
" kenapa? besok kita harus bicara, kita ketemu di tempat biasa" sahut ryan
" ga bisa kak, sekarang keadaan aku udah berbeda" nurul sedikit kesal dengan lelaki itu yang menurutnya sangat egois, dia datang dan pergi semaunya.
"karena aku sudah jadi istri orang" ujar nurul dalam hati
" maksud mu apa? berbeda apanya?" ryan yang tidak tau bahwa nurul sudah menikah hanya bisa bertanya-tanya di dalam hatinya
" sudahlah kak, aku mau tidur, jangan hubungi aku lagi" jawab nurul langsung mematikan telpon tersebut.
" siapa?" tanya daus mengejutkan nurul
" astagfirullah kak" sahut wanita itu sambil mengelus dadanya
" siapa?" daus bertanya lagi
" bukan siapa2, teman lama aja" jawab nurul sambil berjalan ke kamar
__ADS_1
Daus pun juga ikut ke kamar menyusul istri tercintanya, jujur saja sebenarnya ia ingin bertanya lagi tapi melihat respon istrinya yang terlihat acuh ia pun mengurungkan niatnya untuk bertanya.
Saat sampai di kamar ia langsung memeluk istrinya dari samping
" selamat malam sayang" ucapnya sambil mengecup kepala istrinya
" selamat malam juga" nurul membalikkan badannya dan memeluk dada bidang suaminya.
****
1 minggu kemudian
" heem hati-hati di jalan ya kak" sahut nurul sambil mencium tangan suaminya
Daus menjawab dengan menganggukkan kepalanya, saat ingin masuk ke mobil ia terlupa ada hal yang ingin disampaikannya.
" ingat kalau mau keluar atau jalan kemana izin dulu sama suami, awas aja klo ga izin kayak kemarin, apalagi klo kamu menemui mantan terindahmu itu, siap-siap kamu dapat hukuman" lelaki itu mengingatkan istrinya dengan tegas dan tatapan tajam, karena jika dengan kelembutan istri nakalnya itu tidak akan mendengarkannya, sudah dua kali daus mendapati istrinya pergi2 tanpa izin dulu kepadanya. Apalagi saat ia tau dengan siapa istrinya itu pergi, bertambahlah marah ia kepada wanita yang pergi dengan laki2 lain, padahal itu adalah pertemuan terakhir nurul dgn ryan.
__ADS_1
" mantan terindah apanya, kan udah aku bilang kami itu ga pernah ada hubungan" nurul kesal lagi2 suaminya menyebut mantan terindah dengan ryan, padahal pacaran saja tidak. Lagi pula ia juga kapok keluar tanpa izin dulu, karena hukuman yang diberikan suaminya tidak seindah ekspektasinya, ia kira akan seperti di novel2 dimana sang lelakinya menghukumnya dengan kenikmatan, tapi justru sebaliknya ia di beri hukuman mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga, seperti bersih2, mencuci pakaian kotor mereka, masak, dan lain sebagainya. Dan ia disuruh daus mengerjakan semuanya sendiri selama satu minggu penuh, biasanya mereka mengurus rumah bersama2, jdi tidak terasa melelahkan, ini ia mengerjakan semuanya sendirj jadi terasa sangat melelahkan.
" tapi saling suka kan" ujar daus menyindir sekaligus cemburu kepada istrinya
" udah ah berangkat sana" sambil menyuruh suaminya masuk ke mobil.
" ingat izin dulu kalo mau keluar" daus mengingatkan istrinya itu
" iya iya" ujar nurul
" klo ga kelupaan" ujarnya lagi sambil tertawa dalam hati
" ya sudah aku berangkat ya"
Nurulpun menganggukkan kepalanya menjawab suaminya
Setelah melihat mobil suaminya sudah keluar dari pagar rumah, ia juga masuk ke dalam rumah. Nurul lalu merebahkan kembali tubuhnya dikasur sembari bersiap menonton drama korea kesukaannya.
__ADS_1
" impianku benar2 menjadi kenyataan" gumamnya sendirian
Yaa harapannya dulu ia ingin mempunyai suami yang menyayangi dan mencintainya tulus, serta ia tidak mau lagi bekerja yang sangat melelahkan menurutnya, karena terlalu banyak luka yang sudah ia hadapi selama ini, ia hanya ingin menghabiskan waktunya menjadi ibu rumah tangga biasa dan melayani suaminya dengan penuh cinta.