
kami sudah sampai di tujuan di bali.
"ayu turun"ajak elang diangguki semua orang.
"din itu kamu bawa ya"kata vahira.
"va ini bahan makanan udah kamu masukin semua"tanya zahra pada vahira.
"sudah".
seberang jalan ada oran dewesa yang mengawasi ketiga orang yang menata barang2.
"tin jadi gimana"elang sambil meneguk botol di tangannya.
"gimana apanya si lu"yustin tak mengerti apa kata elang.
"ya gimana ni lu mah,itu lo entar lu jadi melamar adinda"
emang yustin mempersiapkan untuk melamar adinda dengan bantuan teman2nya.
"semua sudah selesai"tanya rayen.
"sudah"jawab semua.
"kalau gitu kita istirahat dulu"
semua sedang istirahat tetapi vahira merasa tidak ngantuk dia memutuskan untuk leluar.
di luar ada pemuda sedang duduk vahira melihatnya dan itu ternyata rayen.
"assalamualaikum"sapa vahira rayen mendongakkan kepalanya.
__ADS_1
"waalaikum'salam eh va ada apa".
"tidak hanya aku sedang bosen jadi kuputuskan untuk keluar dan kamu ngapain disini".
"oh aku sama"
merka bercerita sambil ketawa-ketawa.
tak lama kemudian ada seorang gadis cantik dengan baju yang nampak seksi.
"sayang"dian memeluk rayen sangat erat rayen dan vahira terkejut.vahira yg merasah sakit entah kenapa memilih untuk pergi dari situ.
rayen mendorong tubuh dian.
"menjauh dari saya,kita udah gk ada hubungan lagi,kalau kmu berani nemuin saya,kamu akan tau akibatnya"acam rayen
dian mengepalkan tangannya.
rayen mengejar vahira dia mencoba menjelaskan siapa dian
"va kok kamu pergi"cekal tangan rayen kepada vahira.
"tidak apa"seola tidak terjadi apa apa vahira senyum tipis.
"dia dian cinta pertama ku tetapi itu dulu semenjak dia meremehka aku dan memilih lelaki kaya dibanding aku"rayen menjelasakan kepada vahira.
"oh gitu ya"
'kenapa hatiku sakit sekali'batin vahira.
"yaudah ayuk kita ke villa"vahira mengganguk
__ADS_1
pagi udah datang sinarnya begitu indah.
"hei tin kapan lu ngelamar dinda,hati"entar ada yg rebut loh"goda elang kepada yustin.
"sialana lu"geram yustin kedua temanya tertawa.
"eh ya ray gimana lu udah ada gk"yg di panggil hanya menatap tajam.
"waithss santai bro hahaha"
"ohya gimana kalau sama vahira denger" dari istri gue dia rajin memasak loh ibadahnya juga dia sih it is the best hahaha"
"sebenernya gue udah suka sama dia tapi gue gk berani"elang dan yustin menatap rayen dengan sungguh"
"serius loh,yaudah langsung aja halalin jangan kaya yustin digantung mulu tu cewek hahaha"
"eh mulut sialan diam lu kagak"yustin mengejar elang kaya anak kecil sedang kan rayen menggeleng kan kepala.
'dia baik hati seperti mutiara tapi aku takut kalau aku ditolak...ahhh kenapa terbayan wajahnya terus...ya allah"desah rayen mengusap wajanya.
sementara di dapur udah ada cewek yg memasak
"ihh dinda gimana tu udah ada tanda' gk"goda zahra kepada temanya.sedangkan yg adinda hanya menatap tidak suka membuat kedua perempuan itu tertawa terbahakbahak.
'kenapa aku memikirkan dia ya astagfirllah aku memikirkan apasih'batin vahira seraya mengelengkan kepala.adinda dan zahra menatap vahira.
"va kamu kenapa apa kepala kamu pusing?"tanya adinda yg disertai zahra memegang kepala vahira dan menyentuh dahi sahabatnya
"tidak panah kok"
"aku tidak apa apa za din udah terusin masaknya biar cepat matang dan kita makan"jawab vahira lembut.
__ADS_1
hayooo dilanjutin apa gk nihhh