Diary Ecca Season II

Diary Ecca Season II
Episode 75


__ADS_3

...Mentari Pagi...


Lantas aku pun mencoba untuk mengulurkan tanganku dan berkenalan dengan gadis tersebut, sungguh dia sangat cantik bak bidadari, wajahnya yang ayu dan senyumannya membuat dia terlihat sangat cantik. Serta sangat anggun karena dia mengenakan dress dan juga sepatu wedges, tinggi badannya jadi terlihat melebihi diriku.


Dibalik itu semua aku merasa bahagia melihat kak Fikri kini sudah mulai dekat dengan gadis lain selain aku, meskipun sebenarnya aku juga merasakan patah hati dadaku terasa sesak dan aku seperti tak mampu menahan air mataku. Namun sebisa mungkin aku mencoba membuang ego ku dan memulai untuk melupakan kak Fikri meski sebenarnya aku tak mampu.


Aku tak tahu mengapa bisa terjadi seperti ini, Kakak Fikri datang dengan cintanya dan dia mengisi kekosongan hatiku lantas kemudian dia pergi meninggalkan aku dan aku melihatnya jalan dengan gadis lain. Aku mencoba untuk berdamai dengan masa lalu ku dan juga dengan keadaan ku saat ini. Entahlah sebenarnya penyakit apa yang sekarang aku derita, aku hanya bisa istirahat dan minum obat selebihnya aku hanya bisa meminta kepada Allah agar ia mengangkat semua penyakitku.


"Ecca!" Ujarku sembari berkenalan dengan gadis itu.


"Ah, kayaknya aku harus ke toilet nih, maaf ya panggilan alam!!" Seruku.


Sebenarnya, dadaku terasa sakit aku juga merasa sesak lantas di toilet tiba-tiba air mataku bercucuran, aku tak tahu kenapa bisa seperti ini padahal aku sudah mencoba untuk melupakannya dan aku juga telah mencoba membuang semua ego ku tapi lantas tiba-tiba rasa yang pernah ku simpan sejak lama tiba-tiba muncul kembali.


Meskipun sebenarnya aku memang cemburu, aneh sih padahal dulu kak Fikri ngejar-ngejar aku tapi sekarang dia malah sudah punya cewek lain aku malah jadi patah hati.


"Kenapa dia kok kayaknya cemburu gitu pas ngeliat aku sama kamu?" Tanya Desi.


"Apa maksudmu?" Tanya kak Fikri balik.


"Ia gelagatnya itu keliatan banget kalau dia itu sebenarnya suka sama kamu!" Seru Desi.


ooOoo


Dan setelah beberapa menit berlalu akhirnya aku selesai interview juga, katanya sih akan di informasikan nanti setelah dua atau tiga hari. Semoga saja aku diterima, sehingga aku bisa mulai bekerja lagi pula ada teman ku juga Naira.


"Udah interviewnya?" Tanya Naira


"Ia, Alhamdulillah!" Jawabku


"Ywdh, semoga diterima ya!" Seru Naira


"Ia, Amin!!" Jawabku


"Ywdh, Nai aku pulang dulu ya!" Ujarku pamit kepada Naira.


"Ah, ia!" Jawabnya

__ADS_1


"Assalamualaikum!" Ujarku


"Waalaikum salam!" Jawabnya


Setiap hal ketika aku menunggumu, waktu berjalan menjadi lebih lambat untukku, malam berjalan lebih lambat, siang berjalan lebih melambat, jam dinding bergerak lebih lambat, usia bertambah lebih lambat, dan membuatku bersedih dan merenung.


"Kenapa tiba-tiba kepala ku pusing begini!!" SerU Ecca dalam benaknya.


Kemudian tiba-tiba Ecca ...


"Ah, darah!!" Ujar Ecca


Ternyata darah keluar di hidungnya Ecca...


"Kenapa darah ini terus bercucuran!!" Seru Ecca.


Kemudian Fikri yang sedang mencari Ecca tiba-tiba dia menelepon Ecca tapi tak di angkat, dan Fikri mendengar suara dering ponsel Ecca di balik toilet rumah sakit.


"Ecca, kenapa ada suara Hp Ecca disini!" Seru Fikri khawatir.


Saat itu Fikri mendobrak pintu toilet dan melihat Ecca jatuh tersungkur di depan toilet dan bersimbah darah.


Untung saja saat itu Ecca dan juga Fikri sedang ada di dalam rumah sakit, lalu Fikri memanggil Dokter dan juga suster di rumah sakit tersebut.


"Sus, tolong teman saya sus!" Seru Fikri sambil menahan air matanya.


"Ia baik mas, kami akan membawanya ke ruang UGD!!" Ujar suster.


"Maaf, masnya gak boleh masuk!" Ujar Dokter


"Tapi sus!" Ujar Fikri


"Hmm, baik Dok, tolong selamatkan Ecca!" Serunya sembari menangisi Ecca.


"Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu Ca, sampai terjadi seperti ini?" Tanya Fikri dalam benaknya.


Sebenarnya sudah lama aku tak berjumpa dengan Ecca, rindu rasanya. Setiap aku melihat Ecca dia selalu saja murung, sebenarnya aku senang bisa bertemu dia namun nampaknya dia tak seperti itu sikapnya selalu acuh tak acuh kepada diriku.

__ADS_1


Aku teringat dahulu aku pernah menyatakan perasaan ku kepada Ecca, namun dia tak pernah mengerti akan hal itu. Sejak kematian David beberapa tahun lalu, dia berubah kini dia telah mengenakan hijab di tambah lagi dengan jiwanya yang teramat tentram dan damai. Aku mencintai dirinya namun nampaknya cintaku bertepuk sebelah tangan karena Ecca lebih memilih David dibandingkan diriku.


Ditambah lagi dengan sepeninggal David kini Ecca terlihat sangat murung, entah kenapa aku sangat mencintai dirinya meski sebenarnya dia tak menghiraukan cintaku.


Aku sangat khawatir kepadanya tapi nampaknya dia tak pernah menghiraukan perasaan ku, sebenarnya Ecca adalah cinta pertama ku. Tapi sayang kandas di tengah jalan karena dia tak memilih diriku sebagai kekasihnya, meskipun kini David telah meninggal dunia tetapi dia tak bisa membuka pintu hatinya untuk diriku bahkan untuk lelaki lain.


Jujur aku sangat sayang padanya, Deva dan Devi bilang Ecca sekarang sudah tak terlalu dekat dengan mereka berdua semenjak wisuda. Dan dia lebih banyak meluangkan waktunya di kantornya semenjak ia telah mendapatkan pekerjaan hanya untuk sekedar melupakan semua keluh kesah tentang dirinya. Hingga pada akhirnya ia terserang penyakit, tapi entahlah penyakit apa yang diderita oleh Ecca?.


Beberapa jam kemudian...


"Siapa wali pasien?" Tanya Dokter


"Saya Dok, saya temannya Ecca. Saya yang pertama kali menemukan Ecca terkapar dan bersimbah darah" Ujar Fikri.


"Setelah di diagnosa tersanyata teman anda Ecca terserang penyakit radang selaput otak!" Seru Dokter.


"Apa Dok radang selaput otak?" Ujar Fikri tercengang mendengar ucapan Dokter.


"Apa masih bisa diselamatkan Dok?" Tanya Fikri.


"Masih bisa tapi kemungkinannya sangat kecil!" Ujar Dokter.


"Ini tak mungkin bagaimana bisa Ecca terserang penyakit separah itu?" Tanya Fikri dalam benaknya.


"Baik saya permisi dulu!" Seru Dokter.


"Terimakasih Dok!" Ujarnya


"Aku tak tahu kenapa bisa terjadi seperti ini, apa yang harus aku lakukan kenapa ini semua bisa terjadi?" Tanya Fikri dalam benaknya.


Saat dia melihat tas ternyata ada obat-obatan di dalam tasnya Ecca.


"Obat apa ini?" Tanya Fikri dalam benaknya.


"Ini seperti obat... Gak mungkin ini bukannya obat anti depresan?" Tanya Fikri dalam benaknya.


"Astaghfirullahaladzim, kenapa bisa seperti ini dan apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Fikri dalam benaknya.

__ADS_1


Cinta adalah candu jangan menggebu nanti jadi babu kekal di dalam semu, cinta itu anugrah jangan terlalu marah nanti luka parah nikmati dengan pasrah meski terluka.


ooOoo


__ADS_2