
Setelah di beri rekomendasi dari guu jurusan masing-masing, para siswa berhamburan keluar dari aula teesebut dan banyak yang bergegas untuk menuju ke kantin. Tak beda jauh dengan sahabat-sahabatnya alya. Lena mengajak teman-temannya untuk pergi ke kantin guna membeli makanan yang nantinya dibawa ke kelas, karena kantin sangat ramai dan sulit untuk mencari tempat duduk.
"gaes, ke kantin yok beli makan, laper gue", ajak Lena,
"yok gass, sebelum terlalu rame, kayak biasanya aja", sahut sisil,
__ADS_1
Kemudian mereka berjalan menuju kantin untuk membeli makakan, dan jangan dilupakan, Alya selalu bersikap acuh tak acuh dengan keadaan sekitarnya karena ia ketika di luar dan merasa tak nyaman, maka ia akan bersikap cuek dan dingin.
"pesenin nasi goreng sosis aja, gua nunggu di sana sama bocil ya, oh ya cil lo mau pesen apa?" tanya siska sambil menatap alya.
"aku belikan air mineral aja ya 2, ini uangnya, tadi aku bawa bekal sis", jawab alya seraya memberikan uang pada lena.
__ADS_1
"Al, lo ikut kita kan, dan gak apa-apa kan misal kita prakerin nya di kota M, aku pengen bareng-bareng terus sama kalian, terutama elo al", ucap siska sambil mengambil hp di dalam saku roknya karena bergetar yang menandakan ada pesan masuk. Mendengar ucapan siska , alya langsung menoleh ke siska dan menatap siska dengan senyuman.
"mungkin iya aku ikut kalian, tapi aku harus izin kedua kakakku, besok lusa kan weekend, katanya nanti kak rendi pulang, jadi aku izin sekalian dulu ya", jawab alya dengan tenang, padahal dalam hatinya ia juga bingung, apakah ia diperbolehkan untuk menimba pengalaman sekaligus ilmu disana. Tapi sebenarnya dalam lubuk paling dalam hatinya ia juga ingin kesana, dan sekalian ingin dekat dengan sang ayah, meskipun terkadang waktu alya dan kedua kakaknya berkunjung kesana mendapat perlakuan yang tak mengenakkan, dan bahkan sang ayah main tangan pada mereka. Apalagi ibu tirinya, tak pernah menyukai kehadiran mereka, dan menganggap mereka hanya benalu saja. Setiap bulan, sesuai dengan kesepakatan yang dibuat oleh neneknya kalau mereka masing-masing harus memberi uang bulanan dengan jumlah yang sama.
Flashback on
__ADS_1
Pada saat itu, sang nenek dan kakek sudah geram melihat perlakuan anaknya dan mantan menantunya itu. Beliau tidak pernah menyangka kalau ayah tirinya Alya akan jahat seperti itu, dan lebih parahnya ayah kandungnya pun juga sama begitu, gak pernah memperdulikan nasib cucu-cucunya, apalagi alya, yang belum pernah merasakan dekapan hangat sang ayah, karena ayahnya telah lama menghilang, dan mulai mencoba menghubungi alya dan kedua kakaknya disaat alya umur 10 tahunan. Miris, itulah yang dirasakan saat ini.
"aku sengaja menyuruh datang kalian kesini karena aku ingin berbicara sesuatu pada kalian, dan aku mohon kalian menyikapinya dengan bijak", ucap sang nenek dengan tenang. beliau hanya berharap yang terbaik untuk cucunya.