Diary Ecca Season II

Diary Ecca Season II
Episode 76


__ADS_3

...Ecca Love Story'...


"Baik saya permisi dulu!" Seru Dokter.


"Terimakasih Dok!" Ujarnya


"Aku tak tahu kenapa bisa terjadi seperti ini, apa yang harus aku lakukan kenapa ini semua bisa terjadi?" Tanya Fikri dalam benaknya.


Saat dia melihat tas ternyata ada obat-obatan di dalam tasnya Ecca.


"Obat apa ini?" Tanya Fikri dalam benaknya.


"Ini seperti obat... Gak mungkin ini bukannya obat anti depresan?" Tanya Fikri dalam benaknya.


"Astaghfirullahaladzim, kenapa bisa seperti ini dan apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Fikri dalam benaknya.


Kemudian Fikri menangis tersedu-sedu, melihat betapa sedihnya penderitaan yang di alami Ecca. Dia tak kuat batinnya menangis haru biru hingga akhirnya ia memutuskan untuk sholat di sebuah masjid dekat Rumah Sakit tersebut.


ooOoo


Dear Diary,


Sebenarnya aku tak mengerti tentang cinta dan tak tahu apa itu cinta, aku hanya berusaha menjaga hatiku meski sebenarnya aku tak tahu hati ini akan berlabuh kearah yang mana. Aku hanya berusaha tapi tak pernah mencoba untuk mencari, anggap saja aku ini bodoh ketika ada seseorang lelaki yang sangat baik disisiku lalu aku hanya menyia-nyiakannya saja dan kemudian apa aku hanya bisa melihat dirinya bersama gadis lain.


Begitu juga dengan David kekasihku aku sangat mencintai dirinya tapi apa yang terjadi Tuhan berkehendak lain dia malah mengambil dirinya dari diriku, aku sangat mencintai David jujur aku sangat kehilangan dirinya. Tapi apalah dayaku, kini aku malah terserang penyakit beberapa penyakit serius seolah-olah menggerogoti tubuhku yang mungil mulai dari depresi dan sebagainya. Aku tidak tahu mengapa bisa terjadi seperti itu, aku pernah berkali-kali ingin bunuh diri tapi tak bisa.


Sejenak aku merenungi nasib diriku, apa yang sebenarnya terjadi pada diriku? Meski begitu aku tetap mencoba untuk mencari jati diriku, meski aku tak tahu aku harus bagaimana untuk menghadapi semua ini.


"Nak, Fikri bagaimana dengan keadaan Ecca?" Tanya ibu dan ayah Ecca dengan penuh kesedihan, mereka berdua tak ingin terjadi sesuatu kepada anak semata wayang mereka yaitu Ecca.


"Ecca...!" Jawab Fikri tergagap-gagap


"Nak, tolong ceritakan sebenarnya ada apa dengan Ecca?" Tanya Ibu Ecca sembari menangis dan mengalihkan air matanya.


"Ecca... Terkena radang selaput otak om tante!" Ujar Fikri sembari menangis tersedu-sedu.


"Apa!!" Ungkap Ayah Ecca tercengang kaget dengan apa yang Ecca alami.


Kedua orang tua Ecca sebenarnya tak tahu menahu dengan keadaan Ecca, selama ini Ecca tak pernah bercerita tentang kondisinya.


"Ya Allah Ecca!!" Seru Ibu Ecca sembari menangis.


"Ecca!!" Ujar Ibu Ecca.

__ADS_1


"Sabar, Bu!!" Ungkap ayah Ecca sembari memeluk Ibu Ecca.


"Yah, anak kita satu-satunya yah!!" Seru Ibunya Ecca.


"Iya, Ayah juga tahu Bu. Kita pasrahkan saja pada kehendak Allah, Ayah yakin Ecca masih bisa disembuhkan!!" Ujar Ayah Ecca sembari mencoba menenangkan Ibunya Ecca uang sedari tadi menangis tersedu-sedu.


Satu persatu, semua berganti antara cinta dan juga benci. Segala sesuatu mungkin tak bisa dihitung kembali dan juga tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, rasa sedih pasrah dengan apa yang ditakdirkan oleh Allah yang maha kuasa.


Sejenak aku berfikir aku telah mati...


Dan dalam kematian ku aku melihat David kekasih ku...


"David, kamu masih hidup?" Tanya Ecca.


"Ecca kembalilah ini bukan tempat kamu!!" Seru David.


Kemudian ada sosok lelaki yang mirip dengan David yaitu Dewa.


"Ecca, ikutlah denganku!!" Seru Dewa.


"Kamu?" Tanya Ecca.


"David atau ...?" Tanya Ecca.


"Kenapa David ada dua?" Tanya Ecca.


"Maafkan aku Ecca, Dewa adalah aku juga. Aku yang selalu ada untuk mu Ecca!!" Seru David.


"Apa gak mungkin, jelas-jelas yang aku lihat?" Tanyanya dalam benaknya.


"Ia aku yang selalu hadir dalam hidup mu Ecca, meski raga kita tak mungkin bersatu tetapi hatiku hanya untukmu!!" Seru David.


"Lalu apa aku telah mati?" Tanya Ecca.


Kemudian...


"Bagaimana Dok?" Tanya Ayahnya Ecca.


"Maafkan kami, kami telah berusaha tapi nyawa Ecca tak tertolong!" Jawab Dokter.


"Ecca!!" Seru Ibu Ecca sembari menangis dan memeluk jenazahnya Ecca.


Aku kira perjalanan cintaku akan bahagia tapi memang benar ini yang ku harapkan meski aku tak bisa bersama Ecca setidaknya aku bisa melihatnya bahagia dan tenang di sisinya.

__ADS_1


"Ecca kamu gadis yang selalu aku cintai, semoga kamu tenang Ca. Maafkan aku karena telah menyakiti dirimu setidaknya meski raga kita tak bersatu biarkanlah kau ku kenang dalam hatiku selamanya!" Ujar kak Fikri.


Lalu saat dikuburan, Fikri melihat Ecca melambaikan tangannya bersama dengan David.


"Syukurlah Ca, aku bahagia jika melihat kamu bahagia!!" Seru Fikri sembari menangis di pusara Ecca.


...Diary Ecca The End...


ooOoo


Cinta adalah candu jangan menggebu nanti jadi babu kekal di dalam semu, cinta itu anugrah jangan terlalu marah nanti luka parah nikmati dengan pasrah, cinta juga bisa mendewasakan pergi untuk menyabarkan menjatuhkan untuk menguatkan pelangi setelah hujan. Hujan air mata, ada yang dihempaskan awan sebelum cerah menggeser hitam merata di langit, ada yang harus kau buang sebelum senyum mengasingkan duka yang sakit.


"Kertasku bisu tanpa pena, tanpa tulisan dan kata, perihal nama yang sempat kueja, hilang bersama luka yang menganga."


"Terkadang ingin menilai orang lain, tapi penaku habis tintanya.


"Bisakah kita duduk sejajar, biar pena tak lagi mencari kertas selembar karena rindu bukanlah seni yang mudah digambar."


"Luka memapah perih pada daun yang tertetes air hujan, lembaran kertas basah menjadi penghapusnya saat pena menulis satu nama; cinta."


"Jika hidup ini hanyalah secarik kertas dan pena, saya hanya akan meratapi tulisan yang salah karena dengan menghapusnya, saya adalah pecundang."


"Ada saat pena menjadi sebaik teman. Saat diri hanya butuh kesunyian; kala semesta tak mau berikan hiburan."


"Lebih baik kusayat kertas dengan pena daripada ku robek hati dengan lidah."


"Seperti tulisan pena yang sulit terhapus apa yang sudah tertulis."


"Hanya kertas dan pena yang bisa menghiburku di kala rindu."


"Kita sedang menulis kisah dengan pena tanpa tinta."


"Jangan coba meminta pena sedangkan tinta pun tak pernah kau berikan."


"Ilmu itu bagaikan binatang buruan, sedangkan pena adalah pengikatnya. Maka, ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat."


Hai Dear,


Maaf ya ceritanya udah kelar sampai disini. Apa kalian suka? aku harap kalian suka sama novel-novel karya aku


Aku seneng banget nulis sampe bikin sekuel yang kedua ini, aku berharap kalian juga suka. Jangan lupa ya favorit, vote dan follow, nantikan juga beberapa novel aku selanjutnya.


ooOoo

__ADS_1


__ADS_2