
...Hijab Dan Hijrah...
"Ah, enggak. Aku kayak melihat seseorang" jawabku.
Namun kemudian sosok tersebut hilang dan lenyap...
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya ku dalam benakku.
"Ca!" Seru Deva.
"Foto dulu!" Ujar Devi.
Dalam situasi ini aku merasa carut marut, karena aku nantinya tak akan bisa bertemu lagi dengan Deva dan juga Devi sahabat ku yang sudah aku anggap sebagai saudara ku sendiri.
"Berarti abis ini kita gak bisa ketemu lagi dong?" Tanya Deva.
Cinta adalah candu jangan menggebu nanti jadi babu kekal di dalam semu, cinta itu anugrah jangan terlalu marah nanti luka parah nikmati dengan pasrah, cinta juga bisa mendewasakan pergi untuk menyabarkan menjatuhkan untuk menguatkan pelangi yang indah setelah hujan yang sangat deras.
ooOoo
"Hmm, jangan sedih nanti pasti kita akan berjumpa lagi. Kan sekarang udah ada smartphone kita sekarang saling terhubung satu sama lain!" Seru ku.
"Ah ia betul juga tuh, btw abis ini Ecca mau ngapain nih?" Tanya Devi.
"Hmm, kayaknya Ecca mau kawin nih!" Jawab Deva bercanda.
"Ah, kalian ini bisa ajah!" Jawabku santai.
"Jangan-jangan di antara kalian berdua yang akan menikah!" Seruku.
"Aminin ajah deh!" Jawab Deva.
Perpisahan, terkadang membawaku kepada kesedihan. Tetapi aku menganggap ini bukanlah suatu perpisahan namun sebagai cara Allah untuk mempertemukan kita nanti.
Aku sebenarnya, sangat mencintai kampus ini. Tempat dimana pertama kali aku dan juga Kak Fikri serta Deva dan juga Devi bertemu, kini aku tak akan berjumpa lagi dengan mereka. Rasanya sedih, namun aku berharap aku bisa berjumpa dengan mereka kembali.
"Btw, kenapa nggak ada Dewa?" Tanyaku dalam benakku.
"Perasaan, aku dan dia satu kampus deh. Tapi kenapa dia tak ada disini, apa mungkin dia junior ku? Ah entahlah aku nggak tahu kenapa aku harus memikirkan dia?" Tanyaku dalam benakku.
Wahai saudari, matahari tidak kehilangan keindahannya saat tertutup awan. Begitu juga dengan kecantikanmu yang tidak akan pudar saat engkau mengenakan hijab.
Dengan menutupi aurat, kita menghargai diri kita sendiri dan keluarga serta pasangan hidup. Walaupun bukan berarti wanita hijab menjadi wanita yang paling muslimah, namun dengan memperbaiki diri dengan hijab, maka Allah SWT secara perlahan akan menuntun kita ke jalan yang lebih baik.
Manusia di zaman purba hampir telanjang. Setelah kecerdasannya berkembang, mereka mulai berpakaian. Yang kupakai sekarang ini melambangkan peradaban dan pemikiran tertinggi yang pernah dicapai manusia. Hal ini bukan suatu kemunduran. Membuka pakaian itulah kemunduran yang akan membawa kita kembali ke zaman purba.
Aku berhijab bukan karena aku sudah menjadi baik ataupun shalihah. Tapi ini adalah cara bagiku untuk menjadi muslimah taat yang baik dan shalihah.
__ADS_1
Aku enggak tahu kenapa bisa seperti ini jalan hidup yang ku cari dan apa yang ingin aku dapati, segalanya membuat aku termenung dan membisu, aku tak tahu aku seolah-olah kehilangan arah hingga akhirnya aku mulai memutuskan menutup aurat ku.
Semuanya berubah, hingga membuat aku merasa ini adalah pilihan terbaik dalam hidup ku, namun entah kenapa seseorang lelaki datang kepada ku dia memiliki wajah yang sangat mirip dengan David kekasih ku. Namun apa yang terjadi ternyata diluar dugaan ku, aku tak tahu harus bagaimana apa ini jalan hidup yang aku pilih, apa mungkin sebenarnya hidup bukanlah pilihan tetapi adalah sebuah jalan menuju jalan Tuhan.
Tak pelak hatiku bertanya-tanya tentang lelaki itu, ia bernama Dewa. Sosok lelaki yang aku jumpai dan membuat aku terbelalak saat pertama kali melihatnya, dia sangat mirip sekali dengan David tetapi ada yang membuat aku terpaku dan membisu kenapa dia bisa suka Hujan? Padahal dulu aku suka hujan tapi sekarang tidak. Apa yang sebenarnya terjadi? Dan aku harus bagaimana?.
"Kok sendirian ajah?" Tanya seseorang disampingku
"Ah Dewa?" Tanyaku kaget
"Kenapa kamu kayak kenal aku ajah?" Tanyaku
"Ia lah aku kenal kamu, kamu cewek kemarin yang naik angkot bareng aku!" Serunya
"Ia aku inget, nanti aku gantiin kok!" Jawabku
"Ah, gak usah aku bercanda kok!" Ujarnya
"Kamu ngapain sore-sore disini?" Tanyanya
"Aku lagi, merenung ajah!" Jawabku
"Lagi mikirin cowok ya?" Tanyanya
"Ah, cowok yang mana?" Tanyaku
"Kamu kenal kak Fikri dari mana?" Tanyaku
"Ya siapa sih yang gak kenal dia, kak Fikri kan paling populer di kampus!" Jawabnya
"Owh!" Ujarku
"Kok pas wisuda kamu gak ada Dewa?" Tanyaku
"Owh, aku belum wisuda. Aku beda dua tahun sama kamu!" Ujarnya
"Pantesan!!" Jawabku
"Tapi wajah kamu??" Tanyaku
"Hahahaha, banyak yang bilang begitu tampang aku kayak orang tua ya?" Ujarnya
"Ah, enggak kok!" Jawabku tertawa
"Ngeliat kamu ketawa kayak gitu aku jadi bahagia!" Ujarnya
"Apaan sih, bikin aku GR ajah!" Seruku sembari tersipu malu
__ADS_1
Ternyata Dewa sosok yang asik buat di ajak bicara, dia teman yang baik dan juga pendengar yang baik. Aku kira dia seusia aku tapi ternyata dia junior ku, hihihi aku jadi malu sendiri ternyata aku yang udah tua.
Hari ini aku akan memulai langkah ku untuk interview kerja di salah satu perusahaan ternama, sepertinya aku telat aku rasa lelah sekali karena sedari tadi aku belum minum air mineral untung saja aku bawa botol minum dan isinya juga masih banyak.
"Ecca!" Seru seseorang
"Ah, Naira!" Ujarku
Ternyata aku duduk bersebelahan dengan kawan lama ku di kampus yaitu Naira.
"Kamu mau interview?" Tanyanya
"Ia nih, tapi aku agak telat harusnya jam 9 tapi sekarang sudah jam setengah sepuluh!" Jawabku
"Ia gak apa-apa, kamu isi data aja dulu!" Serunya
"Nih formulirnya!" Ujarnya sembari memberikan formulir pendaftaran.
"Btw kamu udah kerja disini?" Tanyaku
"Alhamdulillah, aku udah diterima!" Jawabnya
"Owh, syukurlah!" Ujarku
"Kira-kira tesnya susah gak sih?" Tanyaku
"Ah, enggak paling cuma silang-silang ajah!" Jawabnya
"Aku takut gak masuk nih, soalnya aku enggak begitu ngerti!" Ujarku
"Ah, tenang ajah kamu pasti bisa!" Serunya
"Eh, udah dulu ya aku masuk dulu!" Ujarnya pamit
"Sipoke!" Jawabku
Melihat Naira yang sudah mulai diterima kerja membuat aku penasaran dan ingin segera bekerja di kantor ini, apalagi slery-nya lumayan besar juga. Aku jadi pengen banget cepet-cepet kerja selain untuk menambah saku ku, aku juga ingin menambah pengalaman ku.
Entah kenapa aku jadi gugup gini, padahal semalaman aku sudah belajar dan mencoba untuk mencari tahu tentang kantor ini, ya semoga ajah aku diterima maklum aku gak tahu harus mencari kerja di mana lagi karena aku enggak ada referensi.
"Rossa Andriana!!" Giliran nama ku dipanggil, ini membuat jantung ku berdegup kencang. Rasanya aku butuh oksigen untuk bernafas, semoga saja aku bisa.
"Bismillah!!!" Seruku dalam benakku
Ternyata saat itu aku di interview oleh seorang perempuan dia sangat cantik, mungkin saja dia akan menjadi calon bos ku, tapi karena dia terlalu cantik bikin aku gak fokus ajah ngeliat dia.
ooOoo
__ADS_1