DIANTARA GURUN DAN SAMUDERA

DIANTARA GURUN DAN SAMUDERA
7. Gurun


__ADS_3

Kejutan yang luar biasa batin Leon,saat tiba di Dubai dengan niat mencari keberadaan kakaknya, apertemen kak Luis terlihat sepi dan juga sudah ada beberapa pesan di meja dapur untuknya dan David bahwa kakaknya itu sedang melakukan perjalanan ke Asia,tepatnya di Indonesia dengan alasan bahwa istrinya berada di sana.


"mengapa belum selesai masalah Zeus,malah anak kita yang diam di rumah lebih banyak menyimpan rahasia besar sekali, Dad apakah kau mendengarku hubby?"


"ia mommy my wife.....ingatlah sayang.....saat kamu hamil Deuz begitu sering bersama Ali dan tak jarang datang ke dubai,kini anak kita yang sulung ternyata memiliki aset di gurun"


"bangga?,tidak sama sekali,dan ngidamku dulu tidak akan ada sangkut pautnya dengan keadaan kita yang sekarang,pikirkan gimana jika mereka menikah dan meninggalkan kita kesepian?"


"kita buat adik lagi biar tidak sepi,aku masih terlalu kuat untuk urusan ranjang honney...." Leon berbisik lembut di telinga istrinya yang kini telah matang dalam karir dan juga urusan keluarga,sekalipun tak pernah jauh dari sisi Leon,Casandra tetaplah Caca yang mengontrol kebutuhan dirinya dan anak-anaknya,setelah itu baru kembali memantau studionya yang membuka sekolah khusus fotografi dan sekolah modeling di bawah asuhan Erica dan dirinya yang di wakili Sera saat ini memiliki anak tunggal yang juga salah satu asisten leader di studio bersama adik Caca tak lain Yuka terjun di dunia model.sedangkan Yoga saat ini berada di new York,profesinya adalah Actor sekaligus arsitek ternama di luar sana.


๐Ÿคช๐Ÿคช๐Ÿคช


Zeus membanting pintu mobil lalu bergegas masuk mension dengan lesu,rasa lapar dan juga rasa kesal mendominasi langkahnya,saat kepala maid menyapa ramah di depan pintu hanya jawaban ketus terdengar.


"Bi Mel,aku sungguh bosan dan lapar....."


pengasuh paruh baya itu paham dan seperti biasa segera menyediakan jus mangga untuk Zeus yang memang sejak kecil suka minuman itu,tapi Zeus melihat ada beberapa gelas es lemon di meja makan membuatnya segera meraih dan meneguknya.


"Bi,minuman ini milik kak Deuz kan......,buatkan lagi dan tolong bawakan ke kamarku ya bi....."


"maaf nak,ini teh buatan nona Lily....untuk Zeyna dan nona Lea....saat ini mereka sedang berada di ruang baca,nona kecil sedang les privat"


"Andrea?dia di sini rupanya......,okey,siapkan makan siang,aku akan ke kamar kakak buat perhitungan dengan si malas tua bengkok itu.....!" selain kesal pada kakak sulung,Zeus juga membatin sendiri mengingat rasa teh jus lemon tadi,pantas rasanya agak beda batin Zeus,ia merasa bersalah jika minuman itu bukan untuk dirinya.


๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


"ya Nona Lily sudah sejak lama berada di sini setiap ada waktu,karna nona kecil cocok dengan sikap Nona Lily,dan satu-satunya teman perempuan nona kecil selain nyonya besar,Tuan muda Deuz sudah bangun tapi mungkin sedang mandi,....kami akan siapkan makan siang..."


"oh begitu mereka sangat dekat ya....baiklah aku akan ke atas...,Terima kasih bi Mel,kau memang terbaik untukku dan keluargaku....." kecupan sayang mendarat di punggung tangan pengasuh tua itu,yang terharu karna Zeus dan Deuz tidak pernah lupa kasih sayang dirinya,sekalipun statusnya hanyalah kepala IRT di keluarga ini.


Bibi Mel hanya tersenyum meraih jas dari Zeus yang paham wanita itu tak ingin membuat suasana lebih runyam karna wanita ini sejak kecil adalah pengasuh ke 3 anak tuan besar Leonel dan Casandra.


Sebelum sepatu Zeus menapaki anak tangga,terdengar bunyi pintu dari ruang baca ,,Kreek,muncullah bibi cantiknya yang sampai saat ini terlalu manja dan belum berkomitmen menikah padahal usianya sudah 28 tahun hanya terpaut 3 tahun lebih dewasa daripada kakak sulungnya Deuz.seperti saat ini,dia bergelayut di lengan Zeus tanpa peduli betapa lelahnya sang ponakan kedua.

__ADS_1


"uuuummmm,,antar aku ke klinik.....,," Lea terlihat modis dengan hanya jeans hitam dan Sabrina maroon,rambut hitam panjang yang bergerak kesana kemari saat melangkah ke arah mobil mewah milik Zeus,tapi saat bibinya itu telah masuk dan duduk,ponakan keduanya itu malah menyerahkan kunci pada sopir pribadi,dan melangkah kearah sisi pintu di mana bibinya duduk dengan ketus.


"Zeyna harus makan siang dengan benar hari ini,Zia Lea tahu benar jika sejak kemarin aku sibuk dan selalu pulang larut malam,,,aku mau menebusnya hari ini,,sekalipun tanpamu dan mommy.....,,aku ingin melihatnya makan dengan lahap,karna yang aku dengar anak itu tidak mau makan dengan benar sejak Daddy dan Mommy keluar Negeri,,,jadi kali ini silakan bawa pulang mobilku di jam 10 malam paling lambat,,jika tidak.....aku akan menelfon paman Dion...." Zeus tersenyum melambai saat lea menaikkan kacamatanya dengan cemberut.


" baru sadar kalau adikmu itu merajuk denga mogok makan ya,,aku saja tidak di ajak bercanda,padahal aku sudah minta maaf,,aku sudah membujuknya tadi dan sekarang giliranmu,,kak Dion sudah kembali,,makanya aku pergi di klinik....,huhhh...jangan meniru kak Leon dan Deuz agar bisa mengaturku okey....!! dadahhh....muaaachh"


kecupan di pipi dan senyuman gemas pada anak kecil masih saja senjata ampuh untuk menggoda Zeus agar tak banyak bicara,,yaa pria itu hanya tersenyum geli menyeka pipinya lalu melambai,sambil membatin sendiri,mengingat Lea memang paling takut pada 3 orang pria di rumah ini,Kakaknya Leon,Dion adik dari iparnya Caca dan Deuz ponakan sulungnya.pada Zeus tidak,,karna pria ini sama-sama memiliki selera yang sama jika menginginkan sesuatu.tapi ada yang salah dengan tingkah bibi kecilnya itu,jika mengetahui paman Dion kembali dari New York,tak satu orangpun yang akan bisa menahannya untuk menempel di sisi sang paman bermata sipit itu,entahlah Zeus dan Deuz pernah membahas ini dan keduanya sama-sama curiga alasan lady Lea tidak segera menikah adalah karna Paman Dion.


"kakak.,..,..,...,!!" Suara Zeyna dari pintu mengejutkan lamunan Zeus,gadis kecil itu mengulurkan tangannya ingin di peluk,tentu saja di sambut dengan senang oleh kakaknya.


"kenapa merajuk seperti ini gadis kecilku?hmmnn? sudah selesai lesnya?" Zeus mengusap puncak kepala dan membalas pelukan Zeyna yang menengadah penuh keinginan yang sulit di tolak.


" kak Ze.......," Zeus menyentuh pipi adiknya yang terasa hangat,tidak bukan hangat,tapi panas.matanya terlihat merah dan bibirnya pecah-pecah.langsung saja pria itu menuntun adiknya duduk ke sofa ruang keluarga.


"katakan padaku sejak kapan tubuhmu sepanas ini?" Zeus terlihat cemas dan melihat sekitar ruangan yang sepi.


" kak Zeus......jangan mengajakku duduk......aku ingin ke taman,,temani Zeyna...udah selesai sekolah kok." Zeus tentu saja tak bisa mengajak adiknya keluar di luar rumah jika suhu tubuhnya sepanas ini.


" apa yang kamu rasakan?,,tubuhmu panas sekali Zeyna ...uuummmn sudah sarapan dan minum vitaminmu tadi?" Zeus terlihat kuatir saat mata gadis kecil itu meredup dan menggigit bibirnya berbisik lirih.


" sssttt....,,kakak akan menelfon Daddy sekarang....diamlah.....jangan menangis.....,,bi......bibi Mellllll!!!!" pengasuh mereka dan dua orang maid tak menunggu di panggil dua kali,dalam sekejap ruang keluarga sudah di kelilingi para pelayan yang kuatir dan penuh ketakutan dengan tatapan tajam Zeus,karna sejak 5 tahun dia di luar negeri,baru kali ini dirinya menjumpai ekspresi adik perempuannya Semerah ini jika kesakitan dan merajuk.


berbeda dengan si sulung yang niatnya tadi bersembunyi di kamar mandi,kini bergegas mengenakan pakian saat tidak mendengar suara orang mencarinya.dan instingnya tidak pernah salah,saat turun tangga terdengar suara gaduh para maid panik melakukan apa yang di suruh Zeus.


"panggil Dokter!!,,siapkan mobil dan......kenapa Zeyna tidak di beri vitamin,jadinya dia sakit begini kan??!!!"


suara keras Zeus mengejutkan Andrea yang fokus mengecek tugas Zeyna sejak tadi ikut keluar ruang baca di mana tadi tempat dirinya mengawasi Zeyna les privat.


"hei......jangan panik.....kemarikan Zeyna...." suara berat Deuz langsung menenangkan Zeus yang tadinya panik dan terus memeluk adiknya,sedangkan si adik kecil terlihat lemas dalam tangis.


" bee.....,ini aku....kemarilah...." Deuz meraih Zeyna dari pelukan Zeus yang menarik nafas lega,gadis itu terdiam dan berhenti terisak-isak.langsung menatap kakak sulungnya lalu kakak keduanya dengan tatapan sedih.


"Mommy dan Daddy tidak ada,mana bisa Zeyna sarapan.,,,..jangan marah-marah pada Bibi dan yang lain,,..,.aku sedih bangun pagi tidak ada siapapun di meja makan,....i Miss Daddy....." gadis itu membuat Zeus sadar sejak orangtua mereka kedubai,tak ada satupun yang sempat sarapan atau membangunkannya pagi-pagi kecuali bibi Mel atau paman Damar dan Sera jika mampir.

__ADS_1


"maaf.....,,aku juga kurang peka tadi saat Zeyna belajar" itu suara Andrea yang muncul dengan raut menyesal,tapi wajah dingin Zeus membuat suasana semakin beku hingga bibirnya berkata pelan.


" sekarang siapkan makan siang di meja makan kita makan bersama semua....."


tangannya tak berhenti menyeka airmata Zeyna yang tidak terisak tapi masih meneteskan airmata sambil bersandar nyaman di dalam pelukan kakak sulungnya.


" Zeyna.....,habis makan kita ke dokter sekalian jalan-jalan...mau?" Deuz membujuk dengan mata melirik Lily atau Andrea yang terlihat takut pada raut wajah Zeus yang sedang berusaha menghubungi orangtua mereka.


"Zeus pergilah ganti pakian dan turun makan siang,,Zeyna ....mau kan makan di meja makan?" Deuz sekali lagi bertanya pada adiknya yang kini mengeleng,matanya terlihat kecewa saat menatap kakak keduanya yang sudah tersambung dengan panggilan luar negeri,dan mengabaikan perkataan kakaknya untuk menukar pakian.


" Dad ......,,di mana?" suara Zeus menyapa ayahnya yang melihat ke layar hp karna sedang menepikan mobil,kini kedua suami istri itu terlihat dalam panggilan Vidio call,Deuz meyapa dengan lambaian lalu menunjuk wajah kemayu adik mereka yang langsung terisak-isak saat melihat Ayahnya berada di tengah gurun.


"Daddy.......,pulanglah...." Leon yang tadinya terlihat serius kini terharu karna suara putri kecilnya yang memelas memanggilnya pulang,Caca segera mengarahkan wajahnya di dekat sang suami.


"apa yang terjadi sayang?,kenapa menangis?,mana kakakmu?"


keduanya agak tenang saat melihat Deuz dan Zeus berada di sana bersama Andrea juga.seperti inilah Zeyna jika di tinggal pergi,sejak kecil anak itu selalu di ajak kemana-mana oleh kakek dan nenek mereka,beberapa kali Leon melakukan hal yang sama,hingga dua Minggu ini mereka sedang merencanakan melatih mental Zeyna agar bisa di tinggal di rumah untuk belajar mandiri dan melakukan terapi sendirian.


"oke....Daddy akan segera kembali setelah menyelesaikan masalah di sini ya sayang.....diamlah.....Daddy dan Mommy sudah bicara denganmu sekarang kan?"


"benar ya,berjanjilah padaku Dad....,,jangan tinggalin Zeyna sendirian.....please....,aku selalu mimpi buruk jatuh di dalam air dan Daddy yang menarikku keluar,itu menyeramkan Dad....aku selalu terbangun dengan kepala yang sakit...." suara memelas Zeyna membuat Deuz sadar jika ingatan adiknya sudah sebagian kembali.


" I am Promise.....,,sekarang kami sedang dalam perjalanan membereskan masalah proyek di gurun....,tapi Daddy akan tetap menelfonmu,okey...."


"okey.....,i Miss mommy...."


"mommy keluar ke kamar mandi sebentar kami telfon lagi...."


Leon terlihat berkaca-kaca membujuk Zeyna,lalu melihat gadis itu mengangguk lemah lalu menunduk menyeka airmatanya di bantu Deuz.


"Daddy harus berjanji akan cepat pulang,ini sudah 15 hari Zeyna tidak bertemu Mommy,bisakah Daddy pulang besok???,,please.....aku sakit Daddy.....,mommy aku kesepian...,....." lagi,airmata putri kecil mereka mengetuk hati paling dalam Leon yang merasakan lengannya terasa basah tapi hangat,karna istrinya sudah menangis di samping dan menyembunyikan wajah dari anak-anaknya lalu membuka pintu mobil keluar di luar menenangkan emosinya yang tak karuan jika mendengar suara memelas Zeyna.Zeus yang dari awal sudah menyerahkan hp ke tangan Zeyna agar bebas mencurahkan keluh kesahnya memilih meninggalkan ruangan keluarga setelah memberi kode pada Deuz agar menemani adik mereka saat itu,pria berhati kejam itu tak tega melihat percakapan penuh haru itu,ia melangkah berat ke arah ruang baca sambil membuka kancing kemejanya dan duduk di meja belajar Zeyna.


" Pak Zeus......" suara Andrea yang ternyata mengikutinya diam-diam mengejutkan Zeus,apalagi sapaan asing itu malah membuatnya bingung,hatinya terasa sakit menusuk,rasa kesepiannya berasa berada di tengah gurun saat melihat raut wajah adik sepupunya itu menyodorkan segelas air tak segera di raih Zeus.

__ADS_1


"Andrea......ada apa denganmu?,,ini rumahmu juga.....,stop membuat drama seperti orang bodoh" suara sepatu Andrea yang mundur lalu akan berbalik membuat Zeus semakin kesal lalu menarik gadis seusia dirinya itu tetap berdiri di sana,tepat di depan pintu yang di tutup rapat Zeus.


" aku seperti berada di gurun tandus dan panas jika kau seperti ini padaku!!"


__ADS_2