
"va kami turut berduka dan selamat menikah"ucap zahra mewakili mereka
vahira menganguk.
"kita sedih terkejuat tadi saat raren memberitau kalau ibu kamu tiada maafkan kami saat kamu sedih kami tidak ada"sesal adinda vahira mengeleng dan memegang tangan kedua sahabatnya.
"aku tidak apa kok"ucap vahira yg mencoba membuat sahabatnya tidak khawatir
"yaudah jangan sedih ya kan sekarang udah ada rayen yg jagain kamu"goda zahra yg ingin membuat sahabatnya tersenyum.
"kamu kalah cepat din sama vahira dia udah nikah...pasti nanti malam pertama hihihi"kedipan mata ke arah vahira yg disenyumin vahira dan mengoda adinda
"iya deh aku kalah va menang...tapi zah kmu kan udah malam pertama gimana rasanya"goda balik ke arah zahra dan ingin membuat vahira tersenyum...itu membuat zahra yg tadi senyum selarang meluntur.
"ehm...i...itu aku dipangil suamiku yaudah ya nantik aja"zahra kalang kabut dan memilih untuk undur diri.
"ha ha ha ha ha,ya ampum tu anak haha rasain tadi godain kita hahah"tawa vahira dan adinda.
dari kejauhan rayen memperhatikan istrinya ia tersenyum melihat istrinya tersenyum...dari tadi rayen melihat vahira nampak sedih...tapi sekarang sudah ada sahabatnya jadi ia iku senang,tak jauh kedua sahabat rayen memperhatikan tingkah laku sahabatnya itu elang menyenggol lengan yustin.yustin menengok lalu elang memberi kode ke arah rayen dengan matanya.
"hei kesambet pak senyam senyum sendiri hahah"tawa kedua sahabatnya
__ADS_1
"ooo liatin bidadarinya tin"elang memperhatikan mata rayen yg menuju vahira.rayen menghiraukan sahabatnya dan memilih untuk memberi sambutan.
"eh tin lu kalah cepet sama rayen,rayen aja udah nikah lu kapan hahaha"goda elang rayen mengeleng kepala atas tingkah laku sahabatnya.
"jangan mulai deh lu...ohya selamat ya ray"ucap yustin yg disenyumin rayen.
"ohya jangan lupa entar malam hahaha"
"eh lu mana mungkinlah entar malam jadi kan vahira masih sedih ngawur lu"sengol yustin pada elang.
"yaelah kan gue mempromosikan...tapi kalau rayen gk tahan gimana hayo sapa yg tanggung jawab emang lu bisa hahah"elang menaik turunkan alisnya.
"iklan kali promosi...ya kalau itu sih mana gue tau tapi gk mungkin lah emang va bisa pasti vahira ketakutan kayak gk perna nikah aja...emang pas lu minta sama binilu emng binilu mau pasti binilu cari alasan dulu ya kan hahaha"ucapan yustin membuat elang kala kabut dan membuatnya malu.
"hahaha kalah kan lu mangkanya jangan ngodain"tawa yustin menepuk bahu elang membuat para orang yg disitu menatap yustin.
"ah sialan kenapa liatin gue"gumang rayen yg diketawain elang.
"syukurin"gelengan rayen melihat tingkah temanya kaya anak tk.
"uda ah aku mau nyamperin bini gue dulu gk jelas sama lu pada"rayen meninggalkan kedua sahabat
__ADS_1
"ah sialan lu si ah ela"yustin dan elang mengikuti rayen yg berjalan ke arah para perempuan.
rayen melihat vahira dengan senyum...vahira yg ditatap olehnyamenunduk kan kepalanya.
"sayang jangan makan terus ih"elang melihat istrinya makan.
"emang knp kamu gk suka iya...kamu udah gk sayang lagi sama aku"sensitifnya zahra mulai lagi dan itu membuat yustin terbahak-bahak.
"g..gk gitu"elak elang supaya tidak dimarahin istrinya.
"wah za suamimu gk sayang lagi dong hahaha"ucap yustin dan disenggol oleh adinda.
"kalau gitu kamu tidur diluar aku gk mau tidur sama kamu"zahra memilih meninggalkan suaminya dan sahabatnya...elang mengikuti ustrinya yg sedang merajuk.
"syukurin hahaha"yustin terpingkal-pingkal melihat istri sahabatnya yg marah pada elang.
"is kamu gk boleh gitu"cubitan diperut yustin.
"aaww sakit baby"yustin mengusap perutnya yg di cubit adinda
"tau ah"adinda malah pergi dan meninggalkan yustin.
__ADS_1
"baby tungguin aku"teriak yustin.tinggal dua orang saja yg masih gugup.
hayoooo hayoooo gimana penasaran yuk kita ikutin