
hari mulai gelap dan itu membuat orang-orang pulang mama rayen pulang ia membawah lita dan vahira masih ingin tinggal disitu...atas kemauan istrinya rayen memilih untuk tinggal bersama istrinya ia takut terjadi apa apa.
rayen melihat istrinya dengan tidak memakai hijab membuat ia kagum atas nikmatnya.ia menghampiri istrinya.
"ehm...kamu makan dulu ya dari tadi kamu gk makan"rayen memecahkan keheningan dan kegugupan dirinya.
"aku gk lapar"vahira bicara sambil menunduk dia takut pada rayen.
"entar kamu sakit kamu harus makan ya dikit aja"rayen berusaha merayu vahira untuk makan karna sedari tadi belum makan...dan itu mendapatkan gelengan lagi,rayen menghelai nafas panjan dia berusaha penuh untuk memberikan vahira makan.
"aku mohon sama kamu,kamu jangan benini itu membuat mas sakit,mas mohon sama kamu ya mas gk mau kamu kanapa napa"entah keberanian dari mana rayen mengatahkan itu dengan menintihkan air mata.
vahira menengok mendapatkan suaminya yg menangis itu dia memegang kedua pipi rayen mata mereka saling mengunci rayen bisa melihat mata indah milik istrinya itu.
"kamu jangan nangis,aku akan makan"vahira menghapus air mata rayen,rayen tersenyum dan dia menyuapi ke dalam mulut vahira sedikit demi sedikit dia makan.
__ADS_1
"sudah cukup"henti tangan rayen saat vahiraengucapkan kata itu ia mengambil minum dan memberikanya kepada vahira setelah selesai dia membaringkan tubuh mungil istrinya dengan hati-hati dan menyelimutinya dengan selimut.
"kamu tidur ya aku akan keluar"saat rayen sendak keluat tangannya dicekal oleh vahira ia menolah kepada istrinya.
"jangan pergi...kamu disini saja"rayen yg mendapati itu ia mengelus kepala vahira yg tidak memakai balutan hijab yg mendapatkan rambut terurai indah dan berwarna hitam panjang
"mas gk kemana-mana kok"
"mas tidur sini aja va ingin dipeluk"ucap vahira sambil malu-malu.
rayen merebahkan tubuhnya kesamping vahira dia menutup selimut ke tubunya dan vahira ia menyamping dan memeluknya dari belakang ia menjadikan tangan satu untuk jadikan bantal dan tanganya memeluk pinggang istrinya.
vahira merasahkan tangan kekar suaminya memeluknya di perutnya ia membalikkan badan dan memeluk tubuh kekar suaminya wajahnya bersembunyi di dada suaminya.
rayen yg melihat itu tersenyum atas perilaku istrinya itu ia dengan senang hati memeluknya dan mengelus ia menciumi rambut vahira karna rambutnya membuat candu baginya.
__ADS_1
"sudah ya kamu tidur aku disini kok"dianguki vahira ia mulai terlelap
'aku akan menjagamu dari apapu aku sudah berjanji pada orang tuamu dan kepadanya'batin rayen.rayen mulai telelap.
waktu subuh rayen sudah bangun ia mendapati istri yg baru ia ucapkan tadi siang ia tersenyum melihat istrinya yg memeluknya erat rayen memindahkan kepala vahira,ia mengecup keningnya dan pergi kekamar mandi.
vahira mengeliat bahwa tidak ada suaminya ia mengingat bahwa ia meminta suaminya untuk tidur bersamanya dan meminta peluk ia jadi malu sendiri...ia mendengar gemericik air dari dalam kamar mandi,ia mengira pasti suaminya lagi mandi ia mempersiapkan alat sholatnya dengan suaminya.
rayen keluar dari kamar mandi ia melihat vahira yg mempersiapkan alat sholat ia keluar memakai handuk dipinggangnya ia lupa kalau bajunya dikoper ia tak sempat membuka.
vahira menoleh ia mendapati tubuh suaminya ia melihat handuk yg melilit tubuh suaminya.
dan....
hahaha pasti kesel ya yaudah liat lanjutanya aja.
__ADS_1