Dibalik Senyum Alya

Dibalik Senyum Alya
DSA EPS 7


__ADS_3

Setelah beberapa lama mereka berperang dengan alat gambarnya masing-masing, akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat. Akan tetapi, Alya baru menyadari kalua Rendi, kakak pertamanya tidak kelihatan dari tadi setelah perdebatan pagi tadi.


“kak Rey, kemana Kak Rendi? Kok Alya gak lihat dari tadi?’, tanya ALya setelah selesai merapikan alat gambarnya.


Karena Reyhan merasa terpanggil oleh pertanyaan adiknya, ia langsung menoleh dan segera menjawab pertanyaan adik kesayangannya itu. “Tadi kak Rendi keluar dek, gak tau kemana. Soalnya tadi Kak Rendi gak pamitan sama kakak mau keluar kemana. Emangnya ada apa dek?”


“Gak ada apa-apa sih kak, Cuma aku sebenarnya takut kalau kaK Rendi itu marah sama Alya kak, Alya takut. Alya gak sanggup lihat kak Rendi marah kakak. Kalau misalkan Kak Rendi gak ikhlas Alya prakerin kesana, Alya akan batalin kak,” jawab Alya sambil menahan mendung dari kedua mata indahnya agar tidak turun hujan membasahi pipinya.


Melihat itu, Reyhan langsung merengkuh tubuh mungil sang adik kedalam dekapannya untuk diberikan kenyamanan. Meski sebenarnya dalam lubuk hatinya yang terdalam, Reyhan tdak tega jika adiknya prakerin di sana dan tinggal besama ayahnya, tetapi ia tidak boleh egois. Ia tahu kalo persahaan tersebut memang bagus dan berharap dapat ilmu yang bermanfaat.


“Adek jangan berfikir seperti itu lagi ya, kamu kan tahu kalua kak Rendi saynag banget sama adek, gak mungkin kak Rendi bisa marah lama sama adek. Mungkin tadi kak rendi terburu-buru jadi gak sempat pamit kita dek. Sekarang kamu istirahat aja ya.” Ucap Reyhan seraya melepaskan pelukannya dan tak lupa ia mencium kening adeknya.


“kakak akan coba bicara dengan kak Rendi dik, kebahagiaanmu adalah prioritas dalam hidup kakak, jangan cepat tumbuh dewasa dek, karena kakak masih ingin selalu bersamamu” batin reyhan sambil menatap nanar sang adik.


Setelah bayangan sang adik menghilang dari jangakuannya, ia segera mencoba untuk menghubungi Rendi dengan menggunakan HP nya untuk menanyakan keberadaannya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tut tut tu telepon Rendi bordering


~hallo~ sapa rendi


^^^~kamu dimana kak, aku ingin bicara penting kak?~^^^


~ditempat tongkrongan biasanya. Ada apa?~ balas rendi dengan malas.


Setelah mendapat jawaban dari sang kakak, Reyhan segera bersipa-siap untuk menemui sang kakak di tempat tongkrongannya. Karena tidak memungkinkan apabila ia membahas masalah Alya di rumahnya. Tak lupa ia berpamitan kepada sang adik, karena takut nanti Alya bingung mencarinya.


Tok tok tok,


Ceklek, pintu kamar terbuka, dilihat sang adik sedang main hp sambil tiduran.

__ADS_1


"ada apa kak?" tanya alya sambil bangun.


"dek, kakak keluar sebentar ya, mau ke kosnya teman kakak, nanti kamu jangan lupa makan ya", pamit rendi seraya ngelus puncak kepala sang adik.


"oh iya kak, gak apa apa, kakak hati-hati ya!" balas alya.


Setelah berpamitan dengan sang adik, ia segera pergi menemui rendi. Setelah beberapa saat berkendara dengan menaiki motornya, ia telah sampai ditujuan dan segera mencari tempat untuk memakirkan kendaraannya. Tak lupa ia melepas helm yang dikenakan sebagai pelindung lepalanya. Reyhan segera memasuki tempat tongkrongan itu dan mencari keberadaan sang kakak. Setelah ia menemukannya , ia segera memanggil sang kakak yang berada diantara teman-temannya.


"kak!" panggil reyhan setelah ia di depan Rendi.


"ada apa?", sahut Rendi


"aku perlu bicara tentang adek kita kak", jawab reyhan


"nanti ajalah di rumah, aku ingin tenang dulu", Elak rendi

__ADS_1


"tapi kak, kasihan alya kak, bentar aja kak.", mohon reyhan.


__ADS_2