Christovel yang hanya dua tahun lebih kakak darinya.
" Papi David,dan my Cissss....."
Seperti biasa David langsung mendapat salam hormat di punggung tangannya,lalu putranya akan mendapat pelukan manja dan kecupan di kedua belah pipi, lalu gadis itu langsung mengadu pada sang paman yang ia biasa panggil papi lalu kakak sepupunya yang ia panggil ciss .
"Papi David......"
"ia sweety.....ada apa? dan kenapa dengan dandananmu sekarang?"
"nanti saja kita bicarakan ini.....tolong kak Deuz...,mommy membawanya ke kamar mandi sekarang....!"Zeyna berusaha menjelaskan pada pamannya itu,
"karna apa?" David bertanya sambil menatap kepada Leon dan juga Zeus yang mengangkat bahu.
"kata mommy untuk memberinya pelajaran......,,apakah ada pelajaran di kamar mandi?"
Zeyna bertanya dengan sangat polos sambil menatap lugu pada kakaknya Zeus yang nyaris ngakak,tapi David sudah duluan terbahak-bahak,di ikuti Leon yang menutup mulutnya ke arah kamar mandi di mana putra sulungnya duduk di awasi mata tajam sang ayah lalu ibunya melangkah kearah pintu kamar mandi ingin keluar mengambil handuk,
"Dad akan mengirim Zeyna ke luar negeri"
kalimat itu keluar dengan senyuman devil dari mulut Leon,dan tiba-tiba langkah Caca berhenti karna perubahan raut wajah putranya yang sedang di dalam bath up mendapat hukuman mental di rendam.
"Dad......jangan bercanda,ayolah Daddy,mommy.....aku akan terima apapun hukuman dan resikonya,tapi jangan membawanya pergi lagi....." Deuz memelas mengatupkan kedua tangannya sambil menggigil karna tubuhnya di dalam air yang suhunya Caca naikkan seakan-akan membekukan persendian.
"tidak.....Dad serius.....ini demi kebaikan masa depan putriku"
Caca berbalik memberi isyarat pada Leon yang bicara sambil berkaca dan tak melihat raut murka putranya di dalam bak mandi,aura menyeramkan menyelimuti kamar mandi saat mata hazel Leon menatap punggung Ayahnya yang tak menyadari candaannya membuahkan hasil yang luar biasa.
"Pamanmu David sudah datang bersama Chris calon tunangan Zeyna....."
__ADS_1