
...Risoles Dan Sosis...
Dan setelah beberapa menit berlalu akhirnya aku selesai interview juga, katanya sih akan di informasikan nanti setelah dua atau tiga hari. Semoga saja aku diterima, sehingga aku bisa mulai bekerja lagi pula ada teman ku juga Naira.
"Udah interviewnya?" Tanya Naira
"Ia, Alhamdulillah!" Jawabku
"Ywdh, semoga diterima ya!" Seru Naira
"Ia, Amin!!" Jawabku
"Ywdh, Nai aku pulang dulu ya!" Ujarku pamit kepada Naira.
"Ah, ia!" Jawabnya
"Assalamualaikum!" Ujarku
"Waalaikum salam!" Jawabnya
Setiap hal ketika aku menunggumu, waktu berjalan menjadi lebih lambat untukku, malam berjalan lebih lambat, siang berjalan lebih melambat, jam dinding bergerak lebih lambat, usia bertambah lebih lambat, dan membuatku bersedih dan merenung.
ooOoo
Alhamdulillah setelah beberapa hari berlalu ternyata aku diterima bekerja di salah satu perusahaan ternama yaitu PT. BKR, tbk Jakarta perusahaan terbesar yang kini aku menjadi salah satu karyawannya, disini aku bekerja sebagai staf Conten Creator. Sebab di perusahaan ini bergerak di bidang jasa mode dan kreativitas, jadi mulai saat ini aku harus berusaha keras untuk menghasilkan ide-ide aku yang membuat seni dan kerajinan tangan kreatif.
Awalnya aku merasa pekerjaan ini adalah pekerjaan yang sangat aku sukai karena aku pernah berkuliah di salah satu perguruan tinggi di Jakarta jurusan seni, dan Alhamdulillah kini pekerjaan aku juga ada seninya.
Aku senang, sekali bisa bertemu banyak orang. Meski sebenarnya aku merasa sangat sedih karena sebenarnya aku tidak bisa bertemu dengan ayah dan ibuku untuk sementara waktu karena kita harus berpisah.
Meski sebenarnya, aku ini tipe cewek anak rumahan banget makanya saat di dapat kerjaan perasaan aku jadi gak karuan. Aku gak tahu kenapa aku bisa jatuh hati sama pekerjaan baru ku ini, tapi intinya aku akan menjalani dengan senang hati.
__ADS_1
"Ecca, kamu ngapain disini?" Tanya seseorang di balik kejauhan dan ternyata itu kak Dewa.
"Ah, aku lagi mau kerja. Btw kamu ngapain disini?" Tanyaku balik.
"Aku...!!" Jawabnya terbata-bata seperti menutup-nutupi sesuatu.
"Dewa, Lo ngapain disini?" Panggil seseorang dari jauh.
"Ah, udah dulu ya Ca! Teman ku panggil!" Serunya kemudian lantas berlari menjauhi aku.
"Kenapa dia seperti itu?" Tanyaku
"Ah, bodo amat apa perdulinya memangnya dia siapa aku!" Seru ku lantas mulai masuk ke gedung tempat aku bekerja.
Dan kemudian aku melihat ada bayangan seseorang, dia berjalan ke arah ku dia mirip dengan David.
"David!" Seruku
"Ah, kepalaku sakit!" Ujarku sembari memegang kepala ku.
Akhir-akhir ini kepalaku sering sekali sakit dan aku selalu teringat dengan David, seolah-olah dia datang di balik kejauhan dan kemudian dia mendekat ketika aku mencoba mendekatinya malah aku terbelalak karena kemudian ia menghilang.
Lantas aku sangat sedih, aku tak tahu mengapa bisa seperti ini, aku ingin sekali bisa bertemu dengan David lagi tapi sayangnya dia sudah tak ada di dunia ini lagi. Aku hanya bisa berdoa agar David ku tenang di alam sana, aku sangat mencintai David hingga aku tak mampu melupakannya. Meski sebenarnya ada beberapa lelaki yang mendekati aku tak mampu untuk membuka hati ku untuk lelaki manapun selain David ku.
Beberapa hari ini aku sering konsultasi ke Dokter Psikiater, tentang penyakit ku ini. Aku sering melamun dan selalu linglung aku juga sering melihat David, aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada ku namun Dokter hanya menyarankan ku untuk istirahat dan minum obat.
Dan pada akhirnya, kini Ecca yang dulu periang kini berubah jadi pendiam dan juga sering kali melupakan waktu istirahat. Aku kira dengan menyibukkan diriku di kantor aku bisa melupakan semua masalah yang aku alami namun ternyata tidak.
"Diary, kenapa akhir-akhir ini aku sering sekali merasa pusing. Apa aku mungkin kurang istirahat!!" Seruku sembari menulis di buku diary ku.
Sebenarnya aku suka sekali menulis apalagi menulis Diary, akhir-akhir ini aku sering sekali merasa sakit di kepala ku hampir setiap hari. Awalnya aku kira penyakit depresi ku yang dulu kambuh lagi tapi ternyata aku terjangkit penyakit lain entahlah aku belum sempat ke Dokter.
__ADS_1
Beberapa hari yang lalu aku hendak ke Dokter tapi aku kemudian bertemu dengan kak Fikri.
"Ecca kamu ngapain di sini?" Tanyanya sembari berpegangan mesra dengan sosok gadis cantik.
"Hmm, aku..!!!" Jawabku tergagap.
"Hmm, kak Fikri ngapain disini sama cewek lagi?" Ungkapku sembari mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
"Ah, ini kawanku namanya Desi!" Ujarnya sembari memperkenalkan gadis cantik di sampingnya.
Lantas aku pun mencoba untuk mengulurkan tanganku dan berkenalan dengan gadis tersebut, sungguh dia sangat cantik bak bidadari, wajahnya yang ayu dan senyumannya membuat dia terlihat sangat cantik. Serta sangat anggun karena dia mengenakan dress dan juga sepatu wedges, tinggi badannya jadi terlihat melebihi diriku.
Dibalik itu semua aku merasa bahagia melihat kak Fikri kini sudah mulai dekat dengan gadis lain selain aku, meskipun sebenarnya aku juga merasakan patah hati dadaku terasa sesak dan aku seperti tak mampu menahan air mataku. Namun sebisa mungkin aku mencoba membuang ego ku dan memulai untuk melupakan kak Fikri meski sebenarnya aku tak mampu.
Aku tak tahu mengapa bisa terjadi seperti ini, Kakak Fikri datang dengan cintanya dan dia mengisi kekosongan hatiku lantas kemudian dia pergi meninggalkan aku dan aku melihatnya jalan dengan gadis lain. Aku mencoba untuk berdamai dengan masa lalu ku dan juga dengan keadaan ku saat ini. Entahlah sebenarnya penyakit apa yang sekarang aku derita, aku hanya bisa istirahat dan minum obat selebihnya aku hanya bisa meminta kepada Allah agar ia mengangkat semua penyakitku.
"Ecca!" Ujarku sembari berkenalan dengan gadis itu.
"Ah, kayaknya aku harus ke toilet nih, maaf ya panggilan alam!!" Seruku.
Sebenarnya, dadaku terasa sakit aku juga merasa sesak lantas di toilet tiba-tiba air mataku bercucuran, aku tak tahu kenapa bisa seperti ini padahal aku sudah mencoba untuk melupakannya dan aku juga telah mencoba membuang semua ego ku tapi lantas tiba-tiba rasa yang pernah ku simpan sejak lama tiba-tiba muncul kembali.
Meskipun sebenarnya aku memang cemburu, aneh sih padahal dulu kak Fikri ngejar-ngejar aku tapi sekarang dia malah sudah punya cewek lain aku malah jadi patah hati.
"Kenapa dia kok kayaknya cemburu gitu pas ngeliat aku sama kamu?" Tanya Desi.
"Apa maksudmu?" Tanya kak Fikri balik.
"Ia gelagatnya itu keliatan banget kalau dia itu sebenarnya suka sama kamu!" Seru Desi.
ooOoo
__ADS_1