Dijodohkan Dengan Sepupu Sendiri

Dijodohkan Dengan Sepupu Sendiri
aku tidak menyesal


__ADS_3

Setelah selesai mandi bersama dan bersiap dengan pakaian rumahan. Pasangan baru itu duduk berdua di ruang tamu menunggu pesanan mereka datang.


" kita makan dulu yuk, udah jam segini ternyata" yaa waktu telah menunjukan jam setengah 12 siang, sudah sangat kesiangan jika disebut makan pagi


" gara-gara kaka si pake minta segala" sahut wanita itu menyalahkan suaminya


" tapi kamu suka kan, sampai merem melek di bawahku" ledek daus kepada istrinya, pasalnya wanitanya memang benar-benar menikmatinya


" ih apaan si, gak gitu juga" ujar nurul sembari memukul pelan lengan suaminya


" masa sih, terus siapa yang tadi pagi minta di cepetin temponya" tidak ada habisnya lelaki itu meledek istri kecilnya


" udah deh kak,nakal banget si, suka banget meledek istrinya, ga aku kasih lagi tau rasa" sahut nurul cemberut sambil mengancam daus


" eh jangan jangan, iya iya maaf ya sayangg" jawab daus sambil memeluk dan mencium istrinya


" kita makan disini aja ya lebih enak suasananya kak"

__ADS_1


" iya boleh aja, ya udah bentar aku kedapur dulu ambil piring sama sendok" sembari berjalan ke dapur


Mereka makan sambil mengobrol, banyak hal yang mereka bicarakan, juga sebagai jalan mengurangi kecanggungan di antara mereka.


" sayang boleh aku tanya sesuatu?" tanya daus


" boleh kak, mau nanya apa?" jawab nurul sambil menatap suaminya


" apa kamu menyesal sudah memberikannya kepadaku? dan apa kamu menyesal menikah denganku?" Daus bertanya dengan serius


" serius banget si kak haha" nurul malah menjawab dengan bercanda


" dengerin ni ya suamiku...tidak pernah sekalipun aku menyesali apa yang sudah terjadi kepadaku kemarin², entah itu aku sudah melakukannya bersamamu atau pun menikah dengan kamu, tidak pernah aku menyesal mengambil keputusan itu, justru aku bahagia ada kamu di sampingku beberapa minggu ini, dan jujur saja aku sudah mulai nyaman denganmu dan mulai terbiasa dengan kehadiran kamu, walaupun masih belum mencintaimu, tapi aku janji akan belajar mencintaimu." jawab nurul panjang lebar mengungkapkan isi hatinya sambil memegang tangan suaminya


Daus yang mendengarkan semua itu sangat bahagia, ia tidak menyangka wanitanya membalas perasaannya, walaupun belum mencintainya tapi baginya itu tidak masalah, yang paling terpenting sekarang ia tahu perasaan istrinya yang sebenarnya.


" tidak apa sayang, aku akan selalu menunggu kamu sampai kamu mencintaiku, terima kasih sayang sudah menerima aku menjadi suamimu, aku mencintaimu" sahut daus dengan wajah bahagia, dan sambil mengecup bibir istrinya

__ADS_1


" iya kak" ujar nurul sambil tersenyum menatap suaminya


" kalau begitu kamu harus ubah panggilanmu, aku ini suami kamu, bukan kakakmu" ucap daus kembali dengan tingkah menyebalkannya itu


" aku udah terbiasa mangggil kaka, terus aku harus panggil apa? sayang, honey, baby gitu? aah geli aku kak" sahut nurul dengan tertawa


" panggil sayang aja aku suka panggilan itu" ujar daus


" beneran panggil kayak gitu? tapi aku geli sendirj kak"


" geli kenapa? menurutku biasa aja, malahan itu terlihat romantis" sahut daus


" ya udah deh aku bakal coba manggil kek gitu"


" oh iya kak, eh sayang.. boleh ga aku pakai KB?" tanya wanita itu dan langsung meralat panggilannya


Daus mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan istrinya

__ADS_1


" kenapa mau pakai kb? kamu ga mau punya anak dari aku" sahut daus dengan sedikit emosi


" bukan begitu sayang, aku mau kita pacaran dulu, pacaran halal gitu, dan menikmati waktu berdua kita dulu" jawab nurul memberi pengertian maksud pertanyaannya tadi


__ADS_2