
...Babak Baru Ecca...
Jika waktu bisa terulang lagi aku akan selalu ada untuknya melewati masa-masanya. David aku janji akan selalu hidup bahagia untuk kamu, aku dan semua orang yang aku sayang, dengan cintamu ini aku akan membuat hidup ku lebih bahagia, makasih David untuk cinta ini, I LOVE YOU TOO.
Aku letakkan, serangkaian bunga mawar yang indah dan harum diatas makam David, mawar yang menggambarkan keharuman cinta kami yang takkan pernah terlupakan.
Hari-hari ku lewati dengan senyuman, sesekali aku, Deva, Devi dan kak Fikri menyambangi panti David dan menghibur anak-anak disana.
Aku menjalani aktifitas yang menyenangkan ini tanpa ada raga David disini tapi aku yakin, jiwanya selalu ada disamping ku dan hatinya telah menyatu dalam hidup ku.
Terimakasih Tuhan untuk segalanya, berikan David ku rumah terindah disana.
ooOoo
"Akhirnya reda juga!" Seruku lantas kemudian pergi meninggalkan cowok itu.
"Lah, kenapa dia pergi begitu saja. Apa dia tak menghiraukan diriku!" Ujarnya dalam benaknya.
Hujan reda, yang tadinya aku berada di posisi yang sama sekali tak nyaman, akhirnya aku bisa pergi dari hadapan lelaki yang tak ku kenal itu.
"Aduh jaket ku!" Serunya.
"Hei, itu jaket ku!" Serunya.
"Apa dia tak mendengarnya?" Tanyanya.
Cinta adalah candu jangan menggebu nanti jadi babu kekal di dalam semu, cinta itu anugrah jangan terlalu marah nanti luka parah nikmati dengan pasrah, cinta juga bisa mendewasakan pergi untuk menyabarkan menjatuhkan untuk menguatkan pelangi setelah hujan. Hujan air mata, ada yang dihempaskan awan sebelum cerah menggeser hitam merata di langit, ada yang harus kau buang sebelum senyum mengasingkan duka yang sakit.
__ADS_1
Matahari bersinar di ufuk timur berikan sinarnya yang terang sembari menunggu datangnya sang fajar menyingsing, aku tak tahan melihat cahaya terang yang begitu besar nan indah namun tak pelak cahyanya memberikan tanda tanya terhadap perasaan ku yang berkecamuk antara kebimbangan dan juga ketidak pastian yang membuat aku tak percaya akan indahnya cinta, naluri ku bertanya ada apakah gerangan dengan misteri yang selalu saja timbul dalam kehidupanku yang membuat aku tak mampu melalui setiap proses dalam kehidupanku. Aku tak gentar namun juga yakin tapi tak pelak hati kecilku pun bertanya apakah aku mampu memenuhi hajat hidupku dengan baik, angin nampak riuh ciruh yang membuat aku kedinginan kemudian aku selimuti badanku dengan jaket tebal yang aku bawa dari rumah. Entahlah aku baru menyadari bahwa ini adalah musim hujan dan sepertinya akan turun hujan lebat, kemudian aku tutup jendela kamarku sembari aku melihat rintikan tetesan air hujan yang tak pelak menetes dan juga membasahi area kebun rumah nenekku.
Semua akan berganti siang akan digantikan malam, begitu pula dengan matahari yang tak akan mungkin bersinar ditengah malam. Apa cuma aku yang terdiam sendiri, sejenak aku berfikir dengan setiap sekenario yang Tuhan buat untuk ku, semuanya ambigu gak jelas, tapi juga membuat aku takut.
Sang waktu berjalan tak pelak kau tak memberikan aku waktu untuk sejenak melupakan egoku, aku tahu semua hal yang aku lakukan dengan sadar ataupun tidak mungkin menyakiti hatimu, bukan sang waktu yang salah bukan kita pula yang harus menafikan setiap hal yang telah terjadi. Lihatlah aku yang disini melawan getirnya hidupku sendiri tanpamu aku lemah melawan pahit getirnya hidupku sendiri. Aku sadar setiap jam menit detik gak akan mudah mengucapkan kata maaf meski demikian egoku masih membuat aku merasa takut. Aku sendiri melawan getir pahitnya mentari bersama dengan sinarnya yang selalu menjagaku dalam setiap keluh kesah yang aku lalui, meski ku sadar sang fajar tak semudah itu menyingsingkan setiap hal yang membuat aku sadar aku bukan kamu dan kamu bukan aku.
Setiap hal yang terjadi dalam kehidupan kita nyatanya kayak sebuah dongeng yang terus berkembang dari akar yang satu ke akar lainnya, suka atau gak suka kita cuma bisa menjalankan setiap perjalanan yang udah Tuhan siapkan seperti layaknya Sutradara yang ngasih arahan ke kita, meskipun semua gak mudah setiap rentetan peristiwa yang hadir dalam kehidupan ini kayak sebuah misteri yang terus berjalan.
Ada kalanya kamu tersenyum, dan ada kalanya pula kamu bersedih setiap jalan panjang yang kamu lalui itu gak mudah tiap jalan penuh halangan dan juga rintangan, kamu ingin bahagia tapi semua butuh proses panjang gak instan kayak Indomie, bahkan kamu akan merasa semakin kamu diatas maka akan banyak orang yang akan menjatuhkan kamu.
Bagaimanpun juga semua akan terjadi dan setiap hal akan menjadi kisah perjalanan hidup yang penuh dengan fantasi, bersama dengan sosok sahabat yang selalu menemanimu di kala kamu suka maupun duka kita takkan pernah berjalan sendirian selalu ada seseorang di belakang kita entah mereka sebagai sosok penyelamat maupun sosok antagonis.
Ada kebahagiaan yang aku rasa bersama dengan cinta dan juga setiap hal yang aku hayalkan dengan itu aku merasa bahwa Tuhan selalu bersamaku menjaga ku dan juga melindungi ku. Karenanya aku kuat karenanya aku merasa bangga menjadi diriku sendiri, meski aku sadar bahwa setiap manusia tidak ada yang sempurna semuanya mempunyai kelebihan dan juga kelebihannya masing-masing. Aku sadar setiap asa yang aku punya terkadang menjatuhkan diriku sendiri dan juga terkadang semua lelah yang ku perbuat bukan hanya memberi ku bahagia tapi juga memberikan peluang untuk tetap maju dan sukses.
"Akhirnya sampai rumah juga!" Ujarku.
"Ya ampun ini jaket!!" Ujarku.
"Hadeuh saking buru-buru, aku jadi lupa kalau ini jaket Dewa!" Ujarku.
"Kamu kenapa Ca?" Tanya ibuku.
"Kok masuk nggak assalamualaikum sih?" Tanya ibuku
"Ah, ia Bu maaf aku benar-benar lupa" jawabku.
"Assalamualaikum!" (Sembari salaman ke ibuku)
__ADS_1
"Waalaikum salam" jawabnya.
"Kamu habis dari mana aja sih? Sampai basah kuyup gitu, nanti kalau masuk angin gimana?" Tanya ibuku.
"Maaf Bu!" Jawabku.
Kemudian aku buru-buru ke kamar mandi...
"Entah kenapa aku jadi lupa kalau ini jaket punya Dewa!" Ujarku.
"Kenapa aku jadi begini padahal... Ah sudahlah!" Seruku sembari menggerutu.
"Udah biar ibu cuci baju kamu!" Seru ibuku.
"Ah, nggak usah Bu aku ajah!" Jawabku.
"Lalu ini jaket siapa Ca?" Tanya ibuku.
"Ah itu jaket kawan ku!" Jawabnya.
"Kok, kamu pake?" Tanyanya.
"Ia tadi kebetulan aku minjem jaket temen ku?" Jawabku.
"Lain kali jangan begitu kasian temen kamu nanti!" Ujar ibuku.
"Baik Bu!" Seruku.
__ADS_1
ooOoo