Dibalik Senyum Alya

Dibalik Senyum Alya
DSA Eps 4


__ADS_3

"aku sudah cukup tua, aku hanya ingin kebahagiaan anak cucuku. Aku ingin cucuku mendapat jatah bulanan dari kalian dengan nili jumlah yang sama sesuai kesanggupan kalian, dan itu langsung diberikan ke Rendi atau Reyhan. Biarkan mereka berdua yang memegang keuangan dan mengaturnya. Aku memaklumi sikap kalian, karena telah memiliki keluarga masing-masing, tapi yang gak aku terima adalah perlakuan buruk kalian pada mereka terutama Alya, yang notabennya ia tidak tau apa-apa tentang masa lalu kalian", lanjut nenek dengan anak sungai pada ujung matanya mengalir dengan deras, kemudian beliau menghirup udara dengan rakus karena berharap dapat mengurangi rasa sesaknya di dadanya. Setelah dirasa cukup tenang, beliau melanjutkan bicaranya.


"ketakutanku benar-enar terbukti sekarang. Dulu aku sagat takut apabila kalian sudah memiliki keluarga lagi akan menyia-nyiakan mereka. Sebenarnya aku tak mempermasalahkan itu, tapi yang aku permasalahkan saat ini, kenapa kalian berani main tangan pada mereka bertiga, terutama pada alya, jangan bilang alya nakal, alya gini gitu. Wajar dia masih anak-anak, dan untuk rendi dan reyhan bersikap keras pada kalian karena mereka berdua telah kecewa. Marah, apalagi melihat alya juga kena imbas kekerasan kalian. Dan sekarang aku hanya minta itu pada kalian, masalah untuk berkunjung aku akan menyuruh mereka menemui kalian ketika hari raya atau lainnya yang penting gitu aja". lanjut sang nenek finalnya, karena ia sesungguhnya tak sanggup berkata seperti itu,karena biar bagaimanapun ia juga ibu dari ibunya alya, tapi rasa kecewa terlanjur lebih besar.

__ADS_1


"aku memberi pelajaran pada alya terutama, itu karena ia nakal, ia minta ini itu pada ibunya dengan manja, aku tak suka dan aku gag mau mereka menjadi manja."~ucap ayah tiri alya


"Oh begitu ya, pintar sekali kalian, caramu sangat perlu untuk diacungi jempol ya. Alya masih kecil, dia gak tau apa-apa. Dan kalian seharusnya malu pada anak rendi dan reyhan yang selalu bersikap sabar pada alya. Dan untuk kamu, selaku ayah kandung, apa ini caramu mendidik anak kandung kalian dengan memberi luka fisik yang berujung pada psikisnya.", ujar sang kakkek yang sedari tadi menahan geram mendengar kaliamt yang diucapkan ayah tirinya.

__ADS_1


"baiklah kalo pendapat kalian begitu, dengan itu aku akan mencoba memberi pengertian pada mereka supaya mereka bisa baik pada kalian, yang sebelumnya kalian telah memberinya luka. Selain itu, Aku sebisa mungkin untuk memberi pengertian bahwa mereka sebaiknya berkunjung ke rumah kalian saat hari raya saja. Biarkan mereka menemukan kebahagiaannya dengan cara mereka sendiri tanpa merepotkan kalian. Dan untuk masalah uang bulanan, aku harap kalian menyetujui nya. Bukan maksud ku kalau aku tak mampu membiayai kehidupan mereka, tapi aku ingin kalian ingat tanggung jawab kalian yang tak dapat dipungkiri kalau itu anak kalian.ingatlah satu hal darah lebih kental dari pada air. Dan anak tetaplah anak, tidak ada yang dapat merubah fakta itu ", ucap sang kakek kemudian berlalu pergi dengan menggandeng tangan reyhan dan rendi untuk pergi, karena beliau tau kalau mereka sebenarnya ingin marah melihat jawaban dari para orang tua mereka.


Flash back off

__ADS_1


__ADS_2