Diary Vahira

Diary Vahira
Diary vahira


__ADS_3

"kenapa...kenapa ini tidak adil pertama ayah va diambil dan sekarang ibu va hati va sakit...kenapa hiks..hiks..hiks"


"ibu sedang tenang disana"jenaza ibu va dimakamkan semua orang datang termaksud ibu rayen.


"sayang kamu gk usah sedih masih ada mama...mama akan menjaga kalian mama janji akan mencintai kalian"mama rayen memeluk lita dan vahira iya sudah tau semua...rayen menjelskan semuanya pada mamanya dengan senang hati mamanya menerima vahira dan lita.


"terimah kasih mama sudah menerima va dan lita,terutama menerima va menjadi menantu mama"mama rayen mengganguk.


sahabat vahira berdatangan dia turut berduka.


Vahira dibawah rayen ke dalam kamar.


"Va kamu istirahat dulu"gugup rayen.vahira masih saja melamun


"Ah iya mas makasih"


"Kamu jangan nangis lagi ya ada aku kok"ucap rayen mengelus kepala vahira


"Masss"rengek vahira,entah keberanian dari mana vahira memeluk rayrn dengan erat menumpahkan semua kesedihanya.


Rayen kaget tetapi dia senang dan membalas pelukan vahira.


"Sudah ya kamu tidur aja,mas akan tidur di sofa"hendak pergi tetapi tangan rayen dicekal oleh vahira

__ADS_1


"Ma...mas di sini aja va ingin dipeluk"vahira merasa malu atas tindakanya sendiri.ia melepaskan jilbab


Rayen bahagia sekali ia melihat istrinya melepaskan kerudung ia melihat betapah cantik wajah istrinya ia membelai rambut vahira setelah itu ia menaiki ranjang dan merebahkanya lalu disusul vahira ia juga merebahkanya ia tidur dengan membelakangi suaminya.


Rayen tau kalau vahira malu ia membalikkan badan vahira ia memeluk tubuh vahira tangannya dijadikan bantal oleh vahira dan satunya ia memeluk pinggang istrinya


Vahira tidak menolak malah ia meletakkan kepala di dada suaminya dan tangan di tubuh suaminya.


Ia merasahkan suara detak jantung suaminya ia malu tetapi ia nyaman denga ini.


Vahira mulai terlelap sedangkan rayen ia masih melihat wajah vahira ia sungguh beruntung


'Ya allah terimah kasih atas nikmat yg kau berika akan ku jaga wanita ini'rayen mengecup kening vahira dan mulai terlelap.


Vahira bangun ia melepaskan pelukan suaminya tetapi gagal karna dicegah oleh rayen.


"Ma...mas lepasin va mau ambil air wuduh"ia masih melepaskanya tetapi sia sia bahkan rayen mengeratkan pelukanya


"Sebentar lagi sayng"ucap rayen yg engak untuk membuka matanya ia raya itu sangat nyaman.


Vahira membeku karna suaminya memangilnya dengan kata 'sayang'.


"Ma...mass ihhh lepas atuuu va mau ke kamar mandi"ia menetralkan detak jantunya dengan mengalikan pembicaraan.

__ADS_1


"Gk mau"tingkah rayen sungguh mengemaskan vahira langsung mengecup pipi suaminya itu satu-satunya cara untuk membangunkanya.


Rayen yg mendapatka ciuman itu langsung membuka matanya ia memandang wajah vahira yg memerah.


Rayen langsung menghujati ciuman di seluruh wajah vahira.


"Ms berhenti udah hahaha udah mas va mintak ampun va gk mau lagi usil sama mas haha"ia memalingkan wajahnya untuk menghindari ciuman rayren.


"Kamu membuat mas gila sayang"ia menyudahi ciumanya dan mengelus pipi vahira itu menurutnya pipinya itu gembul.


"Ya udah ya ayu sholat berjamaah"senyum vahira.


"Terimah kasih udah mau menjadi istriku aku akan membahagiakanmu"ia mengecup bibir vahira.


"Iya,seharusnya aku yg berterimah kasih untuk memilihku menjadi istrimu I LOVE YOU"vahira mengecup bibir rayen sekilas.


"Aku sungguh bahagia karna cintaku gk bertepuk sebelah tangan maksih ssyang I LOVE YOU TOO aku mencintaimu istriku dan calon ibu dari anak anak ku kelak"


"Udah ya va mau mandi terus sholat"ia melepaskan pelukan suaminya.


Setelah selesai ia dan suaminya menunikan ibadah bersama.


"Mas va mau membuat makanan dulu ya"di angguki oleh rayen.

__ADS_1


Rayen memilih untuk melihat hpnya ia memeriksa pekerjaanya.


__ADS_2