
......................
Alya Annaira Syifa nama dari seorang gadis yang cantik, mempunyai pipi cubby, mata bulat, serta kulit putih bersih. Alya mempunyai dua orang kakak, dimana kakak pertama bernama Rendi, sedangkan kakak yang kedua bernama Reyhan. Alya merupakan seorang gadis dari keluarga yang broken home, ayah dan ibunya bercerai sejak Alya masih usia sekitar satu tahunan. Akan tetapi sejak ia masih bayi, ayahnya sudah pergi meninggalkannya. Ia tumbuh bersama dengan kakaknya, tetapi tetap dalam pengawasan keluarga dari ibunya. Ia juga sangat dekat dengan neneknya, karena neneknya lah yang telah merawatnya jika ia ditinggal bekerja oleh sang ibu untuk mencari uang guna memenuhi kehidupannya. Ayah Alya sudah menikah lagi dan hidup di kota M, sedangkankan ibunya juga sudah menikah lagi dan hidup di kota K.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kring...
Kring...
__ADS_1
Bunyi alarm yang berdering memaksa sang pemilik alarm untuk bangun, apalagi sura kakaknya yang menggelegar dari luar kamarnya.
"Dek, bangun, udah subuh, ayo mandi terus sholat bareng sama kakak" ucap Reyhan sambil mengetuk pintu kamar Alya.
"uhh.. Jam berapa ini?" ucap Alya menggeliat serta suara serak khas bangun tidurnya.
Setelah kakaknya terus mengetuk pintu kmarnya, ia bergegas untuk bangun, dari pada ia kena marah sang kakak.
"iya iya kak, ini aku bangun", jawab alya sambil membuka pintu kamar dan menampilkan senyum yang mengembang dari wajahnya, sehingga bikin gemes sang kakak.
__ADS_1
Setelah bangun, alya bergegas untuk menyelesaikan ritual mandi dan segera untuk sholat berjamaah bersama sang kakak. Kakak alya yang nomor satu tinggal di kota S, karena ia di terima di salah satu perusahan besar disana.
Alya dengan kakaknya yang pertama terpaut jauh usinya, sekarang Rendi sang kakak berusia 25 tahun, sedangkan Reyhan berusia 20 tahun. Alya saat ini masih berusia 15 tahun, tetapi ia sudah duduk di bangku Sekolah kejuruan yang terbilang favorit di kotanya, meskipun demikian Alya merupakan siswa yang genius di sekolahnya. Banyak prestasi yang alya peroleh, tetapi itu semua tidak menjadikan ia menjadi sombong.
Rehyan, sang kakak memutuskan untuk kuliah di kotanya sendiri, karena ia masih belum tega untuk meninggalkan adeknya sendirian di rumah, setiap pagi, ia berangkat diantar kakaknya. Sebenarnya ia juga dibiasakan mandiri oleh kakaknya, karena menurut kedua kakaknya ia harus mandiri dan kuat, tidak boleh banyak mengeluh. Ia juga sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah, seperti membersihka rumah, memasaka, meskipun alya hanya beberapa menu cepat yang dia bisa.
"Hari ini masak tempe penyet aja ya dek, kakak ingin itu" ucap Reyhan setelah ganti pakaian dan hendak membantu alya untuk membersihkan rumah.
"iya kak, kalo gitu alya pergi beli tempe dulu ke tukang sayur", jawab alya sambil meraih kerudung instan untuk di pakainya. setelah beberapa saat kemuadian, makanan itu sudah selesai dimasak oleh alya dan siap umtuk disajikan. Alya tak lupa menyiapkan bekal untuk dirinya sendiri, karena ia akan malas menuju kantin yang pasti sangat ramai.
__ADS_1
"kak, makanannya udah matang, alya siap siap dulu ya, kakak mau antar alya dulu atau sarapan dulu?", tanya alya ketika kakaknya udah di dapur menghampirinya.
"sarapan nanti aja kakak, mau antar kamu dulu aja, takut telat, kan gag lucu adeknya reyhan telat terus di hukum,xixixixi", jjawab kakanya dengan kekehannya. Ia menatap lurus ke depan setalah kepergian adeknya, karena ia merasa sngat kasian dengan adeknya harus bersikap dewasa sebelum waktunya, tapi itu semua apa boleh buat.