
"iya kak, aku ingin prakerin di sana kak. Misalkan untuk tempat tinggal, alya ingin di tempat ayah kak, alya ingin dekat dengan ayah kak, bolehkan kak? sekali ini saja kak", ucap Alya dengan nada memohon dan sudah sudah menahan anak sungai yang siap mengalir di kedua sudut mata indahnya.
"Gak, kakak gak bakal ijinin kamu tinggal disana, kakak khawatir sama kamu Al, ngertiin kakak sekali ini aja al, jangan egois kamu," jawab Rendi yang sudah lebiheninghikan suaranya. Dan akhirnya reyham membuka suara untuk memberi pengertian pada adeknya dan berusaha u tuk menyelesaikan semua dengan kepala dingin.
"gini dek, apa yang dibilang kak rendi itu benar, kakak khawatir sama kamu, kamu tau sendiri kan mama dan anaknya itu seperti apa perlakuannya ke kita, kakak gak mau kamu jadi tertekan karena itu. Memang kakak akui, perusahaan itu sangat bagus dek, tapi mau kami juga gak tega lepas kamu begitu aja." Ucap rehyan dengan setenang mungkin supaya tidak memperkeruh keadaan.
"Tapi kan kak, Alya ingin sekali aja bisa merasakan tinggal bersama ayah, Alya janji akan selalu memberi kabar kakak, dan selalu bercerita tentang keseharian alya ke kalian kak. Kalau misalkan ada hal yang tidak diingikan terjadi, kakak boleh memutuskan apa yang terbaik bagi alya. Misalnya dengan tinggal di kos atau gimana terserah kalian kak. Karena alya yakin, apa yang kakak lakukan ke alya itu yang terbaik buat alya," jawab alya dengan nada lirih dan sesenggukan karena menangis.
"oke kalau itu keputusanmu, kakak akan hargai, dan kamu harus menepati janji kamu sendiri ke kakak. Dan satu lagi, kamu harus jaga diri baik-baik disana", ucap rendi dengan nada yang lebih lembut tapi terkesan tegas.
"iya kak, terimakasih banyak ya kak sudah memenuhi keinginan ku, aku janji kak", jawab alya seraya meluk erat rendi.
"jangan lupakan janji itu dek!" sanggah reyhan seraya mengelus puncak kepala Alya.
Setelah mendapatkan izin tersebut, alya segera memberitahu teman-temannya lewat grupnya ,
^^^Alya^^^
^^^~gaes, yuhuu, aku di izinin prakerin bareng kalian, tapi tinggal di rumah bokap mungkin~^^^
Sisil
__ADS_1
~hahh, sumpah , lo gak bohong kan?~
Lena
~ah senengnya hatiku saat ini, yaudah aku akan segera ngabarin bu Kajur supaya kita cepat dibuatkan surat rekomendasinya~
Siska
~iya gak papa misalkan lo mau sama bokap lo, asal lo seneng
^^^Alya^^^
^^^~oke gaess terimakasihh,^^^
Lena dan Sisil
~me too😍,
Siska
~aku lebih sayang kamu cil~
__ADS_1
^^^Alya ^^^
^^^~kakak siska ku sayang, aku bukan bocil ya, aku sudah SMA~^^^
Lena
~iya lo emang udah SMA, tapi umur masih bocil~
Sisil
~bukan bocil apanya, orang kamu selalu dikira masih SMP😂~
^^^Alya ^^^
^^^~tauk ah, sesuka kalian ajalah😢~^^^
Setelah chat dengan teman-temannya, Alya segera menaruh hp nya di atas laci dekatnya ia tidur dan segera keluar untuk membantu Reyhan menyelesaikan pesanan gambarannya. Karena ia tau pasti Reyhan kewalahan karena orderannya banyak, belum lagi ada yang order buket. Memang mereka berdua mencari penghasilan tambahan lewat buat buket dan menggambar atau melukis sesuai dengan permintaan customer, dan memang dari jasa tersebut lumayan untungnya buat tambahan uang saku.
"Kak, sini aku bantu kak. Aku gambar yang teknik arsirnya dulu aja ya," ucap Alya seraya duduk di samping Reyhan dan meletakkan alat untuk keperluan menggambarnya.
"ya sudah ini, kakak kirim gambarnya lewat hp kamu ya, dan nanti kamu tambahin kata-kata ini ya di bawah gambarnya.", balas Reyhan seraya mengirim gambarnya ke Alya.
__ADS_1
"iya kak siap, Alya ambil Hp dulu kak kalau begitu", kata alya sambil berjalan mengambil hp nya di kamar.